Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pelatihan Blendend Learning Bagi Guru-Guru SMK Negeri Luyo Kabupaten Polewali Mandar Djuanda, Djuanda; Pramono, Ashar; Aminuddi, Aminuddi; Z., Muhsin; M., Asia
Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat SEMINAR NASIONAL 2023:PROSIDING EDISI 11
Publisher : Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak – Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) yang dilakukan Di SMK Negeri Luyo Kabupaten Polewali Mandar adalah pelatihan pengajaran metode blended learning menggunakan aplikasi Google Classroom dan Google Meet. Akibat pandemi COVID-19, para guru harus mengasah kembali keahlian teknologi karena siswa harus belajar secara jarak jauh. Tidak semua guru dapat menggunakan Google Classroom dan Google Meet dengan baik. Untuk menyelesaikan masalah ini, kegiatan pengabdian ini menawarkan pelatihan penggunaan aplikasi Google Classroom dan Google Meet sebagai sarana pembelajaran jarak jauh. Hasil kegiatan ini memberikan manfaat yang besar bagi para guru dalam pemanfaatan aplikasi Google Classroom dan Google Meet untuk membantu proses pembelajaran jarak jauh.Kata kunci: Blended learning, Google Classroom, Google Meet, pelatihan 
Tindak Tutur Asertif Pada Interaksi Jual Beli Di Pasar Tradisional Jonggoa Kabupaten Takalar Ratnasari, Desi; Amir, Johar; M., Asia
SOCIETIES: Journal of Social Sciences and Humanities Vol 3, No 2 (2023): SOCIETIES: Journal of Social Sciences and Humanities
Publisher : SOCIETIES: Journal of Social Sciences and Humanities

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/societies.v3i2.59081

Abstract

Abstract. The purpose of this study is to describe the form of speech acts and assertive speech act strategies in buying and selling interactions in the Jonggoa traditional market, Takalar district. This research is based on the theory discussed by Searle (In Leech, 1993). This type of research is qualitative descriptive research. The method used is the collection of research data is recording, see freely involved competent, and recording. Data analysis in this study begins with describing the data in the form of recorded conversation data in the field, the next process is identifying the data, and reducing words. The validity of the data was obtained from the triangulation process  using  the  technique  of  triangulation  of  data sources, observers and theories. The results of this study indicate that speech in the interaction of sellers and buyers acquires six forms of assertive speech acts, namely telling, suggesting, declaring, boasting, complaining, and demonstrating and There are four functions of speech acts, namely competitive, agreeable, cooperative, contradictory. Keywords: Assertive, Forms of Speech Acts,
Alih Kode dan Campur Kode dalam Acara CCM (Carita Campuruk Makkalak) di TVRI Risnawati, Risnawati; M., Asia; Nurhusna, Nurhusna
Indonesian Journal of Social and Educational Studies Vol 4, No 1 (2023): Indonesian Journal of Social and Educational Studies
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/ijses.v4i1.65683

Abstract

Abstract. The purpose of this study was to describe (a) the form of code-switching and code-mixing in Makassar and Indonesian in the CCM program (carita campuruk makkalak) on TVRI (b) the function of code-switching and code-mixing in Makassar and Indonesian in the CCM program (carita campuruk makkalak) on TVRI from a review of Abdul Chaer's sociolinguistic theory. This research is qualitative research. Data collection techniques in research are observation techniques, note-taking techniques, and documentation techniques. Data analysis in this study includes data reduction, data presentation, and conclusion. The study results show that code-switching in the CCM program (Carita campuruk makkalak) on TVRI includes three forms of language switching. namely the form (1) occurs between sentences (2) occurs intra-sentence and (3) code switching occurs in tags. Forms of code mixing in conversations on CCM (carita campuruk makkalak) on TVRI (1) insertion into tangible elements of words (2) insertion of tangible elements of phrases (3) insertion of tangible elements of clauses. The function of code-switching is (1) to adjust to the interlocutor, (2) to Create an atmosphere of humor, and (3) To clarify speech. Code mixing function (1) To convey information (2) Respect the speech partner (3) To clarify speech. Keywords: code-switching, code mixing, Makassar language, CCM (Carita campuruk  makkalak).
Tradisi Tammu Taung Gaukang Karaeng Galesong dalam Masyarakat Makassar di Takalar (Analisis Semiotika Charles Sanders Pierce) Citrawati, Nur; M., Asia; Fitri, Sakinah
Indonesian Journal of Social and Educational Studies Vol 4, No 1 (2023): Indonesian Journal of Social and Educational Studies
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/ijses.v4i1.65684

