Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Innovative: Journal Of Social Science Research

Limbah Bonggol Pisang Sebagai Elektrolit Padat Untuk Bio Baterai Ramah Lingkungan Hanan, Siti
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 4 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i4.13898

Abstract

Salah satu jenis elektrolit adalah elektrolit padat. Elektrolit padat memiliki kandungan selulosa. Selulosa dapat dipecah menjadi glukosa, glukosa dipecah menghasilkan elektron dan ion hidrogen sehingga dapat dijadikan sebagai bahan komposit elektrolit pada baterai melalui hidrolisis enzim dengan menggunakan asam cuka. Bonggol pisang mempunyai kandungan selulosa yang tinggi. Selulosa tersebut merupakan bahan awal dalam proses pembuatan pasta bonggol pisang untuk menggantikan pasta (elektrolit) pada baterai. Pembuatan elektrolit dilakukan dengan menghaluskan bonggol pisang hingga menjadi bubur, kemudian bubur bonggol pisang disaring untuk mendapatkan pasta padat (elektrolit). Pengamatan dilakukan dengan mengukur massa elekrolit bonggol pisang 250 gram dengan memvariasi volume larutan asam cuka konsentrasi 1 %. Variasi volume asam cuka  sebesar 2 ml, 3 ml, 4 ml, 5 ml, 6 ml, dan 7 ml. Saat pengujian elektrolit, katoda yang digunakan adalah batang karbon pada baterai bekas, sedangkan anodanya menggunakan seng (Zn). Jarak anoda dan katoda pada gelas ukur tempat elektrolit adalah 3 cm. Pada volume asam asam cuka sebesar 7 ml diperoleh tegangan mencapai 1,596 volt. Hasil eksperimen menunjukkan kenaikan tegangan dipengaruhi volume larutan asam cuka yang dicampurkan.