Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG MENGKONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH PAD TRIMESTER II DAN III DI PMB A DESA KALISUREN KAB BOGOR 5 NOVEMBER - 5 DESEMBER 2020 Prihantiningsih, Anggarani
Jurnal Ilmiah Bidan (JIB) Vol 7 No 1 (2023): April 2023
Publisher : Ikatan Bidan Indonesia (IBI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61720/jib.v7i1.349

Abstract

The second trimester of pregnancy is containing an embryo or fetus in the body at 14-28 weeks. At this time pregnant women will feel more calm, peaceful without significant disturbances. In the second trimester the fetus develops towards maturity. Third trimester pregnancy is a pregnancy with the age of 28-40 weeks which is a time to prepare for birth and position as a parent, such as focusing attention on the presence of the baby, so it is also known as the waiting period. Iron (Fe) tablets are mineral tablets needed by the body for the formation of red blood cells or hemoglobin. The element Fe is the most important element for the formation of red blood cells. Iron is naturally obtained from food. If pregnant women lack iron in the diet they consume daily, it can cause nutritional anemia (lack of blood). The purpose of this study was to describe the level of knowledge of pregnant women about consuming blood-added tablets in the second and third trimesters of pregnancy in PMB A. Kalisuren Village, Kab. Bogor for the period 5 November - 5 December 202. The design of this study is a descriptive type of research, from 40 pregnant women who consume blood-added tablets (Fe) based on sufficient knowledge 40%, mothers with less knowledge are 32.5%, while those with low knowledge good that is 27.5%.
Pemberdayaan Kesehatan Anak Usia Sekolah Pada Kelompok Anak Pesantren di Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan Wijayanti, Ru; Sulastriningsih, Kursih; Sagita, Widi; Prihantiningsih, Anggarani
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i6.14327

Abstract

ABSTRAK Kesehatan merupakan hak azasi manusia dan salah satu unsur kesejahteraan yang harus diwujudkan. Definisi kesehatan adalah keadaan sehat, baik secara fisik, mental, spiritual, maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomi. Salah satu yang perlu menjadi perhatian semua pihak adalah kelompok anak. Pesantren adalah sebuah komunitas yang warganya berinteraksi selama 24 jam sehari dan cenderung padat. Interaksi antar santri dan pengelola memudahkan penyebaran penyakit. Masalah kesehatan yang sering terjadi di kalangan pondok pesantren diantaranya adalah scabies, ISPA, diare, dan pediculosis kapitis. Pemberdayaan ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) bagi seluruh santri dan menciptakan lingkungan yang sehat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan pada bulan Juni 2022 yang menyasar pada kelompok santri pondok pesantren di wilayah Jagakarsa, Jakarta Selatan yang melalui tiga tahap, diantaranya tahap persiapan, pelaksanaan, dan pelaporan. Hasil kegiatan ini adalah para santri antusias mengikuti kegiatan edukasi kesehatan tentang PHBS, asupan gizi yang baik, dan aktif bergerah setiap hari. Setelah kegiatan edukasi kesehatan, para santri secara sukarela melakukan pemeriksaan kesehatan. Kegiatan pemberdayaan kesehatan di pondok pesantren memiliki potensi untuk mencetak santri-santri yang melek kesehatan dan menjadi agen perubahan untuk peningkatan derajat kesehatan masyarakat pada kelompok santri pondok pesantren. Kata Kunci: Santri, PHBS, Penyakit, Anak  ABSTRACT Health is a fundamental human right and one of the elements of well-being that must be realized. The definition of health is a state of well-being, both physically, mentally, spiritually, and socially, allowing everyone to live productively in a social and economic context. One of the groups that needs attention from all parties is the children. Boarding schools are communities where residents interact 24 hours a day and tend to be crowded. Interactions among students and administrators facilitate the spread of diseases. Common health problems in boarding schools include scabies, acute respiratory infections (ISPA), diarrhea, and head lice infestation. This empowerment is carried out with the aim of increasing awareness of clean and healthy living behaviors (PHBS) for all students and creating a healthy environment. This community service activity was conducted in June 2022, targeting groups of students in boarding schools in the Jagakarsa area, South Jakarta, through three stages: preparation, implementation, and reporting. The results of this activity are enthusiastic students participating in health education activities about PHBS, proper nutritional intake, and being physically active every day. After the health education activities, students voluntarily undergo health check-ups. Health empowerment activities in boarding schools have the potential to produce health-literate students who can become agents of change for improving public health in the boarding school student community. Keywords: Students, Clean and Healthy Living Behaviors, Diseases, Children
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Rupture Perineum Derajat 3 dan 4 pada Ibu Bersalin di RSUD Pasar Rebo Tahun 2017 Prihantiningsih, Anggarani; Putri, Fiqih Aulia
Jurnal Ilmiah Kesehatan Delima Vol. 2 No. 2 (2020): Jurnal Ilmiah Kesehatan Delima
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Salsabila Serang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (746.321 KB) | DOI: 10.60010/jikd.v2i2.36

