Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Tahapan Penambangan Nikel Laterit Gunawan, Risal
Mining Science And Technology Journal Vol 4 No 2 (2025): Mining Science and Technology Journal
Publisher : Program Studi Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik, Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54297/minetech-journal.v4i2.914

Abstract

Penambangan nikel laterit merupakan bagian integral dari industri logam yang penting dalam memenuhi kebutuhan bahan baku untuk pembuatan stainless steel dan baterai kendaraan listrik. Artikel ini membahas tahapan penambangan nikel laterit, mulai dari prospeksi, eksplorasi, penambangan, pengolahan, hingga pascatambang. Setiap tahapan menghadapi tantangan tersendiri, baik dari sisi teknis, ekonomi, maupun lingkungan. Proses prospeksi dan eksplorasi bertujuan untuk menemukan dan menentukan cadangan yang layak ditambang. Pada tahap penambangan, penggunaan metode tambang terbuka menjadi pilihan utama, meskipun terdapat dampak lingkungan yang harus diatasi dengan reklamasi yang efektif. Pengolahan bijih nikel laterit menggunakan metode pirometalurgi dan hidrometalurgi, yang masing-masing memiliki kelebihan dan kelemahan. Proses pascatambang memerlukan pemantauan jangka panjang terhadap kualitas lingkungan dan pemulihan ekosistem. Penelitian ini memberikan wawasan mengenai tantangan yang dihadapi serta solusi yang dapat diterapkan dalam meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan dalam penambangan nikel laterit.
Peran Wellsite Geologist dalam Pemboran Eksplorasi Nikel Laterit Gunawan, Risal
Mining Science And Technology Journal Vol 4 No 2 (2025): Mining Science and Technology Journal
Publisher : Program Studi Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik, Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54297/minetech-journal.v4i2.915

Abstract

Eksplorasi nikel laterit memerlukan proses pemboran yang akurat dan efisien untuk memperoleh data geologi yang representatif. Dalam proses ini, peran Wellsite menjadi krusial dalam memastikan keberlangsungan operasional pemboran serta validitas data yang diperoleh. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran utama Wellsite dalam pemboran eksplorasi nikel laterit di Site Morowali PT. Cakrawala Resources Indonesia. Metode yang digunakan adalah pengamatan langsung dan analisis data operasional pemboran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Wellsite bertanggung jawab dalam pengawasan pemboran, pengelolaan dan penanganan sampel, koordinasi dengan tim geologi, penjaminan kualitas, keselamatan kerja, serta pelaporan dan dokumentasi. Implementasi peran Wellsite yang optimal dapat meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas data eksplorasi, yang berkontribusi pada perencanaan tambang yang lebih akurat
Pendekatan Holistik dalam Pengelolaan Dewatering : Integrasi Perhitungan Curah Hujan Ekstrem dan Evaluasi Performa Pompa di Pit Girimulya Roy Nastigor Nasution; Marlina K; gunawan, Risal
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 6 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v6i1.1526

Abstract

Dewatering merupakan proses penting dalam operasi tambang terbuka untuk mengendalikan air yang masuk ke area penambangan, menggunakan dasar dari curah hujan maksimum yang terjadi. Studi kasus dilakukan pada tambang batubara terbuka di wilayah tropis dengan tingkat curah hujan yang tinggi yaitu PT. Borneo Indobara Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Data curah hujan maksimum diperoleh dari stasiun meteorologi lokal (BMKG) selama periode 10 tahun atau sesuai umur tambang (keputusan Menteri no 1827 tahun 2018) , berdasarkan laporan operasional tambang yaitu 850.30 mm dibulan Juni. Metodologi penelitian mencakup analisis data curah hujan historis untuk mengidentifikasi pola curah hujan ekstrem menggunakan metode statistika seperti distribusi Gumbel dan analisis frekuensi. Selain itu, dilakukan pemodelan hidrologi untuk memperkirakan aliran air yang masuk ke area pit selama kejadian hujan ekstrem. Evaluasi performa pompa dewatering dilakukan melalui simulasi berbasis data lapangan dan uji kinerja pompa di kondisi operasional nyata. Untuk lokasi pengambilan data penelitian ada di pit Girimulya dimana terdapat beberapa sump dengan pompa yang di pakai dengan merk Multiflo 420 dan sekelasnya, debit yang keluar sebesar 350 - 500 m3/jam, hasil penelitian menunjukkan bahwa curah hujan maksimum memiliki pengaruh signifikan terhadap efektivitas metode dewatering yang digunakan. Penelitian ini menunjukkan bahwa sistem yang dibangun dengan pendekatan ini memiliki kemampuan yang lebih baik untuk mengatasi volume air yang masuk selama periode hujan ekstrem, mengurangi waktu non-produktif, dan meningkatkan keselamatan operasi. Rekomendasi praktis untuk diterapkan di lapangan termasuk peningkatan kapasitas pompa dan optimalisasi jadwal operasional