Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pendampingan UMKM Dalam Pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) Di Desa Kedungbendo Melalui OSS Safira, Alfia Nikmah; Septiyah, Ana; Mardiansyah, Nafi’; Qurratu’ aini, Nafia Ilhama
PRAXIS: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2024): PRAXIS
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47776/praxis.v3i1.1086

Abstract

Pendampingan UMKM di Desa Kedungbendo dalam pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) melalui Online Single Submission (OSS). UMKM memiliki peranan penting dalam pertumbuhan ekonomi, namun keberadaannya memerlukan legalitas usaha yang termasuk izin perizinan. Dalam konteks ini, NIB menjadi identitas penting bagi pelaku usaha. Artikel ini menjelaskan proses pendampingan pembuatan NIB pada UMKM Bakso Campur di Desa Kedungbendo. Melalui tahapan sosialisasi, pendaftaran, dan penyerahan NIB, pendampingan dilakukan untuk memberikan pemahaman dan kemudahan bagi UMKM, survey kondisi, analisis permasalahan, serta implemenasi sosialisasi dan pendampingan langsung. Dengan demikian, UMKM dapat memahami dan memanfaatkan OSS untuk memperoleh NIB dengan lebih mudah, mendukung perkembangan usaha mereka secara legal.
Pendampingan UMKM Dalam Pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) Di Desa Kedungbendo Melalui OSS Safira, Alfia Nikmah; Septiyah, Ana; Mardiansyah, Nafi’; Qurratu’ aini, Nafia Ilhama
PRAXIS: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2024): PRAXIS September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47776/praxis.v3i1.1086

Abstract

Pendampingan UMKM di Desa Kedungbendo dalam pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) melalui Online Single Submission (OSS). UMKM memiliki peranan penting dalam pertumbuhan ekonomi, namun keberadaannya memerlukan legalitas usaha yang termasuk izin perizinan. Dalam konteks ini, NIB menjadi identitas penting bagi pelaku usaha. Artikel ini menjelaskan proses pendampingan pembuatan NIB pada UMKM Bakso Campur di Desa Kedungbendo. Melalui tahapan sosialisasi, pendaftaran, dan penyerahan NIB, pendampingan dilakukan untuk memberikan pemahaman dan kemudahan bagi UMKM, survey kondisi, analisis permasalahan, serta implemenasi sosialisasi dan pendampingan langsung. Dengan demikian, UMKM dapat memahami dan memanfaatkan OSS untuk memperoleh NIB dengan lebih mudah, mendukung perkembangan usaha mereka secara legal.
Pendampingan UMKM Bakso Campur dalam Pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) di Desa Kedungbendo Melalui OSS Septiyah, Ana; Safira, Alfia Nikmah; Mardiansyah, Nafi’; Qurratu’aini, Nafia Ilhama
Jurnal Pengabdian Inovatif Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Inovatif Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Insan Mulia Utan Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62759/jpim.v1i2.122

