Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Pengaruh Terapi Kombinasi Rebusan Daun Sirsak Dan Senam Ergonomis Terhadap Kadar Asam Urat Pada Lansia Dengan Hiperurisemia Di Uptd Puskesmas Ciranjang Tahun 2024 Dina Yulianti; Susaldi Susaldi; Siti Kamillah
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 3 (2025): MARET 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lansia mengalami berbagai perubahan fisiologis yang dapat meningkatkan risiko hiperurisemia akibat gangguan metabolisme purin. Hiperurisemia yang tidak ditangani dapat berkembang menjadi gout arthritis yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Terapi non-farmakologis, seperti rebusan daun sirsak yang mengandung flavonoid dan senam ergonomis, diketahui memiliki potensi dalam menurunkan kadar asam urat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh terapi kombinasi rebusan daun sirsak dan senam ergonomis terhadap kadar asam urat pada lansia dengan hiperurisemia. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan rancangan pretest-posttest control group. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan total 64 responden yang dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen diberikan intervensi berupa kombinasi rebusan daun sirsak dan senam ergonomis, sedangkan kelompok kontrol hanya diberikan senam ergonomis. Pengukuran kadar asam urat dilakukan sebelum dan setelah intervensi menggunakan alat Elvasense. Pada kelompok eksperimen, mayoritas responden mengalami kadar asam urat tinggi sebelum intervensi. Setelah diberikan terapi kombinasi rebusan daun sirsak dan senam ergonomis, terdapat penurunan signifikan kadar asam urat. Kelompok kontrol juga terdapat penurunan signifikan asam urat. Uji statistik yang digunakan yaitu uji Wilcoxon, dengan hasil yang didapatkan pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan masing-masing nilai diperoleh p-value = 0,000. Maka dari itu menunjukkan adanya pengaruh signifikan dari terapi kombinasi tersebut pada lansia. Kesimpulan: Terapi kombinasi rebusan daun sirsak dan senam ergonomis berpengaruh signifikan terhadap penurunan kadar asam urat pada lansia dengan hiperurisemia. Oleh karena itu, terapi ini dapat dijadikan alternatif non-farmakologis dalam manajemen hiperurisemia pada lansia.
Efektivitas Terapi Kolase Menggunakan Kertas Origami Terhadap Tingkat Kecemasan Hospitalisasi Anak Usia Pra Sekolah Di UPTD Puskesmas Ciranjang Tahun 2024 Rifa Khoirunisa; Siti Kamillah; Susaldi Susaldi
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 3 (2025): MARET 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak prasekolah adalah anak yang berusia antara 3 dan 6 tahun yang berada pada masa emasnya. Hospitalisasi merupakan suatu kondisi dimana anak akan diperlakukan sebagai pasien yang harus menjalani berbagai perawatan,termasuk perawatan medis, rawat inap pasien anak juga dapat menyebabkan kecemasan yang dipengaruhi oleh beberapa pemicu kecemasan yang dapat mengganggu neurotransmitter di otak.Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui efektivitas terapi kolase menggunakan kertas origami terhadap Tingkat Kecemasan Hospitalisasi anak usia pra sekolah di UPTD Puskesmas Ciranjang.Metode yang digunakan yaitu pre – eksperimen dengan desain pretest postest.Teknik sampling menggunakan purposive sampling dengan jumlah sample penelitian 18 responden.Hasil penelitian didapatkan bahwa kelompok eksperimen 15 orang atau 83,3 % mengalami kecemasan sedang dan sebanyak 3 orang atau 16,7 % mengalami kecemasan berat sebelum diberikan intervensi lalu didapatkan hasil pada kelompok eksperimen 16 orang atau 88,9 % mengalami kecemasan ringan dan  3 orang atau 11,1 % mengalami kecemasan sedang setelah diberikan intervens.uji statistic yang digunakan yaitu uji paired sample t – test  dengan hasil didapatkan dengan nila p – value = 0,000. Maka dari itu ada pengaruh pemberian terapi kolase origami terhadap Tingkat Kecemasan Hospitalisasi Anak Usia Pra Sekolah di UPTD Puskesmas Ciranjang Tahun 2024. Saran : penelitian ini diharapkan dapat di aplikasikan sebagai salah satu terapi pengalihan untuk menurunkan kecemasan hospitalisasi pada anak usia pra sekolah.
