Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

INOVASI SPIRULINA SP DALAM PEMBUATAN PUDING MENUJU EKONOMI KREATIF Jumrodah, Jumrodah; Maharani, Septia Puteri; Najwa, Fatri; Ihsan, Afifi Raima; Putri, Ayu Tiara; Damayanti, Dera
Jurnal Industri Kreatif dan Kewirausahaan Vol 6, No 2 (2023): DESEMBER
Publisher : Universitas Sahid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/kewirausahaan.v6i2.1942

Abstract

Spirulina sp, selain memberikan manfaat kesehatan, dapat diaplikasikan dalam berbagai produk konsumen, termasuk puding, untuk menciptakan produk yang tidak hanya enak tetapi juga memberikan nilai tambah untuk kesehatan. Puding, sebagai makanan penutup disukai oleh banyak kalangan, dari anak kecil sampai orang tua menjadikan pudding sebagai pilihan yang menarik. Dalam konteks ekonomi kreatif, ide menggabungkan Spirulina dalam pembuatan puding menjadi contoh konkret bagaimana kreativitas manusia dapat diimplementasikan. Tujuan dari penelitian ini adalah menciptakan variasi baru dalam produk makanan, khususnya puding. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan uji organoleptik untuk mengevaluasi rasa, tekstur, aroma, warna produk, dan tingkat kesukaan. Hasil uji organoleptik menunjukkan respons positif dari responden, dengan persentase tertinggi pada rasa (56,3%). Berdasarkan temuan tersebut, peneliti melakukan inovasi dengan memanfaatkan Spirulina sp. sebagai bahan inovatif dalam pembuatan puding, dengan harapan dapat mendorong kreativitas peneliti dan berkontribusi pada perkembangan ekonomi kreatif.
Peningkatan Kapasitas Mahasiswa Melalui Pelatihan Kewirausahaan Hidroponik Di Eduwisata Borneo Hidroponik Ayatusa'adah, Ayatusa'adah; Ihsan, Afifi Raima; Putri, Ayu Tiara; Damayanti, Dera; Najwa, Fatri
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 1 No. 9 (2024): Juli
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/n3vxk441

Abstract

Peningkatan kapasitas mahasiswa perlu dilakukan sebagai salah satu modal untuk menambah kemampuan daya saing di masyarakat. Hal ini dapat dilakukan melalui kegiatan pelatihan kewirausahaan dalam bidang hidroponik yang meliputi peningkatan materi dibidang budidaya tanaman serta pemasarannya. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kapasitas mahasiswa dalam berwirausaha di bidang hidroponik. Kegiatan dilakukan langsung di lokasi wirausaha hidroponik yaitu Eduwisata Borneo Hidroponik Palangka Raya dari tanggal 6 Maret hingga 14 Mei 2024, menggunakan metode pelatihan yang didukung dengan praktik dan pembinaan secara langsung. Tahapan kegiatan meliputi tahapan pelatihan dan pembinaan dimana setiap tahapan memiliki target yang akan dicapai. Tahapan pelatihan dilakukan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang hidroponik dan tahapan pembinaan dilakukan dengan praktik secara langsung untuk melatih   keterampilan mahasiswa dalam pembuatan hidroponik serta kemampuan memasarkan dalam berwirausaha. Selama kegiatan, dilakukan monitoring oleh dosen pengabdi. Kegiatan pengabdian   kepada masyarakat ini mampu meningkatkan kapasistas mahasiswa dalam hal menambah pengalaman, wawasan, pengetahuan, keterampilan dalam budidaya sayuran secara hidroponik serta kemampuan memasarkannya.
Pendampingan Praktikum Asam dan Basa: Upaya Meningkatkan Keterampilan Laboratorium Siswa Kelas 12 Najwa, Fatri; Hujjatusnaini, Noor; Erawaty, Yenny
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Radisi Vol 4 No 3 (2024): Desember
Publisher : Yayasan Kajian Riset dan Pengembangan RADISI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55266/pkmradisi.v4i3.449

Abstract

Effective chemistry learning requires practicum activities to improve students' science process skills, especially in acid and base materials. Practicum has an important role in supporting learning that involves direct experience and in-depth understanding of concepts. However, obstacles such as limited laboratory facilities and lack of motivation often interfere with practicum implementation. This study aims to assist XII grade students of SMA Muhammadiyah 1 Palangka Raya in carrying out chemistry practicum with a qualitative approach, through activities that include briefing, material explanation, practicum implementation, and evaluation. The results showed that practicum activities encourage students to learn actively and develop laboratory skills, including the skill of testing pH using chemical and natural materials available in the surrounding environment. Group discussions and presentations as part of the evaluation also helped improve students' understanding of acid-base concepts and scientific communication skills. This practicum assistance is expected to improve the quality of chemistry learning in schools and provide meaningful learning experiences for students.
Efek Antimikroba Kombinasi Ektrak Daun Isotoma longinflora (L). C. Presl dan Bunga Clitoria ternatea terhadap S. aureus dan Fusarium sp. sebagai Faktor Pemicu Resiko Infeksi Konjungtiva secara In Vitro Hujjatusnaini, Noor; Nirmalasari, Ridha; Amin, Astuti Muh; Mila, Nor; Rahman, Luthfi Aulia; Marshanda, Utin Tria; Awaluddin, Annisa Maharani; Putri, Ayu Tiara; Najwa, Fatri; Mila, Mila
Jurnal Pharmascience Vol 12, No 1 (2025): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v12i1.18409