Abstract

Abstract.This study aims to describe the icons, indexes, and symbols in the equipment used in the traditional rituals of Tammu Taung Gaukang Karaeng Galesong using Charles Sanders Pierce's semiotic theory to analyze.  This type of research is field research (Field Research) and is qualitative. The methods used in collecting this research data are observation, interviews, and documentation. The results of the analysis in this study showed icons of (1) native chickens, (2) rakik-rakik, (3) songkolok, (4) tumpi-tumpi, (5) curves of kalomping. Index (1) White Glass, (2) drum/drum sound, (3) offering, (4) pakrappo, (5) paddupang. Symbols (1) rice, (2) coconut (3) banana leaves (4) white cloth, (5) candles, (6) brown sugar, (7) bananas, (8) buffalo, (9)  traditional clothing, (10) kaddo minnyak, (11) brown rice and  white rice , (12 ) black songkolok and white songkolok, (13) pababbasak (14) areca nut, (15) betel, (16) roast chicken (17) egg, (18)  pallubasa chicken and fried chicken,  (19) satay, (20) grilled fish  and  fried fish, (21) umba-umba, (22) rarongke , (23)  Layer cake, (24) Kanrejawa Picuru (25) Tuak (26) coconut water.  In general, the marks in the equipment used in the traditional rituals of Tammu Taung Gaukang Karaeng Galesong in Makassar society symbolize hope and prayer that Always get protection and prosperity of life as well as a form of respect.Keywords: Tradition, Makassar Society, Tammu Taung Gaukang Karaeng Galesong, Charles Sanders Pierce Semiotics.
PELATIHAN STRATEGI INOVATIF PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA YANG BAIK DAN BENAR DI SDN MELAYU MUHAMMADIYAH MAKASSAR M., Asia; Tuflih, Muhammad Alfian; S, Fahira Raihani Ananda; Putri, Nur Azkiah Hady; Wardana, Junaedi
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 02 (2025): APRIL 2025
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelatihan penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar di SDN Melayu Muhammadiyah Makassar bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berbahasa siswa sejak dini. Kegiatan ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pelatihan berlangsung selama dua hari dengan pendekatan yang interaktif dan kreatif, melalui diskusi, latihan soal, dan permainan edukatif. Fokus kegiatan adalah peningkatan kemampuan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis sesuai kaidah Bahasa Indonesia. Hasil pelatihan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terhadap penggunaan tata bahasa yang benar, pelafalan yang tepat, serta kemampuan menyusun kalimat secara efektif. Selain itu, kepercayaan diri siswa dalam berbicara di depan umum juga mengalami peningkatan. Antusiasme tinggi dari siswa dan dukungan penuh dari pihak sekolah turut berkontribusi pada kelancaran kegiatan. Kegiatan ini tidak hanya memberikan dampak pada peningkatan literasi siswa, tetapi juga memperkuat peran Program Studi Sastra Indonesia dalam pengabdian masyarakat. Kesimpulannya, pelatihan ini efektif dalam menumbuhkan kesadaran siswa akan pentingnya berbahasa secara baik dan benar, serta layak untuk dikembangkan secara berkelanjutan di lingkungan sekolah dasar.