Hubungan Interaksi Sosial Teman Sebaya Dan Pengawasan Orang Tua Terhadap Perilaku Merokok Elektrik (Vape) Pada Remaja Kelas XII Di SMKN 1 Bojongpicung Tahun 2024 Rahmani Harry Putri; Weslei Daeli; Siti Kamillah
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 3 (2025): MARET 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa remaja adalah periode perkembangan fisik, psikologis, dan intelektual antara anak-anak dan masa dewasa. Saat ini tidak hanya orang dewasa saja yang merokok, namun banyak generasi muda bahkan anak-anak yang kecanduan merokok dan mulai menggunakan rokok elektronik (Vape) tanpa memandang usia dan jenis kelamin. Perilaku pengunaan rokok elektrik di kalangan generasi muda perlu mendapatkan pertimbangan matang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana hubungan dengan interaksi sosial teman sebaya dan pengawasan orang tua terhadap perilaku merokok elektrik (vape) pada Remaja Kelas XII Di SMKN 1 Bojongpicung. Metode yang digunakan adalah jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan desain cross-sectional. Teknik sampling menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel penelitian 174 responden. Data dikumpulkan menggunakan lembar kuesioner hubungan interaksi sosial teman sebaya dan pengawasan orangtua terhadap perilaku merokok elektrik (Vape). Analisa data menggunakan statistic Chi-Square dan didapatkan hasil hasil pada variabel interaksi sosial teman sebaya  dengan nilai P-value sebesar 0,000, sedangkan variabel pengawasan orangtua dengan nilai P-value sebesar 0,018  yang artinya nilai < 0,05. Kesimpulan :  Ada hubungan interaksi sosial teman sebaya dan pengawasan orangtua terhadap perilaku merokok elektrik (vape) pada remaja kelas XII di SMKN 1 Boongpicung
Pengaruh Senam Kaki Diabetes Terhadap Kontrol Gula Darah Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe II di UPTD Puskesmas Ciranjang Mohamad Fakri Ghafar; Siti Kamillah; Susaldi Susaldi
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 3 (2025): MARET 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan kadar gula darah atau hiperglikemia dan intoleransi glukosa merupakan tanda penyakit kronis yang dikenal sebagai penyakit DM atau diabetes mellitus. salah satu terapi non-farmakologinya yaitu latihan jasmani yang dilakukan oleh penderita, seperti senam kaki diabetes, yang bisa menjadikan sirkulasi darah pada bagian kaki membaik. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui adanya pengaruh senam kaki diabetes terhadap kontrol gula darah pada pasien diabetes mellitus tipe II di UPTD Puskesmas Ciranjang. Penelitian ini menggunakan desain penelitian pre experimental design dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Teknik sampling menggunakan accidental sampling, dengan jumlah sample 15 responden. Hasil pada penelitian ini yaitu tipe DM responden yaitu Dm Tipe 2 sebanyak 15 responden (100%), usia terbanyak yaitu >60 Tahun 8 responden (53.3%), jenis kelamin responden yaitu perempuan 15 responden (100%), pretest gula darah terkontrol 3 reponden (20%), posttest gula darah terkontrol 9 responden (60%), dengan p-value .025. Maka terdapat pengaruh senam kaki diabetes terhadap kontrol gula darah pada pasien diabetes mellitus tipe II di UPTD Puskesmas Ciranjang.
PENGARUH KOMBINASI ANTARA LATIHAN RANGE OF MOTION (ROM) DAN TERAPI AKUPRESUR TERHADAP PENINGKATAN KEKUATAN OTOT PADA PASIEN STROKE DI RUANG BOUGENVILLE RSUD SAYANG CIANJUR TAHUN 2024 Siti Fitria Andiyani; Siti Kamillah; Bambang Suryadi
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 3 (2025): MARET 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stroke merupakan penyebab utama kematian kedua dan penyebab kecacatan ketiga di dunia. Stroke terjadi ketika beberapa sel otak mati karena kekurangan oksigen akibat terhambatnya aliran darah ke otak atau pecah. Tujuan penelitian untuk mengetahui adanya pengaruh (ROM) dan Terapi Akupresur terhadap peningkatan kekuatan otot pada pasien stroke. Kekuatan otot ekstremitas masih merupakan masalah utama yang dihadapi oleh pasien stroke yang mengalami hemiparese, Salah satu terapi yang dilakukan untuk memulihkan kekuatan otot pada pasien stroke adalah Range Of Motion (ROM). Penelitian ini menggunakan rancangan atau jenis penelitian quasy eksperimen dengan pendekatan One Group Pretest-Posttest. Sampel penelitian adalah pasien stroke non hemoragic dengan hemiparese berjumlah 17 responden yang di pilih dengan tekhnik purvosive sampling dan accidental sampling. Instrumen penelitian: Lembar observasi kekuatan otot (MMST), SOP Range Of Motion (ROM) dan SOP Akupresur. Data dianalisis dengan univariat dan bivariat. Berdasarkan hasil peneltian yang dilakukan di Ruang Bougenville RSUD Sayang Cianjur hasil analisis dengan uji wilxocon diperoleh nilai p = 0.001 dengan ketepatan nilai α = 0,05 atau p < 0,05 yang artinya Ho ditolak dan Ha diiterima. Latihan Range Of Motion (ROM) dan Terapi Akupresur berpengaruh terhadap kekuatan otot pada pasien stroke di Ruang Bougenville RSUD Sayang Cianjur, sehingga latihan Range Of Motion (ROM) dan Terapi Akupresur dapat digunakan sebagai penatalaksanaan dan perawatan untuk meningkatkan kekuatan otot pada pasien stroke.
