Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

SISTEM INFORMASI PENDAFTARAN PMI BERBASIS WEBSITE: STUDI KASUS PADA PT. HENDRARTA ARGARAYA KOTA MALANG Rizka Silvia, Ajeng; Ratna Indah Safitri; Dharma Wijaya, Indra; Setiadi, Chandrasena
JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika) Vol. 7 No. 1 (2023): JATI Vol. 7 No. 1
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/jati.v7i1.5775

Abstract

Perkembangan teknologi akan terus menjadi hal terpenting dalam kehidupan untuk memenuhi kebutuhan informasi yang akurat, tepat dan cepat. Perkembangan Teknologi Informasi telah membawa dampak besar terhadap kemajuan pengolahan data dan penyampaian informasi, salah satu wujud nyata dari dampak kemajuan Teknologi Info masi ini dapat dilihat pada proses pengirim Tenaga Kerja Indonesia ke luar Negeri (Kusnita Yusmiati, 2020:19), tepatnya pada Kantor PT. Hendrarta Argaraya di Kota Malang. Pada PT. Hendrarta Argaraya pendaftaran dilakukan secara manual dan belum memiliki sistem yang mengatur untuk pendaftaran PMI. Dalam proses pendaftaran PMI, Pada PT. Hendrarta Argaraya sistem pencatatan data juga masih kurang efektif dalam pendataan data pendaftar PMI karena staff masih menginputkan secara mandiri data pendaftaran ke dalam server, hal ini akan mengakibatkan terlambatnya pengolahan data pendaftar PMI. Melihat permasalahan tersebut diatas maka penulis tertarik membuat sistem yang dapat membantu mengatur data pendaftaran PMI, maka dibuat “SISTEM INFORMASI PENDAFTARAN PMI BERBASIS WEBSITE” website ini merupakanan website untuk pendaftaran yang dapat mempermudah pihak PT. Hendrarta Argaraya maupun calon PMI dalam melakukan proses pendaftaran.
Rancang Bangun Repeater LoRa Berbasis Ebyte E220-400T22D untuk Memperluas Jangkauan Komunikasi Setiadi, Chandrasena; Mahfudi, Isa
Jurnal ELEMENTER (Elektro dan Mesin Terapan) Vol 11 No 2 (2025): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER)
Publisher : Politeknik Caltex Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35143/elementer.v11i2.6789

Abstract

The limited availability of cellular networks in remote areas such as mountain trails and highland regions requires the development of a reliable, low-power, and easily deployable communication system. This study presents the design and implementation of a LoRa repeater based on the Ebyte E220-400T22D module to extend data communication coverage under both line-of-sight and non-line-of-sight conditions. The system utilizes an ESP32 microcontroller that controls two LoRa transceiver modules through a store-and-forward mechanism to retransmit data automatically. Experimental results show that the proposed repeater system effectively increases the communication range under various terrain conditions while maintaining signal stability and transmission reliability. The delay observed in data transmission remains within an acceptable range, confirming that the repeater operates efficiently without significantly affecting system performance. Overall, this work demonstrates that the Ebyte E220-400T22D-based LoRa repeater provides a practical and energy-efficient solution for long-range wireless communication in areas with limited telecommunication infrastructure.
Analisa Performa Penandatangan Digital Dokumen Secara Terdistribusi Pada Arsitektur Klaster Kubernetes Arief, Sofyan Noor; Prasetyo, Arief; Mashudi, Irsyad Alif; Setiadi, Chandrasena
Jurnal Minfo Polgan Vol. 14 No. 2 (2025): Artikel Penelitian
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/jmp.v14i2.15628