Abstract

Infeksi konjungtiva sering disebabkan oleh berbagai mikroorganisme patogen, termasuk Staphylococcus aureus dan Fusarium sp. Isotoma longiflora dan Clitoria ternatea diketahui mengandung senyawa metabolit sekunder yang berpotensi sebagai agen antimikroba. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efek antimikroba dari kombinasi ekstrak Isotoma longiflora dan Clitoria ternatea terhadap Staphylococcus aureus dan Fusarium sp., yang berpotensi menyebabkan infeksi konjungtiva secara in vitro. Kombinasi ekstrak kedua tanaman dibuat dalam formulasi 1:1, dengan mencampurkan 50% ekstrak Isotoma longiflora dan 50% Clitoria ternatea. Formulasi kombinasi ini diuji pada konsentrasi 50%, 60%, 70%, 80%, dan 90%, dengan waktu pengamatan selama 72 jam. Hasil uji statistik menggunakan One-Way ANOVA menunjukkan pengaruh signifikan dari kombinasi ekstrak terhadap pertumbuhan kedua mikroba (p=0,001; p<0,05). Kombinasi ekstrak Isotoma longiflora dan Clitoria ternatea memiliki efektivitas penghambatan lebih tinggi terhadap Staphylococcus aureus dibandingkan Fusarium sp., terutama pada konsentrasi 50%. Diduga dipengaruhi kandungan senyawa seperti flavonoid, tanin, dan saponin yang merusak dinding sel dan membran bakteri. Sebaliknya, efektivitas penghambatan terhadap Fusarium sp. relatif lebih rendah karena struktur dinding sel jamur yang lebih kompleks. Simpulan bahwa efek kombinasi ekstrak Isotoma longiflora dan Clitoria ternatea lebih besar sebagai antibakteri bakteri Gram-positif seperti S. aureus, dibandingkan terhadap Fusarium sp., sehingga diperlukan penelitian lanjutan untuk memvalidasi temuan dalam penelitian ini. Kata Kunci: Clitoria ternatea, Isotoma longinflora, S. aureus, Fusarium sp. Conjunctival infections are often caused by various pathogenic microorganisms, including Staphylococcus aureus and Fusarium sp. Isotoma longiflora and Clitoria ternatea are known to contain secondary metabolites with potential as antimicrobial agents. This study aimed to test the antimicrobial effects of a combined extract of Isotoma longiflora and Clitoria ternatea against Staphylococcus aureus and Fusarium sp., which can potentially cause conjunctival infections, in vitro. The combined extract of the two plants was formulated in a 1:1 ratio, mixing 50% Isotoma longiflora extract and 50% Clitoria ternatea. This combination was tested at concentrations of 50%, 60%, 70%, 80%, and 90%, with an observation period of 72 hours. Statistical testing using One-Way ANOVA showed a significant effect of the combined extract on the growth of both microorganisms (p=0.001; p<0.05). The combined extract of Isotoma longiflora and Clitoria ternatea exhibited a higher inhibitory effect against Staphylococcus aureus than Fusarium sp., especially at the 50% concentration. This effect is thought to be influenced by compounds such as flavonoids, tannins, and saponins that can damage bacterial cell walls and membranes. Conversely, the inhibition effect on Fusarium sp. was relatively lower, possibly due to the more complex structure of fungal cell walls. In conclusion, the combined extract of Isotoma longiflora and Clitoria ternatea demonstrates a stronger antibacterial effect against Gram-positive bacteria like Staphylococcus aureus compared to Fusarium sp., indicating a need for further research to validate these findings.
INOVASI SPIRULINA SP DALAM PEMBUATAN PUDING MENUJU EKONOMI KREATIF Jumrodah, Jumrodah; Maharani, Septia Puteri; Najwa, Fatri; Ihsan, Afifi Raima; Putri, Ayu Tiara; Damayanti, Dera
Jurnal Industri Kreatif dan Kewirausahaan Vol 6 No 2 (2023): Jurnal Industri Kreatif dan Kewirausahaan DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Sahid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/kewirausahaan.v6i2.1942

Abstract

Spirulina sp, selain memberikan manfaat kesehatan, dapat diaplikasikan dalam berbagai produk konsumen, termasuk puding, untuk menciptakan produk yang tidak hanya enak tetapi juga memberikan nilai tambah untuk kesehatan. Puding, sebagai makanan penutup disukai oleh banyak kalangan, dari anak kecil sampai orang tua menjadikan pudding sebagai pilihan yang menarik. Dalam konteks ekonomi kreatif, ide menggabungkan Spirulina dalam pembuatan puding menjadi contoh konkret bagaimana kreativitas manusia dapat diimplementasikan. Tujuan dari penelitian ini adalah menciptakan variasi baru dalam produk makanan, khususnya puding. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan uji organoleptik untuk mengevaluasi rasa, tekstur, aroma, warna produk, dan tingkat kesukaan. Hasil uji organoleptik menunjukkan respons positif dari responden, dengan persentase tertinggi pada rasa (56,3%). Berdasarkan temuan tersebut, peneliti melakukan inovasi dengan memanfaatkan Spirulina sp. sebagai bahan inovatif dalam pembuatan puding, dengan harapan dapat mendorong kreativitas peneliti dan berkontribusi pada perkembangan ekonomi kreatif.