Hubungan Respon Time Perawat Dan Penerapan Sistem Rujukan Pasien Darurat (SPGDT) Dengan Kepuasan Pasien IGD RSUD Kembangan Tahun 2024 Ria Syntia Paramita; Weslei Daeli; Siti Kamillah
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 4 (2025): APRIL 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan pasien gawat darurat memegang peranan yang sangat penting. Sebagai pintu terdepan rumah sakit, Salah satu tujuan dalam pelayanan di rumah sakit adalah kepuasan pelanggan baik itu pasien maupun keluarga. Pasien merasa puas dengan layanan IGD apabila harapan pasien terpenuhi, seperti pelayanan yang cepat, tanggap, sopan, ramah, pelayanan yang optimal dan interaksi yang baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan respon time perawat dan penerapan sistem rujukan pasien darurat dengan kepuasan pasien IGD RSUD Kembangan. Metode Penelitian ini adalah deskriptif corelational yaitu penelitian yang digunakan untuk mengetahui hubungan antar dua variabel dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan accidental Sampling. Hasil penelitian ini, responden yang meyatakan respontime cepat berjumlah 72 responden atau sebesar 73,5% sedangkan yang menyatakan lambat berjumlah 26 responden atau sebesar 26,5%. Jumlah responden yang menyatakan penerapan sistem rujukan sesuai berjumlah 61 responden atau sebesar 62,2% sedangkan yang menyataakan tidak sesuai berjumlah 37 responden atau sebesar 37,85. Terdapat hubungan respontime dengan kepuasan pasien nilai P Value sebsar 0,000 < α = 0,05. Terdapat hubungan penerapan sistem rujukan dengan kepuasan pasien nilai P Value sebsar 0,000 < α = 0,05. Dengan adanya penelitian ini diharapkan Rumah Sakit dapat menyusun program-program pelayanan dalam meningkatkan kepuasan pasien di Rumah sakit.
Pengaruh Program Walking Test Terhadap Peningkatan Fungsi Kardiovaskular Pada Pasien Dengan Gagal Jantung Di Wilayah Kerja Puskesmas Mande Cianjur Aurell Delfasya Bedy; Siti Kamillah; Yeni koto
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 4 (2025): APRIL 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Walking test memiliki manfaat yang sangat baik untuk penderita Gagal jantung. tujuan penelitian ini adalah menganalisis perbedaan penurunan tekanan darah, perbedaan denyut nadi, dan menganalisa MAP (Mean Arteri Preassure) pada klien yang mendapat walking test. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan metode korelasional dengan pendekatan cross sectional. Dimana seluruh variabel diamati dan dilakukan secara pengamatan data-data populasi. Cross sectional yaitu suatu penelitian yang dilakukan dengan mengambil waktu tertentu, dilakukan pada beberapa objek yang berbeda. Penelitian ini dilakukan melalui tahap observasi pada pasien. Desain penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan korelasional prediktif. Desain penelitian yang digunakan adalah pretest and post test design terhadap responden melakukan walking test selama 6 menit. Dengan adanya pretest (sebelum) dilakukan penelitian dan post test (sesudah) dilakukan penelitian apakah ada pengaruh walking test terhadap fungsi kardiovaskular menggunakan One Group. 6 menit walking test dapat meningkatkan aliran darah ke otot yang juga dapat meningkatkan perfusi jaringan perifer.
