Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Herbal Compress Ball dalam Menurunkan Nyeri Gout Arthritis: Herbal Compress Ball to Reduce Gout Arthritis Pain Tasnim Tasnim; Nirva Rantesigi; Ulfa Sufyaningsi; Putri Pratiwi
Madago Nursing Journal Vol. 1 No. 2 (2020)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (580.649 KB) | DOI: 10.33860/mnj.v1i2.266

Abstract

Pendahuluan: Gout Athitis merupakan penyakit metabolic yang di sebabkan oleh kelebihan kadar senyawa urat di dalam tubuh, baik karna produksi berlebih, eliminasi yang jarang, atau peningkatan asupan purin. Salah satu terapi non-farmakologis untuk menurunkan skala nyeri otot adalah dengan terapi Herbal Compress Ball yang efeknya berasal dari konduksi panas yang dapatmeningkatkan aliran darah regional ke daerah nyeri, efek analgesik berasal dari bahan-bahan herbal dan minyak asiri aromaterapi memberi efek relaksasi.Tujuan:Dapat mengidentifikasi pengaruh Herbal Compress Ball dalam menurunkan nyeri GoutArthritis. Metode Penelusuran: basis data yang digunakan dalam studi literatur yaitu Publish Or Perish, Google Scholar, dan Google.Hasil jurnal: Herbal Compress ball lebih efektif daripada terapi standar yang direkomendasikan pada pasien dengan masalah muskuloskelektal pengobatan dengan herbal compress ball dapat mengurangi tingkat rasa nyeri serta dapat meningkatkan kualitas hidup. Ini dapat dianggap sebagai opsi alternatif untuk memperbaiki gejala kondisi ini terutama ketika efek samping dari perawatan lain seperti NSAID. Kesimpulan: Setelah dilakukan review dari beberapa jurnal didapatkan bahwa herbal compress ball dapat menggurangi nyeri muskuloskletal dan mebuat relaksasi.Saran: diharapkan hasil penelitian ini bisa menambah pengetahuan dan wawasan peneliti selanjutnya tentang intervensi keperawatan yang dapat mengurangi nyeri pada gout arthritis.
Penerapan Relaksasi Otot Progresif terhadap Ansietas pada Asuhan Keperawatan Pasien Diabetes Melitus: Implementation of Progressive Muscle Relaxation Against Ansietas in Nursing Care for Diabetes Mellitus Patients Dafrosia Darmi Manggasa; Ni Made Ridla Nilasanti Parwata; Nirva Rantesigi; Ulfa Sufyaningsi
Madago Nursing Journal Vol. 1 No. 2 (2020)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.548 KB) | DOI: 10.33860/mnj.v1i2.267

Abstract

Pendahuluan: Diabetes Mellitus (DM) diartikan sebagai penyakit metabolisme yang termasuk dalam kelompok gula darah yang melebihi batas normal atau hiperglikemia (lebih dari 120 mg/dl), karena itu DM sering disebut juga dengan penyakit gula. Penyakit diabetes melitus adalah masalah kesehatan yang besar. Hal ini dikarenakan adanya peningkatan jumlah penderita diabetes dari tahun ke tahun. Berdasarkan faktor resiko DM terbagi menjadi 2 tipe yaitu: tipe I dan tipe II. Individu yang menderita DM tipe I memerlukan suplai insulin dari luar (eksogen insulin). sedangkan individu dengan DM tipe II resisten terhadap insulin. Tujuan: Untuk mengetahui penerapan relaksasi otot progresif terhadap tingkat ansietas pada asuhan keperawatan dengan kasus diabetes melitus di ruangan interna RSUD Poso. Metode Penelitian: Yaitu dengan menggunakan metode pemberian tindakan Relaksasi Otot Progresif Terhadap Tingkat Ansietas Pada Asuhan Keperawatan Dengan Kasus Diabetes Melitus. Hasil Penelitian: Setelah dilakukan implementasi selama 4 hari 2 kali penerapan relaksasi otot progresif, tingkat ansietas pasien tampak berkurang. Setelah dilakukan tindakan Relaksasi Otot Progresif selama 4 hari diharapkan tingkat ansietas pasien dapat berkurang dengan kriteria: tingkat ansietas hanya ringan, dan selalu menunjukkan pengendalian diri terhadap ansietas. Saran: diharapkan perawat yang ada di rumah sakit dapat memberikan penerapan relaksasi otot progresif secara optimal kepada pasien yang mengalami ansietas pada kasus diabetes melitus.
Pemberian Terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) bagi Pasien Terkonfirmasi Covid-19: Provision of Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) Therapy for Covid-19 Convirmed Patients Nirva Rantesigi; Agusrianto Agusrianto; Supriadi Supriadi; Ulfa Sufyaningsih
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): April-Juni
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/pjpm.v4i2.1655

