Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Musica: Journal of Music

Fantasia Melengking Alpan, Deny; Sidik, Hadaci; Surayya, Yade; Adha, Yasril; Hendri, Yon
Musica: Journal of Music Vol 4, No 1 (2024): MUSICA : JOURNAL OF MUSIC
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/musica.v4i1.4271

Abstract

Seni bertutur atau sering dikenal dengan sastra lisan merupakan satu diantara wujud ekpresi dari Masyarakat. seni bertutur yang tumbuh dan berkembang di Desa Mudung Darat, Kab. Muaro Jambi, yaitu Jolo Mudung. Jolo memiliki makna sebuah nyanyian, sedangkan Mudung merupakan nama sebuah desa. Seni bertutur Jolo Mudung berisikan pantun yang sesuai dengan konteks yang terjadi pada masyarakat. Metode dalam penggarapan karya ini menggunakan: persiapan, tahap proses penciptaan. Hasil penggarapan ini yaitu Jolo mudung adalah sebuah komposisi musik yang terbagi dalam 2 bagian. Komposisi musik Melengking berangkat dari lantunan sahutan Jolo Mudung , yang menggembangkan melodi sahutan Jolo Mudung diwujudkan menjadi sebuah komposisi musik dengan format World musik serta bentuk musik Fantasia.
REPERTOAR USHER VALSE, BWV 1006A-GAVOTTE, ORANG KAYO HITAM , KHATULISTIWA DALAM PERTUNJUKAN SOLIS GITAR Pratama, Rifqi; Yusnelli, Yusnelli; Awerman, Awerman; Adha, Yasril; Hendri, Yon
Musica: Journal of Music Vol 5, No 1 (2025): MUSICA : JOURNAL OF MUSIC
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/musica.v5i1.4684

Abstract

Karya ini berjudul “Repertoar Usher Valse, BWV 1006a- Gavotte, Orang Kayo Hitam, Khatulistiwa Dalam Pertunjukan Solis Gitar”. Dalam Jurnal ini penyaji akan memberikan penjelasan tentang bagaimana penyaji menginterpretasikan karya yang penyaji tampilkan dalam pertunjukan. Repertoar yang akan ditampilkan berupa Usher Valse karya Nikita Koshkin, BWV 1006a Gavotte karya J.S. Bach, Orang Kayo Hitam karya H. Firdaus Chatab dengan musik dari Arief Iskandar dan Khatulistiwa karya Tohpati. Repertoar ini ditunjukan dari berbagai zaman seperti Usher Valse dari zaman Modern yang berartikan lagu mempunyai garapan dan diterbitkan pada masa Modern yaitu abad ke-20, BWV 1006a-Gavotte dari zaman Barok abad ke -17, Orang Kayo Hitam dari zaman popular Melayu di abad ke-20 akhir. Selanjutnya Khatulistiwa zaman popular abad ke-20 akhir dan 21 awal. Penyaji berharap semua pertunjukan yang penyaji bawakan dapat tersampaikan ke penonton dengan interpretasi yang sesuai. Kata Kunci: Pertunjukan; Gitar; Interpretasi
Transformasi Dendang Suayan Balenggek ke dalam Komposisi Fantasia Orkestra Rivaldo, Rivaldo; Herdianto, Ferry; Sina, Ibnu; Adha, Yasril; Surraya, Yade
Musica: Journal of Music Vol 5, No 2 (2025): MUSICA : JOURNAL OF MUSIC
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/musica.v5i2.5401

Abstract

Penelitian ini merupakan penciptaan karya musik berjudul Transformasi Dendang Suayan Balenggek ke dalam Komposisi Fantasia Orkestra yang berangkat dari dendang tradisional Suayan Balenggek berasal dari Nagari Suayan, Kecamatan Akabiluru, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat. Karya ini bertujuan mentransformasikan karakter melodi dan ritme dendang Suayan Balenggek, khususnya pada bagian lenggek, ke dalam bentuk komposisi musik Fantasia dua bagian dengan format orkestra yang dipadukan dengan combo band. Metode penciptaan yang digunakan meliputi observasi lapangan, wawancara dengan pelaku seni tradisi, studi pustaka, transkripsi melodi, serta eksplorasi musikal melalui teknik komposisi seperti augmentasi, diminuisi, repetisi, imitasi, canon, unison, dan modulasi. Hasil penciptaan menunjukkan bahwa bentuk Fantasia memberikan ruang kebebasan struktural dan ekspresif dalam mengolah materi tradisi tanpa menghilangkan karakter musikal dendang aslinya. Transformasi ini menghasilkan komposisi berdurasi 12 menit yang menampilkan integrasi instrumen tradisional dan modern secara harmonis. Karya ini diharapkan dapat berkontribusi pada pengembangan komposisi musik berbasis tradisi serta menjadi upaya pelestarian budaya Minangkabau melalui pendekatan musikal kontemporer.