Durasa, Helfra
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Transformasi Mengajar Guru Sekolah Dasar Daerah Perbatasan, Berbasis TPACK(Technology Pedagogical Content Knowledge) dalam Bingkai Kurikulum Merdeka: Analisis Transformasi Mengajar Guru Sekolah Dasar Daerah Perbatasan, Berbasis TPACK(Technology Pedagogical Content Knowledge) dalam Bingkai Kurikulum Merdeka Jewarut, Siprianus; Sumarni, Margaretha Lidya; Usman, Usman; Manggu, Blasius; Torimtubun, Hendrikus; Durasa, Helfra
Journal of Education Research Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i2.1102

Abstract

Penelitiani ini bertujuan untuk menganalisis transformasi mengajar Guru Sekolah Dasar Daerah Perbatasan berbasis TPACK dalam bingkai Kurikulum Medeka. Hal ini menjadi sebuah urgensi penelitian pada Guru di daerah perbatasan, karena adanya tuntutan mengajar pada kurikulum merdeka dimana para Guru harus beradaptasi dengan teknologi. Metode yang digunakan adalah penelitian studi kasus atas tahapan transformasi mengajar Guru dalam bingkai kurikulum merdeka. Instrument yang digunakan dalam penelitian berupa angket, wawancara dan observasi lapangan. Angket dibagikan kepada responden tanggal tiga dan empat April tahun dua ribu dua puluh empat, wawancara pada tanggal dua puluh lima dan dua puluh enam April sementara observasi dilakukan satu kali dalam satu minggu pada sepanjang bulan April, di sekolah tempat penelitian yakni SDN sebelas Semangak dan SDN kosong tujuh Sebalo. Subyek penelitian ini adalah para Guru berjumlah sepuluh orang, lima dari SDN sebelas Semangak dan lima dari SDN kosong tujuh. Dari hasil data angket ditemukan bahwa pemahaman Guru akan kurikulum merdeka dan pemahaman akan teknologi sudah cukup baik, hal ini terbukti dari persentase jawaban reponden masing-masing mencapai tujuh puluh persen dan delapan puluh lima persen. Namun pengimplementasian teknologi dalam proses pembelajaran masih cukup rendah dengan persentase empat puluh persen. demikian pula tingkat penerapan metode TPACK dalam proses pembelajaran hanya mencapai empat puluh persen. Selain itu dari data wawancara menunjukan adanya linieritas dengan jawaban angket terutama tingkat keterpahaman akan kurikulum merdeka dan teknologi, namun dalam pengintegrasian teknologi dalam pembelajaran masih cukup rendah. Sementara data hasil observasi  menunjukan bahwa, para Guru sebenarnya sudah mulai menerapkan model pembelajaran TPACK namun belum maksimal, dimana para Guru sudah mulai menerapkan metode Pedagogical Knowledge dan Content Knowledge dalam proses pembelajaran, pemanfaatan teknologi juga sudah mulai diterapkan namun masih secara sporadis tergantung tingkat keterpahaman Guru yang mengajar.
Improve Problem-Solving Ability through Implementation of Problem-Based Learning Based on Self-Regulation Durasa, Helfra; Mertasari, Ni Made Sri; Pujawan, I Gusti Ngurah
MATHEMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 6, No 2 (2024): MATHEMA
Publisher : Universitas Teknokrat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33365/jm.v6i2.3905

Abstract

This research is motivated by the crucial role of mathematics in human development and the significant challenges faced in mathematics education. The research problem is the low quality of mathematics learning outcomes and the need to improve PSA and self-regulation among students. The purpose of the study was to improve students' Problem-Solving Ability (PSA) through the implementation of Problem-Based Learning (PBL) based on their level of self-regulation. The research design is quantitative quasi-experimental research using a 2 x 2 factorial-level design. The population is 430 seventh-grade students from 1st State High School 1 Langke Rembong. Data analysis using a two-way ANOVA. The results showed that PBL had a positive impact on PSA. In addition, the interaction between learning models and self-regulation significantly affects PSA. These findings have implications for classroom practice, proving the importance of applying PBL to improve PSA and the need to develop student self-regulation. The research also highlights the importance of collaboration between PBL and conventional teaching to improve student learning outcomes in mathematics.
Integration of the Concept of Critical Awareness Paulo Freire in the Merdeka Curriculum: Efforts to Foster Critical Awareness of Students and Teachers Durasa, Helfra; Suharta, I Gusti Putu; Lasmawan, I Wayan; Wijaksono, Cahyo Febri
Studies in Philosophy of Science and Education Vol. 5 No. 2 (2024): July
Publisher : National Dong Hwa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46627/sipose.v5i2.444

