Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Penyimpangan Nilai-Nilai Tradisi Mandi Balimau Kasai Terhadap Nilai-Nilai Islam: Peran Pemangku Adat Dalam Mempertahankan Nilai-Nilai Islam Pada Tradisi Mandi Balimau Kasai di Desa Batu Belah, Kec. Bangkinang, Kab. Kampar, Prov. Riau Pane, Ismail
EDUCATE : Journal of Education and Culture Vol. 2 No. 03: September 2024
Publisher : Rumah Riset Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61493/educate.v2i03.45

Abstract

Salah satu tradisi yang sampai saat ini masih melekat di daerah Batu Belah Kec. Bangkinang Kab. Kampar adalah tradisi mandi Balimau Kasai yang dilakukan menjelang bulan Ramadhan yakni dengan menyucikan diri menggunakan air jeruk limau dan campuran ramuan kuning dari beras dan kunyit. Tradisi mandi Balimau Kasai ini dilakukan hanya sekali setahun saat menjelang bulan Ramadhan yang juga dianggap oleh masyarakat setempat ini sebagai bentuk tradisi sakral dan paling ditunggu-tunggu. Pada tradisi mandi Balimau Kasai ini, terdapat beberapa rangkaian acara yang harus dilakukan sebelum mandi balimau kasai dimulai, yakni seperti santunan kepada anak yatim, lalu pemberian materi keagamaan, dan terakhir acara makan bajambau. Namun seiring perkembangan zaman, mandi Balimau Kasai yang dahulunya untuk menyucikan diri, saat ini sudah berubah menjadi ajang pencarian jodoh. Yang mana jika dahulu mandi balimau dibedakan antara lelaki dan perempuan, saat ini justru sudah bercampur aduk antara keduanya. Adapun pada penelitian ini merupakan penelitian survey dimana peneliti langsung terjun ke lapangan dan melakukan wawancara. Untuk instrument datanya yakni observasi, wawancara, dan dokumentasi.
HEWAN QURBAN DALAM HADIS NABI SAW: IMPLIKASI TERHADAP GIZI DAN KESEHATAN MASYARAKAT Naipospos, Afifah Zuhra; Pane, Ismail
MAHABBAH : Jurnal Ilmu Ushuluddin Dan Pemikiran Islam Vol. 1 No. 1 (2025): MAHABBAH: Jurnal Ilmu Ushuluddin Dan Pemikiran Islam
Publisher : MAHABBAH : Jurnal Ilmu Ushuluddin Dan Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ibadah qurban merupakan salah satu ajaran Islam yang telah diberikan, serta penyucian diri dari dosa. Selain makna spiritual, qurban juga yang memiliki makna spiritual mendalam, melambangkan penghambaan kepada Allah SWT, pengorbanan harta benda, rasa memiliki dampak positif bagi masyarakat, khususnya dalam aspek gizi dan kesehatan. Daging qurban, kaya akan protein dan nutrisi esensial, dapat meningkatkan status gizi masyarakat, terutama bagi mereka yang membutuhkan, serta mencegah penyakit kekurangan gizi. Hadis Nabi SAW menekankan pentingnya memilih hewan qurban yang sehat, bertujuan untuk menjamin keamanan pangan dan mencegah penyebaran penyakit zoonosis yang dapat membahayakan kesehatan manusia. Distribusi daging qurban yang adil dan merata juga menjadi aspek penting dalam ibadah qurban, mewujudkan keadilan sosial dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini menganalisis makna spiritual qurban, dampaknya pada gizi dan kesehatan masyarakat, aspek kesehatan hewan qurban, keadilan distribusi daging qurban, serta peran qurban dalam membangun solidaritas dan ukhuwah Islamiyah, berdasarkan Al-Qur’an, Hadis, dan literatur terkait. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan peran penting qurban secara spiritual, sosial, dan dalam membangun ukhuwah Islamiyah, menekankan pentingnya kesehatan hewan qurban dan distribusi yang adil untuk memaksimalkan manfaatnya bagi masyarakat.
IKATAN KIMIA SEBAGAI PERSPEKTIF HUBUNGAN MANUSIA DENGAN ALLAH SWT DALAM TINJAUAN HADIS NABI SAW Pane, Ismail; Hervina, Amanda
MAHABBAH : Jurnal Ilmu Ushuluddin Dan Pemikiran Islam Vol. 1 No. 2 (2025): MAHABBAH : Jurnal Ilmu Ushuluddin Dan Pemikiran Islam
Publisher : MAHABBAH : Jurnal Ilmu Ushuluddin Dan Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini mengkaji konsep ikatan kimia sebagai analogi dalam memahami hubungan antara manusia dengan Allah SWT dalam perspektif hadis Nabi Muhammad SAW. Ikatan kimia, yang merupakan fondasi dari pembentukan senyawa dalam ilmu kimia, dianalogikan dengan keterikatan spiritual manusia kepada Tuhannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji konsep ikatan kimia sebagai analogi dalam memahami hubungan antara manusia dengan Allah SWT berdasarkan perspektif hadis Nabi Muhammad SAW. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, yang menggabungkan literatur ilmiah dalam bidang kimia dengan referensi keislaman, khususnya hadis. Hasil kajian menunjukkan bahwa berbagai jenis ikatan kimia seperti ikatan ion, kovalen, dan logam, serta konsep elektron valensi dan polaritas, dapat dipadankan dengan nilai-nilai Islam seperti ketundukan kepada Allah, tolong-menolong dalam kebaikan, ukhuwah Islamiyah, dan pentingnya memilih lingkungan yang saleh. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pemahaman terhadap konsep-konsep ilmiah dalam kimia dapat menjadi media refleksi spiritual untuk memperdalam keimanan, sehingga pembelajaran kimia menjadi lebih bermakna dan berkontribusi terhadap pembentukan karakter dan spiritualitas yang kuat.
TRADISI MANDI BALIMAU KASAI DI DESA BATU BELAH KEC. BANGKINANG KAB. KAMPAR PROV. RIAU: Tinjauan Historis Hingga Dampaknya Bagi Masyarakat Wulandari, Suri; Pane, Ismail
Borneo : Journal of Islamic Studies Vol. 3 No. 2 (2023): BORNEO: Journal of Islamic Studies
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/borneo.v3i2.1509