Abstract

The covid-19 pandemic can have an impact on both physical and psychological problems for every individual, especially those who have to experience isolation/ quarantine. The forms of distress that arise due to COVID-19 inclide: sleep problems, fear of viruses, difficulty focusing, anxiety, and depression. Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) is one technique that has been proven effective in dealing with anxiety and increasing motivation. The purpose of this activity is to increase knowledge, reduce anxiety, and reduce stress for confirmed Covid-19 patients. This community service was carried out in the Gebang Rejo Village by using video as a medium.This education related of the impact or danger of anxiety was attended by 24 participants, consisting of 20 women and 4 men. The community was very enthustiastic in listening to the educational materials. After providing education, then continued with the provision of SEFT therapy. From the results of the evaluation of the level of anxiety after community service, it was found that there was a decrease in the number of severe anxiety from 20,8% to 2,4%, moderate anxiety from 37,5%  to 20,8% and an increase in mild anxiety from 41,6% to 75%. The conclusion is that giving SEFT therapy can reduce anxiety levels inconvirmed covid-19 patients.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT TERHADAP BENCANA BANJIR DI DESA BETALEMBA KABUPATEN POSO Ulfa Sufyaningsi; Najamuddin, Nur Isriani; Hestiani K, Dewi; Rantesigi, Nirva
Bina Generasi : Jurnal Kesehatan Vol 16 No 1 (2024): Bina Generasi : Jurnal Kesehatan
Publisher : LPPM STIKES BINA GENERASI POLEWALI MANDAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35907/bgjk.v16i1.365

Abstract

Background: Flooding is one of the natural disasters occurring in many cities worldwide and has significant impacts on physical and psychological health, as well as property damage and loss. Community preparedness in facing flood disasters is essential to mitigate these impacts. Objective: To examine the relationship between knowledge and community preparedness attitudes toward flood disasters in Betalemba Village, Poso Regency. Research Method: This study employs a quantitative research design with a cross-sectional approach. Purposive sampling was used to recruit 91 community members from Betalemba Village in Poso Regency, Central Sulawesi Province, Indonesia. Data were collected using the Community Knowledge of Flood Disasters Questionnaire and the Community Preparedness Attitudes Toward Flood Disasters Questionnaire. Fisher’s Exact test was used to examine the relationship between variables. Results: There is a significant relationship between community knowledge and community preparedness attitudes toward flood disasters (p = 0.023 < 0.05). Conclusion: Knowledge is related to community preparedness attitudes toward flood disasters in Betalemba Village, Poso Regency. Suggestion: This study recommends implementing activities to enhance community preparedness attitudes in facing flood disasters, such as introducing flood disaster knowledge and participating in disaster preparedness training.
Peran Ayah Terhadap Kematangan Emosi Mahasiswa STIKES Husada Mandiri Poso SUFYANINGSI, ULFA
Journal of Health Education and Literacy Vol 7 No 1 (2024): Journal of Health, Education and Literacy (J-Healt)
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/j-healt.v7i1.4160

