Abstrak. Perkembangan bahasa pada anak usia dini merupakan fondasi utama dalam membangun kompetensi berpikir, berkomunikasi, dan bersosialisasi. Di lembaga PAUD, keberhasilan stimulasi bahasa sangat ditentukan oleh strategi dan media yang digunakan oleh pendidik. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penggunaan media benda konkret dalam pengembangan kemampuan bahasa anak usia dini. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis studi kasus. Penelitian dilaksanakan di PAUD Plamboyan III Kecamatan Karawang Barat, dengan melibatkan seorang guru dan 14 peserta didik kelompok B sebagai subjek penelitian. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi, yang dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan/verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menggunakan benda konkret yang kontekstual dan mudah dijangkau sebagai media pembelajaran, yang berfungsi tidak hanya sebagai alat bantu visual, tetapi juga sebagai pemicu interaksi verbal dan refleksi makna pada anak. Proses pembelajaran berbasis benda konkret ini menunjukkan indikasi peningkatan kosakata, keberanian berbicara, serta kemampuan anak menyusun kalimat sederhana secara lisan. Implikasi dari penelitian ini memperkuat urgensi penggunaan media konkret sebagai strategi efektif dalam pembelajaran bahasa di PAUD, serta menjadi masukan bagi pengembangan kurikulum dan pelatihan guru. Abstract. Language development in early childhood is the main foundation in building thinking, communication, and social competence. In early childhood education institutions, the success of language stimulation is largely determined by the strategies and media used by educators. This study aims to explore the use of concrete objects in developing early childhood language skills. The approach used was a qualitative case study. The research was conducted at Plamboyan III Early Childhood Education (PAUD) in West Karawang District, involving a teacher and 14 group B students as research subjects. Data collection techniques included observation, in-depth interviews, and documentation studies, which were analyzed using the Miles and Huberman model through the stages of data reduction, data presentation, and drawing/verifying conclusions. The results of the study indicate that the teacher uses contextual and easily accessible concrete objects as learning media, which function not only as visual aids, but also as triggers for verbal interaction and reflection of meaning in children. This concrete object-based learning process shows indications of increased vocabulary, speaking courage, and children's ability to construct simple sentences orally. The implications of this study reinforce the urgency of using concrete media as an effective strategy in language learning in PAUD, as well as providing input for curriculum development and teacher training.