Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : njcom community service journal

Strategi Pengembangan Wisata Ziarah Makam Waliyullah K.H. Raden Abdul Majid sebagai Potensi Pariwisata Rohani di Desa Mangunreja Tasikmalaya Rd. Rohmat Saedudin; Siti Hajar Komariah; Mega Fitri Yani; Cindy Muhdiantini; Ilham Auliya Rahman; Richard Tryas Sembiring; Muhammad Dwi Hary Sandy
NJCOM: Community Service Journal Vol. 1 No. 1 (2025): January
Publisher : RAM PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.14756599

Abstract

Pariwisata di Indonesia mengalami transformasi menjadi segmen-segmen bervariasi, termasuk wisata sosial, budaya, pendidikan, agama, dan lainnya. Segmentasi ini memungkinkan pengalaman wisata yang beragam, dari menikmati keindahan alam hingga rekreasi keluarga. Salah satu wacana yang semakin mendapat perhatian adalah wisata rohani, khususnya wisata ziarah makam. Kegiatan ini dianggap memberikan nilai spiritual tinggi dan ketenangan kepada pengunjung, terutama saat mengunjungi makam tokoh agama seperti Waliyullah K.H Raden Abdul Majid di Desa Mangunreja Tasikmalaya. Meskipun memiliki potensi besar dalam kontribusi ekonomi lokal dan pelestarian budaya, wisata ziarah tersebut menghadapi berbagai tantangan. Fasilitas yang kurang memadai, kurangnya pengelolaan dan promosi efektif, serta dukungan yang minim dari pemerintah dan komunitas lokal menjadi hambatan. Oleh karena itu, langkah-langkah strategis perlu diambil, seperti peningkatan fasilitas, pengelolaan, dan promosi. Kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan komunitas lokal dapat mendukung rencana implementasi yang terinci, termasuk identifikasi potensi wisata, peningkatan fasilitas, pengelolaan efektif, strategi promosi, tahapan pengembangan, alokasi sumber daya, dan evaluasi kinerja. Dengan demikian, diharapkan dapat meningkatkan potensi wisata ziarah, menciptakan manfaat ekonomi merata, dan menjaga kelestarian budaya serta nilai spiritual.
Inisiasi Koperasi untuk Optimalisasi Potensi Ekonomi Lokal di Wilayah Perdesaan: Studi Kasus Kelompok Masyarakat Dawagung, Desa Mangunreja Tengku Ahmad Riza; Mochamad Teguh Kurniawan; Cindy Muhdiantini
NJCOM: Community Service Journal Vol. 1 No. 2 (2025): July
Publisher : RAM PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.15803857

Abstract

Pembangunan ekonomi inklusif dan berkelanjutan penting untuk mengurangi kesenjangan sosial. Di Indonesia, UMKM berperan besar dalam pertumbuhan ekonomi dan pelestarian budaya. Namun, daerah pedesaan seperti Kampung Kaum Selatan, Desa Mangunreja, masih menghadapi tantangan ekonomi. Untuk mengoptimalkan potensi lokal, pendampingan dan pembentukan koperasi menjadi strategi efektif. Koperasi dapat memberdayakan UMKM melalui kepemilikan kolektif dan pengambilan keputusan demokratis. Kelompok Masyarakat Dawagung (KMD) memiliki potensi besar seperti produksi pupuk cair dari kotoran walet, pelatihan kemasan gula semut, desain produk kaligrafi, dan budidaya lele gentong. Solusi yang ditawarkan adalah pendampingan dalam mendirikan koperasi agar masyarakat dapat mengakses dukungan pengembangan ekonomi lokal. Program pengabdian masyarakat dari Fakultas Rekayasa Industri bertujuan memberikan dukungan menyeluruh bagi KMD untuk membentuk dan mengelola koperasi sebagai langkah strategis menuju kesejahteraan dan pembangunan ekonomi berkelanjutan di Desa Mangunreja
Pemanfaatan Limbah Burung Walet Sebagai Bahan Pupuk: Studi Kasus Desa Mangunreja Adityas Widjajarto; Muhammad Ilham Maulana; Cindy Muhdiantini
NJCOM: Community Service Journal Vol. 1 No. 2 (2025): July
Publisher : RAM PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.15808006