Abstract

Emotional maturity is an important factor for prospective nursing students in dealing with pressure and situations that demand empathy for patients. This study aims to determine the relationship between father's role and emotional maturity of prospective nursing students at STIKES Husada Mandiri Poso. This study used an analytic design with a cross-sectional approach. The study sample amounted to 51 students selected using proportional random sampling technique. Data were collected through questionnaires measuring father's role and emotional maturity, and the data were analyzed using the Pearson correlation test. The results showed that there was a significant relationship between father's role and emotional maturity of prospective nursing students, with a correlation value of 0.437 (p < 0.05). This shows that the higher the father's role in supporting his child, the higher the level of emotional maturity of the student. In conclusion, the role of fathers has a positive influence on the emotional maturity of prospective nursing students, which in turn can improve the quality of care provided to patients. This study recommends the importance of increasing father's involvement in supporting students' emotional development.
Pemberdayaan Pendidikan Melalui Pembentukan Rumah Belajar untuk Anak Pesisir: Program Penguatan Literasi Dasar dan Numerasi di Kec.Tallo Kota Makassar Ulfa Sufyaningsi; Ratih Ratih; Hendri Pitrio Putra; Hamisah Hamisah; Tikawati Tikawati; Ryryn Suryaman Prana Putra; Agus Darmawan; Edy Tadung; Ilham Ilham; Muhamad Ikbal; Siti Hajar Salawali; Auli Irfah; Muh Taufik
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 7 No. 1 (2025): February
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v7i1.2601

Abstract

Pendidikan merupakan salah satu pilar utama pembangunan manusia, namun disparitas pendidikan di wilayah perkotaan dan pesisir, seperti di Kecamatan Tallo, Kota Makassar, masih menjadi tantangan besar. Rendahnya tingkat literasi dan numerasi anak-anak pesisir menjadi perhatian utama, diperburuk oleh kurangnya fasilitas pendidikan, tenaga pengajar, dan dukungan belajar di rumah. Program pengabdian ini bertujuan membentuk rumah belajar sebagai pusat pendidikan gratis yang mendukung peningkatan literasi dasar (CALISTUNG) bagi siswa kelas 1–3 SD dan penguatan bahasa Inggris serta matematika bagi siswa kelas 4–6 SD. Kegiatan berlangsung selama enam bulan, menggunakan metode pembelajaran interaktif yang dirancang untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Anak-anak dibagi dalam kelompok kecil berdasarkan kemampuan, dengan tujuan meningkatkan fokus dan efektivitas belajar. Evaluasi program menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan literasi dasar hingga 70% dan penguasaan matematika serta bahasa Inggris hingga 60%. Hasil ini menegaskan efektivitas pendekatan berbasis komunitas dan pentingnya dukungan kolaboratif dari mitra strategis seperti PT Pelindo Makassar. Program ini tidak hanya mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) nomor 4 terkait pendidikan berkualitas dan inklusif, tetapi juga menjadi model pemberdayaan pendidikan yang relevan untuk wilayah pesisir lainnya di Indonesia. Educational Empowerment Through the Establishment of Learning Homes for Coastal Children: Basic Literacy and Numeracy Strengthening Program in Tallo District, Makassar City Education is one of the main pillars of human development, yet disparities in education between urban and coastal areas, such as in Tallo District, Makassar City, remain a significant challenge. The low literacy and numeracy levels among coastal children are of primary concern, exacerbated by limited educational facilities, inadequate teaching staff, and lack of support for learning at home. This community engagement program aims to establish a learning center as a free educational hub to enhance basic literacy (CALISTUNG) for 1st–3rd grade students and strengthen English and mathematics skills for 4th–6th grade students. The program was conducted over six months, utilizing interactive teaching methods designed to create an enjoyable learning environment. Children were grouped into small clusters based on their abilities to improve focus and learning effectiveness. The program evaluation revealed significant improvements, with literacy skills increasing by up to 70% and mathematics and English proficiency by 60%. These results highlight the effectiveness of community-based approaches and the importance of collaborative support from strategic partners, such as PT Pelindo Makassar. This program not only supports the achievement of Sustainable Development Goal (SDG) 4 on inclusive and quality education but also serves as a relevant educational empowerment model for other coastal regions in Indonesia  
Pelatihan Budidaya Curcuma spp dan Pembuatan Olahan Minuman Kesehatan untuk Peningkatan Imunitas: Training of Curcuma spp Cultivation and Processing Health Drink for Increase Immunity Rantesigi, Nirva; Sufyaningsi, Ulfa; Agusrianto, Agusrianto
Madago Community Empowerment for Health Journal Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/mce.v1i1.654

