Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Journal of Innovation Research and Knowledge

CIRCUIT TRAINING LEBIH BERPENGARUH DARIPADA SKIPPING ROPE TERHADAP PENINGKATAN ENDURANCE PEMAIN BOLA VOLI Dianah Nabilah; Dika Rizki Imania; Ummy A’isyah Nurhayati
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 4: September 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aktivitas fisik berperan penting dalam menjaga kesehatan dan kualiatas hidup. Olahraga, sebagai salah satu bentuk aktivitas fisik yang populer, tidak hanya memberikan manfaat kesehatan tetapi juga meningkatkan keterampilan. Di antara berbagai cabang olahraga, bola voli menonjol sebagai pilihan utama yang memerluakan kombinasi kemampuan fisik dan teknik. Sangat penting bagi seorang pemain bola voli memeiliki  daya tahan atau endurance yang bagus, karena pertandingan berlangsung lama dan memerlukan stamina yang tinggi. Endurance adalah kemampuan tubuh untuk melakukan aktifitas fisik secara efesien dalam waktu lama tanpa kelelahan yang berlebihan, sehingga pemain dapat mempertahankan performa optimal selama pertandingan. Endurance dapat ditingkatkan dengan beberapa metode latihan yang efektif, salah satunya circuit training dan skipping rope. Tujuan: Mengetahui perbedaan pengaruh circuit training dan skipping rope terhadap peningkatan endurance pada pemain bola voli. Metode: Eksperimental dengan rancangan pre and post test two group design, teknik pengambilan sampel menggunakan openepi, sampel berjumlah 24 orang dengan program latihan 3x seminggu salam 4 minggu. Kelompok I diberikan intervensi circuit training dan kelompok II diberikan skipping rope. Alat ukur pada penelitian ini menggunakan beep test. Hasil: Paired sample t-test kelompok I  dan kelompok II  menunjukan adanya pengaruh pada setiap kelompok dan terjadi peningkatan endurance pada pemain bola voli. Kesimpulan: Circuit training lebih berpengaruh daripada skipping rope terhadap peningkatan endurance pada pemain bola voli. Saran: Untuk penelitian selanjutnya agar menggunakan variabel penelitian yang lebih baik.
PERBEDAAN PENGARUH ECCENTRIC EXERCISE DAN MOBILIZATION WITH MOVEMENT (MWM) TERHADAP NYERI DAN KEMAMPUAN FUNGSIONAL SINDROM DE QUERVAIN PADA REMAJA 13-18 TAHUN Nizar Luthfi Ulinnuha; Andry Ariyanto; Dika Rizki Imania
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sindrom De Quervain merupakan kondisi overuse pada pergelangan tangan yang menyebabkan nyeri dan penurunan kemampuan fungsional. Penanganan efektif terhadap sindrom ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup pasien, terutama di kalangan remaja yang aktif secara fisik dan membutuhkan mobilitas tangan dan pergelangan tangan. Intervensi terapi seperti latihan eksentrik dan mobilization with movement (MWM) mampu mengurangi nyeri dan meningkatkan kemampuan fungsional pergelangan tangan. Tujuan: untuk mengetahui perbedaan pengaruh eccentric exercise dan mobilization with movement terhadap penurunan nyeri dan peningkatan kemampuan fungsional pada remaja 13-18 tahun dengan sindrom De Quervain. Penelitian ini merupakan quasi ekperimental dengan rancangan pre and post two group design dengan teknik total sampling. Intervensi dilakukan 2 kali seminggu selama 5 minggu dengan 22 sampel. Hasil penelitian: Hipotesis I menunjukkan nilai p=0.000 (p<0.05), hipotesis II menunjukkan nilai p=0.000 (p<0.05) dengan menggunakan uji paired sample t test menunjukkan bahwa kedua intervensi berpengaruh terhadap nyeri dan kemampuan fungsional pada remaja dengan sindrom De Quervain. Hipotesis III menggunakan independent sample t test adalah p=0.631 pada post VAS dan p=0.751 pada post DASH menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan terhadap penurunan nyeri dan peningkatan kemampuan fungsional pada remaja dengan sindrom De Quervain. Kesimpulan: Tidak ada perbedaan pengaruh antara eccentric exercise dan mobilization with movement terhadap nyeri dan kemampuan fungsional pada remaja dengan sindrom De Quervain.
