Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

FORMULASI SEDIAAN MASKER GEL PEEL OFF DARI EKSTRAK KULIT BUAH PISANG AMBON LUMUT (Musa acuminata Colla) SEBAGAI ANTIOKSIDAN riauwati, Rosa; Nor Latifah; Erlina Fatmasari
Jurnal Insan Farmasi Indonesia Vol 7 No 2 (2024): JIFI : Special edition
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36387/jifi.v7i2.2004

Abstract

Kulit pisang Ambon Lumut mengandung senyawa flavonoid  berpotensisebagai antioksidan. Tujuan penelitian ini membuat  formulasi sediaan masker gel peel off dari ekstrak kulit buah pisang ambon lumut (Musa acuminata Colla)  memiliki aktivitas antioksidan. Basis yang digunakan Carbopol 940, dengan variasi 0,5 %, 0,75 %, dan 1%. Formulamasker gel peel off dibuat penambahan ekstrak kulit buah pisang ambon lumutdiperoleh dari hasil maserasi dengan konsentrasi 0,027 %, 0,082 %, dan 0,138%. evaluasi meliputi organoleptik, pH, homogenitas, Viskositas dan waktu mengering, ujiaktivitas antioksidan dilakukan dengan metode DPPH. Uji kesukaan dilakukan ke respondendengan mengoleskan ke punggung tangan responden. Hasil pembuatan basis yangpaling stabil dengan konsentrasi carbopol 940, sebesar 0,5 %. Hasil evaluasi sediaan yang stabildilihat dari parameter organoleptik, pH, homogenitas, Viskositas, dan waktu mengering selamapenyimpanan 28 hari. Dimana Nilai IC50 Dari ekstrak kulit buah pisang ambon lumut di dapatsebesar 27,467 ppm berdasarkan hasil uji aktivitas antioksidan sediaan masker gel peel off masukdalam katagori kuat dan sangat kuat Baik formula 1, 2, 3 yaitu 53,2 ppm; 44,4 ppm; dan 37,91ppm. Hasil uji kesukaan Masker gel peel off dengan konsentrasi 0,027 % yang paling banyak disukai.
OPTIMASI FORMULA KRIM EKSTRAK ETANOL DAUN PATIKAN KEBO (EUPHORBIA HIRTA L.) DENGAN METODE SIMPLEX LATTICE DESIGN Purwanto, Aris; Amrina, Fina; Riauwati, Rosa
Jurnal Insan Farmasi Indonesia Vol 7 No 2 (2024): JIFI : Special edition
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36387/jifi.v7i2.2081

Abstract

 The selection of an emulsifier in a cream formulation is a crucial factor, as the quality and stability of an emulsion. Additionally, an improper ratio of additives can result in unstable physical properties of the product during storage. Patikan kebo (Euphorbia hirta L.) is a plant that can be used as a natural component in anti-aging products. Optimization of 14 cream formulas was carried out using three optimization factors: ethanol extract of patikan kebo leaves (Euphorbia hirta L.) a concentration range of 1-3%, triethanolamine with a concentration range of 2-4%, and stearic acid within a concentration range of 1-3%. The optimization was performed using Design Expert software version 13 used the Simplex Lattice Design (SLD) method. The measured parameters included spreadability, pH, and viscosity. The research results a desirability value of 1.000, with extract ratio of 1%, TEA at 2%, and stearic acid at 3%. This combination resulted in the physical properties of the formulation, including a spreadability of 6.5 ± 0 cm, pH of 5.5 ± 0, and viscosity of 17,880 ± 0.0404 cP, which fulfilled the criteria set by the relevant cream formulation standards. 
Meningkatkan Kesehatan Kulit: Program Perawatan Harian untuk Kulit Bercahaya di SMPN 29 Banjarmasin Latifah, Nor; Hasani, Najwi; Sa’adah, Hayatus; Riauwati, Rosa; Fatmasari, Erlina; Noor, Fahmi; Puspitasari, Cantika; Rahmi, Nadia; Yusiandari, Nailu Shifa; Aulya, Natasya
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 12 (2025): Februari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i12.2094

Abstract

Masalah kulit wajah dapat muncul akibat penggunaan produk skincare dan kosmetik kecantikan yang mengandung bahan berbahaya bagi kulit, atau disebabkan oleh faktor internal tubuh maupun pengaruh dari lingkungan luar. Namun, masih banyak remaja yang belum mengerti dan abai terhadap kesehatan kulitnya. Salah satu usaha pencapaian ukuran kecantikan tersebut dilakukan dengan penggunaan skincare. Rata-rata usia siswa/i SMP berada pada usia remaja, pengetahuan yang minim terkait skincare menyebabkan risiko penggunaan produk yang berbahaya atau ilegal. Tujuan pelaksanaan pengabadian kepada masyarakat di SMPN 29 Banjarmasin ini yaitu untuk meningkatkan pemahaman siswa/i SMPN 29 Banjarmasin tentang penggunaan skincare yang baik dan benar, untuk membantu siswa/i SMPN 29 Banjarmasin dapat memilih produk skincare yang tepat dan aman dan untuk memperkenalkan urutan skincare kepada siswa/i SMPN 29 Banjarmasin yang baik dan benar. Bentuk pelaksanaan pengabdian yang lakukan adalah berupa penyuluhan secara langsung ke SMPN 29 Banjarmasin yang beralamat di Jl. Alalak Utara 170, Alalak Utara, Kecamatan Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan, bentuk kegiatan ini adalah edukasi tentang penggunaan skincare yang baik dan benar. Kesimpulan dari kegiatan ini dapat memberikan pemahaman pada siswa/i SMPN 29 Banjarmasin tentang penggunaan skincare yang baik dan benar, dapat membantu siswa/i SMPN 29 Banjarmasin dalam pemilihan produk skincare yang tepat dan aman dan dapat membantu siswa/i SMPN 29 Banjarmasin dalam mengurutkan penggunaan skincare yang baik dan benar, seperti mencuci muka, membersihkan wajah dari kotoran, menggunakan moisturizer, dan penggunaan tabir surya sebagai bagian penting dari perawatan kulit.
Edukasi Formulasi Sejak Dini: Membuat Hand Sanitizer dari Infusa Daun Sirih dan Jeruk di Lingkungan SMP Negeri 6 Banjarbaru Hayatus Sa'adah; Muhammad Fazri; Mahmudah Mahmudah; Khairunisa Rahmadayanti; Risa Ahdyani; Erlina Fatmasari; Nor Latifah; Rosa Riauwati; Najwi Hasani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 12 (2026): Februari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i12.3961