Abstract

One of the traditions that has survived to this day in the area of Stone Belah Kec by Kab. Kampar is the tradition of the Balimau Kasai bath that is performed in the month of Ramadan with the aim of purifying yourself. This study examines specifically the Balimau Kasai bathing tradition in the village of Stone Belah, reviewing the historicity of the tradition and its impact on society. The research method used is qualitative-descriptive, with the collection of data from live interviews and sources from books, journals, and articles related to the dissemination of research. The results showed that the Balimau Kasai bathing tradition was carried out by Muslim society in line with the arrival of Islam, and the influence of Islam was felt in Kampar in the 14th century. So the tradition of bathing Balimau Kasai is one of the traditions resulting from the harmonization between custom, the elements of old beliefs (Hindu and Buddhist), and the teachings of Islam. Regarding the implementation of the tradition in accordance with the previous generations, which is to boil the purple lemon, pack the kasai limon, make traditional food, and slaughter the kerbau, bring the rantang containing the limon that has been packed with kasai and the ranting that contains the ninik mamak food to the house of relatives, get limon money, have Asar prayer in the mosque for men, and further bathe in the Kampar River, and the last celebration. Today, the series of practices begins with the donation to the orphans, then the delivery of religious material, and finally the feast of the banana. As for the impact of the implementation of the Balimau Kasai bathing tradition on society, it is the strengthening of Islamic values, the development of cultural tourism, the movement of the economy of the community, and the deviation of values.