Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Pemberdayaan Organisasi Kepengurusan Santri di Pondok Pesantren Sebagai Pilar Pendidikan Ulum, Ahmad Bakhrul
Jurnal Pengabdian Inovatif Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian Inovatif Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Insan Mulia Utan Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62759/jpim.v1i1.93

Abstract

Pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam konvensional. Pondok pesantren secara umum dikenal sebagai pusat pengajaran agama Islam yang mengutamakan pengajaran Al-Qur'an, Hadits, Fiqih, dan kajian agama lainnya. Pesantren menekankan pengembangan karakter di samping pengajaran agama. Metode yang digunakan adalah metode pemberdayaan komunitas yaitu sebuah prosedur yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan, kemandirian, dan tingkat keterlibatan masyarakat dalam pemecahan masalah, pengambilan keputusan, dan peningkatan kualitas hidup. pemberdayaan organisasi kepengurusan ialah menggambarkan serangkaian taktik dan inisiatif yang dimaksudkan untuk meningkatkan kapabilitas, efektivitas, dan otonomi organisasi. Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk memberdayakan organisasi pengelola: (a) Bertumbuhnya Jiwa Kepemimpinan, (b) Pemberdayaan Anggota, (c) Menetapkan Rencana dan Tujuan Bersama Dengan kepemimpinan yang diberdayakan, pondok dapat lebih adaptif terhadap perubahan dan memiliki kemampuan yang lebih baik dalam menghadapi tantangan. Peningkatan ketahanan organisasi ini berperan penting dalam menjaga relevansi dan pertumbuhan jangka panjang pondok. Kesimpulan dari pengabdian ini yaitu menanamkan jiwa tanggung jawab bagi seluruh santri agar dapat mentaati peraturan yang ada dalam pondok pesantren dan menjadikan generasi Islami yang Lafdhon Wama’nan Wa’amalan.
Pembuatan Nomor Induk Berusaha melalui Legalisasi Usaha Sebagai Upaya Upgrading UMKM Desa Gunawan, Zulfaa; Aziz, Ahmad Musonnifin; Putri, Kharisma Ellisya; Safira, Alfia Nikmah; Ulum, Ahmad Bakhrul; Rochman, Alief Noor; Oktavia, Huriyah; Alfandi, M. Rafly; Ramadhan, Rezza Fahlevi
Nusantara Community Empowerment Review Vol. 4 No. 1 (2026): Nusantara Community Empowerment Review
Publisher : LPPM UNUSIDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/e95z7y35

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar naik kelas melalui legalisasi usaha. Permasalahan utama yang dihadapi UMKM desa adalah keterbatasan dalam pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) karena minimnya pemahaman dan keterampilan dalam menggunakan sistem Online Single Submission (OSS). Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif-edukatif melalui seminar, tutorial praktik pendaftaran NIB, serta pendampingan langsung kepada pelaku usaha. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan warga, terbukti dengan terbitnya NIB bagi UMKM setempat serta meningkatnya kesadaran akan pentingnya legalitas usaha. Pendampingan juga diperkuat dengan pemanfaatan grup WhatsApp sebagai sarana komunikasi berkelanjutan. Dengan demikian, program ini berhasil memberikan output nyata berupa legalitas usaha yang sah sekaligus menjadi fondasi bagi penguatan daya saing UMKM desa. This community service activity aims to encourage Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) to upgrade through business legalization. The main problem faced by village MSMEs is the limitation in processing Business Identification Numbers (NIB) due to a lack of understanding and skills in using the Online Single Submission (OSS) system. The activity was implemented using a participatory-educational approach through seminars, practical tutorials on NIB registration, and direct mentoring for business actors. The results of the activity showed an increase in community understanding and skills, as evidenced by the issuance of NIBs for local MSMEs and increased awareness of the importance of business legality. The mentoring was also strengthened using WhatsApp groups as a means of ongoing communication. Thus, this program successfully delivered tangible output in the form of legal business registration while also serving as a foundation for strengthening the competitiveness of village MSMEs.