Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Peran Wellsite Geologist dalam Pemboran Eksplorasi Nikel Laterit Gunawan, Risal
Mining Science And Technology Journal Vol 4 No 2 (2025): Mining Science and Technology Journal
Publisher : Program Studi Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik, Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54297/minetech-journal.v4i2.915

Abstract

Eksplorasi nikel laterit memerlukan proses pemboran yang akurat dan efisien untuk memperoleh data geologi yang representatif. Dalam proses ini, peran Wellsite menjadi krusial dalam memastikan keberlangsungan operasional pemboran serta validitas data yang diperoleh. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran utama Wellsite dalam pemboran eksplorasi nikel laterit di Site Morowali PT. Cakrawala Resources Indonesia. Metode yang digunakan adalah pengamatan langsung dan analisis data operasional pemboran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Wellsite bertanggung jawab dalam pengawasan pemboran, pengelolaan dan penanganan sampel, koordinasi dengan tim geologi, penjaminan kualitas, keselamatan kerja, serta pelaporan dan dokumentasi. Implementasi peran Wellsite yang optimal dapat meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas data eksplorasi, yang berkontribusi pada perencanaan tambang yang lebih akurat
Pendekatan Holistik dalam Pengelolaan Dewatering : Integrasi Perhitungan Curah Hujan Ekstrem dan Evaluasi Performa Pompa di Pit Girimulya Roy Nastigor Nasution; Marlina K; gunawan, Risal
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 6 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v6i1.1526

Abstract

Dewatering merupakan proses penting dalam operasi tambang terbuka untuk mengendalikan air yang masuk ke area penambangan, menggunakan dasar dari curah hujan maksimum yang terjadi. Studi kasus dilakukan pada tambang batubara terbuka di wilayah tropis dengan tingkat curah hujan yang tinggi yaitu PT. Borneo Indobara Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Data curah hujan maksimum diperoleh dari stasiun meteorologi lokal (BMKG) selama periode 10 tahun atau sesuai umur tambang (keputusan Menteri no 1827 tahun 2018) , berdasarkan laporan operasional tambang yaitu 850.30 mm dibulan Juni. Metodologi penelitian mencakup analisis data curah hujan historis untuk mengidentifikasi pola curah hujan ekstrem menggunakan metode statistika seperti distribusi Gumbel dan analisis frekuensi. Selain itu, dilakukan pemodelan hidrologi untuk memperkirakan aliran air yang masuk ke area pit selama kejadian hujan ekstrem. Evaluasi performa pompa dewatering dilakukan melalui simulasi berbasis data lapangan dan uji kinerja pompa di kondisi operasional nyata. Untuk lokasi pengambilan data penelitian ada di pit Girimulya dimana terdapat beberapa sump dengan pompa yang di pakai dengan merk Multiflo 420 dan sekelasnya, debit yang keluar sebesar 350 - 500 m3/jam, hasil penelitian menunjukkan bahwa curah hujan maksimum memiliki pengaruh signifikan terhadap efektivitas metode dewatering yang digunakan. Penelitian ini menunjukkan bahwa sistem yang dibangun dengan pendekatan ini memiliki kemampuan yang lebih baik untuk mengatasi volume air yang masuk selama periode hujan ekstrem, mengurangi waktu non-produktif, dan meningkatkan keselamatan operasi. Rekomendasi praktis untuk diterapkan di lapangan termasuk peningkatan kapasitas pompa dan optimalisasi jadwal operasional
Peran Hidrologi dalam Perencanaan dan Operasi Tambang: Sebuah Tinjauan Literatur Gunawan, Risal; Amir, Muhamad Karnoha; Fadli, Fadli
Mining Science And Technology Journal Vol 5 No 1 (2026): Mining Science and Technology Journal
Publisher : Program Studi Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik, Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54297/minetech-journal.v5i1.1384

Abstract

Hidrologi tambang merupakan komponen esensial dalam seluruh siklus hidup pertambangan, mulai dari eksplorasi, perencanaan, pengoperasian, hingga pascatambang. Dalam dua dekade terakhir, meningkatnya skala dan kompleksitas kegiatan pertambangan telah mendorong perhatian yang lebih besar terhadap dinamika sistem hidrologi, mengingat keterkaitannya dengan stabilitas geoteknik, kepunahan operasional, serta perlindungan lingkungan perairan. Pengelolaan sistem hidrologi yang tidak optimal berpotensi menimbulkan risiko banjir pit, gangguan produksi, dan degradasi ekosistem akuatik. Artikel terpopuler ini menyajikan sintesis kritis terhadap jurnal internasional dan nasional, dengan tujuan memulai perkembangan dan analisis peran hidrologi dalam perencanaan serta pengoperasian tambang modern. Fokus kajian meliputi penerapan model hidrologi berbasis Sistem Informasi Geografis (GIS), kecerdasan buatan, pemodelan hidrogeokimia, dan penggunaan isotop geokimia untuk memahami interaksi udara permukaan dan udara tanah di lingkungan tambang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi pendekatan hidrologi kuantitatif dengan teknologi digital mampu meningkatkan akurasi perancangan sistem drainase, mengoptimalkan kinerja dewatering, serta menurunkan risiko banjir dan gangguan operasional. Selain manfaat teknis, beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa hubungan analisis neraca udara dengan evaluasi ekonomi tambang berpotensi meningkatkan nilai ekonomi proyek tanpa menambah beban lingkungan. Namun demikian, perubahan tanah akibat aktivitas pertambangan terbukti berdampak signifikan terhadap kualitas ekosistem akuatik, sehingga memerlukan strategi mitigasi. Secara keseluruhan, cerminan ini menegaskan bahwa hidrologi tambang telah berkembang dari fungsi yang bersifat reaktif menjadi elemen strategis dalam pengambilan keputusan tambang, dengan integrasi data real-time dan manajemen udara terpadu sebagai kunci pertambangan berkelanjutan di era perubahan iklim.