Aerosta, Danny
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Kondisi Klinis dan Determinan Status Gizi Anak dengan HIV/AIDS (ADHA) Sitorus, Rico Januar; Camelia, Anita; Maryatun, Sri; Aerosta, Danny; Natalia, Merry
Jurnal Kesehatan Vol 13 No 3 (2022): Jurnal Kesehatan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jk.v13i3.3393

Abstract

Globally, nearly 2.6 million children under 15 years of age have been infected with HIV with 40-64% experiencing malnutrition. Children born to HIV-positive mothers with CD4 alpha (0.05). In this study, the average nutritional status of ADHA who did not have comorbidities was higher than that of ADHA who had comorbidities. The average difference in nutritional status was statistically significant with a p-value of 0.018
A Increasing Coverage of Voluntary HIV Testing Through Educational Videos Counseling Testing for Men Sexually Men Sitorus, Rico Januar; Ramiwati, Anita; Purba, Imelda Gernauli; Aerosta, Danny
Jurnal SOLMA Vol. 13 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v13i3.16164

Abstract

Background: Tes sukarela pada populasi kunci ini masih sulit diakses dan adanya ketakutan dalam melakukan tes HIV. Kombinasi layanan tes, pencegahan/perawatan diperlukan untuk beragam kelompok kunci yang berisiko, atau hidup dengan HIV. Populasi kunci didefinisikan sebagai populasi yang rentan dan paling berisiko serta memiliki risiko lebih tinggi untuk tertular dan menularkan infeksi HIV. Populasi kunci adalah komponen kunci dari penyediaan layanan HIV yang komprehensif. Video ini bertujuaan meningkatkan partisipasi populasi kunci dalam melakukan tes HIV secara sukarela sehingga semakin banyak informasi yang akan didapatkan sehingga akan dapat memutus rantai penularan Metode: Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dengan kerjasama dengan Yayasan Intan Maharani dengan bentuk memberikan konseling pre tes, saat tes dan psca test yang kami buat juga dalam bentuk video edukasi. Hasil: Keinginan berpartisipasi untuk melakukan tes sukarela pada kelompok populasi kunci sangat tinggi,tetapi mereka masih memiliki ketakutan atas status mereka apabila terbuka ke umum. Kesimpulan: Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dengan kerjasama dengan Yayasan Intan Maharani dengan bentuk memberikan konseling pre tes, saat tes dan psca test yang kami buat juga dalam bentuk video edukasi.Hasil : Keinginan berpartisipasi untuk melakukan tes sukarela pada kelompok populasi kunci sangat tinggi,tetapi mereka masih memiliki ketakutan atas status mereka apabila terbuka ke umum.
Prevention of HIV Transmission Among Men Who Have Sex with Men and Compliance with Sexual Protective Equipment Sitorus, Rico Januar; Octavia, Nurafni; Panjaitan, Merry Natalia; Rahmiwati, Anita Rahmiwati; Syakurah, Rizma Adlia; Aerosta, Danny; Sangalang, Reymart V; Yusri, Yusri
Kesmas Vol. 19, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sexual orientations, such as gay, lesbian, and bisexual, are prevalent among individuals at high risk of experiencing mental health problems, including drug use, depression, emotional distress, and suicide. Therefore, this study aimed to assess the compliance of men who have sex with men with protective equipment and determine the dominant influential factors. This cross-sectional study included 187 men who had sexual intercourse with men who were recruited from two foundations based in Palembang City, Indonesia, focusing on people living with HIV/AIDS. Data were analyzed using Chi-square and binomial logistic regression. In this context, 50.8% of men who have sexual intercourse with men did not comply with the use of sexual protective equipment, exceeding those in compliance. The multivariate logistic regression showed that knowledge was the dominant factor (PR = 15.733; 95% CI = 4.063-60.920), and most low-knowledge individuals were 15.733 times more at risk of non-compliance. Intensive education is needed regarding the potential risk of transmission, considering the ease of access to condoms.