Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PENINGKATAN KESADARAN KESEHATAN MENTAL IBU MELALUI PENYULUHAN DAN SKRINING KOMUNITAS PADA PERINGATAN HARI IBU Hestiani K, Dewi; Nur, Rezeki; Karim, Kasmawati
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 01 (2026): FEBRUARI 2026
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan mental ibu masih sering terabaikan meskipun memiliki peran penting dalam kesejahteraan keluarga. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesadaran kesehatan mental ibu melalui penyuluhan dan skrining berbasis komunitas pada peringatan Hari Ibu. Kegiatan dilaksanakan pada 22 Desember 2025 di Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, dengan melibatkan 47 peserta. Metode yang digunakan meliputi registrasi, skrining kesehatan mental menggunakan Self Reporting Questionnaire (SRQ-20), pemeriksaan kesehatan dasar (tekanan darah, IMT, gula darah, asam urat, dan kolesterol), penyuluhan interaktif, serta evaluasi. Hasil skrining menunjukkan 17,0% peserta memiliki indikasi gangguan mental emosional (skor ≥6). Pemeriksaan kesehatan juga menemukan 38,3% peserta mengalami hipertensi dan 48,9% berada pada kategori overweight/obesitas. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan integratif berbasis komunitas efektif meningkatkan kesadaran serta mendukung deteksi dini masalah kesehatan mental dan fisik pada ibu.
IBU BAHAGIA, ANAK BERKEMBANG OPTIMAL: INTEGRASI SKRINING KESEHATAN, SENAM BERSAMA, DAN EDUKASI PADA MOMENTUM HARI IBU Nur, Rezeki; Hestiani K, Dewi; Karim, Kasmawati
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 01 (2026): FEBRUARI 2026
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan ibu merupakan fondasi penting dalam mendukung tumbuh kembang anak yang optimal. Namun, faktor risiko penyakit tidak menular pada perempuan dewasa masih cukup tinggi dan sering kali tidak terdeteksi secara dini di tingkat komunitas. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesadaran kesehatan ibu melalui pendekatan terpadu berupa skrining kesehatan umum, senam sehat bersama, dan penyuluhan bertema “Ibu Bahagia Mendukung Tumbuh Kembang Anak” pada momentum Peringatan Hari Ibu. Kegiatan dilaksanakan pada 22 Desember 2025 di Lapangan Futsal Maesa Arena Garkindo, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, dengan melibatkan 47 peserta. Metode pelaksanaan meliputi registrasi, pemeriksaan tekanan darah, Indeks Massa Tubuh (IMT), gula darah sewaktu, asam urat, dan kolesterol; dilanjutkan dengan senam sehat selama ±30 menit serta penyuluhan interaktif mengenai hubungan kesehatan ibu dan kualitas pengasuhan. Hasil skrining menunjukkan 38,3% peserta mengalami hipertensi, 48,9% berada dalam kategori overweight/obesitas, 27,7% memiliki kadar gula darah tinggi, 36,2% kadar asam urat tinggi, dan 40,4% kadar kolesterol tinggi. Partisipasi aktif peserta dalam sesi senam dan diskusi menunjukkan peningkatan kesadaran mengenai pentingnya menjaga kesehatan fisik dan kesejahteraan emosional sebagai investasi bagi perkembangan anak. Integrasi skrining, aktivitas fisik, dan edukasi dalam satu kegiatan komunitas terbukti efektif sebagai strategi promotif dan preventif yang kontekstual serta berpotensi direplikasi pada program pemberdayaan kesehatan ibu di tingkat lokal.
INTEGRASI NILAI BUDAYA DALAM KEPERAWATAN IBU DAN ANAK : SYSTEMATIC REVIEW PERSPEKTIF LEININGER Nur, Rezeki; Hestiani K, Dewi; Najamuddin, Nur Isriani
Bina Generasi : Jurnal Kesehatan Vol 17 No 2 (2026): Bina Generasi : Jurnal Kesehatan
Publisher : LPPM STIKES BINA GENERASI POLEWALI MANDAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35907/bgjk.v17i2.538

Abstract

Background: The effectiveness of maternal and child nursing care is influenced not only by clinical interventions but also by the integration of patients’ cultural values into the care process. In multicultural contexts, cultural mismatches between healthcare providers and families may reduce service utilization, therapeutic communication quality, and adherence to care plans. A comprehensive theoretical framework is required to systematically analyze cultural integration in maternal and child nursing practice. Objective: This study aimed to synthesize empirical evidence on the integration of cultural values in maternal and child nursing care using the Transcultural Nursing perspective of Leininger and to map the findings into the components of the Sunrise Model. Method: This study employed a systematic review with a narrative synthesis approach following the PRISMA 2020 guidelines. Literature was identified through structured database searches using keywords related to transcultural nursing, cultural competence, maternal nursing, and child nursing. Empirical studies focusing on cultural integration in maternal and child nursing and available in full text were included. Data were extracted using a structured form and analyzed by mapping findings into the domains of the Sunrise Model and the three modes of action: cultural preservation, accommodation, and repatterning. Results: Eight empirical studies met the inclusion criteria. The synthesis revealed that cultural integration predominantly occurs within the domains of education, social-kinship structure, and healthcare systems. Cultural accommodation emerged as the most frequently applied mode of action, particularly in negotiating clinical standards with patients’ cultural values. Cultural preservation was relevant when religious and family practices did not compromise safety, while cultural repatterning was required in situations involving value conflicts or communication barriers. Organizational support and culturally competent education were identified as critical factors enabling culturally congruent care. Conclusion: The integration of cultural values in maternal and child nursing is a multidimensional process involving individual competence, family dynamics, and organizational structures. Leininger’s Sunrise Model provides a comprehensive analytical framework to guide culturally sensitive nursing practice in multicultural settings.