Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pentingnya Pembelajaran Apresiasi Drama terhadap Penguatan Pendidikan Karakter Cahyani, Anggun May; Putri, Rizky Amelia; Noviandini, Saraswati; Wijayanti, Okto
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v8i1.6908

Abstract

Penguatan pendidikan karakter bukan hanya terjadi secara teoritis di dalam kelas, tetapi juga melalui pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Penggunaan drama sebagai metode pembelajaran karakter dapat efektif karena drama memiliki keterkaitan yang erat dengan pembentukan karakter. Artikel bertujuan membahas afirmasi pembelajaran apresasi drama terhadap pentingnya pendidikan karakter untuk siswa. Peneliti menerapkan penelitian studi literatur, fokus pada pemanfaatan teks dan literatur perpustakaan sebagai sumber data utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan pembelajaran apresiasi drama secara rutin memiliki dampak positif pada perkembangan anak-anak. Melalui interaksi dalam dramatisasi kehidupan sehari-hari, anak-anak dapat mengembangkan kepribadian positif, memahami nilai-nilai seperti kerjasama dan tanggung jawab, dan menginternalisasi prinsip-prinsip moral. Hasil penelitian menyoroti kontribusi pada pembelajaran apresiasi drama signifikan terhadap pendidikan karakter anak-anak, mengajarkan mereka nilai-nilai moral, etika, dan tanggung jawab. Selain itu, interaksi dalam kegiatan drama memainkan peran kunci dalam meningkatkan toleransi anak-anak terhadap perbedaan pendapat, latar belakang, dan budaya, menciptakan lingkungan pendidikan yang holistik. Kehadiran seni drama baik di tataran sekolah dasar maupun salah satu mata kuliah yang ditawarkan di perguruan tinggi harus berdampak dengan merefleksikan penguatan pendidikan karakter pada era digital yang mulai meninggalkan poin penting pondasi kehidupan yakni upaya untuk membangun pribadi dan karakter baik
Pentingnya Pembelajaran Apresiasi Drama terhadap Penguatan Pendidikan Karakter Cahyani, Anggun May; Putri, Rizky Amelia; Noviandini, Saraswati; Wijayanti, Okto
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v8i1.6908

Abstract

Penguatan pendidikan karakter bukan hanya terjadi secara teoritis di dalam kelas, tetapi juga melalui pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Penggunaan drama sebagai metode pembelajaran karakter dapat efektif karena drama memiliki keterkaitan yang erat dengan pembentukan karakter. Artikel bertujuan membahas afirmasi pembelajaran apresasi drama terhadap pentingnya pendidikan karakter untuk siswa. Peneliti menerapkan penelitian studi literatur, fokus pada pemanfaatan teks dan literatur perpustakaan sebagai sumber data utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan pembelajaran apresiasi drama secara rutin memiliki dampak positif pada perkembangan anak-anak. Melalui interaksi dalam dramatisasi kehidupan sehari-hari, anak-anak dapat mengembangkan kepribadian positif, memahami nilai-nilai seperti kerjasama dan tanggung jawab, dan menginternalisasi prinsip-prinsip moral. Hasil penelitian menyoroti kontribusi pada pembelajaran apresiasi drama signifikan terhadap pendidikan karakter anak-anak, mengajarkan mereka nilai-nilai moral, etika, dan tanggung jawab. Selain itu, interaksi dalam kegiatan drama memainkan peran kunci dalam meningkatkan toleransi anak-anak terhadap perbedaan pendapat, latar belakang, dan budaya, menciptakan lingkungan pendidikan yang holistik. Kehadiran seni drama baik di tataran sekolah dasar maupun salah satu mata kuliah yang ditawarkan di perguruan tinggi harus berdampak dengan merefleksikan penguatan pendidikan karakter pada era digital yang mulai meninggalkan poin penting pondasi kehidupan yakni upaya untuk membangun pribadi dan karakter baik
Relevansi Peran Strategis DPRD terhadap Prinsip Good Governance dalam Struktur Pemerintahan Daerah Pratama, Hendy Emilia; Putri, Rizky Amelia; Fitriyah, Fitriyah; DSP, Putriana; Baetoni, Moh Alfan; Poernomo, R. Wahjoe
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.28285

Abstract

Struktur pemerintahan daerah memiliki peran penting dalam mewujudkan pemerintahan yang demokratis, efektif, dan akuntabel. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) sebagai bagian dari unsur penyelenggara pemerintahan daerah memiliki fungsi strategis dalam mengawasi jalannya roda pemerintahan di tingkat Daerah. Melalui fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan, DPRD diharapkan mampu menjamin penerapan prinsip-prinsip tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) seperti akuntabilitas, transparansi, partisipasi publik, dan efektivitas kebijakan. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Hasil kajian menunjukkan bahwa fungsi pengawasan DPRD merupakan instrumen penting dalam mencegah penyalahgunaan kekuasaan, serta mendorong terciptanya pemerintahan daerah yang bersih dan responsif. Oleh karena itu, penguatan peran DPRD perlu dioptimalkan agar struktur pemerintahan daerah tidak hanya berjalan sesuai norma hukum, tetapi juga sejalan dengan nilai-nilai demokrasi yang substantif.
The Role of Early Childhood Teachers in Dealing with Autistic Children at Autiscare Snec Putri, Rizky Amelia
Research Psychologie, Orientation et Conseil Vol. 1 No. 1 (2024)
Publisher : Yayasan Adra Karima Hubbi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70177/rpoc.v1i1.900