Abstract

Implementing a Merdeka Curriculum in Indonesia has not been able to foster critical awareness among students and educators entirely. This research focuses on how integrating Paulo Freire's concept of conscientization in the Merdeka Curriculum can facilitate a more holistic and learner-centered approach to education. In this context, this study uses a literature review approach. The results showed that 1) The integration of critical awareness in the Merdeka Curriculum can be realized through problem-posing methods and dialogical methods emphasizing the importance of critical awareness and reflective action. 2) Applying this method can foster students' critical awareness in developing their knowledge more broadly, empowering students while respecting human values. 3) The involvement of all relevant parties in listening to and understanding the concerns of teachers and staff and active student involvement in the learning process can overcome teacher unpreparedness in implementing the Merdeka Curriculum. In addition, digital platforms and online learning resources can effectively provide education focusing on student empowerment and social awareness. Comprehensive training programs for educators are crucial to overcoming the diversity of teacher competencies.
Analisis Transformasi Mengajar Guru Sekolah Dasar Daerah Perbatasan, Berbasis TPACK(Technology Pedagogical Content Knowledge) dalam Bingkai Kurikulum Merdeka: Analisis Transformasi Mengajar Guru Sekolah Dasar Daerah Perbatasan, Berbasis TPACK(Technology Pedagogical Content Knowledge) dalam Bingkai Kurikulum Merdeka Jewarut, Siprianus; Sumarni, Margaretha Lidya; Usman, Usman; Manggu, Blasius; Torimtubun, Hendrikus; Durasa, Helfra
Journal of Education Research Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i2.1102

Abstract

Penelitiani ini bertujuan untuk menganalisis transformasi mengajar Guru Sekolah Dasar Daerah Perbatasan berbasis TPACK dalam bingkai Kurikulum Medeka. Hal ini menjadi sebuah urgensi penelitian pada Guru di daerah perbatasan, karena adanya tuntutan mengajar pada kurikulum merdeka dimana para Guru harus beradaptasi dengan teknologi. Metode yang digunakan adalah penelitian studi kasus atas tahapan transformasi mengajar Guru dalam bingkai kurikulum merdeka. Instrument yang digunakan dalam penelitian berupa angket, wawancara dan observasi lapangan. Angket dibagikan kepada responden tanggal tiga dan empat April tahun dua ribu dua puluh empat, wawancara pada tanggal dua puluh lima dan dua puluh enam April sementara observasi dilakukan satu kali dalam satu minggu pada sepanjang bulan April, di sekolah tempat penelitian yakni SDN sebelas Semangak dan SDN kosong tujuh Sebalo. Subyek penelitian ini adalah para Guru berjumlah sepuluh orang, lima dari SDN sebelas Semangak dan lima dari SDN kosong tujuh. Dari hasil data angket ditemukan bahwa pemahaman Guru akan kurikulum merdeka dan pemahaman akan teknologi sudah cukup baik, hal ini terbukti dari persentase jawaban reponden masing-masing mencapai tujuh puluh persen dan delapan puluh lima persen. Namun pengimplementasian teknologi dalam proses pembelajaran masih cukup rendah dengan persentase empat puluh persen. demikian pula tingkat penerapan metode TPACK dalam proses pembelajaran hanya mencapai empat puluh persen. Selain itu dari data wawancara menunjukan adanya linieritas dengan jawaban angket terutama tingkat keterpahaman akan kurikulum merdeka dan teknologi, namun dalam pengintegrasian teknologi dalam pembelajaran masih cukup rendah. Sementara data hasil observasi  menunjukan bahwa, para Guru sebenarnya sudah mulai menerapkan model pembelajaran TPACK namun belum maksimal, dimana para Guru sudah mulai menerapkan metode Pedagogical Knowledge dan Content Knowledge dalam proses pembelajaran, pemanfaatan teknologi juga sudah mulai diterapkan namun masih secara sporadis tergantung tingkat keterpahaman Guru yang mengajar.