Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Analisis Angka Lempeng Total Mikroba Pada Ikan Asin Di Kepulauan Ayau, Papua Barat Puspitasari, Asthervina Widyastami; Ruzuqi, Rezza; Ernawati, Ernawati; Sukmawati, Sukmawati; Badaruddin, M. Iksan; Amri, Irman; Hetharia, Charliany; Latifah, Latifah; Manurung, Melani; Tabalessy, Roger R.; Kamaruddin, Mustamir; Abadi, Agung Setia
JURNAL LEMURU Vol 4 No 3 (2022): JURNAL LEMURU: Jurnal Ilmu Perikanan dan Kelautan Indonesia
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Perikanan|Fakultas Pertanian|Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/lemuru.v4i3.2238

Abstract

Masyarakat Kepulauan, utamanya di pulau terluar Indonesia pada umumnya membuat Ikan asin sebagai salah satu bentuk pengawetan makanan. Ikan sebagai salah satu sumber protein hewani, ikan asin banyak cukup banyak diminati oleh masyarakat. Ketersediaan ikan asin dapat ditemui di pasar tradisional maupun pasar modern. Oleh karena itu perlu kajian yang merata diseluruh wilayah mengenai keamanan pangan khususnya pada ikan asin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya cemaran mikroba pada ikan asin kakap yang ada di Kepulauan Ayau, Papua Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, dengan menggambarkan jumlah koloni mikroba terhadap setiap sampel. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa Sembilan sampel mulai dari sampel A sampai dengan sampel I menunjukkan bahwa jumlah angka lempeng total bakteri pada ikan asin tidak melewati batas maksimum sesuai yang ditetapkan oleh badan standar nasional Indonesia, sehingga jika ditinjau dari uji ALT maka layak untuk dikonsumsi.
ANALISIS PERBANDINGAN HASIL TANGKAPAN IKAN CAKALANG (Katsuwonus pelamis) SEBELUM DAN SAAT MASA PANDEMIC COVID-19 DI KABUPATEN SORONG: Studi Kasus Di PT. Radios Apirja Sorong Naa, Yosua; Dwi Indah Widaya Yanti; Payung, Clara; Masengi, Melisa; Tabalessy, Roger R.
INTEGRATED OF FISHERIES SCIENCE Vol 2 No 1 (2023): JANUARI-JUNI
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian, Universitas Kristen Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56942/ifs.v2i1.189

Abstract

Pole and line in the waters of Sorong have contributed significantly to the level of fishery production in West Papua. Based on data from the related service, the production of catches is quite large and there is an increase from year to year. Catching fish using pole and line fishing gear by looking for schools of surface fish that cluster in large enough numbers. The purpose of this study was to determine the comparison of catches before and during the covid 19 pandemic to the catches of Pole and Line vessels at PT. Radios Apirja Sorong and to find out the impact of Pole and Line crew income before and during the covid-19 pandemic The average catch of pole and line vessels at PT. Radios Apirja Sorong before the COVID-19 pandemic (2019) was 77.57 tons per month while the average catch during COVID-19 (2020) was 69.78 tons per month, so the average pole and line boat catch before COVID -19 can be said to be still good, but during the COVID-19 pandemic the average catch decreased (minus) by 7.79 tons per month.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PESISIR MELALUI INOVASI SOLAR-BASED LIGHTING SYSTEM PADA ALAT TRANSPORTASI LAUT MASYARAKAT DI PULAU DUM, DISTRIK SORONG KEPULAUAN Dayera, Disabella; Tabalessy, Roger R.; imisela, Yanti MarlinaT
J-DEPACE (Journal of Dedication to Papua Community) Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 8, No 2 (2025): Desember
Publisher : Universitas Victory Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34124/jpkm.v8i2.223

Abstract

Minimnya penerangan transportasi laut di Pulau Dum di Kota Sorong, Distrik Sorong Kepulauan. menimbulkan bahaya penyeberangan laut di malam hari yang membahayakan keselamatan dan kinerja operasional masyarakat pesisir yang mengoperasikan perahu motor pada malam hari. Artikel ini mengkaji bagaimana sistem penerangan bertenaga surya berfungsi sebagai solusi lengkap untuk mengatasi keterbatasan listrik di transportasi laut. Program pemberdayaan ini menggunakan pendekatan Community-Based Participatory Research (CBPR) dan Sustainable Livelihood Approach (SLA) untuk melibatkan penduduk lokal di seluruh tahapan inisiatif mulai dari penilaian kebutuhan dan pelatihan hingga penerapan teknologi. Kombinasi pelatihan literasi teknologi dan lokakarya pemasangan panel surya menghasilkan pemahaman dan kemandirian yang lebih baik di kalangan operator transportasi laut dalam menggunakan sumber energi terbarukan, berdasarkan bukti statistik yang menunjukkan peningkatan pengetahuan tentang sistem energi baru dan terbarukan. Inovasi ini memberikan dua manfaat utama dengan menjadikan perjalanan malam hari lebih aman melalui penerangan yang lebih baik dan navigasi rute yang lebih sederhana sekaligus meningkatkan pertumbuhan ekonomi lokal dan memungkinkan replikasi di wilayah pesisir yang berdekatan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa program transfer teknologi terbarukan yang berbasis pada masyarakat menciptakan kondisi kehidupan yang lebih baik sekaligus membangun kekuatan ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat pesisir.