Gilang, M. Ilham
Unknown Affiliation

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Upaya Guru IPS dalam Mengembangkan Karakter Tanggung Jawab Siswa Daneang, Syahrul; Citra, Desy Eka; Gilang, M. Ilham
IJOCE: Indonesia Journal of Civic Education Vol 4 No 1 (2023): IJOCE: Indonesia Journal of Civic Education
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/ijoce.v4i1.8917

Abstract

This research aims to describe the Role of social studies teachers in developing students' responsible character in social studies learning at SMP Negeri 25 Bengkulu City. I also learned about the obstacles social studies teachers face in improving students' honest character, discipline, and responsibility at SMP Negeri 4 South Bengkulu. This research includes a qualitative approach, and this type of research uses a purposive sampling method. Researchers collect and obtain data through interviews, observation, and documentation. The results of this research can be explained as follows: the Role of social studies teachers in developing responsible character is as a motivator, corrector, guide, and initiator. Meanwhile, the obstacles for social studies teachers in developing students' responsible character are: 1) family factors. Families often do not pay attention to children's behavior, so children fall into the wrong environment. 2) the friend factor: sometimes children cannot choose which friends are good and which are misleading. 3) environmental factors that do not always support maximum character formation. Keywords: Social Studies Teacher, Developing character, Role
Pengaruh Lingkungan Sekolah Terhadap Hasil Belajar Siswa di Kelas V Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia di SDN 76 Kota Bengkulu Lusiana, Nadila; Adisel, Adisel; Gilang, M. Ilham
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v4i3.594

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lingkungan sekolah terhadap hasil belajar siswa kelas V pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di SDN 76 Kota Bengkulu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode ex post facto, karena data yang dikaji sudah terjadi tanpa perlakuan langsung dari peneliti. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan dokumentasi nilai, kemudian dianalisis melalui regresi linear berganda dengan bantuan SPSS 20.0. Hasil penelitian menujukan bahawa nilai signifikansi > 0,05 dan R square sebesar 0,126. Ini berarti lingkungan sekolah tidak berpengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar siswa. Kesimpulannya, terdapat pengaruh namun tidak signifikan, dan faktor lain di luar lingkungan sekolah lebih dominan mempengaruhi hasil belajar.
Peran Guru Dalam Membimbing Anak Disleksia Pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas III di SDN 35 Kota Bengkulu R, Rindu Larasati; Adisel, Adisel; Gilang, M. Ilham
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v4i3.595

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk Untuk mengetahui Jenis disleksia yang paling dominan, faktor yang menyebabkan timbulnya gangguan disleksia dalam pembelajaran yang meliputi membaca dan untuk menjelaskan proses pelaksanaan bimbingan individual dalam mengatasi kesulitan belajar disleksia kelas III di SDN 35 Kota Bengkulu. Subjek penelitian ini adalah siswa yang mengalami disleksia yang merupakan siswa kelas 3 di SDN 35 Kota Bengkulu yang berjumlah dua orang siswa laki-laki yang bernama Al Ghazio Putra dan Juan Hambadi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : (1) Jenis disleksia yang paling dominan pada siswa kelas 3 yaitu jenis disleksia verbal atau linguistik, disleksia ini terjadi akibat dari gangguan bahasa yang ditandai dengan kesulitan dalam persepsi auditoris (2) Faktor yang menyebabkan timbulnya gangguan disleksia dalam pembelajaran yang meliputi membaca pada siswa kelas 3 yakni faktor pendidikan dan faktor psikologis. (3) Proses pelaksanaan bimbingan individual dalam mengatasi kesulitan belajar disleksia SDN 35 Kota Bengkulu belum berjalan secara formal dan terstruktur. Namun, guru berupaya memberikan pendampingan secara informal dengan metode pengajaran yang adaptif dan pendekatan personal agar siswa tidak tertinggal. Keterbatasan tenaga ahli dan sarana menjadi kendala utama yang perlu diatasi agar bimbingan individual dapat berjalan lebih optimal. 
Peran Guru Dalam Meningkatkan Keaktifan Belajar Siswa Melalui Metode Jigsaw Pada Mata Pelajaran IPAS Di SD Negeri 78 Kota Bengkulu Amelia, Ninda; Adisel, Adisel; Gilang, M. Ilham
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v4i3.596

