Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Application of Fuzzy Logic for Android-Based Tempeh Fermentation Process Control and Monitoring Akbar Habibi, Isac Ilham; Wirayoga, Septriandi; Huda, Miftakhul; Yanuar Astono, Guntur
Jurnal Indonesia Sosial Teknologi Vol. 5 No. 12 (2024): Jurnal Indonesia Sosial Teknologi
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jist.v5i12.8847

Abstract

Tempeh is a highly nutritious food source that is widely consumed by people every day. Tempeh artisans, such as those in Jatisari Village, produce quality tempeh through an optimal fermentation process. The ideal fermentation process takes place at a temperature of 30°C–35°C, a humidity of 65%–72%, and an ammonia gas content of 43–50 ppm, with a fermentation time of about 18 hours to produce cooked tempeh. To improve the efficiency and quality of the fermentation process, a tool that is able to control and monitor the condition of the fermentation chamber is needed automatically. This research develops a tempeh fermentation control and monitoring system using a NodeMCU microcontroller, relay, VNH2SP30, DHT11 sensor, and MQ-137 sensor, which are integrated with fuzzy logic. This system controls the incandescent lamp as a heater and the peltier as a cooler in the fermentation container compartment. Control and monitoring results are displayed in real-time via LCD and Android app, with the successful fermentation time shortened to 16 hours.
Internet of things-based fuzzy controller for automatic irrigation and NPK nutrient monitoring of grapes Sarosa, Moechammad; Wirayoga, Septriandi; Kusumawardani, Mila; Firmanda Al Riza, Dimas; Mulyani Azis, Yunia
Bulletin of Electrical Engineering and Informatics Vol 14, No 6: December 2025
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/eei.v14i6.9715

Abstract

Grape cultivation has gained increasing attention due to its short growing period and the high market value of its sweet, refreshing fruits. However, achieving optimal growth requires precise environmental and nutrient management, which can be challenging under conventional farming practices. This research aims to develop an automatic watering system that integrates soil moisture and nutrient monitoring to optimize grape cultivation. The system utilizes Nitrogen Phosphorus Potassium (NPK) sensors, soil moisture sensors, and a camera for growth observation, all connected through the internet of things (IoT) for remote monitoring via Android devices. A fuzzy logic controller is implemented to regulate watering duration based on environmental conditions such as temperature and humidity. Experimental results show that the system effectively adjusts watering duration to approximately six seconds when the temperature is between 25–32 °C and humidity is around 60%. The DS18B20 temperature sensor achieved an average error rate of only 0.12%, while the humidity sensor demonstrated 0.2% error, indicating high accuracy levels of 99.8%. Despite minor limitations related to internet stability and sensor calibration, the system demonstrates strong potential for commercial-scale smart farming applications, promoting resource-efficient and data-driven grape cultivation.
Rancang Bangun Sistem Monitoring Suhu Mahasiswa Berbasis Internet of Things pada Gedung Perkuliahan Kampus Telkom Jakarta Novfitri, Aisyah; Wirayoga, Septriandi; Nabila, Haifa; Natasya, Salshabila
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 4 No 2 (2024): JUPIN Mei 2024
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.398

