Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pelatihan Tatalaksana Pemijahan Ikan Gurami (Osphronemus gouramy) Menggunakan Green Water System (GWS) Rusman, Ade; Diniatik; Pujiharto
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 2 No 4 (2023): Oktober
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v2i4.160

Abstract

Latar belakang: Ikan Gurami (Osphronemus gouramy) memiliki nilai ekonomis yang tinggi karena dapat diperjualbelikan pada berbagai fase hidupnya dan dapat hidup pada lingkungan perairan berkadar oksigen rendah karena memiliki alat pernapasan tambahan serta mudah dibudidayakan secara terkontrol dan mudah beradaptasi dengan pakan yang diberikan. Green Water System (GWS) atau sistem air hijau merupakan sistem pemeliharaan ikan dengan memanfaatkan mikroalga sebagai makanan dan penyedia oksigen. Pemijahan Ikan Gurami menggunakan GWS memiliki banyak kelebihan antara lain: 1) pemanfaatan air yang optimal karena air bisa diganti setiap 3 bulan sekali atau hanya ditambah saja; 2) ketersediaan alami alga hijau sebagai pakan air alami sehingga mengurangi konsusmsi pakan buatan, 3) manajemen kualitas air mudah karena mudah mengontrolnya, 4) praktis dapat dipindahkan dengan mudah. Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan) Sarekat Berkah Mandiri dalam pemijahan Ikan Gurami menggunakan GWS. Metode: Kegiatan penyuluhan dan praktik dilaksanakan di Pokdakan Sarekat Berkah Mandiri Desa Silado Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Tim pengabdian memberikan pretest sebelum pelaksanaan penyuluhan. Setelah dilakukan penyuluhan atau penyampaian materi kemudian tim memberikan posttest. Selain penyuluhan tim juga melakukan praktik persiapan kolam dan pemilihan indukan. Hasil: Hasil kegiatan meningkatkan pengetahuan warga dengan nilai pretest (68,125±7,50) dan nilai posttest (79,375±9,979). Kesimpulan: Penyuluhan dan praktik pemijahan Ikan Gurami dengan GWS dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota Pokdakan Sarekat Berkah Mandiri. Kata kunci: gurami, GWS, pemijahan, pokdakan _______________________________________________________________________________ Abstract Background: Gouramy (Osphronemus gouramy) has high economic value because it can be traded in various phases of its life and can live in aquatic environments with low oxygen levels because it has additional breathing apparatus and is easy to cultivate in a controlled manner and easily adapts to the feed given. A Green Water System (GWS) or green water system is a fish-rearing system by utilizes microalgae as a food and oxygen provider. Gourami spawning using GWS has many advantages, including: 1) optimal use of water because the water can be changed every 3 months or just added; 2) the natural availability of green algae as natural water feed thereby reducing the consumption of artificial feed, 3) water quality management is easy because it is easy to control, 4) practically it can be moved easily. Objective: To increase the knowledge and skills of members of the Sarekat Berkah Mandiri fish cultivating group (Pokdakan) in spawning gourami using GWS. Method: Counseling and practice activities were carried out at the Sarekat Berkah Mandiri Pokdakan, Silado Village, Sumbang District, Banyumas Regency, Central Java. The service team gave a pretest before the counseling was carried out. After counseling or delivery of material, the team gave a posttest. Apart from counseling, the team also practiced pond preparation and broodstock selection. Result: The results of the activity increased residents' knowledge with pretest scores (68.125 ± 7.50) and posttest scores (79.375 ± 9.979). Conclusion: counseling and practice of Gurami spawning with GWS can increase the knowledge and skills of members of the Sarekat Berkah Mandiri Pokdakan. Keywords: gourami, GWS, spawning, pokdakan
ANALYSIS OF THE EFFECTIVENESS OF NATURAL INGREDIENTS IN ANTHYPERURICEMIA:REVIEW Angela, Elva; Susanti; Diniatik
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 10 No 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v10i3.1322