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menggali dan mendalami peran guru dalam meningkatkan kekatifan belajar siswa pada pembelajaran IPAS melalui metode jigsaw di kelas 5 SDN 78 Kota Bengkulu. Penelitian ini dilaksanakan di SDN 78 Kota Bengkulu di kelas 5 pada tahun ajaran 2024/2025. Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Untuk menguji keabsahan data menggunakan uji kredibilitas dengan tringulasi sumber, teknik, dan waktu. Sedangkan teknik analisis data melalui tahapan reduksi data, penyajian atau display data, dan kesimpulam atau verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa guru menjalani perannya pada pembelajaran sebagai demonstrator, pendidik, komunikator, evaluator, motivator, dan fasilitator sehingga siswa cukup berperan aktif dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar. Peran guru sudah berjalan dengan baik sehingga terlihat guru memberikan motivasi dan dorongan kepada siswa yang kurang aktif atau kadang malu untuk bertanya dan menyapaikan pendapatnya. Dan memberikan fasilitas yang baik berupa meja dan kursi yang bisa disusun dalam proses pembelajaran diskusi kelompok. Dan juga memberikan pujian, hadiah dan nilai yang dapat mengikatkan motivasi dan kekatifan belajar siswa. Dengan demikian, peranan guru sangat penting dalam memberikan dorongan dan motivasi siswa dalam meningkatakan kekatifan belajar siswa. Sehingga dampak dari motivasi tersebut yaitu adanya rasa ketertarikan dan keberanian siswa untuk menyapaikan pendapatnya dalam kegiatan pembelajaran.
Implementasi Pembelajaran Berbasis Proyek dalam Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Pada Anak Kelas V di MIN 01 Kota Bengkulu Aldila, Delvita Jesika; Adisel, Adisel; Gilang, M. Ilham
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.1863

Abstract

This study aims to describe the implementation of the Project-Based Learning (PjBL) model in teaching the Indonesian language to fifth-grade students at MIN 01 Bengkulu City and its impact on students’ motivation and language skills. The study employed a qualitative descriptive approach, collecting data through observation, interviews, and documentation. The findings reveal that PjBL implementation consists of three main stages: planning, implementation, and evaluation. During the planning stage, teachers designed contextually relevant projects such as creating classroom wall magazines and writing activity reports. In the implementation phase, students actively participated in group collaboration, information exploration, and project development, while teachers acted as facilitators. Evaluation was conducted comprehensively, covering process, product, and students’ collaborative behavior. The results indicate that PjBL effectively enhanced students’ writing, speaking, critical thinking, and sense of responsibility and teamwork. Despite challenges such as time constraints and limited resources, teachers managed them through innovative classroom strategies. Overall, the PjBL model proved effective in creating contextual, creative, and student-centered learning experiences in Indonesian language instruction.
Utilization of Historical Heritage Sites as Integrated Social Science Learning at SMPN 18 Bengkulu Setiawan Pratama, Agung; Satria, Irwan; Gilang, M. Ilham
Jurnal Pendidikan dan Profesi Keguruan Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Pendidikan dan Profesi Keguruan
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/progresif.v5i2.9693

Abstract

​Social Studies (IPS) learning at SMPN 18 Bengkulu has long been dominated by lecture-based methods, leading to low student engagement with local historical content. This study aims to describe the implementation of site-based learning methods and analyze students’ responses to the utilization of historical heritage sites as Social Studies learning media. Using a descriptive qualitative approach, data were collected through observation, semi-structured interviews with teachers and students, and a document analysis. The research involved two teachers and 15 students selected purposively to represent various grade levels and achievement backgrounds. The results indicated that historical sites, such as Fort Marlborough, Soekarno’s Exile House, and Fatmawati’s House, were effectively integrated into classroom learning through structured phases of pre-visit preparation, site observation, and post-visit reflection. Quantitative data revealed notable improvements in students’ learning interest (3.1 to 4.4), conceptual understanding (3.0 to 4.2), and perceived relevance (3.2 to 4.3). The students showed high enthusiasm and deeper historical awareness through experiential learning. The novelty of this study lies in combining qualitative insights with quantitative validation to demonstrate that heritage-based learning fosters both cognitive gains and affective attachment to local culture an integration rarely emphasized in prior studies. The findings provide a replicable pedagogical framework that bridges theory and practice, and can be adapted digitally through virtual or augmented site visits. Thus, this model strengthens the relevance of contextual learning within the Merdeka Belajar curriculum and o​ffers a sustainable approach for schools with limited access to physical heritage sites.