Abstract

Latar belakang :Perdarahan pasca persalinan dengan uterus yang berkontraksi baik biasanya disebabkan karena serviks atau vagina. Kematian ibu adalah kematian selama kehamilan atau dalam periode 42 hari setelah berakhirnya kehamilan, akibat semua sebab yang terkait dengan atau diperberat oleh kehamilan atau penanganannya, tetapi bukan disebabkan oleh kecelakaan atau cedera. Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki Angka Kematian Ibu (AKI) yang tinggi dibandingkan negara-negara di Asia Tenggara lainnya. Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia berdasarkan Survey Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012 tercatat 359/100.000 kelahiran hidup.Tujuan: Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian rupture perineum derajat 3 dan 4 pada ibu bersalin di RSUD Pasar Rebo tahun 2017. Metode: Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Penelitian Cross Sectional adalah jenis penelitian yang menekankan waktu pengukuran atau observasi data variabel independen dan dependen hanya satu kali pada suatu saat. Dalam penelitian ini akan dilihat apakah ada hubungan antara usia ibu, paritas, berat badan bayi, jarak kehamilan dengan kejadian rupture perineum derajat 3 dan 4. Hasil: disimpulkan terdapat hubungan yang signifikan antara usia ibu dengan kejadian rupture perineum derajat 3 dan 4 pada ibu bersalin. Dari hasil analisis diperoleh pula nilai OR adalah 6.360 (2.198-18.399) yang artinya ibu bersalin dengan usia <20 dan > 35 tahun mempunyai peluang 6.360 kali untuk mengalami rupture perineum derajat 3 dan 4, terdapat hubungan yang signifikan antara rupture perineum derajat 3 dan 4 dengan paritas ibu. Dari hasil analisis diperoleh pula nilai OR adalah 3.727 (1.351-10.280) yang artinya ibu bersalin pertama kali (primipara) mempunyai peluang 3.727 kali untuk mengalami rupture perineum baik derajat 3 dan 4 dibanding ibu bersalin dengan paritas >1 kali (multipara). Terdapat hubungan yang signifikan antara jarak kehamilan pada ibu dengan rupture perineum derajat 3 dan 4. Dari hasil analisis diperoleh pula nilai OR adalah 4.025 (1.498-10.812) yang artinya ibu dengan jarak kehamilan <2 atau >3 tahun memiliki 4.025 kali mengalami rupture perineum baik derajat 3 dan 4, ada hubungan signifikan antara berat badan bayi yang dilahirkan dengan rupture perineum. Dari hasil analisis diperoleh pula nilai OR adalah 3.526 (1.226-10.141) yang artinya ibu bersalin dengan berat badan lahir bayi beresiko atau tidak normal (< 2500- >4000 gr) mempunyai peluang 3.526 kali untuk mengalami rupture perineum derajat 3 dan 4. Kesimpulan: Terdapat Hubungan antara Usia ibu bersalin, jarak kehamilan dan berat badan lahir bayi dengan kejadian rupture Perineum.
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN KANKER PAYUDARA DIKOMUNITASLOVEN HEALTHY TANGERANG Prihantiningsih, Anggarani
Jurnal Ilmiah Kesehatan BPI Vol. 2 No. 2 (2018): JURNAL ILMIAH KESEHATAN STIKES BHAKTI PERTIWI INDONESIA VOL. 2 NO. 2, JUNI TAHU
Publisher : Jurnal Ilmiah Kesehatan BPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58813/stikesbpi.v2i2.88

