Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

ANALISIS DAYA SAING DAN KINERJA EKSPOR ALAS KAKI INDONESIA DI PASAR EFTA PERIODE 2015-2024 MENGGUNAKAN PENDEKATAN RCA, RSCA, GROWTH RCA, EPD, DAN MSA Krisna Rizky Satrio; Muttaqin, Rizqi
Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Vol. 9 No. 1 (2026): COSTING : Journal of Economic, Bussines and Accounting
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/9j9j2q47

Abstract

Indonesia berdiri sebagai pengekspor sepatu terkemuka secara global, namun menghadapi persaingan yang hebat, terutama dari Vietnam di pasar Asosiasi Perdagangan Bebas Eropa (EFTA). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi daya saing dan kinerja ekspor alas kaki Indonesia (HS 6403) di pasar EFTA dari 2015 hingga 2024 dengan membandingkan klasemen Indonesia dan Vietnam. Analisis ini menggunakan metode seperti Revealed Comparative Advantage (RCA), Revealed Symmetric Comparative Advantage (RSCA), Growth RCA, Export Product Dynamics (EPD), dan Market Share Analysis (MSA). Temuan menunjukkan bahwa Indonesia mempertahankan keunggulan komparatif yang cukup stabil dengan skor RCA rata-rata 2,94 dan RSCA 0,49, meskipun masih tertinggal di belakang Vietnam, yang mencapai RCA rata-rata 5,10 dan RSCA 0,67. Analisis Pertumbuhan RCA mengungkapkan fluktuasi daya saing Indonesia, mencatat tingkat pertumbuhan rata-rata 2,08% per tahun, di bawah 4,62% Vietnam. Menurut analisis EPD, posisi ekspor Indonesia terutama dikategorikan sebagai Rising Star, sedangkan Vietnam menunjukkan berbagai posisi yang menunjukkan tahap kematangan pasar. Selama periode penelitian, pangsa pasar Indonesia mengalami peningkatan; namun, kesenjangan dengan Vietnam sebenarnya telah melebar. Implementasi Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-EFTA (IE-CEPA) secara positif mempengaruhi pertumbuhan ekspor, meskipun belum secara signifikan mempersempit kesenjangan daya saing. Hasil ini menggarisbawahi perlunya meningkatkan daya saing struktural melalui spesialisasi ekspor yang lebih besar, peningkatan efisiensi produksi, dan kualitas produk yang unggul.
Bantuan Pengembangan Produk PT Instan Meals Global untuk Membuka Potensi Pasar Ekspor Malaysia: Penguatan Manajemen Usaha, Standardisasi Mutu, dan Kesiapan Kepatuhan Label Muttaqin, Rizqi; Saputera, Denny; Moenardy, Dwi Fauziansyah; Santoso, Rizal Budi; Arsendo, Rio; Firmansyah, Azzahra Putri
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v7i2.17529

Abstract

Peluang ekspor produk pangan halal Indonesia ke Malaysia meningkat seiring berkembangnya kanal ritel modern dan e-commerce lintas negara. Namun, pelaku usaha yang semula berorientasi food-service/cloud kitchen menghadapi hambatan struktural ketika beralih ke produk pangan dalam kemasan, terutama pada aspek standardisasi proses, ketertelusuran (traceability), dan kepatuhan informasi label. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini mendampingi PT Instan Meals Global (Kebuli Al-Khalid) untuk mengembangkan product line extension Mealz Up sebagai produk siap saji dalam kemasan satu porsi yang diproyeksikan untuk membuka potensi pasar ekspor Malaysia. Metode yang digunakan adalah pendampingan berbasis luaran (output-based mentoring) melalui empat tahap: diagnosis baseline (wawancara, observasi, audit dokumen), perancangan luaran bersama, klinik pendampingan teknis (business plan, SOP, label–kemasan), dan evaluasi menggunakan audit before–after berbasis checklist. Hasil menunjukkan peningkatan market readiness secara visual dan operasional melalui terbentuknya format produk yang lebih “retail-like” (identitas merek/varian, panel informasi, dan petunjuk penyajian). Namun, audit label juga mengidentifikasi gap hard-compliance yang masih perlu ditutup untuk kesiapan masuk kanal distribusi formal Malaysia (misalnya pernyataan berat bersih, deklarasi alergen, kode batch/lot, identitas produsen, dan barcode). Luaran utama PkM meliputi export-oriented business plan, paket SOP dan template batch record, rancangan label/kemasan serta export compliance dossier, dan rencana validasi shelf-life sebagai peta jalan pembuktian klaim produk. Temuan ini menegaskan bahwa kesiapan ekspor UMKM/SME pangan lebih efektif ditingkatkan melalui pendampingan berbasis artefak dan evaluasi before–after yang dapat diaudit.