HUBUNGAN KEPATUHAN KONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH DAN SARAPAN BERGIZI TERHADAP KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI SMA PUTRA JUANG CIANJUR TAHUN 2023 Reina Hapsari Putri; Siti Kamillah; Saiful Gunardi
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 1 No. 5 (2024): OKTOBER-NOVEMBER 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia pada remaja putri merupakan masalah kesehatan yang signifikan yang berpotensi menghambat pertumbuhan dan perkembangan optimal. Kepatuhan dalam mengonsumsi tablet tambah darah yang mengandung zat besi serta sarapan bergizi adalah dua aspek penting dalam menjaga kesehatan, terutama bagi remaja putri. Tablet tambah darah dan sarapan bergizi dapat berperan dalam mencegah anemia yang sering kali menjadi masalah pada remaja putri. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui hubungan antara kepatuhan dalam mengonsumsi tablet tambah darah dan sarapan bergizi dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMA Putra Juang Cianjur pada tahun 2023. Metode yang digunakan adalah observasional dengan desain cross-sectional. Penelitian melibatkan 85 sampel siswa perempuan di SMA Putra Juang Cianjur. Data penelitian diperoleh melalui penggunaan kuesioner untuk mendapatkan informasi tentang kepatuhan konsumsi tablet tambah darah dan kebiasaan sarapan bergizi. Selain itu, observasi kejadian anemia dilakukan menggunakan alat cek Hemoglobin easy touch GCHB. Hasil analisis statistik menggunakan uji chi-square menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara kepatuhan konsumsi tablet tambah darah (p-value=0,011) dan sarapan bergizi (p-value=0,002) lebih kecil dari 0,05 maka artinya H0 ditolak dan Ha Diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa adanya hubungan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah dan sarapan bergizi dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMA Putra Juang Cianjur Tahun 2023. Saran kepada remaja putri lebih memperhatikan kesehatan serta meningkatkan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah dan melaksanakan sarapan bergizi untuk tindakan pencegahan terjadinya kejadian anemia pada remaja putri.
HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KEJADIAN DISMENORE PRIMER PADA REMAJA PUTRI DI SMA PUTRA JUANG CIANJUR TAHUN 2023 Sinta Fauziah; Eka Rokhmiati Wahyu Purnamasari; Siti Kamillah
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 1 No. 5 (2024): OKTOBER-NOVEMBER 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aktivitas fisik sendiri merupakan gerakan tubuh yang dihasilkan oleh otot rangka yang membutuhkan pengeluaran energi dan aktivitas yang dilakukan pada saat bekerja, bermain, belajar, melakukan pekerjaan rumah tangga, bepergian, dan terlibat dalam kegiatan rekreasi. Dismenore primer adalah nyeri haid yang tidak disebabkan oleh kondisi medis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Aktivitas Fisik dengan Kejadian Dismenore Primer pada remaja putri khususnya Siswi SMA Putra Juang Cianjur. Desain yang digunakan pada penelitian ini adalah analitik kolerasi dengan rancangan cross sectional. Melibatkan 85 sampel Siswi SMA Putra Juang Cianjur. Hasil uji statistik menggunakan chi square di dapatkan bahwa nilai P-value sebesar (0,004) yang mana nilai ini lebih kecil dari 0,05 maka artinya H0 ditolak dan Ha diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubugan antara Aktivitas Fisik dengan Kejadian Dismenore Primer pada remaja putri khususnya Siswi SMA Putra Juang Cianjur tahun 2023. Nilai Odds ratio sebesar = 4,125 (95% CI 1,635-10,296) yang artinya siswa perempuan yang memilliki aktivitas fisik yang buruk mempunyai kemungkinan 4 kali mengalami kejadian dismenore primer dibandingkan dengan siswa perempuan yang memiliki aktifitas fisik baik.
Pengaruh Pemberian Jus Campuran Tomat Dan Wortel Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Lansia  Dengan Hipertensi Di Posyandu Pandan Wangi Cianjur Tahun 2025 Rossa Dwi Aprilia; Bambang Suryadi; Siti Kamillah
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 3 (2026): MARET 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi pada lansia merupakan masalah kesehatan yang sering terjadi seiring dengan proses penuaan dan dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Salah satu upaya pengendalian hipertensi yang dapat dilakukan adalah melalui intervensi nonfarmakologis berbasis nutrisi. Tomat dan wortel diketahui mengandung kalium, likopen, beta-karoten, dan antioksidan yang berperan dalam membantu menurunkan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian jus campuran tomat dan wortel terhadap penurunan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi di Posyandu Pandan Wangi Cianjur Tahun 2025. Desain penelitian yang digunakan yaitu one group pretest–posttest design. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 15 responden lansia dengan hipertensi. Penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi seluruh responden mengalami hipertensi dengan nilai tekanan darah sistolik dan diastolik di atas batas normal. Setelah diberikan intervensi jus campuran tomat dan wortel, seluruh responden (100%) mengalami penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik. Berdasarkan hasil pengolahan data menggunakan uji Wilcoxon, diperoleh hasil penurunan tekanan darah sistolik dengan nilai p = 0,001 dan penurunan tekanan darah diastolik dengan nilai p = 0,000 (p < 0,05). Pemberian jus campuran tomat dan wortel berpengaruh signifikan terhadap penurunan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi di Posyandu Pandan Wangi Cianjur Tahun 2025