Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENERAPAN SISTEM ELECTRIC SUBMERSIBLE PUMP (ESP) UNTUK BUDIDAYA BETTA SPLENDENS SISTEM RESIRKULASI AKUAKULTUR (RAS) Slamet Nurhadi; Masramdhani Saputra; Binar Surya Gumilang; Divac Nabiel Akbar; Saddani Djulihenanto; Galuh Prawestri Citra Handani; Hanifiyah Fidya Darna Amaral
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 2 No. 11: Nopember 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Budidaya Betta Splendens memerlukan sirkulasi air yang berkelanjutan, terutama selama masa pertumbuhan ikan dari usia dua minggu hingga enam bulan ketika siap panen. Proses yang dinamakan Resirkulasi Akuakultur (RAS) ini memerlukan pasokan air segar secara teratur. Hal yang menjadi salah satu permasalahan yang dihadapi oleh kelompok ternak Betta Splendens di desa Sumberejo, Donomulyo, Kabupaten Malang. Sumber air yang digunakan untuk budidaya memiliki kedalaman yang sulit dijangkau menggunakan pompa gantung. Dalam kegiatan pengabdian ini penulis akan menerapkan sistem Electric Submersible Pump (ESP) untuk memompakan air dari sumur bor dengan kedalaman 15m. ESP memiliki sistem pompa yang tercelup ke dalam sumber air dan mampu menjangkau kedalaman tersebut. Adanya ESP membuat suplai air dari dalam sumur menuju kolam ataupun bak pembesaran Betta Splendens menjadi lancar dan tentunya akan lebih hemat dan efisien dalam pemanfaatan energi listrik.
Pengaruh Variasi Proses Annealling Pada Performa Core Losses Trafo 1 Fasa E-I Nurhadi, Slamet; Anang Dasa Nofvowan; Satria Luthfi Hermawan; Binar Surya Gumilang
Elposys: Jurnal Sistem Kelistrikan Vol. 12 No. 2 (2025): ELPOSYS vol. 12 no. 2 (2025)
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/elposys.v12i2.7291

Abstract

Transformers have key role in converting voltage level to suit several applications, ranging from industries to residential areas. As part of the local content product production initiated by the government, it is essential to identify the material quality to yield good performance. Therefore, developing a well-designed core material is substantial to prevent excessive transformers core losses during operation. The core losses performance due to the annealing process of the silicon steel core is presented in this research. The E-I core shape is chosen to imitate the existing distribution transformers. The design aims for the optimal core losses of the EI transformers. The design process involves the selection of the iron core and calculating the number of coil turns on the primary and secondary sides. Based on experimental results, under the same number of winding turns, no significant change in transformers impedance due to the annealing process duration. Testing with a nichrome wire load shows that Transformers 1, with a flux density of 1, achieves efficiency and voltage regulation close to 100%. The second test with the addition of a rectifier indicates a decrease in efficiency and regulation, with Transformers 3 and a flux density of 1,6 providing the best results. The research findings show that a smaller flux density in transformer results in better efficiency and regulation for AC output, while a larger flux density supports better efficiency and voltage regulation for DC output. These findings can serve as a guide in designing EI Transformers for optimal battery charging systems.
PENINGKATAN KINERJA PETERNAK KAMBING SKALA KECIL DESA KEMANTREN KECAMATAN JABUNG KABUPATEN MALANG DENGAN MENYEDIAKAN PERALATAN PERAH TENAGA LISTRIK PORTABLE Rohmanita Duanaputri; Afidah Zuroida; Binar Surya Gumilang; Masramdhani Saputra; Rhezal Agung Ananto; Awan Setiawan
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 4 No. 9 (2025): September 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Jabung memiliki penduduk dengan beragam profesi, di mana 19% bekerja sebagai petani dan peternak, berdasarkan data survei penduduk Kabupaten Malang tahun 2021. Komoditas utama peternakan di Jabung adalah sapi perah, yang mampu menghasilkan 10.000 liter susu per hari. Selain sapi perah, beberapa warga juga memelihara kambing perah. Susu kambing dikumpulkan setiap pagi dan sore, lalu disalurkan ke pabrik pengolahan melalui stasiun pengumpul yang dikelola oleh CV Amanah, yang juga bertindak sebagai distributor. Namun, warga Jabung masih menggunakan cara manual dalam memerah susu kambing, yang kadang menyebabkan kualitas susu yang dikirim ke stasiun pengumpul tidak memenuhi standar, sehingga nilai ekonominya menurun. Untuk mengatasi masalah ini, dilakukan pemberdayaan masyarakat melalui penyediaan peralatan perah bertenaga listrik portabel bagi peternak kecil di Desa Kemantren, Kecamatan Jabung. Alat ini menggunakan baterai dengan kapasitas 7 liter/jam, yang diharapkan dapat mempermudah pekerjaan memerah susu pada peternak kecil dengan aset 1-3 ekor kambing atau sapi. Pemberdayaan ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menjaga kualitas susu yang dihasilkan.
SOSIALISASI DAN PEMANFAATAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA PORTABLE SEBAGAI SUMBER ENERGI LISTRIK ALTERNATIF DI UMKM HASANUDIN KOTA MALANG Slamet Nurhadi; Binar Surya Gumilang; Divac Nabiel Akbar; Asfari Hariz Santoso; Rhezal Agung Ananto; Bakti Indra Kurniawan
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 4 No. 10 (2025): Oktober 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jpm.v4i10.11514