Abstract

Untuk meningkatkan sistem keamanan kesehatan pada lingkungan pengjaran hybrid di ruang lingkup kampus Telkom Jakarta pasca endemic, maka dibuatlah suatu sistem prototipe dan aplikasi monitoring yang dapat menunjang tiingkat kesehatan pada lingkungan kampus. Oleh karena itu telah dibuat penelitian yang bertemakan pemantauan mahasiswa pada gedung perkuliahan kampus Telkom Jakarta dikarenakan mahasiswa yang pratikum di gedung ini banyak yang dari luar kota. Sistem yang dibuat menggabungkan sensor MLX90614, sensor fingerprint, dan aplikasi android melalui mikrokontroller ESP32. Untuk hasil persentase ketelitian sensor MLX90614 sebesar 93.72%, sensor Ultrasonik sebesar 95.1%, pembacaan 10 kali pengujian pada 4 fingerprint yang berbeda didapatkan prersentase keberhasilan sebasar 95%. Sedangkan pengujian response time yang diperoleh rata – rata 2 detik, Untuk nilai Throughput diperoleh 579,12 Kb/s, Packet Loss 0,2%, dan waktu Delay transfer data pada sistem didapatkan hasil 13,2 ms menggunakan aplikasi Wireshark. Sistem ini dapat berjalan dengan baik ketika terhubung pada jaringan internet, sidik jari dalam kondisi tidak berkeringat atau kotor, dan posisi objek yang diukur < 5 cm dari sensor MLX90614.
PEMANFAATAN LAHAN SEMPIT DENGAN BERTANAM HIDROPONIK SEBAGAI UPAYA PENYEDIAAN SAYURAN BAGI DAWIS “DAHLIA” KARANGPLOSO Sarosa, Moechammad; Wirayoga, Septriandi; Mahfudi, Isa; Setiadi, Chandrasena; Azis, Yunia Mulyani
Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): November
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/dlppm.v6i2.16052

Abstract

Dawis (Dasa Wisma) Dahlia adalah kelompok ibu-ibu rumah tangga di Perum GPA Karangploso Malang yang memiliki hobi berkebun. Tempat tinggal mereka di lingkungan perumahan menjadikan lahan pertaniannya terbatas, sehingga untuk mengembangkan hobinya mereka menyampaikan keluhannya ke pengabdi. Permasalahan ini menjadi tujuan pelaksanaan pengabdian yaitu edukasi bertani di lahan sempit menggunakan sistem hidroponik. Tahapan kegiatan diawali dengan mengenalkan sistem hidroponik, kelebihan dan kekurangan serta mengenalkan jensi-jenis tanaman yang dapat dibudidayakan secara hidroponik. Pelatihan dimulai dengan mengajarkan bagaimana menyiapkan instalasi sistem hidroponik karena keberhasilan budidaya ditentukan oleh kelancaran sirkulasi dan kestabilan kandungan nutrisi air termasuk cara mengukurnya. Beberapa jenis tanaman telah dilatihkan diantaranya budi daya kangkung. Antusiasme terpancar dari aktivitas mereka dalam mengikuti pelatihan dan merawat tanaman. Pendampingan telah dilakukan sejak mulai tanam sampai dengan saat panen. Beberapa kendala mereka temukan diantaranya masalah penyemaian bibit karena diperlukan kesabaran dan ketelatenan. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah pemahaman sistem hidroponik dan cara budidaya sayuran. Karena keterbatasan lahan yang digunakan maka hasil kebun masih terbatas, namun demikian mereka telah memahami keuntungan yang diperoleh dari budidaya hidroponik. Kegiatan ini telah berhasil menuntaskan budi daya kangkung secara hidroponik. Dengan menggunakan lahan seluas kurang lebih 2x3=6 meter persegi, dengan jumlah lubang tanam sekitar 350 lubang maka dalam sekali panen dengan usia tanam sekitar 30 hari telah dihasilkan kangkung sebanyak kurang lebih 200 ikat dengan diameter ikatan 4-5 cm. Kangkung yang ditanam secara hidroponik memiliki kelebihan diantaranya kesegaran lebih tahan lama dan kerenyahan setelah dimasak selain tanaman lebih bersih dibandingkan dengan kangkung yang dibudidaya di tanah. Karena kelebihan-kelebihan tersebut, maka tanaman hidroponik memiliki harga jual lebih tinggi dibandingkan kangkung yang ditanam di tanah atau di aliran sungai. Dengan asumsi harga jual kangkung Rp. 2.500,-  per ikat, maka dengan lahan 6 meter persegi  akan dihasilkan dana Rp. 500.000,- per sekali tanam.