Abstract

Introduction: Hyperuricemia is characterized by increased uric acid levels in the blood due to excessive production or impaired excretion. In Indonesia, the hyperuricemia rate reaches 18% of the total population. Objective: This study aimed to explore and analyze the potential of medicinal plants with antihyperuricemic activity in reducing uric acid levels in patients with hyperuricemia and experimental animals. Materials and Methods A total of 21 scientific articles were reviewed, focusing on the treatment of hyperuricemia using natural ingredients. Data were obtained from the Google Scholar and PubMed databases using keywords such as “hyperuricemia,” “medicinal plants,” and “natural therapy.” The inclusion criteria were articles published within the last 10 years that involved in vitro and in vivo models.  Results: The review identified several natural ingredients, including turmeric, kepel leaves, and mangosteen peel, which demonstrated significant antihyperuricemic effects. These ingredients were effective in reducing uric acid levels in both animal and human studies.Conclusion: Natural ingredients show promising potential as alternative treatments for hyperuricemia by inhibiting xanthine oxidase activity. However, further clinical trials are required to validate these findings and support their application in therapeutic practice. Keywords: Antihyperuricemia, Uric Acid, Natural Ingredients, Clinical Trials
Pelatihan Tata Laksana Penyembelihan Hewan yang Aman, Sehat, Utuh, dan Halal Bagi Petugas Penyembelihan Rumah Potong Unggas Pribadi, Teguh; Rusman, Ade; Diniatik; Fitriyani; Pamungkas, Regawa Bayu; Mulyanto, Arif; Anggraeni, Liana
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 4 No 1 (2025): Januari
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v4i1.655

Abstract

Latar Belakang: Penyembelihan atau pemotongan merupakan titik kritis kehalalan daging hewan sebagai bahan pangan. Penyembelihan yang dilakukan di rumah pemotongan unggas masih dilakukan secara manual dengan sarana yang terbatas. Prosses penyembelihan sering kurang sempurna, tidak terpotongnya empat urat utama di leher, ayam belum mati sempurna sudah masuk air panas, dan penganganan daging di lantai tanpa wadah. Penyembelihan yang layak sangat ditentukan oleh tingkat pengetahuan dan keterampilan petugas penyembelihan. Petugas penyembelihan di rumah potong unggas (RPU) yang memiliki pengetahuan dan keterampilan penyembelihan hewan yang aman sehat utuh dan halal (ASUH) di wilayah Banyumas dan sekitarnya jumlahnya masih sangat kurang. Tujuan: Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketermapilan penyembelihan hewan yang ASUH para petugas penyembelihan RPU di Banyumas dan sekitarnya. Metode: Kegiatan pelatihan ini merupakan kerjasama antara Tim Pengabdian IbM UMP, Sentra Halal UMP dan PRM Pliken Kembaran yang dilaksanakan dengan dua metode, yaitu secara klasikal dan praktik. Materi pelatihan meliputi 10 kompetensi petugas penyembelihan sesuai standar kompetensi kerja nasional Indonesia (SKKNI) nomor 147 tahun 2022. Hasil: Pelatihan ini diikuti oleh 55 orang peserta berasal dari Banyumas, Purbalingga, Pemalang, dan Kebumen. Pelatihan mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta sebesar >34,41% dari sebelum pelatihan. Kesimpulan: Dengan demikian pelatihan tatalaksana penyembelihan hewan yang ASUH telah mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petugas penyembelih hewan di wilayah kabupaten Banyumas dan sekitarnya. Kata kunci: juru sembelih, penyembelihan ASUH, rumah potong unggas ______________________________________________________________________ Abstract Background: Slaughtering or butchering is a critical point for the halalness of animal meat as food. Slaughtering in poultry slaughterhouses is still done manually with limited facilities. The slaughtering process is often imperfect, with the four central veins in the neck not being cut, chickens not being completely dead already in hot water, and meat on the floor without a container. Proper slaughter is determined by the level of knowledge and skills of the slaughterhouse staff. There is a lack of slaughterhouse workers with knowledge and skills in safe, healthy, and halal (ASUH) animal slaughter in Banyumas and surrounding areas. Objective: This training aims to improve the knowledge and skills of slaughtering animals that are safe, healthy, and halal (ASUH) among slaughterhouse workers in Banyumas and surrounding areas. Method: This training activity is a collaboration between the UMP IbM Service Team, UMP Halal Center, and PRM Pliken Kembaran which is carried out using two methods, classical and practical. The training material presented includes 10 competencies of slaughter officers according to the Indonesian national work competency standard (SKKNI) number 147 of 2022. Result: The training was attended by 55 participants from Banyumas, Purbalingga, Pemalang, and Kebumen. The training was able to increase participants' knowledge and skills by >34,41% from before the training. Conclusion: Thus, the training on the management of animal slaughter that is ASUH has been able to improve the knowledge and skills of animal slaughter officers in the Banyumas district and surrounding areas. Keywords: slaughterer, slaughterhouse ASUH, poultry slaughterhouse