Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Transformasi Museum Kota Makassar Melalui Pengembangan Aktivitas Interpretasi Berbasis Edukasi Renold, Renold; Eppang , Buntu Marannu; Darmayasa, Darmayasa; Djamaluddin, Muhammad Arya
Jambura Journal of Educational Management Volume 4 Nomor 2, September 2023
Publisher : JURUSAN MANAJEMEN PENDIDIKAN FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37411/jjem.v4i2.2742

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap potensi daya tarik wisata yang terdapat di museum kota di Kota Makassar dan mengembangkan aktivitas interpretasi yang menarik di dalamnya. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan dokumentasi, dengan menggunakan metode R&D (Research and Development) berdasarkan model pengembangan yang diusulkan oleh Sugiyono. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya program aktivitas interpretasi berbasis edukasi yang disusun berdasarkan rekomendasi dari pihak Pengelola Museum Kota Makassar, dengan fokus pada penyajian informasi melalui storytelling yang menarik serta aktivitas permainan yang sesuai dengan daya tarik wisata yang dimiliki oleh museum tersebut. Diharapkan bahwa produk interpretasi ini akan menjadi acuan bagi pelaku industri pariwisata yang ingin mengemas program aktivitas interpretasi berbasis edukasi yang menyenangkan di Museum Kota Makassar, sehingga dapat memperkaya pengalaman wisata budaya bagi pengunjung
PROFIL KETERAMPILAN KOMUNIKASI BAHASA INGGRIS PRAMUSAJI CAFE DI DESA WISATA, BALI Pastini, Ni Wayan; Darmayasa, Darmayasa; Lilasari, Luh Nyoman Tri; Geria, Anak Agung Gede Oka
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial (JPDS) Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um032v7i1p94-103

Abstract

ENGLISH COMMUNICATION SKILLS PROFILE OF CAFE WAITRESSES IN TOURIST VILLAGES, BALIThe objective of this study was to present the profile of English communication skills among servers in Bali. The research employs the phenomenological method and involves 30 participants working as waiters in restaurants and cafes in the Tourism Village of Ubud and Celuk, Gianyar Regency, Bali. The data collection techniques used in this study are interviews and observations. Interview and observation guides are used to reveal the servers' English communication profiles. The data collected were analysed using data reduction, presentation, and conclusion-drawing techniques. The study findings suggest that servers' English communication skills encompass personal, regulatory, interactional, formative, imaginative, and instrumental functions in various situational contexts. The findings support existing theories, provide insight into research in similar contexts, and inform tourism and hospitality industry policymakers.Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap profil kemampuan komunikasi bahasa inggris pramusaji di Bali. Penelitian ini menggunakan metode fenomenologi. Subyek dalam penelitian ini adalah pramusaji restoran dan cafe yang berada di Desa Wisata Ubud dan Celuk, Kabupaten Gianyar, Bali sebanyak 6 partisipan. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi. Sementara instrumen yang digunakan untuk mengungkap profil komunikasi bahasa inggris pramusaji adalah panduan wawancara dan observasi. Data yang telah terkumpul kemudian dianalisis meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa profil kemampuan komunikasi bahasa inggris pramusaji mencakup fungsi personal, regulator, interaksional, formatif, imajinatif, dan instrumental terlihat dalam berbagai konteks situasional. Temuan ini mempertegas teori yang ada sekaligus memberikan wawasan terhadap penelitian dalam konteks serupa serta para pemangku kebijakan di industri pariwisata dan perhotelan.
Penguatan Kompetensi SDM Pariwisata: Hasil Pengabdian kepada Masyarakat di Lampung Darmayasa, Darmayasa; Ery, Anda Prasetyo
PADAIDI: Journal of Tourism Dedication Vol. 2 No. 1 (2025): Januari-Juni
Publisher : Politeknik Pariwisata Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33649/padaidi.v1i2.515

Abstract

Artikel ini merupakan hasil kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang bertujuan untuk menganalisis kebutuhan diklat bagi aparat Dinas Pariwisata Provinsi Lampung dalam rangka peningkatan kapasitas sumber daya manusia sektor pariwisata. Kegiatan ini dilakukan melalui pendekatan deskriptif kualitatif dan training needs analysis, dengan melibatkan 50 responden yang telah mengikuti Diklat Pariwisata Dasar. Mayoritas responden berusia 30–49 tahun, dengan distribusi gender seimbang, dan berasal dari berbagai bidang tugas. Hasil menunjukkan bahwa 86,67% menganggap pelatihan sangat bermanfaat, dan 80% merasa materi sesuai dengan tugas mereka. Responden menyampaikan perlunya pelatihan lanjutan seperti parekraf lanjutan, kepemimpinan, manajemen event MICE, organisasi ekonomi kreatif, serta manajemen SDM. Saran juga mencakup peningkatan fasilitas dan jadwal pelatihan. Kegiatan PkM ini menegaskan pentingnya pengembangan diklat yang berkelanjutan, relevan, dan berbasis kompetensi. Hasilnya diharapkan mendukung peningkatan kinerja aparat dan daya saing Provinsi Lampung sebagai destinasi wisata unggulan di Indonesia.
Penguatan Kompetensi SDM Pariwisata: Hasil Pengabdian kepada Masyarakat di Lampung Darmayasa, Darmayasa; Ery, Anda Prasetyo
PADAIDI: Journal of Tourism Dedication Vol. 2 No. 1 (2025): Januari-Juni
Publisher : Politeknik Pariwisata Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33649/padaidi.v1i2.515

