Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : FARMASAINKES

PENETAPAN KADAR β-KAROTEN PADA BUAH RIMBANG (Solanum torvum Sw.) SEGAR DAN HASIL PEREBUSAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE SPEKTROFOTOMETRI VISIBLE Tuzzahra, Safira; Daulay, Anny Sartika; Ridwanto; Dikki Miswanda
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 4 No. 2 (2025): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/farmasainkes.v4i2.3317

Abstract

Rimbang (Solanum torvum Sw.) potensi tumbuh subur pada iklim sub tropis dan tropis tersebar seluruh wilayah Indonesia. Tanaman rimbang ini juga biasa dikonsumsi oleh sebagian masyarakat dalam masakan kuliner seperti botok, tumis, balado, aneka sambal seperti sambal teri, sambal tomat, dan lainya. Buah dari tanaman rimbang ini dapat dikonsumsi mentah. Rimbang telah dibudidayakan karena memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan merupakan sumber sayuran sehari-hari. Rimbang telah dimanfaatkan sebagai obat tradisional oleh masyarakat terutama karena digunakan sebagai obat mata. Didalam tubuh, β-karoten diubah menjadi vitamin A yang keduanya dapat bertindak sebagai antioksidan untuk melawan radikal bebas. Dimana senyawa antioksidan ini mampu menetralisir zat – zat radikal bebas didalam tubuh yang merupakan sumber pemicu berbagai penyakit terutama penyakit degeneratif seperti penyakit jantung dan kanker. Vitamin A sangat mudah teroksidasi oleh udara dan rusak jika dipanaskan pada suhu yang tinggi. Akan tetapi studi mengenai proses pemasakan terhadap kandungan vitamin A masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kadar β – Karoten yang terkandung dalam ekstrak buah rimbang segar dan hasil perebusan. Tahapan penelitian ini meliputi pengolahan sampel, pemeriksaan analisis kualitatif dengan Kromatografi Lapis Tipis dan penetapan kadar β – Karoten pada buah rimbang segar dan hasil berbagai pengolahan menggunakan metode spektrofotometri visible. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak buah rimbang segar dan hasil berbagai pengolahan mengandung senyawa β – Karoten. Penentuan kadar β – Karoten dengan menentukan panjang gelombang maksimum β – Karoten dan perhitungan kadar β – Karoten menggunakan spektrofotometri visible. Hasil penentuan kadar β – Karoten ekstrak buah rimbang segar 1,3690 ± 0,0052 mg/g, dengan pengolahan rebus 1,0917 ± 0,0036 mg/g maka yang paling besar menghasilkan kadar β – Karoten terdapat pada ekstrak buah rimbang (Solanum torvum Sw.) yang segar.
ISOLASI DAN IDENTIFIKASI JAMUR Saccharomyces cerevisiae DARI AIR NIRA AREN DAERAH TANJUNG MORAWA nasution, Alfina Tri Utami; Daulay, Anny Sartika; Ridwanto
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 4 No. 2 (2025): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/farmasainkes.v4i2.3318

Abstract

Air nira merupakan cairan manis yang mengucur dari tandan aren, masyarakat dapat mengkonsumsi air nira dalam jangka waktu yang relatif singkat dikarenakan adanya jamur Saccharomyces cerevisia yang dikenal dapat memfermentasi glukosa menjadi etanol. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengisolasi dan mengidentifikasi jamur Saccharomyces cerevisiae yang terdapat pada nira aren. Metode yang dipakai adalah eskperimental dengan tahapan: isolasi dan identifikasi jamur Saccharomyces cerevisie. Isolasi jamur dari nira aren dengan medium potato dextrose agar (PDA). Identifikasi dilakukan dengan pengamatan morfologi dengan mikroskop pada perbesaran 100×. Dari hasil penelitian diperoleh isolat murni jamur Saccharomyces cerevisiae yang secara morfologi memiliki kesamaan dengan genus Saccharomyces. Secara mikroskopik didapat kan hasil hasil yang sesuai bentuk sel bulat telur, tipe reproduksi vegetatif secara clusters of cells.
ANALISIS KADAR VITAMIN C HASIL PERASAN BUAH NANAS DAN KERIPIK NANAS DARI BEBERAPA DAERAH SECARA SPEKTROFOTOMETRI UV-Vis Mardhatillah, Wulan; Pulungan, Ainil Fithri; Ridwanto; Daulay, Anny Sartika
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 4 No. 2 (2025): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/farmasainkes.v4i2.4166

