Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Perancangan Aplikasi Mobile Penentuan Kesesuaian Dimensi pada Kendaraan Bus Pariwisata Berbasis Android Menggunakan Android Studio Ahmad, Rahmat; Yoga Yasa, I Putu Gede Krisna; Enji Oase, Altri Taufiqun; Prasetya, Dimas Oka; Pradana, Adrian
Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan Vol 7 No 1 (2023): Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan
Publisher : Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jrsl.v7i1.36613

Abstract

Today's transportation activities have very complex problems. Ranging from traffic jams to accidents that can result in injury to loss of life. This is due to several violations of vehicles being driven on the road. One of the violations commonly encountered on the road is the dimension of the vehicle that exceeds the threshold. Therefore, the researcher intends to design an application for determining the dimensions of a special android-based tourism bus vehicle that is easy to use. This application aims to facilitate the authorities in determining whether the tourism bus includes excess dimensions or not. Method used is the waterfall system method with a sequential software flow approach. Results of this study show that the application design is in accordance with the design objectives and is expected to be a recommendation in reducing the number of congestion and accidents due to excessive dimensions of tourism buses. ABSTRAK Aktivitas transportasi sekarang ini mempunyai permasalahan yang sangat kompleks. Mulai dari kemacetan hingga kecelakan yang dapat mengakibatkan cedera hingga hilangnya nyawa. Hal ini disebabkan adanya beberapa pelanggaran kendaraan yang dikendarai di jalan. Salah satu pelanggaran yang biasa ditemui di jalan yaitu dimensi kendaraan yang melebihi ambang batas. Oleh karena itu, peneliti bermaksud merancang aplikasi penentuan dimensi kendaraan khusus bus pariwisata berbasis android yang mudah digunakan. Perancangan aplikasi ini bertujuan memudahkan pihak berwenang dalam menentukan bus pariwisata apakah termasuk kelebihan dimensi atau tidak. Metode yang digunakan ialah sistem air terjun (waterfall) dengan pendekatan alur perangkat lunak secara berurutan. Hasil penelitian menunjukkan rancangan aplikasi sesuai dengan tujuan perancangan dan diharapkan menjadi rekomendasi dalam mengurangi angka kemacetan dan kecelakan akibat bus pariwisata yang dimensinya berlebih.
Threshold Berat Muatan Mobil Barang Dalam Hubungannya Dengan Jumlah Gaya Rem Pada Pengujian Kemampuan Rem Ermanto, Surya Aji; Sasue, Riz Rifai Oktavianus; Pradana, Adrian
Jurnal Keselamatan Transportasi Jalan (Indonesian Journal of Road Safety) Vol. 10 No. 1 (2023): JURNAL KESELAMATAN TRANSPORTASI JALAN (INDONESIAN JOURNAL OF ROAD SAFETY)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46447/ktj.v10i1.556

