Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Functional Food Innovation Based on Fermented Milk Products with Fortification of Various Types of Tea: A Review: Inovasi Pangan Fungsional Berbasis Produk Susu Fermentasi dengan Fortifikasi Berbagai Jenis Teh: Review Fadhlurrohman, Irfan; Susanto, Jodi
JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) Vol. 9 No. 1 (2024): JITIPARI
Publisher : Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/jitipari.v9i1.10221

Abstract

Today's people tend to consume healthy food, for example, functional food. Functional foods from fermented milk products which contain many bioactive compounds include yogurt, kefir, and cheese. The nutritional value of this product can be further increased through fortification of various types of tea. This research aims to summarize results related to the fortification of various types of tea in yogurt, kefir, and cheese products as a functional food innovation based on fermented milk. Based on various research, tea fortification in fermented milk products can increase the functional value of the product. Fortification of green tea, oolong tea, white tea, and black tea as much as 0.5 – 4% has been proven to increase the total phenolic content, antioxidant activity, antimicrobial and LAB growth as well as produce better color, texture, and sensory properties of yogurt. Green tea and black tea fortification of 1 – 4% is also believed to produce kefir with better antimicrobial and antioxidant activity and has a lower calorific value than products without tea fortification. Cheese with green tea or orthodox black tea fortification of 0.1 – 2% or 2 g/kg has been proven to be able to enrich polyphenolic compounds up to 2 times, and the antiradical activity of the cheese is up to 44%, and the antioxidant activity of the cheese is 14% higher than the control. Based on the research that has been carried out, it is believed that the fortification of various types of tea in yogurt, kefir, and cheese products can be an innovation in the development of functional food which can have a better impact on body health.
PERBANDINGAN PENGUKURAN PROTEIN METODE BRADFORD DAN TITRASI FORMOL PADA SUSU SEGAR TERHADAP KADAR PROTEIN, LAMA ANALISIS, DAN BIAYA Susanto, Jodi; Setyawardani, Triana; Widodo, Hermawan Setyo
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Vol. 13 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jitp.v13i1.34582

Abstract

Komposisi yang terkandung pada susu merupakan indikator dalam menilai kualitas susu segar. Pemeriksaan kualitas susu sangat penting karena berbagai alasan yang berkaitan dengan kesehatan masyarakat, kepuasan konsumen, dan keberhasilan komersial produk susu.  Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan metode pengujian protein (Bradford dan Titrasi  formol) pada susu segar terhadap kadar protein, lama analisis, dan biaya. Materi yang digunakan pada penelitian ini adalah sampel susu sapi segar yang diperoleh dari 30 ekor sapi perah. Variabel yang diukur yaitu kadar protein, lama analisis dan biaya yang dibutuhkan untuk setiap metode analisis protein. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif, dan uji T. Nilai kadar protein yang diperoleh dengan metode Bradford berkisar  antara 1,81 - 2,74% dan Titrasi  formol antara 2,2 - 3,7%. Rataan kadar protein dengan metode Bradford 2,23±0,26% dan titrasi  formol 2,96±0,43%. Waktu analisis yang dibutuhkan pada metode Bradford 17 menit dan titrasi  formol  5,15 – 5,6 menit. Rataan waktu dengan metode  Bradford 17±0 menit dan titrasi  formol 5,37±0,12 menit sedangkan biaya yang dibutuhkan pada metode Bradford 2.000,00 Rupiah/sampel dan titrasi  formol 1.164,55-1.170,88 Rupiah/sampel. Rataan biaya yang di butuhkan pada metode Bradford 2.000,00±0 Rupiah/sampel dan Titrasi  formol 1.167,76±1,82 Rupiah/sampel. Hasil Uji T menunjukkan bahwa pengujian kadar protein menggunakan metode Bradford dan titrasi  formol berbeda nyata (P<0,05) terhadap kadar protein, lama analisis dan biaya. Pengukuran kadar protein dengan metode titrasi  formol memberikan hasil yang lebih sensitif terhadap kadar protein susu segar lebih cepat dan biaya analisis lebih murah.
PERBANDINGAN PENGUKURAN PROTEIN METODE BRADFORD DAN TITRASI FORMOL PADA SUSU SEGAR TERHADAP KADAR PROTEIN, LAMA ANALISIS, DAN BIAYA Susanto, Jodi; Setyawardani, Triana; Widodo, Hermawan Setyo
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Vol. 13 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jitp.v13i1.34582

Abstract

Komposisi yang terkandung pada susu merupakan indikator dalam menilai kualitas susu segar. Pemeriksaan kualitas susu sangat penting karena berbagai alasan yang berkaitan dengan kesehatan masyarakat, kepuasan konsumen, dan keberhasilan komersial produk susu.  Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan metode pengujian protein (Bradford dan Titrasi  formol) pada susu segar terhadap kadar protein, lama analisis, dan biaya. Materi yang digunakan pada penelitian ini adalah sampel susu sapi segar yang diperoleh dari 30 ekor sapi perah. Variabel yang diukur yaitu kadar protein, lama analisis dan biaya yang dibutuhkan untuk setiap metode analisis protein. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif, dan uji T. Nilai kadar protein yang diperoleh dengan metode Bradford berkisar  antara 1,81 - 2,74% dan Titrasi  formol antara 2,2 - 3,7%. Rataan kadar protein dengan metode Bradford 2,23±0,26% dan titrasi  formol 2,96±0,43%. Waktu analisis yang dibutuhkan pada metode Bradford 17 menit dan titrasi  formol  5,15 – 5,6 menit. Rataan waktu dengan metode  Bradford 17±0 menit dan titrasi  formol 5,37±0,12 menit sedangkan biaya yang dibutuhkan pada metode Bradford 2.000,00 Rupiah/sampel dan titrasi  formol 1.164,55-1.170,88 Rupiah/sampel. Rataan biaya yang di butuhkan pada metode Bradford 2.000,00±0 Rupiah/sampel dan Titrasi  formol 1.167,76±1,82 Rupiah/sampel. Hasil Uji T menunjukkan bahwa pengujian kadar protein menggunakan metode Bradford dan titrasi  formol berbeda nyata (P<0,05) terhadap kadar protein, lama analisis dan biaya. Pengukuran kadar protein dengan metode titrasi  formol memberikan hasil yang lebih sensitif terhadap kadar protein susu segar lebih cepat dan biaya analisis lebih murah.
KAJIAN METODE TITRASI FORMOL DALAM PENGUKURAN PROTEIN SUSU SEGAR MELALUI VALIDASI METODE ANALISIS (VMA) Widodo, Hermawan Setyo; Susanto, Jodi; Subagyo, Yusuf; Syamsi, Afduha Nurus; Ifani, Merryafinola
ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 4 No 3 (2022): ANGON: Journal of Animal Science and Technology
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.angon.2022.4.3.p303-309

Abstract