Abstract

Buah nanas merupakan salah satu buah yang digemari dan dikonsumsi oleh masyarakat. Salah satu kandungan yang terdapat pada buah nanas adalah vitamin C. Vitamin C dapat berperan sebagai antioksidan dan efektif dalam menanggulangi radikal bebas yang dapat merusak sel-sel tubuh. Akan tetapi, kandungan vitamin C dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti lingkungan tempat tumbuh dan proses pengolahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder, kadar vitamin C pada buah nanas dan keripik nanas. Tahapan penelitian ini meliputi pengolahan sampel, skrining fitokimia, pemeriksaan analisis kualitatif, penentuan kadar vitamin C. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu kadar vitamin C sari nanas A sebesar 25.85000 ± 0.28250, sari nanas B sebesar 33.7500 ± 0.28250, sari nanas C sebesar 21.52500 ± 0.10076, sari nanas D sebesar 21.45000 ± 0.08899, keripik nanas A sebesar 15.11666 ± 0.11785, keripik nanas B sebesar 20.08333 ± 0.12382, keripik nanas C sebesar 12.0000 ± 0 dan keripik nanas D sebesar 11.93333 ± 0.12382.
KARAKTERISTIK DAN KANDUNGAN METABOLIT SEKUNDER TUMBUHAN ENDEMIK KAYU RARU (Cotylelobium lanceolatum Craib) Daulay, Anny Sartika; Ridwanto; Ihsan Fadhilah; Nasution, Haris Munandar
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 4 No. 2 (2025): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/farmasainkes.v4i2.4236

Abstract

Tanaman raru (Cotylelobium lanceolatum Craib) berasal dari familia Dipterocarpaceae. Kulit kayu raru diyakini oleh masyarakat daerah Sumatera Utara sebagai bahan yang memiliki kandungan senyawa yang berkhasiat sebagai antidiabetes yang dapat menurunkan kadar gula didalam darah. Tujuan penelitian ini yaitu menentukan karakteristik dan kandungan metabolit sekunder ekstrak etanol dan methanol kulit kayu Raru (Cotylelobium lanceolatum Craib) sebagai langkah awal dalam penentuan senyawa kimia bahan alam yang berkhasiat obat anti diabetes. Dalam penelitian ini dilakukan karakterisasi makroskopik. Kemudian dilakukan ekstraksi pada sampel simplisia dengan metode maserasi. Variasi pelarut yang digunakan adalah etanol 96%, 70%, 50% dan metanol 95%, 70%, dan 50%. Karakterisasi terhadap organoleptis dilakukan pada kulit kayu raru segar dan simplisia. Pengujian metabolit sekunder dilakukan pada hasil ekstrak etanol dan metanol. Karakteristik organoleptis kulit kayu raru (Cotylelobium lanceolatum Craib) segar adalah : Bentuk Kulit silinder, tekstur keras dan tebal berkisar 3 mm; Berwana Coklat kehitaman; berbau khas kayu pada umumnya; Rasa: sangat pahit. Sedangkan simplisia kulit kayu raru yaitu berbentuk serbuk halus; Berwarna coklat kemerahan; berbau khas; Rasa sangat pahit. Hasil Skrining Fitokimia Simplisia dan ekstrak kulit kayu raru dilakukan untuk menentukan metabolit sekunder. Pada Serbuk simplisia dengan pelarut metanol dan Ekstrak metanol keduanya mempunyai kandungan metabolit sekunder yang sama yaitu: (+) Alkaloid, (+) Flavonoid, (+) Saponin, (+) Tanin, (+) Steroid/triterpenoid dan (-) glikosida. Sedangkan Ekstrak Etanol kulit kayu raru yaitu (-) Alkaloid, (+) Flavonoid, (+) Saponin, (+) Tanin, (+) Steroid/triterpenoid dan (-) glikosida. Ekstrak kulit kayu raru dengan pelarut methanol mengandung metabolit sekunder yang lengkap termasuk alkaloid tetapi tanpa glikosida.