Abstract

Dalam era digitalisasi yang berkembang, penandatanganan elektronik semakin vital dalam menanggapi kebutuhan bisnis dan gaya hidup modern. Proses ini memungkinkan transaksi dan persetujuan dokumen tanpa batasan geografis, mengatasi tantangan jarak jauh, menghemat waktu, dan mengurangi birokrasi. Regulasi yang semakin mengakui keabsahan tanda tangan elektronik mendorong organisasi beralih ke solusi ini, meningkatkan produktivitas dan memastikan keamanan transaksi. Penandatanganan dokumen elektronik menggunakan kriptografi, seperti algoritma RSA atau ECDSA, menciptakan tanda tangan digital yang unik. Proses ini mempercepat alur kerja, meminimalkan birokrasi, dan memungkinkan transaksi bisnis yang efisien. Standar PKI dan format dokumen seperti PDF/A menjamin keamanan dan interoperabilitas, sementara klaster Kubernetes memberikan layanan tanpa henti dengan otomatisasi penjadwalan, penskalaan, dan toleransi kesalahan. Implementasi ini dapat menjadi solusi efektif dan aman untuk kebutuhan penandatanganan dokumen digital di dunia bisnis dan komunikasi modern.
PEMANFAATAN LAHAN SEMPIT DENGAN BERTANAM HIDROPONIK SEBAGAI UPAYA PENYEDIAAN SAYURAN BAGI DAWIS “DAHLIA” KARANGPLOSO Sarosa, Moechammad; Wirayoga, Septriandi; Mahfudi, Isa; Setiadi, Chandrasena; Azis, Yunia Mulyani
Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): November
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/dlppm.v6i2.16052

Abstract

Dawis (Dasa Wisma) Dahlia adalah kelompok ibu-ibu rumah tangga di Perum GPA Karangploso Malang yang memiliki hobi berkebun. Tempat tinggal mereka di lingkungan perumahan menjadikan lahan pertaniannya terbatas, sehingga untuk mengembangkan hobinya mereka menyampaikan keluhannya ke pengabdi. Permasalahan ini menjadi tujuan pelaksanaan pengabdian yaitu edukasi bertani di lahan sempit menggunakan sistem hidroponik. Tahapan kegiatan diawali dengan mengenalkan sistem hidroponik, kelebihan dan kekurangan serta mengenalkan jensi-jenis tanaman yang dapat dibudidayakan secara hidroponik. Pelatihan dimulai dengan mengajarkan bagaimana menyiapkan instalasi sistem hidroponik karena keberhasilan budidaya ditentukan oleh kelancaran sirkulasi dan kestabilan kandungan nutrisi air termasuk cara mengukurnya. Beberapa jenis tanaman telah dilatihkan diantaranya budi daya kangkung. Antusiasme terpancar dari aktivitas mereka dalam mengikuti pelatihan dan merawat tanaman. Pendampingan telah dilakukan sejak mulai tanam sampai dengan saat panen. Beberapa kendala mereka temukan diantaranya masalah penyemaian bibit karena diperlukan kesabaran dan ketelatenan. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah pemahaman sistem hidroponik dan cara budidaya sayuran. Karena keterbatasan lahan yang digunakan maka hasil kebun masih terbatas, namun demikian mereka telah memahami keuntungan yang diperoleh dari budidaya hidroponik. Kegiatan ini telah berhasil menuntaskan budi daya kangkung secara hidroponik. Dengan menggunakan lahan seluas kurang lebih 2x3=6 meter persegi, dengan jumlah lubang tanam sekitar 350 lubang maka dalam sekali panen dengan usia tanam sekitar 30 hari telah dihasilkan kangkung sebanyak kurang lebih 200 ikat dengan diameter ikatan 4-5 cm. Kangkung yang ditanam secara hidroponik memiliki kelebihan diantaranya kesegaran lebih tahan lama dan kerenyahan setelah dimasak selain tanaman lebih bersih dibandingkan dengan kangkung yang dibudidaya di tanah. Karena kelebihan-kelebihan tersebut, maka tanaman hidroponik memiliki harga jual lebih tinggi dibandingkan kangkung yang ditanam di tanah atau di aliran sungai. Dengan asumsi harga jual kangkung Rp. 2.500,-  per ikat, maka dengan lahan 6 meter persegi  akan dihasilkan dana Rp. 500.000,- per sekali tanam.
Pengenalan Kualitas Tempe Berbasis YOLOv8 untuk Deteksi Dini Kegagalan Fermentasi Mahfudi, Isa; Kusumawardania, Mila; Moechammad Sarosa, Moechammad; Setiadi, Chandrasena; Riatma, Galih Putra; Soelistianto, Farida Arinie; Muslimah, Nabila Izzatul; Izati, Nadia Yumni
JASIEK (Jurnal Aplikasi Sains, Informasi, Elektronika dan Komputer) Vol. 7 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jasiek.v7i2.16091