Abstract

ABSTRAK Kanker payudara merupakan penyebab kematian kedua setelah kanker leher rahim. Data Dinkes Kab. Tangerang pada 2014 terjadi 165 penderita kanker payudara.Penelitian bertujuan untuk mengetahui faktor – faktor yang berhubungan dengan kejadian kanker payudara di komunitas love in healthy Tangerang periode Juni – Juli 2017. Jenis penelitian ini analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian seluruh anggota di komunitas Loven Healthy Tangerang Bulan Juni – Juli 2017 adalah 256 responden. Tehnik pengambilan sampel menggunakan rumus Notoatmodjo (2012) yaitu 72 orang. Data penelitian ini data primer melalui lembar angket, yang dianalisis dengan analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian dari 72 orang mayoritas pada kejadian kanker payudara stadium I-II sebesar 62,5%, umur < 20 th, > 35 th sebesar 94,4%, paritas multi dan gandemulti sebesar 76,4%, umur menarche < 12 tahun sebesar 62,5%, umur pertama hamil 20-30 tahun sebesar 77,8%, lama pemakaian KB Hormonal < 5 tahun sebesar 54,2%, ada riwayat keluarga sebesar 56,9%. Hasil uji statistik diperoleh tidak ada hubungan antara umur dengan kejadian kanker payudara (p-value 0,145), ada hubungan antara paritas dengan kejadian kanker payudara (p-value 0,000), tidak ada hubungan antara umur menarche dengan kejadian kanker payudara (p-value 0,187), tidak ada hubungan antara umur pertama hamil dengan kejadian kanker payudara (p-value 0,770), ada hubungan antara lama pemakaian KB hormonaldengan kejadian kanker payudara (p-value 0,000), ada hubungan antara riwayat keluargadengan kejadian kanker payudara (p-value 0,012). Kata kunci : kanker, payudara ABSTRACT Breast cancer is the second leading cause of death after cervical cancer. Data of Health Office Kab. Tangerang in 2014 occurred 165 breast cancer patients. The aim of this research is to know factors related to breast cancer incidence in community love in healthy Tangerang period June - July 2017. This research type is analytical with cross sectional approach. Research population of all members in Tangerang Loven Healthy community June-July 2017 was 256 respondents. The sampling technique using Notoatmodjo formula (2012) is 72 people. The data of this research are primary data through questionnaire, which is analyzed by univariate and bivariate analysis. The results of the study of 72 people majority in the incidence of breast cancer stage I-II by 62.5%, age <20 th,> 35 th of 94.4%, multi parity and gandemulti of 76.4%, age menarche <12 years 62,5%, pregnancy age 20-30 years old 77,8%, duration of Hormonal use <5 years old 54,2%, family history 56,9%. There was no correlation between age with incidence of breast cancer (p-value 0.145), no relationship between parity and breast cancer incidence (p- value 0,000), no correlation between age of menarche and incidence of breast cancer (p-value 0.187 ), there was no correlation between duration of hormonal contraceptive use and breast cancer incidence (p-value 0,000), no relation between family history and incidence of breast cancer (p-value 0.770) value 0.012). Keywords : cancer, breast
The influence of cotton fabric haecting perineum (PHP) on the perineum haecting practicum competence of midwifery students of the Salsabila Serang High School Of Health Sciences Octavia, Rina; Halimatusyadiah, Leni; Lustiani, Ika; Adista, Nuria Fitri; Prihantiningsih, Anggarani
Science Midwifery Vol 12 No 2 (2024): June: Health Sciences and related fields
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/midwifery.v12i2.1580

Abstract

Pantum is a tool to support the teaching and learning process and has an important role in supporting teaching and learning activities (Annisa, 2021). Perineal Haecting to stop bleeding and reconnect and restore the function of the vaginal mucosa, connective tissue and muscles (Aritonang, 2021). Perineal Haecting is one of the competencies that midwifery students must have (Elvira, 2023). The availability of Perineum Haecting Pantum (PHP) which can be used repeatedly in practicums is an ideal teaching tool because it is practical and more economical (Utami, 2023). This research uses the quantitative Quasy Experiment method with a one group pretest – posttest design. The sampling technique for this research was total sampling of 62 respondents. The research time is April-May 2024. Research methods use the Shapiro-Wilk statistical test. Based on the results of statistical tests, p = 0.001. This means that there is a significant difference between the perineal suturing abilities of the model group and the non-model group.
Optimalisasi Pelatihan Kader Posyandu Dalam Penggunaan Alat Antropometri di Desa Ciputri Kabupaten Cianjur lestari, dwi ayu; Oktavianti, Dewi Siti; Prihantiningsih, Anggarani; Amir, Nurhidayah
Jurnal Pengabdian Harapan Ibu (JPHI) Vol. 7 No. 3 (2025): Jurnal Pengabdian Harapan Ibu (JPHI)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30644/jphi.v7i3.1065

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan dengan optimalisasi pelatihan kader Posyandu dalam penggunaan alat antropometri di Desa Ciputri Kabupaten Cianjur. Kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan Kampus Merdeka Smart Village (Smart Living) kolaborasi tiga Perguruan Tinggi yaitu STIKes Pertamedika, STIKes Medistra dan STIKes Bhakti Pertiwi yang diselenggarakan oleh LLDikti wilayah 3. Pemilihan lokasi kegiatan ini karena masih adanya data stunting di daerah ini karena jauh dari perkotaan dan mungkin kurang pengetahuan masyarakat terhadap pemenuhan gizi seimbang serta kurangnya pengetahuan kader pada penggunaan alat antropometri atau cara pengukuran yang tidak sesuai SOP yang dilakukan oleh kader. Permasalahan yang mendasar yang sering terjadi ialah masih kurangnya pengetahuan dan keterampilan kader posyandu dalam penggunaan alat antropometri, mlai dari cara memasang dan melihat hasil ukur yang akan berdampak pada pendataan sehingga laporan status gizi yang tidak sesuai. Permasalahan ini bisa dicegah melalui pelatihan kepada kader posyandu. Tujuan dalam kegiatan ini ialah memberikan pelatihan dan mendemonstrasikan bagaimana cara menggunakan alat antropometri yang benar, untuk mengantisipasi kesalahan dalam pengukuran agar pendataan antropometri sesuai dalam memenuhi pelaporan di Puskesmas. Hasil dari Pengabdian Kepada Masyarakat merupakan kegiatan pelatihan dan pendampingan kader posyandu dalam penggunaan alat antropometri.