Abstract

Kelompok Masyarakat Dawagung (KMD) Kampung Kaum Selatan, Desa Mangunreja, mengalami kelangkaan pupuk dan pestisida yang berdampak signifikan terhadap hasil pertanian. Hampir seluruh gapoktan, termasuk Gapoktan Kalapasewu, merasakan dampaknya, dengan penurunan panen hingga 50% dan beberapa lahan mengalami gagal panen total. Berdasarkan survei dan wawancara dengan Ketua Gapoktan, Defris Triyanto, ditemukan potensi pemanfaatan kotoran burung walet sebagai alternatif pupuk organik. Kotoran ini mengandung unsur hara tinggi seperti C-Organik, Nitrogen, Fosfor, Kalium, Kalsium, dan Magnesium yang mampu meningkatkan kesuburan tanah (Nurlaela & Patadungan, 2023). Untuk mengatasi masalah ini, tim pengabdian masyarakat tahun 2024 akan melaksanakan empat kegiatan utama: 1) pelatihan pembuatan pupuk organik dari kotoran walet, 2) pelatihan pembuatan pestisida organik, 3) pelatihan komersialisasi produk, dan 4) pelatihan pemasaran hasil produksi kepada mitra.
Community Empowerment of MSMEs through Business Model Canvas Training and the Utilization of Digital Technology in Business Development Siti Hajar Komariah; Ananda Risya Triani; Cindy Muhdiantini; Mega Fitri Yani
NJCOM: Community Service Journal Vol. 2 No. 2 (2026): JULY
Publisher : RAM PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.21629347

Abstract

Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play an important role in supporting community economic growth. However, many MSME actors still face challenges in business management, business model development, and the use of digital technology. This community service program aims to improve MSME capacity through training and mentoring on the Business Model Canvas (BMC), entrepreneurship, and digital marketing strategies. The program was conducted with Wahana Bina Insani in Bandung Regency using a participatory approach, including needs identification, training, hands-on practice, and evaluation. The materials covered business model concepts, the nine elements of BMC, branding, social media use, and digital content creation. Participants practiced developing their own business models based on their enterprises. The results showed improved understanding of structured business planning, customer segmentation, value creation, and digital marketing utilization. This program is expected to enhance MSME adaptability and competitiveness in the digital economy era.
Community-Based Flood Monitoring and Mitigation Education through the Implementation of Biopore Systems in Cangkuang Kulon Village Rd. Rohmat Saedudin; Cindy Muhdiantini; Mega Fitri Yani
NJCOM: Community Service Journal Vol. 2 No. 2 (2026): JULY
Publisher : RAM PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.21629704

Abstract

Floods are among the most common hydrometeorological disasters in Indonesia and have significant impacts on the social and economic well-being of communities. Cangkuang Kulon Village, Bandung Regency, is one of the areas vulnerable to flooding, highlighting the need to strengthen community capacity in disaster mitigation. This community service program aimed to enhance public understanding of community-based flood monitoring and mitigation through the implementation of biopore systems and the provision of supporting facilities. The activity involved village officials and local community members. The implementation methods included educational sessions, interactive discussions, and the handover of biopore construction equipment. The results indicated an improvement in community understanding of environmental monitoring, the application of biopore systems as a flood mitigation measure, and the importance of community participation in building sustainable disaster preparedness.
Community Empowerment of MSMEs through Business Model Canvas Training and the Utilization of Digital Technology in Business Development Siti Hajar Komariah; Ananda Risya Triani; Cindy Muhdiantini; Mega Fitri Yani
NJCOM: Community Service Journal Vol. 2 No. 2 (2026): JULY
Publisher : RAM PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.21629347

Abstract

Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play an important role in supporting community economic growth. However, many MSME actors still face challenges in business management, business model development, and the use of digital technology. This community service program aims to improve MSME capacity through training and mentoring on the Business Model Canvas (BMC), entrepreneurship, and digital marketing strategies. The program was conducted with Wahana Bina Insani in Bandung Regency using a participatory approach, including needs identification, training, hands-on practice, and evaluation. The materials covered business model concepts, the nine elements of BMC, branding, social media use, and digital content creation. Participants practiced developing their own business models based on their enterprises. The results showed improved understanding of structured business planning, customer segmentation, value creation, and digital marketing utilization. This program is expected to enhance MSME adaptability and competitiveness in the digital economy era.
Community-Based Flood Monitoring and Mitigation Education through the Implementation of Biopore Systems in Cangkuang Kulon Village Rd. Rohmat Saedudin; Cindy Muhdiantini; Mega Fitri Yani
NJCOM: Community Service Journal Vol. 2 No. 2 (2026): JULY
Publisher : RAM PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.21629704

Abstract

Floods are among the most common hydrometeorological disasters in Indonesia and have significant impacts on the social and economic well-being of communities. Cangkuang Kulon Village, Bandung Regency, is one of the areas vulnerable to flooding, highlighting the need to strengthen community capacity in disaster mitigation. This community service program aimed to enhance public understanding of community-based flood monitoring and mitigation through the implementation of biopore systems and the provision of supporting facilities. The activity involved village officials and local community members. The implementation methods included educational sessions, interactive discussions, and the handover of biopore construction equipment. The results indicated an improvement in community understanding of environmental monitoring, the application of biopore systems as a flood mitigation measure, and the importance of community participation in building sustainable disaster preparedness.