Abstract

Tempe is a traditional Indonesian food whose fermentation process is highly influenced by temperature, humidity, and soybean quality. Inadequate environmental conditions can lead to fermentation failure, reducing product quality and causing economic losses. Traditionally, quality assessment of tempe has been carried out manually by artisans, which is subjective and inconsistent. This study aims to develop an automatic tempe quality recognition system based on YOLOv8, implemented on a Raspberry Pi 4B with a Logitech C270 camera, monitoring webserver, and buzzer as an early warning system. The YOLOv8 model was trained to detect two main categories, namely good tempe and failed tempe, through real-time visual analysis. Experimental results show system performance with an average accuracy of 93.1%, precision of 93.5%, recall of 91.2%, and mAP@50 of 94.7%. Confidence score analysis indicates that the model is more certain in detecting failed tempe (0.94–0.95) compared to good tempe (0.80–0.86), due to clearer visual differences.
Rancang bangun jaringan RT/RW dengan teknologi gigabit passive optical network (GPON) berbasis fiber to the home (FTTH) Kusumawardani, Mila; Mahfudi, Isa; Salsabila, Anisa Davina; Darmono, Hendro; Setiadi, Chandrasena; Rahmayanti, Devi
JURNAL ELTEK Vol. 24 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/eltek.v24i1.8739

Abstract

Penggunaan teknologi fiber optic (FO) di Indonesia terus meningkat seiring dengan kebutuhan layanan internet berkecepatan tinggi, stabil, dan andal. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan jaringan RT/RW Net berbasis Gigabit Passive Optical Network (GPON) dengan arsitektur Fiber To The Home (FTTH), serta mengevaluasi kinerjanya berdasarkan parameter redaman optik dan Quality of Service (QoS). Metode yang digunakan adalah eksperimen melalui perancangan topologi jaringan, implementasi perangkat, serta pengujian menggunakan pendekatan power link budget dan analisis QoS. Parameter yang dianalisis meliputi throughput, delay, jitter, dan packet loss dengan mengacu pada standar ITU-T. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai redaman optik berada pada rentang −16.81 dBm hingga −16.36 dBm dan masih memenuhi standar ITU-T G.984. Pengujian QoS menunjukkan performa yang baik dengan throughput sebesar 1.646 Mbps, delay sebesar 26.20 ms, jitter rendah, serta packet loss sebesar 0%. Hasil perbandingan menunjukkan bahwa jaringan berbasis FO memiliki performa lebih baik dibandingkan Ethernet. Dengan demikian, jaringan FTTH berbasis GPON dinilai layak diterapkan pada skala RT/RW Net sebagai solusi penyediaan layanan internet yang efisien dan berkualitas.   ABSTRACT The use of fiber optic (FO) technology in Indonesia continues to increase in line with the growing demand for high-speed, stable, and reliable internet services. This study aims to design and implement an RT/RW network based on Gigabit Passive Optical Network (GPON) with a Fiber To The Home (FTTH) architecture, as well as to evaluate its performance based on optical attenuation and Quality of Service (QoS) parameters. The method used is experimental, involving network topology design, system implementation, and performance testing using the power link budget approach and QoS analysis. The evaluated QoS parameters include throughput, delay, jitter, and packet loss, referring to ITU-T standards. The results show that the optical attenuation ranges from −16.81 dBm to −16.36 dBm, which complies with the ITU-T G.984 standard. QoS testing indicates good performance with a throughput of 1.646 Mbps, delay of 26.20 ms, low jitter, and 0% packet loss. The comparison results show that the fiber optic network outperforms Ethernet, particularly in terms of delay and stability. Therefore, the GPON-based FTTH network is considered feasible for implementation in RT/RW networks as an efficient and high-quality internet service solution.