PERBEDAAN PENGARUH LATIHAN SHUTTLE RUN DAN CIRCUIT TERHADAP PENINGKATAN VO2MAX PADA CLUB BULUTANGKIS Ananda Rafly Fahrizar; Dika Rizki Imania; Muhammad Irfan
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh latihan shuttle run dan circuit training terhadap peningkatan VO2Max pada pemain bulutangkis di sebuah klub. VO2Max merupakan indikator kapasitas kardiorespirasi yang sangat penting dalam menunjang stamina dan performa atlet bulutangkis, mengingat olahraga ini membutuhkan daya tahan dan kelincahan tinggi. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan membagi peserta menjadi dua kelompok: kelompok latihan shuttle run dan kelompok latihan circuit training. Pengukuran VO2Max dilakukan menggunakan Multistage Fitness Test (MFT) sebelum dan sesudah pelatihan. Hasil analisis data menunjukkan bahwa kedua metode latihan secara signifikan meningkatkan VO2Max peserta, namun peningkatan yang lebih optimal terjadi pada kelompok circuit training. Hal ini disebabkan oleh circuit training yang melibatkan beberapa stasiun latihan secara sistematis dan berulang sehingga memberikan adaptasi fisiologis yang lebih luas pada sistem kardiovaskular. Penelitian ini memberikan rekomendasi bahwa penggabungan kedua metode latihan dapat menjadi program latihan efektif untuk meningkatkan daya tahan atlet bulutangkis. Selain itu, penelitian ini turut menguatkan pentingnya latihan terstruktur untuk menunjang prestasi olahraga serta kesehatan fisik
PERBEDAAN PENGARUH BALL ROLL EXERCISE DAN SHORT FOOT EXERCISE TERHADAP PENINGKATAN ARCUS PEDIS PADA SISWA SD NEGERI SEMARANGAN 5 Mahesa Febra Adhitya; Muhammad Irfan; Dika Rizki Imania
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Flat foot merupakan kondisi menurunnya atau hilangnya lengkungan medial kaki (arcus pedis), yang dapat menyebabkan gangguan fungsi postur dan biomekanik. Tujuan Penelitian: Mengetahui perbedaan pengaruh latihan Ball Roll Exercise dan Short Foot Exercise dalam meningkatkan arcus pedis pada siswa dengan flat foot. Metode: Penelitian menggunakan desain quasi-eksperimen dengan pendekatan pre-test dan post-test two group design. Subjek penelitian adalah 24 siswa SD Negeri Semarangan 5 yang mengalami flat foot. Pengukuran dilakukan menggunakan footprint test dan Clarke’s angle sebelum dan sesudah intervensi. Kelompok pertama diberikan Ball Roll Exercise, sedangkan kelompok kedua mendapatkan Short Foot Exercise, masing-masing selama 4 minggu dengan frekuensi 3 kali per minggu. Hasil: Uji hipotesis I dan II menggunakan paired sample t-test menunjukkan bahwa terdapat pengaruh ball roll exercise dan short foot exercise terhadap peningkatan arcus pedis pada siswa SD Negeri Semarangan 5 (P=0,00 P<0,05). Uji hipotesis III menggunakan independent sample t-test menunjukkan bahwa short foot exercise lebih berpengaruh dari ball roll exercise terhadap peningkatan arcus pedis pada siswa SD Negeri Semarangan 5. (P=0,012 P<0,05). Pengukuran menunjukkan bahwa kedua jenis latihan memberikan pengaruh terhadap peningkatan arcus pedis. Namun, terdapat perbedaan tingkat efektivitas antara kedua metode latihan tersebut. Simpulan: short foot exercise lebih berpengaruh dari ball roll exercise terhadap peningkatan arcus pedis pada siswa SD Negeri Semarangan 5. Saran: Penelitian ini diharapkan memberikan referensi bagi fisioterapis dan institusi pendidikan dasar dalam memilih metode latihan yang sesuai untuk menangani kasus flat foot pada anak usia sekolah.
PENGARUH SENAM AEROBIC HIGH IMPACT TERHADAP PENURUNAN LINGKAR PERUT PADA PEREMPUAN DEWASA DENGAN OBESITAS SENTRAL Nikmatul Khusna; Dika Rizki Imania
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 8 (2026): Januari 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya kasus obesitas sentral pada ibu-ibu PKK Tegalrandu, yang sebagian besar memiliki lingkar perut melebihi batas normal akibat kurangnya aktivitas fisik. Kondisi ini berisiko menimbulkan penyakit metabolik seperti diabetes dan hipertensi. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh senam aerobik high impact terhadap penurunan lingkar perut pada perempuan dewasa dengan obesitas sentral. Metode penelitian menggunakan desain quasi-eksperimental dengan pre-test dan post-test pada 40 responden, terdiri dari 20 kelompok intervensi dan 20 kelompok kontrol. Kelompok intervensi mengikuti senam aerobik high impact selama 1 minggu sebanyak 5 sesi, sementara kelompok kontrol tidak diberikan perlakuan. Lingkar perut diukur menggunakan pita ukur fleksibel pada titik standar antropometri. Hasil menunjukkan rata-rata penurunan lingkar perut sebesar 1,485 cm pada kelompok intervensi (p = 0,001), sedangkan kelompok kontrol hanya 0,020 cm (p = 0,408). Perbandingan kedua kelompok menunjukkan perbedaan signifikan (p = 0,013). Kesimpulannya, senam aerobik high impact efektif menurunkan lingkar perut dan dapat menjadi intervensi non-farmakologis dalam penanganan obesitas sentral.