Abstract

Pendampingan UMKM di Desa Kedungbendo dalam pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) melalui Online Single Submission (OSS). UMKM memiliki peranan penting dalam pertumbuhan ekonomi, namun keberadaannya memerlukan legalitas usaha yang termasuk izin perizinan. Dalam konteks ini, NIB menjadi identitas penting bagi pelaku usaha. Artikel ini menjelaskan proses pendampingan pembuatan NIB pada UMKM Bakso Campur yang dilaksanakan pada hari Rabu, 17 April 2024 di Desa Kedungbendo. Kesimpulan dari artikel ini adalah bahwa pendampingan UMKM dalam pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) melalui Online Single Submission (OSS) memberikan kontribusi signifikan dalam memperkuat legalitas usaha mereka. Melalui proses pendampingan yang mencakup sosialisasi, pendaftaran, dan penyerahan NIB. UMKM dapat memahami pentingnya NIB dalam mendukung perkembangan usaha mereka. Langkah-langkah pendampingan ini juga membantu mengatasi kendala-kendala yang dihadapi oleh UMKM, seperti kurangnya pengetahuan tentang proses perizinan dan legalitas usaha. Dengan demikian, UMKM dapat lebih mudah mengakses pasar dan mendapatkan dukungan dalam mengembangkan usaha mereka.
Analisis Kelayakan Bisnis UMKM Totebag Squlack Berdasarkan Aspek Produksi, Pemasaran, dan Manajemen Organisasi Safira, Alfia Nikmah; Septiyah, Ana; Putri, Kharisma Ellisya; Safitri, Shefyla Dwi; Mardiansyah, Nafi’; Yunianto, Alvin Dwi; Qurratu’aini, Nafia Ilhama
TALI JAGAD JOURNAL Vol. 3 No. 2 (2025): TALIJAGAD
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Salah satu tantangan utama UMKM adalah memastikan kelayakan dan keberlanjutan usaha di tengah persaingan pasar yang semakin kompetitif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis studi kelayakan bisnis UMKM Squlack Tote Bag berdasarkan tiga aspek utama, yaitu aspek produksi, aspek pemasaran, dan aspek manajemen organisasi. Metode yang digunakan adalah penelitian lapangan dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi di Desa Ketegan, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari sisi produksi, usaha Squlack memanfaatkan teknologi sederhana namun mampu menghasilkan produk berkualitas dengan bahan lokal. Dari aspek pemasaran, strategi STP dan bauran pemasaran) yang diterapkan secara digital dinilai efektif dalam menjangkau target pasar generasi muda. Sedangkan dari aspek organisasi, struktur tim yang sistematis dan pembagian tugas yang jelas mendukung efektivitas operasional usaha. Secara keseluruhan, ketiga aspek tersebut menunjukkan bahwa UMKM Squlack Tote Bag layak untuk dikembangkan lebih lanjut dan memiliki potensi besar untuk menjadi brand lokal yang berdaya saing tinggi.
Pembuatan Nomor Induk Berusaha melalui Legalisasi Usaha Sebagai Upaya Upgrading UMKM Desa Gunawan, Zulfaa; Aziz, Ahmad Musonnifin; Putri, Kharisma Ellisya; Safira, Alfia Nikmah; Ulum, Ahmad Bakhrul; Rochman, Alief Noor; Oktavia, Huriyah; Alfandi, M. Rafly; Ramadhan, Rezza Fahlevi
Nusantara Community Empowerment Review Vol. 4 No. 1 (2026): Nusantara Community Empowerment Review
Publisher : LPPM UNUSIDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/e95z7y35

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar naik kelas melalui legalisasi usaha. Permasalahan utama yang dihadapi UMKM desa adalah keterbatasan dalam pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) karena minimnya pemahaman dan keterampilan dalam menggunakan sistem Online Single Submission (OSS). Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif-edukatif melalui seminar, tutorial praktik pendaftaran NIB, serta pendampingan langsung kepada pelaku usaha. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan warga, terbukti dengan terbitnya NIB bagi UMKM setempat serta meningkatnya kesadaran akan pentingnya legalitas usaha. Pendampingan juga diperkuat dengan pemanfaatan grup WhatsApp sebagai sarana komunikasi berkelanjutan. Dengan demikian, program ini berhasil memberikan output nyata berupa legalitas usaha yang sah sekaligus menjadi fondasi bagi penguatan daya saing UMKM desa. This community service activity aims to encourage Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) to upgrade through business legalization. The main problem faced by village MSMEs is the limitation in processing Business Identification Numbers (NIB) due to a lack of understanding and skills in using the Online Single Submission (OSS) system. The activity was implemented using a participatory-educational approach through seminars, practical tutorials on NIB registration, and direct mentoring for business actors. The results of the activity showed an increase in community understanding and skills, as evidenced by the issuance of NIBs for local MSMEs and increased awareness of the importance of business legality. The mentoring was also strengthened using WhatsApp groups as a means of ongoing communication. Thus, this program successfully delivered tangible output in the form of legal business registration while also serving as a foundation for strengthening the competitiveness of village MSMEs.