Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

TANTANGAN GURU DALAM MEWUJUDKAN ERA SOCIETY 5.0 MELALUI KURIKULUM MERDEKA Rani Adillah
Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian Vol. 6 (2024): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 6 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Guru merupakan komponen penting dalam pendidikan, tidak hanya sebagai penyampai ilmu tetapi juga bertanggung jawab terhadap perkembangan kepribadian siswa. Mereka perlu menciptakan proses pembelajaran yang merangsang siswa belajar secara efektif dan dinamis untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Tantangan yang dihadapi oleh guru saat ini sangat besar, terutama dengan masuknya era industri 4.0 dan kemudian munculnya era society 5.0 yang menjadi tantangan baru bagi guru. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji tantangan yang dihadapi oleh guru dalam menghadapi era society 5.0. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif untuk mengumpulkan data menggunakan pendekatan studi pustaka (library research), dimana mengumpulkan berbagai referensi bacaan yang relevan dengan permasalahan yang diteliti, yaitu mengenai tantangan guru dalam menghadapi era Society 5.0 melalui kurikulum merdeka. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa dalam menghadapi era Society 5.0, guru perlu memiliki kemampuan untuk memecahkan masalah, berpikir kritis, dan berkreasi. Mereka juga harus memenuhi kualifikasi khusus, meningkatkan kompetensi, serta mengembangkan keterampilan dalam mendidik siswa agar siap menghadapi tantangan zaman yang terus berkembang. Kata kunci: Tantangan Guru; Era Society ; Kurikulum Merdeka
Pengaruh Model Role Playing Terhadap Keterampilan Berpuisi Siswa Kelas III SD Laudato Si Susana Ginting; Rani Adillah; Elly Prihasti Wuriyani; Wisman Hadi
Al Yazidiy Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2024): Al Yazidiy : Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan
Publisher : Islamic Sharia Coll

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/ay.v6i1.835

Abstract

Based on the results of field studies conducted by researchers, the speaking skills of class III students at Laudato Si Elementary School are still less active in terms of poetry, most of them are passive during class, do not want to ask questions, remain silent when the teacher asks to speak, students still stammer, are shy and hesitant. hesitant. By understanding this, it is known that class III students still do not have poetry skills and find it difficult to communicate the information they have obtained. This research aims to find out how role playing models influence the poetry skills of class III students and to find out students' attitudes by applying role playing models to their poetry skills. The method used in this research was a quasi-experimental type of quantitative research conducted on 42 students in class III of Laudato Si Elementary School, consisting of 21 students in class III A and 21 students in class III B. This research uses Nonequivalent Control Group Design. Research results data were obtained from interviews, tests, questionnaires, observation and documentation. The mean posttest score for the control class with conventional learning had a mean of 74.90, while for the experimental class with the role playing model the mean was 80.19 and it was concluded that learning using the role playing model could help students' poetry skills.
Pengaruh Penggunaan Pendekatan Kontekstual Terhadap Kemampuan Menulis Cerita Pendek Oleh Siswa Kelas Ix Mts. Insan Cita Medan Rani Adillah; Fitriani Lubis
Jurnal Riset Rumpun Ilmu Bahasa Vol. 1 No. 2 (2022): Oktober: Jurnal Riset Rumpun Ilmu Bahasa
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.563 KB) | DOI: 10.55606/jurribah.v1i2.394

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Penggunaan Pendekatan Kontekstual Terhadap Kemampuan Menulis Cerita Pendek oleh Siswa Kelas IX MTs. Insan Cita Medan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa/siswi MTs. Insan Cita berjumlah 40 siswa. Objek yang diteliti adalah Penggunaan Pendekatan Kontekstual Terhadap Kemampuan Menulis Cerita Pendek. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah berupa tes. Sedangkan teknik analisis data menggunakan uji paired sample T-test. Berdasarkan uji Statistic T-paired diperoleh dari nilai rata-rata perbedaan antara pretest (sebelum diberikan treatment) dengan posttest (setelah diberikan treatment) yaitu 3,375 dengan standar deviasion 5,236 dan didapatkan nilai siginifikan (2-tailed) 0.000 maka Ha diterima dan H0 ditolak yang artinya ada perbedaan yang siginifikan terhadap pemerolehan nilai pretest dan posttest.
Analisis Media Belajar Digital di Generasi Alpha Era Society 5.0 Mendukung Kurikulum Merdeka Nurul Arfika; Rani Adillah; Fince Putri Yeni Purba; Anita Yus
Jurnal Generasi Ceria Indonesia Vol. 1 No. 2 (2023): Artikel Riset Nopember 2023
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/geci.v1i2.3177

Abstract

Latar belakang: Penelitian ini sangat penting karena memaparkan upaya dalam mengatasi munculnya era digital, sehingga proses pembelajaran di kelas harus ditingkatkan dan dikembangkan serta diperbaiki agar memenuhi kebutuhan siswa. Metode penelitian: Kajian ini bermaksud memberikan referensi yang informatif pada aspek media belajar digital yyang cocok untuk generasi alpha di era society 5.0 pada kurikulum merdeka. Selain itu, bertujuan merangsang kepuasan belajar siswa generasi alpha dan memastikan kebutuhan mereka tercapai. Kajian ini dibuat menggunakan studi kepustakaan, dengan data yang dikumpulkan dari analisis isi yang di dalamnya terdapat sumber-sumber relevan demi mendukung kajian ini. Hasil penelitian: Hasil penelitian memaparkan banyak sekali dukungan media belajar digital pada generasi alfa yang selaras dengan kebutuhan mereka seperti media animasi, video digital, podcast, augmented reality, virtual reality, permainan pembelajaran, modul elektronik interaktif dan powerpoint. Kesimpulan: Dalam pemilihan materi pembelajaran digital demi mendukung kurikulum merdeka juga diselaraskan pada gaya belajar siswa di kelas agar terciptanya suasana belajar yang mendukung siswa agar menghasilkan lulusan yang berkualitas baik.