Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENINGKATAN PEMBELAJARAN PADA ANAK USIA DINI MELALUI MEDIA POWERPOINT Rosdiana, Ade; Lestari, Ana; Halimah, Mimin; Sri Sutarti, Ninik; Sutanti, Sutanti; Novianti Yusuf, Rini
Tahsinia Vol 5 No 2 (2024): Mei
Publisher : STIT Rakeyan Santang Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57171/jt.v5i2.245

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya peran teknologi dalam kehidupan anak-anak, maka dibutuhkan suatu keterampilan untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi dalam pelaksanaan pendidikan. Salah satu media pembelajaran yang banyak berkembang pada saat ini yaitu media berbasis komputer. Salah satu contohnya yaitu pembelajaran berbasis powerpoint atau PPT. Dalam bidang pendidikan powerpoint menjadi daya tarik serta berfungsi sebagai alat bantu serta sebagai alat penyalur pesan pendidikan. Maka dari itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pendidikan anak usia dini akan menggunakan media pembelajaran powerpoint interaktif untuk anak usia 4-5 tahun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan bersifat deskriptif. Penelitian ini dilakukan di Paud Nurul Falah Karawang. Subjek dalam penelitian ini adalah murid dan guru. Instrumen yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi perbaikan proses pembelajaran saat penggunaan media PPT interaktif. Guru dapat memanfaatkan powerpoint sebagai sarana pembelajaran digital yang imajinatif dan menarik bagi siswa sehingga dirasakan manfaatnya dalam menimbulkan semangat tinggi siswa mengikuti proses pembelajaran pembelajaran di kelas.
MENINGKATKAN PERILAKU PROSOSIAL TOLERANSI DAN KERJASAMA ANAK USIA 5-6 TAHUN MELALUI ICE BREAKING GAMES Sulaeman, Devi; Novianti Yusuf, Rini; Suryani , Noviyanti
Tahsinia Vol 4 No 1 (2023): April
Publisher : STIT Rakeyan Santang Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57171/jt.v4i1.340

Abstract

Penelitian ini di latar belakangi oleh masih banyak anak usia 5-6 tahun di PAUD Kemuning 17 yang belum mampu menunjukkan perilaku prososial diantaranya belum bisa menghargai pendapat orang lain yang berbeda, diam saja ketika temannya merasa sedih atau kesulitan, belum mampu menunjukkan sikap mau kerjasama. Penelitian ini bertujuan meningkatkan perilaku prososial anak usia 5-6 tahun melalui ice breaking.  Peneliti menggunakan teori ; perilaku prososial anak usia 5-6 tahun, kegiatan ice breaking. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi dilaksanakan di kelompok usia 5-6 tahun di PAUD Kemuning 17 sebanyak 18 peserta didik. Hasil penelitian setelah penerapan ice breaking dalam upaya meningkatkan perilaku prososial pada siklus I terjadi peningkatan pada perilaku prososial anak usia 5-6 tahun dengan persentase 53%. Pada siklus II kenaikan persentase pada perilaku prososial anak usia 5-6 tahun mencapai 76%. Berdasarkan hasil tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa ice breaking games dapat meningkatkan perilaku prososial toleransi dan kerjasama anak usia 5-6 tahun.
MENINGKATKAN MOTORIK HALUS ANAK USIA 5-6 TAHUN MELALUI KEGIATAN ECOPRINT DI PAUD ASSALAFIYAH BANYUSARI Zuhriyah, Zuhriyah; Novianti Yusuf, Rini; Supriatna, Asep
SIBATIK JOURNAL: Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, Dan Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Penerbit Lafadz Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/sibatik.v5i1.3938

Abstract

The low level of fine motor skills of children in group B.2 at PAUD Assalafiyah Banyusari. This situation is evident from their inability to draw and colour, cut according to patterns, lack of creativity, lack of focus, and lack of accuracy in doing assignments so that, their level of fine motor achiement is 30% and is in the category of not yet developed. This study aims to improve the fine motor skills of children in group B.2 at PAUD Assalafiyah Banyusari through ecoprint activities. Classroom action research is the method used in the study, following the Kemmis and McTaggart model which includes two cycles. Each cycle includes the stages of planning, implementation of actions, observation, and reflection. Data were collected through direct observation, documentation of student ctivities, and interviews with teachers. Data were analyzedusing qualitative descriptive analysis. The initial results of the study stated that their fine motor skills were at 30%, but after the action in cycle ll, the skills increased by 50%, then in the cycle ll by 70%. The results of the study showed that ecoprint activitiescan improve children’s fine motor skills, which are characterizedby an increase in children’s abilities in carrying out activities that require hand-eye coordination, controlling hand movements while holding ecoprint equipments, and responding to patterns and shapes. Therefore, this study concluded that ecoprint activities can be an alternative to improve the fine motor skillsof children in group B.2 at PAUD Assalafiyah Banyusari.
Eksplorasi Penggunaan Media Benda Konkret dalam Pengembangan Bahasa Anak Usia Dini Kania, Gina; Al Banna, Hasan; Faisal, Riki; Nurhassanah, Neneng; Novianti Yusuf, Rini
Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud Volume 5, No. 2, Desember 2025, Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud (JRPGP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpgp.v5i2.7910

Abstract

Abstrak. Perkembangan bahasa pada anak usia dini merupakan fondasi utama dalam membangun kompetensi berpikir, berkomunikasi, dan bersosialisasi. Di lembaga PAUD, keberhasilan stimulasi bahasa sangat ditentukan oleh strategi dan media yang digunakan oleh pendidik. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penggunaan media benda konkret dalam pengembangan kemampuan bahasa anak usia dini. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis studi kasus. Penelitian dilaksanakan di PAUD Plamboyan III Kecamatan Karawang Barat, dengan melibatkan seorang guru dan 14 peserta didik kelompok B sebagai subjek penelitian. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi, yang dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan/verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menggunakan benda konkret yang kontekstual dan mudah dijangkau sebagai media pembelajaran, yang berfungsi tidak hanya sebagai alat bantu visual, tetapi juga sebagai pemicu interaksi verbal dan refleksi makna pada anak. Proses pembelajaran berbasis benda konkret ini menunjukkan indikasi peningkatan kosakata, keberanian berbicara, serta kemampuan anak menyusun kalimat sederhana secara lisan. Implikasi dari penelitian ini memperkuat urgensi penggunaan media konkret sebagai strategi efektif dalam pembelajaran bahasa di PAUD, serta menjadi masukan bagi pengembangan kurikulum dan pelatihan guru. Abstract. Language development in early childhood is the main foundation in building thinking, communication, and social competence. In early childhood education institutions, the success of language stimulation is largely determined by the strategies and media used by educators. This study aims to explore the use of concrete objects in developing early childhood language skills. The approach used was a qualitative case study. The research was conducted at Plamboyan III Early Childhood Education (PAUD) in West Karawang District, involving a teacher and 14 group B students as research subjects. Data collection techniques included observation, in-depth interviews, and documentation studies, which were analyzed using the Miles and Huberman model through the stages of data reduction, data presentation, and drawing/verifying conclusions. The results of the study indicate that the teacher uses contextual and easily accessible concrete objects as learning media, which function not only as visual aids, but also as triggers for verbal interaction and reflection of meaning in children. This concrete object-based learning process shows indications of increased vocabulary, speaking courage, and children's ability to construct simple sentences orally. The implications of this study reinforce the urgency of using concrete media as an effective strategy in language learning in PAUD, as well as providing input for curriculum development and teacher training.