Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Innovative: Journal Of Social Science Research

Pengetahuan Ibu Tentang Penyakit Ispa Pada Balita Di Puskesmas Wire Mother’s Knowledge About Acute Respiratory Infections In Toddlers At Wire Community Health Center Berfilda, Valda Klisa; Sumiatin, Titik; Su’udi, Su’udi; Tri Ningsih, Wahyu
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 4 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i4.14147

Abstract

Penyakit terbanyak diderita balita ialah Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA). World Lung Fondation menjabarkan ISPA sebagai faktor pertama yang menyebabkan kesakitan dan kematian yang diakibatkan penyakit menular secara global. Penyakit Saluran Pernafasan Akut (ISPA) pada balita hingga saat ini terus-menerus meningkat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu tentang penyakit ISPA pada balita. Desain pada penelitian ini adalah deskriptif, Populasi penelitian adalah seluruh ibu balita yang memeriksakan anaknya ke Puskesmas Wire berjumlah 100 orang. Besar sampel 80 orang menggunakan teknik Purposive Sampling. Instrumen penelitian berupa lembar kuesioner. Hasil Penelitian didapatkan hampir seluruh ibu balita (93%) pengetahuan tentang penyakit ISPA pada balita di Puskesmas Wire dalam tingkatan pengetahuan baik. Apabila ibu balita dapat berperan aktif dalam mencari informasi tentang penyakit ISPA guna menambah informasi mengenai penyakit ISPA maka dapat mencegah terjadinya penyakit ISPA. Ibu balita dapat meningkatkan pengetahuannya dengan mengikuti program promosi kesehatan yang diadakan oleh pihak Puskesmas.
Pengetahuan Remaja Putri tentang Dampak Pernikahan Dini di SMA Negeri 1 Rengel Vega, Afina Dela; Su’udi, Su’udi; Sumiatin, Titik; Wahyurianto, Yasin
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 4 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i4.14441

Abstract

Menurut BKKBN batas usia menikah untuk perempuan yaitu berusia 21 tahun dan laki-laki berusia 25 tahun. Faktanya di Indonesia masih terdapat warga yang melakukan pernikahan dibawah umur yang telah di tentukan oleh Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengetahuan remaja putri tentang dampak pernikahan dini di SMA Negeri 1 Rengel. Desain penelitian ini adalah deskriptif, Populasi penelitian adalah seluruh Siswi di SMA Negeri 1 Rengel yang berjumlah 507 siswi. Besar sampel penelitian adalah 224 siswi, penelitian ini menggunakan teknik Quota Sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner google formulir. Hasil Penelitian didapatkan Hampir Seluruh remaja putri (87%) pengetahuan tentang dampak pernikahan dini di SMA Negeri 1 Rengel dalam tingkatan pengetahuan baik. Apabila siswi banyak belajar dan memperoleh pengetahuan yang baik dan benar terutama tentang pernikahan dini, maka siswi dapat memilih informasi yang tepat, memahami dan mengerti tentang dampak pernikahan dini pada remaja.
Pengetahuan Ibu Batita tentang Imunisasi Hepatitis B pada Bayi Baru Lahir di Wilayah Kerja Puskesmas Bangilan Dwi Syahrani, Aulia; Yunariyah, Binti; Jannah, Roudlotul; Su’udi, Su’udi
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 4 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i4.14573

Abstract

Data Kementerian Tahun 2020 periode Januari - Juni , cakupan imunisasi Hepatitis B untuk anak baru lahir (HB-0) baru 40 persen, yang seharusnya cakupan imunisasi hepatitis B pada bayi baru lahir harus mencapai 80 - 90 persen. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan pengetahuan ibu batita tentang imunisasi Hepatitis B di wilayah kerja Puskesmas Bangilan. Desain penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu batita di Puskesmas Bangilan yang berjumlah 101 orang, dengan besar sample 81 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah Purposive Sampling. Variabel penelitian yaitu pengetahuan ibu batita tentang imunisasi Hepatitis B pada bayi baru lahir. Cara pengambilan data dengan lembar kuesioner. Hasil penelitian didapatkan sebagian besar Ibu Batita (60%) berusia 20-30 tahun, hampir setengah ibu batita (37%) berpendidikan SMA, hampir seluruh ibu batita (79%) tidak bekerja, sebagian besar ibu batita (51%) adalah primipara, dan sebagian besar ibu batita (53%) berpengetahuan cukup tentang imunisasi Hepatitis B. Pentingnya sosialisasi terkait imunisasi pada ibu batita untuk meningkatkan pengetahuan tentang imunisasi Hepatitis B pada bayi baru lahir. Ibu Batita juga dapat menambah informasinya dari sumber lainnya di luar dari pendidikan formal yaitu dengan jalur informal seperti melalui media elektronik (televisi, radio, internet), membaca koran atau majalah.
Pengetahuan Tentang Kesehatan Gigi Dan Mulut Siswa DI SDN Sumurgung II Prayoga, Adi; Sumiatin, Titik; Su’udi, Su’udi; Wahyurianto, Yasin
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 5 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i5.15922

Abstract

Masalah gigi berlubang adalah masalah yang sering diungkapkan oleh anak-anak dan dewasa karena dapat membawa dampak buruk seperti rasa sakit, gangguan makan, serta risiko rawat inap dan biaya pengobatan yang mahal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengetahuan siswa SDN Sumurgung II tentang kesehatan gigi dan mulut dengan menggunakan desain penelitian deskriptif. Populasi penelitian meliputi seluruh siswa kelas 3, 4, dan 5 di SDN Sumurgung II dengan sampel sebanyak 81 siswa yang dipilih secara acak. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar siswa memiliki pengetahuan baik tentang kesehatan gigi dan mulut, terutama siswa perempuan pada usia 12 tahun. Namun, pengetahuan saja tidak cukup, perilaku menjaga kesehatan gigi dan mulut juga memiliki peran penting, seperti memilih makanan yang sehat, rutin menyikat gigi 3 kali sehari. Sebagai upaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan gigi dan mulut, sebaiknya sekolah melaksanakan penyuluhan kesehatan gigi dan mulut minimal 6 bulan sekali dengan melibatkan tenaga kesehatan dari puskesmas.