Abstract

WHO menetapkan Corona Virus (nCoV-19) sebagai wabah pendemi global. Ancaman pandemic semakin besar ketika berbagai kasus menunjukkan penularan antar manusia (human to human transmission) pada petugas kesehatan yang merawat pasien, menyebabkan peningkatan jumlah kasus yang luar biasa hingga kasus terkonfirmasi covid 19 sampai Juni 2021 berjumlah 178.837.204. pada kelompok rentan dengan imunitas yang menurun rentan untuk tertular dan menderita infeksi Covid 19, peningkatan imunitas masyarakat penting untuk mencegah dan melawan infeksi. Tujuan kegiatan ini adalah untuk Memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat dalam membudidayakan dan mengolah curucuma sebagai salah satu minuman untuk meningkatkan imunitas tubuh. Metode kegiatan ini adalah pelatihan, pembuatan olahan minuman kesehatan dan pembuatan kebun Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Hasil kegiatan yaitu meningkatnya pengetahuan tentang manfaat curcuma untuk imunitas, keluarga membuat kebun TOGA dan mampu membuat plahan dari bahan curcuma. Kesimpulan yaitu meningkatnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam budidaya dan pengolahan curcuma menjadi minuman kesehatan. Saran bagi petugas kesehatan untuk rutin memberikan pendampingan kepada masyarakat dalam upaya peningkatan imunitas fisik seperti penggunaan bahan alam dimasa pandemi covid.
PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT KOLABORASI KEMANUSIAAN PADA BENCANA BANJIR DI KABUPATEN WAJO Asyrafunnisa, Asyrafunnisa; Sufyaningsi, Ulfa; Yunding, Junaedi; Hijrah, Muh Fauzar Al-; Ratih, Ratih; Samsuddin, Samsuddin; Mansyur, Nurliana; Ahmad, Musfirah; Ashar, Jabal Rahmat; Wahab, Ali Akbar; Melansari, Nur
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2024): Volume 5 No. 4 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i4.32824