Abstract

UMKM Hasanudin, yang berdiri sejak tahun 2013 dan telah berkembang menjadi tujuan Kuliner dan istirahat sejenak bagi warga malang, terutama karyawan dan pelajar. UMKM ini menjadi mitra utama dalam proyek pengabdian ini yang bertujuan untuk meningkatkan konektivitas dan mobilitas di lokasi tersebut. Proyek ini fokus pada instalasi PLTS off grid dengan sistem PLTS Foldable untuk mengatasi tantangan keterbatasan akses listrik, terutama di lokasi UMKM. Keterbatasan sumber energi dikarenakan daya listrik terpasang sebesar 900kwh. Kebutuhan daya tersebut hanya dapat memenuhi kebutuhan UMKM saja, sedangkan kebutuhan pelanggan untuk charging HP dan Laptop sering kali membuat trip sumber listrik UMKM. Dengan menyediakan fasilitas pengisian daya yang handal untuk perangkat elektronik seperti ponsel dan laptop, proyek ini memungkinkan pengunjung untuk tetap terhubung dan berkomunikasi selama berada di kawasan. Penerapan charging station portabel ini menyediakan solusi praktis dan efisien, meningkatkan kenyamanan pengunjung dengan memastikan mereka dapat tetap terhubung selama berada di kawasan. Pemanfaatan Charging Station portable juga termasuk dalam salah satu Langkah hilirisasi produk penelitian mahasiswa Jurusan Teknik Elektro yang berupa Pembangkit Listrik Tenaga Surya Portable.
Implementasi Battery Management System Pada PLTS Hibrida Skala Kecil Binar Surya Gumilang; Mohammad Noor Hidayat; Rohmanita Duanaputri; Salman Alfarisi
Elposys: Jurnal Sistem Kelistrikan Vol. 12 No. 3 (2025): ELPOSYS VOL. 12 NO.3 (2025)
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/elposys.v12i3.7652

Abstract

This study investigated the implementation of a Battery Management System (BMS) as a protective and performance-enhancing component in a small-scale hybrid solar power plant storage system rated at 10 × 100 Wp. Battery degradation, voltage imbalance, and excessive discharge currents are persistent challenges in off-grid and hybrid photovoltaic systems, particularly in rural electrification applications. The purpose of this research was to evaluate the effectiveness of an active cell balancing–based BMS in improving battery voltage stability, regulating discharge current, and extending battery life cycles.The research employed an experimental method by comparing system performance before and after BMS installation under identical charging and discharging conditions. Experimental results showed that prior to BMS installation, charging voltages among four VRLA batteries were unbalanced, ranging from 13.70 V to 13.80 V, and discharge currents reached up to 50.3 A. After BMS implementation, charging voltages became uniform at approximately 13.44 V, while discharge currents were limited to a maximum of 29.9 A. Furthermore, the SOC threshold was regulated from 100% to 90%, and discharge duration increased from 1.5 hours to 2 hours. Based on battery datasheet analysis, the estimated battery life cycle increased from a maximum of 372 cycles to 572 cycles. These findings indicate that the integration of a BMS with active cell balancing significantly enhances operational stability, thermal safety, and battery longevity. The results imply that BMS adoption is essential for improving reliability and sustainability of small-scale hybrid solar energy systems.