Abstract

Artikel ini merupakan hasil kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang bertujuan untuk menganalisis kebutuhan diklat bagi aparat Dinas Pariwisata Provinsi Lampung dalam rangka peningkatan kapasitas sumber daya manusia sektor pariwisata. Kegiatan ini dilakukan melalui pendekatan deskriptif kualitatif dan training needs analysis, dengan melibatkan 50 responden yang telah mengikuti Diklat Pariwisata Dasar. Mayoritas responden berusia 30–49 tahun, dengan distribusi gender seimbang, dan berasal dari berbagai bidang tugas. Hasil menunjukkan bahwa 86,67% menganggap pelatihan sangat bermanfaat, dan 80% merasa materi sesuai dengan tugas mereka. Responden menyampaikan perlunya pelatihan lanjutan seperti parekraf lanjutan, kepemimpinan, manajemen event MICE, organisasi ekonomi kreatif, serta manajemen SDM. Saran juga mencakup peningkatan fasilitas dan jadwal pelatihan. Kegiatan PkM ini menegaskan pentingnya pengembangan diklat yang berkelanjutan, relevan, dan berbasis kompetensi. Hasilnya diharapkan mendukung peningkatan kinerja aparat dan daya saing Provinsi Lampung sebagai destinasi wisata unggulan di Indonesia.
Bimbingan Teknis Kriteria ADWI: Pemetaan Desa Wisata Baloli, Luwu Utara Ery, Anda Prasetyo; Darmayasa, Darmayasa; Susanto, Yenny; Latif, Abdul
PADAIDI: Journal of Tourism Dedication Vol. 1 No. 1 (2024): Januari-Juni
Publisher : Politeknik Pariwisata Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33649/padaidi.v1i1.112

Abstract

Kompetensi SDM unggul di desa wisata masih rendah, infrastruktur dan fasilitas pendukung yang masih minim, kesiapan konten dan promosi yang masih konvensional. Adapun tujuan di selenggarakannya bimbingan teknis kepariwisataan adalah memberikan pendampingan dalam meningkatkan kualitas pelayanan pengelola desa wisata dengan cara mendorong SDM pengelola desa wisata untuk mengembanmgkan diri dengan menambah pengetahuan dan pengalaman dalam pengelolaan desa wisata. Metode dalam pelaksanan bimtek adalah terdiri dari tahap awal, tahap implementasi, dan tahap akhir. Data diperoleh dari hasil pemetaan yang dilakukan oleh peserta bimtek. Kesimpulan yang didapatkan adalah pentingnya bimbingan teknis di setiap desa wisata untuk meningkatkan serta menerapkan pengetahuan dan keterampilan dalam pengelolaan desa wisata, melalui bimbingan teknis ini para pengelola desa wisata dapat menggali potensi yang ada di desa wisata, Dari hasil bimbingan teknis ini diharapkan desa wisata di Luwu Utara dapat memenuhi kriteria dalam ADWI 2023.
Upaya Manajemen Hotel di Makassar dalam Mengurangi Sisa Makanan (Food Waste) Nugraha, Putu Ari; Darmayasa, Darmayasa; Aini, Windra; Pastini, Ni Wayan
HOME : Hospitality and Gastronomy Research Journal Vol. 7 No. 2 (2025): Vol 7, No 2 (2025): HOME: Hospitality and Gastronomy Research Journal
Publisher : Politeknik Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61141/home.v7i2.655

Abstract

This research examines the management strategies of 3 and 4 star hotels in Makassar in reducing food waste, as well as the challenges faced in its implementation. Food waste in the hotel sector, especially in buffet services, is a complex problem and has an impact on the economy and the environment. This research uses a qualitative descriptive method, with data collected through interviews and observation. The research results show that hotels in Makassar have implemented various strategies to reduce food waste, such as educating guests and staff, verbal and written appeals, and managing leftover food that is still fit for consumption. However, guest resistance to this appeal as well as management's concerns about the hotel's image are significant obstacles. This article suggests that more systematic and innovative approaches be implemented to reduce food waste in a sustainable manner.
Bimbingan Teknis Kriteria ADWI: Pemetaan Desa Wisata Baloli, Luwu Utara Ery, Anda Prasetyo; Darmayasa, Darmayasa; Susanto, Yenny; Latif, Abdul
PADAIDI: Journal of Tourism Dedication Vol. 1 No. 1 (2024): Januari-Juni
Publisher : Politeknik Pariwisata Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33649/padaidi.v1i1.112

Abstract

Kompetensi SDM unggul di desa wisata masih rendah, infrastruktur dan fasilitas pendukung yang masih minim, kesiapan konten dan promosi yang masih konvensional. Adapun tujuan di selenggarakannya bimbingan teknis kepariwisataan adalah memberikan pendampingan dalam meningkatkan kualitas pelayanan pengelola desa wisata dengan cara mendorong SDM pengelola desa wisata untuk mengembanmgkan diri dengan menambah pengetahuan dan pengalaman dalam pengelolaan desa wisata. Metode dalam pelaksanan bimtek adalah terdiri dari tahap awal, tahap implementasi, dan tahap akhir. Data diperoleh dari hasil pemetaan yang dilakukan oleh peserta bimtek. Kesimpulan yang didapatkan adalah pentingnya bimbingan teknis di setiap desa wisata untuk meningkatkan serta menerapkan pengetahuan dan keterampilan dalam pengelolaan desa wisata, melalui bimbingan teknis ini para pengelola desa wisata dapat menggali potensi yang ada di desa wisata, Dari hasil bimbingan teknis ini diharapkan desa wisata di Luwu Utara dapat memenuhi kriteria dalam ADWI 2023.