Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KURIKULUM PENDIDIKAN ISLAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN Syafana, Putri Tsilvya; Khusna, Atina; Maulana, Muhammad Irfan; Huda, Ahmad Alamul
JURNAL KAJIAN ISLAM MODERN Vol 10 No 02 (2024): JULI 2024
Publisher : Institut Agama Islam Sahid (INAIS) Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56406/jkim.v10i02.382

Abstract

In the context of education, success does not only depend on one component, but involves all components that are interrelated with each other, so that the main objectives of education can be achieved. Planning, which is the foundation of every scientific activity, must be carried out in a structured and systematic manner. Similarly, education requires planned programs that can guide the education process towards the desired goals. The educational process, from implementation to assessment, is known as the curriculum. Curriculum is an important component in education as it carries out the desired goals; in fact, without the involvement of curriculum, the goals will not be achieved. The curriculum, as one of the core components of education, has a structure consisting of various complementary components, including objectives, structure, programs, implementation strategies, assessment of learning outcomes, guidance-counselling, and educational administration and supervision.
Penguatan Disiplin dan Semangat Belajar Siswa Melalui Kegiatan Apel Pagi Romadoni, Abdul Fahmi; Huda, Ahmad Alamul; Rachmawati, Andini Dwi; Buwono, Bagus Tri; Susilowati, Eva; Safitri, Hani; Ilma, Nurul; Rasiyanti, Rizky Nava; Prayogi, Arditya
Journal of Science and Education Research Vol. 4 No. 2 (2025): Journal of Science and Education Research
Publisher : Yayasan Pendidikan Insan Mulia Utan Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62759/jser.v4i2.199

Abstract

Apel pagi merupakan kegiatan rutin di sekolah yang memiliki peran strategis dalam membentuk kedisiplinan dan meningkatkan semangat belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana apel pagi di SMK Diponegoro berkontribusi dalam membangun karakter disiplin siswa serta mengidentifikasi tantangan yang dihadapi dalam implementasinya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara, observasi, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa apel pagi berperan dalam membentuk kebiasaan positif seperti ketepatan waktu, keteraturan, dan tanggung jawab individu. Selain itu, melalui penyampaian pesan inspiratif oleh guru dan kepala sekolah, siswa mendapatkan dorongan motivasi yang berdampak pada kesiapan mereka dalam mengikuti proses belajar-mengajar. Namun, masih terdapat beberapa kendala dalam pelaksanaannya, seperti kurangnya kesadaran sebagian siswa terhadap pentingnya apel pagi dan rendahnya keterlibatan mereka dalam kegiatan ini. Untuk meningkatkan efektivitas apel pagi, sekolah telah menerapkan berbagai strategi inovatif, seperti variasi kegiatan, penghargaan bagi siswa yang disiplin, serta keterlibatan orang tua dalam memastikan anak-anak mereka datang tepat waktu. Dengan demikian, apel pagi diharapkan tidak hanya menjadi rutinitas sekolah, tetapi juga berkontribusi secara signifikan dalam membentuk karakter siswa yang lebih disiplin, bertanggung jawab, dan siap menghadapi tantangan akademik maupun kehidupan sehari-hari.
RECONSTRUCTING THE PROPHETIC CONCEPT OF JUSTICE: An Isnād-cum-Matn Analysis of the Hadith Syihabuddin, Wildan; Alim, Skrghnm; Qur'aniyah, R.A.S; Huda, Ahmad Alamul; Ashimulloh, Ahmad
RIWAYAH Vol 12, No 1 (2026): Riwayah : Jurnal Studi Hadis
Publisher : Ilmu Hadis, Fakultas Ushuluddin, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/riwayah.v12i1.36128

Abstract

Justice (al-‘adl) constitutes one of the fundamental principles of Islamic teachings, as reflected in the traditions of the Prophet Muhammad. Among the traditions that embody this principle is the hadith, “unsur akhaka zaliman aw mazluman” (“help your brother, whether he is the oppressor or the oppressed”). Although Isnad-cum-Matn Analysis (ICMA) has become increasingly prominent in contemporary hadith studies, existing scholarship has predominantly focused on examining the authenticity of hadiths, while its application to reconstructing the concept of justice contained within prophetic traditions remains relatively limited. This study aims to analyse the concept of justice embodied in this hadith, examine the historical validity of its isnad and matn through Harald Motzki’s ICMA approach, and explore its relevance to contemporary social contexts. Employing a qualitative library research method, the study involves collecting all available variants of the hadith, mapping their transmission networks, assessing the reliability of the narrators, comparing textual variations, and integrating the results of both isnad and matn analyses. The findings demonstrate that the hadith possesses strong historical validity, as evidenced by the multiplicity of transmission lines and the consistency of its substantive meaning. The reconstruction of the hadith’s meaning reveals that justice encompasses corrective, preventive, and social dimensions through the protection of victims, the prevention of oppressive behaviour, and the rejection of group fanaticism (‘asabiyyah). This study contributes to the advancement of hadith studies on justice, strengthens the application of ICMA in hadith scholarship, and provides an ethical foundation for promoting social justice in contemporary society. Keadilan (al-‘adl) merupakan salah satu prinsip fundamental dalam ajaran Islam sebagaimana tercermin dalam hadis-hadis Nabi Muhammad saw. Salah satu hadis yang merepresentasikan prinsip tersebut adalah hadis “unsur akhaka zaliman aw mazluman” (tolonglah saudaramu, baik ketika ia berbuat zalim maupun ketika ia dizalimi). Meskipun pendekatan Isnad-cum-Matn Analysis (ICMA) semakin berkembang dalam studi hadis kontemporer, kajian yang ada umumnya masih berfokus pada pengujian autentisitas hadis, sedangkan penerapannya dalam merekonstruksi konsep keadilan yang terkandung dalam hadis masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep keadilan yang termuat dalam hadis tersebut, menguji validitas historis sanad dan matannya melalui pendekatan ICMA Harald Motzki, serta mengkaji relevansinya dalam konteks sosial kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis studi kepustakaan dengan menghimpun seluruh varian hadis, memetakan jaringan transmisi, menganalisis kualitas para perawi, membandingkan variasi matan, serta mengintegrasikan hasil analisis sanad dan matan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadis tersebut memiliki validitas historis yang kuat, yang ditunjukkan oleh keragaman jalur periwayatan dan konsistensi substansi teksnya. Rekonstruksi makna hadis mengungkapkan bahwa keadilan dalam hadis tersebut mencakup dimensi korektif, preventif, dan sosial melalui perlindungan terhadap korban, pencegahan terhadap pelaku kezaliman, serta penolakan terhadap fanatisme kelompok (‘asabiyyah). Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kajian hadis tentang keadilan, memperkuat penerapan ICMA dalam studi hadis, serta menyediakan landasan etis bagi penguatan keadilan sosial dalam masyarakat kontemporer.