Abstract

The main problem in this study is the presence of children who experience autistic disorders at the Autiscare Snec school. Children who have autism aged 8 years are classified as having moderate autism and experience three disorders, namely interaction disorders, communication disorders, and behavior disorders. The purpose of this study was to see the role of early childhood teachers in dealing with autistic children. This research uses qualitative methods with a case study approach to reveal and describe a situation/case by directly observing and interviewing about the role of early childhood teachers in dealing with autistic children in Autiscare Snec. The subject in this study was one child who had an autistic disorder. The source of data in this study is Early Childhood Teachers and Curriculum Representatives at Snec Autiscare School. The data collection techniques used are observation, interviews, and documentation. For the technique of checking the validity of the data, researchers use triangulation. The results obtained from research at the Snec Autiscare School show that the role of teachers in dealing with autistic children can be seen in teachers who are able to guide and teachers who try to develop children's ability to communicate both ways. Teachers are able to implement a pleasant learning atmosphere for children and facilitate all children's needs for smooth learning while at school, such as learning media. The teacher tries to cause or bring up a child's desire by motivating the child and asking about the child's desire or aspiration. After the teacher knows the answer from the child, the teacher gives praise or reward.
Designing Bilingual and Culturally Inclusive Learning Materials: A Needs Analysis of Pop-Up Books in English Instruction Putri, Rizky Amelia; Silvhiany, Sary; Vianty, Machdalena
JOLLT Journal of Languages and Language Teaching Vol. 14 No. 1 (2026): January
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jollt.v14i1.17774

Abstract

Inclusive education for Deaf students in Indonesia continues to face pedagogical challenges, particularly in English language instruction due to the limited availability of accessible and appropriate learning materials. Deaf learners often experience difficulties in vocabulary acquisition and comprehension when instruction relies heavily on text-based approaches. This study aims to conduct a needs analysis to inform the development of culturally inclusive and bilingual English learning materials for Deaf students. Using a qualitative research design, structured interviews were conducted with two English teachers and eight Deaf students at SLBB YPAC Palembang. The data were analyzed using Target Situation Analysis (TSA) and Present Situation Analysis (PSA) frameworks. The findings reveal that Deaf students require strong visual support and the integration of Indonesian Sign Language (BISINDO) to facilitate vocabulary learning and comprehension. Participants also emphasized the importance of incorporating local cultural elements from Palembang, such as traditional food, arts, and dance, to enhance engagement and strengthen cultural identity. Pop-up books emerged as effective multimodal learning media due to their visual, tactile, and interactive features that align with Deaf students’ learning preferences. In conclusion, this study highlights the urgent need for bilingual, multimodal, and culturally responsive English learning materials. The findings provide practical implications for the development of inclusive instructional resources that can reduce learning barriers and promote equitable English language education for Deaf learners.
Pelatihan Psikoedukasi Pengenalan Bulyying dan Cyberbullying di SMP Taman Dewasa Hartosujono, Hartosujono; Fabiola, Garcinia Vadua; Putri, Rizky Amelia; Agustin, Brilian Viona; Rahmadhani, Siti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 11 (2026): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i11.3693

Abstract

Pelatihan ini dilatarbelakangi oleh penemuan perilaku bullying verbal, ejekan, serta konflik di media sosial melalui Grup WhatsApp pada siswa kelas VII SMP. Kurangnya pemahaman tentang bentuk bullying dan cyberbullying menyebabkan siswa memandang perilaku tersebut sebagai candaan yang biasa aja. Maka dari itu, pelatihan ini dibuat untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan sikap pencegahan bullying sejak dini. Tujuan utama pelatihan adalah untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang jenis bullying dan efeknya, menumbuhkan empati mereka, dan meningkatkan kemampuan mereka untuk melapor dan merespons secara asertif. Metode pelatihan meliputi asesmen awal (pre-test), psikoedukasi melalui PowerPoint, ice breaking untuk meningkatkan keterlibatan peserta, simulasi kartu situasi bullying untuk meningkatkan empati dan pemecahan masalah, diskusi kelompok, dan asesmen akhir (post-test). Evaluasi pelatihan dianalisis menggunakan paired sample t-test melalui aplikasi Jamovi. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan antara skor pre-test dan post-test (p < .001), yang menunjukkan antusiasme yang tinggi dan peningkatan kemampuan untuk menemukan perilaku bullying. Berdasarkan dukungan dari pihak sekolah, relevansi materi, serta hasil penilaian yang menunjukkan signifikan, tingkat persiapan pelatihan dianggap sangat pantas untuk dilaksanakan lagi dan ditingkatkan sebagai program pencegahan yang berkelanjutan di lingkungan sekolah.