Abstract

Uji kemampuan rem utama pada kendaraan bermotor dilakukan melalui proses yang dinamakan pengujian rem (brake tester) yang dilakukan pada setiap sumbu roda di kendaraan bermotor yang diuji. Uji kemampuan rem utama tersebut dilakukan dengan menggunakan beban muatan kosong atau tanpa adanya muatan sama sekali saat proses uji rem tersebut. Hal ini jelas sangat bertolak belakang dengan kenyataan di lapangan karena mayoritas setiap kendaraan bermotor terutama dengan jenis mobil barang sesuai dengan peruntukannya selalu mengangkut barang/muatan saat beroperasi di jalan. Proses uji berkala pada pengujian rem (brake tester) yang dilakukan saat kendaraan bermotor dalam keadaan kosong tersebut, tentu tidak mencerminkan kondisi saat dioperasikan di jalan sehingga hasil uji kemampuan rem tersebut masih diragukan kemampuannya terutama saat kendaraan bermotor mengangkut barang/muatan sesuai dengan daya angkut yang telah ditetapkan. Atas dasar pemikiran di atas, maka penulis tertarik untuk membuat penelitian dengan judul “Threshold Berat Muatan Mobil Barang Dalam Hubungannya Dengan Jumlah Gaya Rem Pada Pengujian Kemampuan Rem”. Metode penelitian yang digunakan termasuk dalam penelitian eksperimen kuantitatif. Penelitian ini menghasilkan beberapa hal antara lain Hubungan antara massa dummy dengan kemampuan rem kendaraan adalah berbanding terbalik. Semakin besar massa dummy maka kemampuan rem semakin menurun; Pada pertambahan massa dummy sebesar 231 Kg kemampuan rem sudah tidak lolos uji dengan nilai 49,9 %; Persentase massa yang diangkut adalah sebesar 26,3 % dari massa kosong kendaraan agar kemampuan rem masih lolos uji; Kemampuan rem pada saat massa kosong sangat berbeda jika dibandingkan dengan saat dilakukan penambahan massa muatan. Ketika berat kosong kemampuan rem mencapai 88 % sedangkan pada pertambahan massa 250 Kg kemampuan rem turun sampai 46,3%.
Penurunan Perhitungan Regresi pada Degradasi Kemampuan Rem Terhadap Distribusi Beban Kendaraan Jenis Mobil Barang Putri, Luh Putu Risna Maharani; Adnyana, Dewa Gede Yudita Febrian; Sugita, I Ketut Guntur; Pradana, Adrian; Emanto, Surya Aji
Berkala Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi Vol. 2 No. 3 (2024): Berkala Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi
Publisher : Prodi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Jember dan Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/berkalafstpt.v2i3.1270

Abstract

The ability of a vehicle's brakes, also known as brake efficiency, is the ability of the vehicle's braking force to be compared to the weight of the vehicle in percent units. The ability of the vehicle's brakes has a significant correlation but is best compared to the cargo or goods carried by the vehicle. The greater the load or load distributed on the vehicle, the lower the brake efficiency. Motorized vehicles, especially goods cars whose purpose is always to carry cargo or goods or even experience overload when operating on the road, make it impossible to test their braking ability. Based on the above thoughts, the calculation was decreased using the experimental method and then regression analysis so that the formula equation was obtained: Y = 90.6 – 0.088(x). The reduction analysis of the regression calculation can be used to predict the brake ability or brake efficiency of an overloaded goods car type vehicle by converting the independent variable (x) in the form of load or load (Kg), which is the excess load carried by the vehicle to the empty weight of the goods car type vehicle. ABSTRAK Kemampuan rem kendaraan atau dikenal dengan efisiensi rem adalah kemampuan gaya pengereman kendaraan dibanding dengan berat kendaraan dengan satuan persen. Kemampuan rem kendaraan memiliki korelasi yang signifikan namun berbanding terbaik dengan muatan atau barang yang diangkut oleh kendaraan. Semakin besar muatan atau beban yang didistribusikan pada kendaraan maka semakin kecil efisiensi rem yang dihasilkan. Kendaraan bermotor khususnya mobil barang yang peruntukannya selalu mengangkut muatan atau barang atau bahkan mengalami muatan berlebih saat beroprasi dijalan tidak memungkinkan untuk melakukan pengujian kemampuan remnya. Atas dasar pemikiran di atas, dilakukan penurunan perhitungan dengan metode eksperimen kemudian analisis regresi sehingga didapatkan persamaan rumus: Y = 90,6 – 0,088(x). Analisis penurunan perhitungan regresi tersebut dapat digunakan untuk memprediksi kemampuan rem atau efisiensi rem kendaraan jenis mobil barang yang over load dengan mengonversi variabel bebas (x) berupa beban atau muatan (Kg) yang merupakan muatan berlebih yang diangkut kendaraan terhadap berat kosong kendaraan jenis mobil barang.
The Effect of Traffic on Wheel Flange Wear of LRT Jabodebek Zulkarnain, Akbar; Ersaputra, Arya Yudha; Atmaja, Dadang Sanjaya; