Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Fenomena stres akademik dalam penyelesaian tugas akhir pada mahasiswa rantau Ardi, Lailatul Afifah; Handayani, Puji Gusri; Yendi, Frischa Meivilona; Putriani, Lisa 
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol. 13 No. 1 (2025): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1139300

Abstract

Stres akademik adalah tantangan yang dialami dan dihadapi oleh mahasiswa, terutama bagi mahasiswa rantau dalam penyelesaian tugas akhir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena stres akademik dalam penyelesaian tugas akhir pada mahasiswa rantau di Sumatera Barat, data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada 148 mahasiswa rantau, kemudian dianalisis menggunakan metode statistik deskriptif serta analisis jaringan guna memperoleh pemahaman yang lebih mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat stres akademik mahasiswa umumnya berada pada kategori sedang hingga tinggi, yang menggambarkan adanya tekanan signifikan dalam menyelesaikan tugas akhir. Selain itu, penelitian ini juga menemukan bahwa mahasiswa Perempuan memiliki tingkat stres yang lebih tinggi dibandingkan mahasiswa laki-laki, yang bisa mengindikasikan adanya faktor tertentu yang lebih mempengaruhi mereka. Disamping itu, mahasiswa yang tinggal di kos atau kontrakan cenderung mengalami stres akademik lebih tinggi dibandingkan mereka yang tinggal bersama kerabat atau saudara, yang menandakan bahwa lingkungan tempat tinggal memiliki peran terhadap tingkat stres akademik mahasiswa rantau. Kondisi ini tentunya penting untuk melakukan intervensi psikologis, seperti pemberian layanan dalam konseling dan dukungan sosial, guna membantu para mahasiswa rantau untuk meredakan stres akademik dan meningkatkan kesejahteraan hidupnya.
Dimensi Ontologi, Epistemologi, dan Aksiologi Pemikiran Gus Dur serta Penerapannya dalam Bimbingan dan Konseling Ardi, Lailatul Afifah; Karneli, Yeni; Handayani, Puji Gusri
Consilium Vol 5, No 1 (2025): Consilium
Publisher : Consilium

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/01332cons

Abstract

Penelitian ini membahas terkait dimensi ontologi, epistemology, dan aksiologi dalam pemikiran Abdurrahman Wahid atau Gus Dur serta relevansinya dalam bidang Bimbingan dan Konseling. Kajian dilakukan melalui studi literatur (literature review) dengan menelusuri berbagai sumber ilmiah yang membahas filsafat Gus Dur dan nilai-nilai kemanusiaannya. Hasil dari analisis menunjukkan bahwa Gus Dur memandang manusia sebagai makhluk yang hidup dalam keragaman sehingga setiap individu memiliki martabat yang layak untuk dihormati. Berdasarkan dimensi epistemologi, pengetahuan menurut Gus Dur ialah berkembang melalui dialog dan keterbukaan terhadap pengalaman orang lain. Sedangkan dari sisi aksiologi, nilai utama yang ditekankan adalah keadilan, kemusiaan, dan toleransi. Berdasarkan dimensi ontologi, epistemologi, dan aksiologi tersebut memiliki relevansi dengan bidang keilmuan serta praktiknya dalam BK, terutama dalam hal membangun pemahaman yang utuh terkait klien dan menciptakan suasana konseling yang aman dan menghargai perbedaan. Melalui kajian ini, dapat dilihat bahwa pemikiran Gus Dur dapat memperkaya pendekatan dalam BK yang lebih humanistik dan multikultural.
Teori Konstruktivisme dalam Pembelajaran dan Bimbingan Konseling: Fondasi Teoritis dan Implikasi Praktis bagi Peserta Didik Ardi, Lailatul Afifah; S, Neviyarni; Nirwana, Herman
Current Issues in Counseling Vol 5, No 1 (2025): Current Issues in Counseling
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/01334cic

Abstract

Artikel ini mengkaji teori konstruktivistik sebagai paradigma penting dalam pembelajaran yang menempatkan peserta didik sebagai pusat dalam proses membangun pengetahuan. Kajian dilakukan dengan menggunakan metode literature review dengan menganalisis teori dari Piaget, Vygotsky, dan berbagai penelitian terbaru terkait pembelajaran aktif. Hasil dari kajian menunjukkan bahwa konstruktivisme terbagi menjadi dua pendekatan, yaitu konstruktivisme individual dan konstruktivisme sosial. Dua pendekatan tersebut menegaskan bahwa pembelajaran bermakna terjadi ketika peserta didik terlibat aktif melalui pengamatan, refleksi dan adanya interaksi sosial. Implementasi teori konstruktivisme di kelas dapat dilihat pada pembelajaran yang kooperatif, inkuiri, problem based learning, dan kelompok belajar. Selain itu, konstruktivisme juga memberikan kontribusi yang penting dalam layanan BK, terutama dalam membantu peserta didik dalam memahami identitas diri, merefleksi pengalaman, dan merumuskan tujuan karier peserta didik. Melalui penelitian yang dilakukan, ditemukan bahwa konstruktivisme memberikan landasan yang kuat baik bagi secara teoritis dan praktis yang relevan dalam pembelajaran di kelas dan layanan BK di sekolah.