Abstract

Banjir merupakan fenomena alam yang dipengaruhi oleh faktor-faktor di luar kendali manusia, tidak mungkin untuk sepenuhnya mencegah terjadinya banjir. Oleh karena itu, fokusnya adalah pada pengurangan risiko dan dampak yang ditimbulkan oleh banjir. Pengabdian masyarakat kepada korban banjir sangat penting karena memiliki banyak manfaat, seperti pemenuhan kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, pakaian, dan tempat tinggal. Selain itu kebutuhan Pendidikan dan sarana penunjang Pendidikan juga sangat diperlukan oleh anak sekolah yang terdampak banjir. Selain kebutuhan materil, bantuan berupa dukungan Psikologis juga sangat diperlukan, dimana banjir bisa menyebabkan trauma dan stress bagi para korban. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan di Sabbang Paru, Kabupaten Wajo, Provinsi Sulawesi Selatan khususnya pada salah satu sekolah yang terdampak dan jauh dari perkotaan, yang dilaksanakan pada tanggal 8 Juni 2024. Metode pengabdian yang dilakukan berupa difusi iptek yaitu pemberian bantuan berupa peralatan alat tulis, buku cerita dan papan tulis. Serta advokasi berupa pemberian edukasi tentang tanggap darurat bencana banjir, trauma healing pasca bencana dan juga games hiburan untuk memotivasi para siswa/siswi yang berdampak banjir. Pengabdian ini mendapat apresiasi dari masyarakat khususnya pihak sekolah yang berdampak banjir, bantuan diterima langsung oleh kepala sekolah dan beberapa perwakilan siswa. Motivasi dan keceriaan juga tampak dari siswa/siswi yang datang setelah diberikan motivasi untuk menggapai cita-cita melalui Pendidikan.
ANAEMIA DURING PREGNANCY: AN INTEGRATED REVIEW OF THREATS, IMPACTS, AND TREATMENT APPROACHES Dewi Hestiani K; Ulfa Sufyaningsi; Andi Suriyani
JOURNAL OF HUMANITIES AND SOCIAL STUDIES Vol. 2 No. 01 (2024): FEBRUARY 2024
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal anaemia, a condition in which haemoglobin levels drop during pregnancy, is a serious health problem especially in developing countries. The CDC identifies anaemia as haemoglobin levels below 11 gr/dl in the first trimester and less than 10.5 gr/dl in the second trimester, causing symptoms such as excessive fatigue, pale skin, and rapid heartbeat. Risk factors include young age, low education, low socioeconomic status, and deficiencies in micro-nutrients such as iron, vitamin B12 and folate. Anaemia in pregnancy risks prematurity, insufficient iron stores in the newborn, and even perinatal death. This study used a systematic approach in collecting relevant literature, emphasising the importance of a holistic approach in the management of maternal anaemia, including knowledge improvement, nutritional supplementation, and socioeconomic support. Results show that deficiencies in iron, other nutrients and pre-pregnancy factors play an important role in anaemia risk. With a global prevalence of 29.9% in women of reproductive age, this study calls for more effective and innovative intervention strategies to address maternal anaemia, including oral iron therapy, treatment of comorbidities and health education. In conclusion, maternal anaemia requires an integrated approach involving health services, family support and cultural adaptation to improve adherence and well-being of pregnant women and fetuses.
Economic Empowerment of Fishermen's Wives - Financial Management and Digital Marketing Assistance Program for Sustainable MSME Development in Makassar Tallo District: Pemberdayaan Ekonomi Istri Nelayan - Program Pendampingan Manajemen Keuangan Dan Pemasaran Digital Untuk Pengembangan UMKM Berkelanjutan Di Kecamatan Tallo Makassar Ulfa Sufyaningsi; Samsuddin; Agus Darmawan; Andi Fahri Faisal; Wiwin Anggriani; Nurul Khumairah; Mardiana; Tri Widayati Putri; Muhammad Ikbal; Iin Octaviana Hutagaol; Dafiuddin Salim; Sukmatica Slamet; Ilham; Fadly Yashari Soumena
JATI EMAS (Jurnal Aplikasi Teknik dan Pengabdian Masyarakat) Vol. 9 No. 2 (2025): Jati Emas (Jurnal Aplikasi Teknik dan Pengabdian Masyarakat)
Publisher : DPD Jatim Perkumpulan Dosen Indonesia Semesta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fishermen's wives play a vital role in supporting the coastal family economy through various productive economic activities, such as seafood processing and business diversification. However, they face challenges such as limited access to financial services, inadequate management knowledge, and insufficient utilization of digital technology. A community service program conducted in Tallo Subdistrict, Makassar, focused on enhancing financial literacy, market research, and digital marketing skills for micro and small enterprises (MSEs) managed by fishermen's wives. The program included training, mentoring, and monitoring over three months to improve financial management, digital platform adoption, and marketing strategies. The results showed significant increases in sales revenue, distribution networks, and the use of social media among participants. This success underscores the importance of a holistic approach to economic empowerment, which not only improves MSE performance but also contributes to the economic stability of fishermen's families and sustainable coastal economic development.