Abstract

Penggunaan bahan alami yang memiliki sifat antibakteri/antivirus dan aman untuk kulit dapat menjadi alternatif bahan hand sanitizer. Daun sirih mengandung senyawa eugenol dan jeruk mengandung vitamin C, keduanya memiliki manfaat antibakteri dan antivirus, dan berpotensi untuk dikembangkan menjadi bahan dalam pembuatan hand sanitizer alami ramah lingkungan. Mengingat pentingnya kebersihan tangan, terutama di kalangan anak muda yang sering beraktivitas di lingkungan sekolah, pengetahuan mengenai formulasi hand sanitizer berbahan alami relevan untuk diinformasikan melalui kegiatan Konseling Informasi dan Edukasi. Tujuannya adalah memberikan edukasi kepada siswa Sekolah Menengah Pertama mengenai pentingnya formulasi hand sanitizer berbasis bahan alami serta meningkatkan kesadaran akan kebersihan tangan sebagai langkah preventif dalam menjaga kesehatan. Metode yang digunakan meliputi pretest, pemberian materi edukasi, demonstrasi pembuatan hand sanitizer, praktik langsung oleh siswa, dan postest. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa antusias dalam mengikuti proses formulasi dan memahami manfaat bahan alami. Berdasarkan hasil evaluasi, terdapat peningkatan signifikan pada aspek pemahaman siswa terhadap materi dan proses formulasi hand sanitizer.
Optimalisasi Pengetahuan Penggunaan Antibiotik Melalui Edukasi DAGUSIBU pada Remaja SMA Islam Insan Madani Banjarmasin Rosa Riauwati; Tiara Tsaubina Habibie; Septia Andini Putri; Siti Nurhafifah; Ahmad Firdaus
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 4 No. 5 (2026): Juli
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v4i5.4655

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengoptimalkan pengetahuan penggunaan antibiotik secara rasional melalui edukasi konsep DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang) pada remaja siswa SMA Islam Insan Madani Banjarmasin, guna menekan risiko resistensi antibiotik sebagai ancaman kesehatan global. Metode yang digunakan kegiatan pengabdian masyarakat menggunakan pendekatan edukatif-partisipatif, meliputi observasi, pre-test, penyuluhan tatap muka dengan ceramah, diskusi, dan media PowerPoint tentang DAGUSIBU, serta post-test dan kuesioner kepuasan untuk evaluasi, dianalisis secara deskriptif. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan siswa dari rata-rata pre-test 38,57% menjadi post-test 84,49%, dengan kepuasan peserta didominasi kategori Puas dan Sangat Puas, sehingga kegiatan edukasi terbukti efektif membentuk perilaku bertanggung jawab dalam pengelolaan antibiotik.
Formulation and Physical Stability Evaluation of a Clay Mask Containing Basil Leaf (Ocimum sanctum L.) Extract with Varying Kaolin and Bentonite Concentrations Rosa riauwati; Najwi Hasani; Wiwin Nadia; Hayatus Sa'adah
JCPS (Journal of Current Pharmaceutical Sciences) Vol. 10 No. 2: September 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/jcps.v10i2.1644

Abstract

Acne is a common skin problem experienced by teenagers and adults. One alternative plant that has the potential to overcome acne is basil leaves which can be formulated into a clay mask preparation. Claymask is used for oily or sensitive skin because of its ability to deeply cleanse the skin, absorb excess oil and detoxify the facial skin. The purpose of this study was to determine whether there were differences in the physical properties of claymask preparations before and after the stability test of physical properties with variations in kaolin and bentonite concentrations in claymask preparations from basil leaf extract. This research method was carried out by extracting basil leaves using the maceration method. The formulation of clay mask preparations from basil leaf extract used variations of kaolin and bentonite bases respectively, namely, F1 (25% and 3%), F2 (30% and 4%) and F3 (35% and 5%). Evaluation of the physical properties of the clay mask preparations included organoleptic tests, homogeneity, pH, spreadability, adhesiveness, viscosity, drying time and physical stability tests of the preparations using the cycling test method which was carried out for 6 cycles. The results showed that all formulas were declared stable because there was no significant difference in the physical properties of the preparations against the stability test carried out on the clay mask preparation from basil leaf extract, and all formulas in each test were declared good because the results showed that they were within the required range