Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Journal of Publicness Studies

Pemberdayaan Masyarakat Nelayan Melalui Kelompok Mina Mandiri Glayem Di Desa Juntikedokan Kecamatan Juntinyuat Kabupaten Indramayu Rifa’i, Syaefudin; Natsir, Luthfi Faisal; Kartini, Mulyati
JPS: Journal of Publicness Studies Vol 2 No 3 (2025): Journal of Publicness Studies
Publisher : Program Studi Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The empowerment of fishing communities is an essential effort to improve the welfare of coastal groups that remain socially and economically vulnerable. This study aims to identify the forms of community empowerment carried out through the Mina Mandiri Glayem Fishermen Group in Juntikedokan Village, Juntinyuat District, Indramayu Regency, as well as to analyze the inhibiting factors in its implementation. This research employed a qualitative descriptive approach with data collection techniques including observation, in-depth interviews, and documentation. The findings show that fishermen empowerment has been implemented through institutional strengthening, the provision of fishing facilities such as boats, engines, and fishing gear, training and mentoring by fisheries extension officers, and marketing facilitation through the Glayem Fish Auction Place (TPI). These programs have improved fishermen’s capacities, expanded market access, and fostered collective awareness to cooperate in advancing group interests. However, the implementation of empowerment programs has not been fully optimal due to several obstacles, including limited capital and facilities, dependence on seasons and weather conditions, low human resource capacity, lack of continuous socialization and evaluation, weak inter-agency coordination, and resistance from some fishermen toward group institutions.
Strategi Dinas Tenaga Kerja Dalam Mencegah Pekerja Migran Non Prosedural Di Kabupaten Indramayu Aryanie, Dinda Dewi; Natsir, Luthfi Faisal; Kartini, Mulyati
JPS: Journal of Publicness Studies Vol 2 No 04 (2025): Journal of Publicness Studies
Publisher : Program Studi Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/5rttz217

Abstract

Kasus pekerja migran mejadi salah satu sorotan penting dalam beberapa tahun terakhir. Kasus tersebut meliputi eksploitasi, perdagangan orang, dan terjadinya penipuan, kerja paksa, serta upah yang tidak dibayar oleh majikan atau agen. Kasus-kasus ini dipicu akibat dari minimnya lapangan kerja di dalam negeri, yang membuat sebagian masyarakat bekerja sebagai pekerja migran yang nekat menggunakan jalur ilegal alias non prosedural. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi Dinas Tenaga Kerja dalam mencegah pekerja migran non prosedural di Kabupaten Indramayu, serta menganalisis faktor-faktor penghambat dalam pelaksanaannya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan tipe penelitian, yaitu pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menujukan bahwa strategi Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Indramayu dilakukan melalui kegiatan pencegahan dengan melakukan sosialisasi dan edukasi hukum mengenai pentingnya keberangkatan secara prosedural, pelatihan keterampilan dan pemberdayaan ekonomi, serta kerja sama lintas sektor. Adapun faktor-faktor penghambat yang dihadapi meliputi keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM), rendahnya kesadaran masyarakat, intensifikasi sosialisasi di tingkat desa. Secara keseluruhan, strategi yang diterapkan telah berjalan dengan cukup baik, namun masih memerlukan penguatan dalam aspek koordinasi dan pemberdayaan ekonomi. Aspek tersebut mencakup koordinasi yang lemah antarlembaga terkait, yang mengakibatkan perlindungan tidak komprehensif, dan pemberdayaan ekonomi yang tidak efektif, seperti sulitnya akses terhadap modal dan pelatihan, sehingga pekerja migran tetap rentan dan kembali pada masalah lama. Pentingnya penguatan pada kasus pekerja migran non-prosedural, agar upaya pencegahan migran non prosedural dapat terlaksana secara lebih optimal.