Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Penolakan Hasil Pekerjaan Oleh Pemilik Proyek Dan Akibat Hukumnya Dalam Kontrak Pengadaan Barang Dan Jasa Wagian, Diangsa; Asy’ari, Hasan; Irfan, Mohammad
Jurnal Risalah Kenotariatan Vol. 1 No. 2 (2020): Jurnal Risalah Kenotariatan
Publisher : Magister Kenotariatan Fakultas Hukum Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.543 KB) | DOI: 10.29303/risalahkenotariatan.v1i2.6

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis dasar penolakan hasil pekerjaan oleh pemilik proyek dan akibat hukumnya dalam kontrak pengadaan barang dan jasa. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis-normatif yang mendasarkan kajiannya pada studi kepustakaan. Penelitian ini menggunakan beberapa pendekatan, yaitu pendekatan peraturan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Hasil penelitian dianalisis secara deskriptif-kualitatif, dengan menggunakan logika deduktif. Penelitian ini menemukan bahwa: 1) Alasan/dasar kenapa pekerjaan suatu proyek/barang/jasa ditolak oleh pihak pengguna barang/jasa adalah karena pekerjaan tidak sesuai dengan spesifikasi dan standar kualitas bahan material sebagaimana ditentukan dalam kontrak; 2). Penolakan terhadap pekerjaan tersebut berakibat pada peralihan risiko kepada pihak kontraktor. Kontraktor juga bertanggung jawab untuk membongkar, memperbaiki serta mengganti kualitas pekerjaan sesuai dengan spesifikasi yang dipersyaratkan dalam kontrak; 3) penyelesaiana sengketa penolakan pekerjaan diselesaikan dengan musyawarah. Namun jika kontraktor tetap tidak melaksanakan pekerjaan sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan dalam kontrak maka setelah kontraktor tersebut telah mendapatkan 3 (tiga) kali peringatan berturut-turut secara tertulis dari pengguna barang/jasa, akan dikenakan sanksi sebagaimana diatur dalam ketentuan peraturan yang berlaku. Kata kunci : penolakan pekerjaan, pemilik proyek, hukum kontrak
Tinjauan Yuridis Pinjam Meminjam Secara Elektronik Rodliyah, Rodliyah; HS., Salim; Asy’ari, Hasan
Jurnal Risalah Kenotariatan Vol. 3 No. 1 (2022): Jurnal Risalah Kenotariatan
Publisher : Magister Kenotariatan Fakultas Hukum Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/risalahkenotariatan.v3i1.42

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis besarnya bunga pinjaman yang dibebankan oleh pemberi pinjaman secara elektronik dan besarnya denda pinjaman yang dijatuhkan kepada penerima pinjaman apabila wanprestasi. Metode yang digunakan disajikan berikut ini. Jenis penelitian ini, yaitu penelitian hukum normatif. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu (1) pendekatan undang-undang (statute approah), dan (2) pendekatan konsep. Sumber datanya berasal dari data kepustakaan. dan bahan hukumnya, yaitu bahan hukum primer, sekunder dan tertier. Teknik pengumpulan datanya, yaitu menggunakan studi dokumenter. Analisis datanya, menggunakan analisis kualitatif.Kata Kunci : pinajaman meminjam; pinjaman online
Reorientasi Pendidikan Islam Berbasis Maqāṣid al-Syarī‘ah sebagai Solusi atas Foundational Problem Zaman Modern: Penelitian Asy’ari, Hasan; Lindayati, Eka; Makhrus, Imam; Noviani, Dwi
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.4733

Abstract

Islamic education in the modern era faces foundational problems, namely a crisis of value foundations, shifts in spiritual orientation, and epistemological fragmentation between religious sciences and general sciences. These issues create an imbalance in forming individuals who are faithful, knowledgeable, and virtuous. This article aims to conceptually analyze a new direction for the development of Islamic education through the maqāṣid al-syarī‘ah approach as a solution to these foundational crises. This study employs a qualitative method using a library research approach. The primary data sources are classical and contemporary literature on Islamic educational philosophy, theories of maqāṣid al-syarī‘ah, and issues of modernity in education. The findings indicate that maqāṣid al-syarī‘ah can serve as a paradigm for the reorientation of Islamic education because it integrates spiritual, intellectual, moral, and social dimensions. The application of values such as hifẓ al-dīn (preservation of religion), hifẓ al-‘aql (development of intellect), and hifẓ al-nafs (protection of life) becomes the foundation for establishing a holistic education system that is relevant to contemporary challenges. Thus, a maqāṣid al-syarī‘ah-based approach is not only capable of strengthening the philosophical foundations of Islamic education but also provides a new direction for shaping insān kāmil in the modern era.
Pengembangan Program Pendidikan Karakter untuk Meningkatkan Akhlak dan Moral Anak di Era Digital: Penelitian Makhrus, Imam; Lindayati, Eka; Asy’ari, Hasan; Noviani, Dwi
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.4734

Abstract

The digital era has brought significant changes to children’s behavior and morality. Unlimited access to information often leads to a decline in character values and spirituality among younger generations. This study aims to develop a character education program that is relevant to the needs of children in the digital age in order to strengthen their morals and ethical conduct. The research employs a descriptive qualitative approach using literature review and document analysis techniques. Data were collected from various scholarly sources such as journals, books, and recent research reports. The findings indicate that character education becomes effective when integrated with digital technology through contextual approaches, project-based learning, and digital role modeling. Strengthening religious values, responsibility, empathy, and digital ethics forms the main pillars in program development. The conclusion of this study highlights the importance of synergy between families, schools, and communities in fostering virtuous character in children amidst the challenges of the digital world.
Pengembangan Program Pendidikan Karakter untuk Meningkatkan Akhlak dan Moral Anak di Era Digital: Penelitian Komarudin, Komarudin; Lindayati, Eka; Asy’ari, Hasan; Noviani, Dwi
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.4735

Abstract

The digital era has brought significant changes to children’s behavior and morality. Unlimited access to information often leads to a decline in the values of character and spirituality among the younger generation. This study aims to develop a character education program relevant to the needs of children in the digital age to enhance their morals and ethics. The research employs a qualitative descriptive approach using literature study and document analysis techniques. Data were obtained from various scientific sources, including journals, books, and recent research reports. The results indicate that character education becomes more effective when integrated with digital technology through contextual approaches, project-based learning, and digital role modeling. Strengthening religious values, responsibility, empathy, and digital ethics serves as the main pillars in developing the program. The findings emphasize the importance of synergy among families, schools, and communities in nurturing morally upright children amid the challenges of the digital world.