Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : ATDS Saintech Journal of Engineering

KECEPATAN LAJU KOROSI IMPELLER POMPA SENTRIFUGAL BERBAHAN STAINLESS STEEL TYPE 304 PADA STASIUN CRUDE OIL TANK Mustakim; Syahputra, Syofyan Anwar; Nur Hikmah
ATDS Saintech Journal of Engineering Vol. 2 No. 2 (2021): Edisi Desember
Publisher : Akademi Teknik Deli Serdang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Korosi merupakan penurunan mutu logam yang diakibatkan oleh lingkungan atau zat kimia dan berpengaruh pada kondis suatu material, demikian halnya pada baja komersil. Beberapa faktor yang berpengaruh terhadap laju korosi diantaranya salinitas, pH, temperatur dan kelarutan oksigen dalam media korosi. Pada penelitian ini digunakan impeller (sudu-sudu) pompa berbahan stainless steel sebagai sampel penelitian dengan variasi kecepatan motor penggerak sebesar 0 rpm,1430 rpm, 1465 rpm, dalam pengujian weigh loss (kehilangan berat) yang dilakukan selama 50 jam. Dari hasil penelitian maka di dapatkan hasil korosi terbesar terjadi pada kecepatan motor penggerak tertinggi yaitu 1465 rpm dan dengan hasil produk korosi sebesar 0,038 mm/y, yang selanjutnya di ikuti kecepatan motor sebesar 1430 rpm dengan laju korosi sebesar 0,027 mm/y dan kemudian laju terendah terjadi pada putaran motor penggerak dengan kecepatan 0 rpm dengan laju korosi sebesar 0,020 mm/y.
PEMANFAATAN ENERGI MATAHARI UNTUK LAMPU ALAMI MENGGUNAKAN TOP LIGHTING DENGAN MATERIAL KACA PADA BANGUNAN RUMAH TOKO Pulungan, Abdullah Yusuf; Syahputra, Syofyan Anwar; Fahmi, Muhammad Ikhwan; Siregar, Muhammad Fadlan
ATDS Saintech Journal of Engineering Vol. 6 No. 1 (2025): Edisi Juni
Publisher : Akademi Teknik Deli Serdang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan energi matahari untuk pencahayaan alami di bangunan rumah toko (ruko) melalui implementasi sistem top lighting menggunakan material kaca 12 mm. bertujuan untuk menghemat konsumsi energi listrik yang signifikan di siang hari, terutama pada ruko yang seringkali minim bukaan. Pendekatan ini memanfaatkan prinsip refleksi cahaya melalui kaca, sesuai dengan Hukum Fresnel, untuk mendistribusikan cahaya matahari secara efektif ke dalam ruangan. Pengukuran tingkat pencahayaan alami dibandingkan dengan cahaya tambahan dilakukan sepanjang hari pagi, siang, dan sore dengan referensi standar SNI untuk pencahayaan yang optimal dan nyaman. Data menunjukkan bahwa di pagi hari, cahaya tambahan melengkapi cahaya alami yang rendah (190-200 Lux), sementara di siang hari (550-600 Lux), ketersediaan cahaya alami sangat tinggi, meskipun data cahaya tambahan (517-150 Lux) memerlukan klarifikasi. Di sore hari, cahaya tambahan digunakan untuk mempertahankan iluminasi seiring penurunan cahaya alami. Grafik intensitas cahaya lebih lanjut memvisualisasikan fluktuasi ini, termasuk puncak 517 Lux yang sesuai dengan pengukuran cahaya tambahan. Hasil penelitian ini menegaskan potensi top lighting kaca sebagai solusi efektif untuk mencapai efisiensi energi dan memenuhi standar pencahayaan di bangunan komersial.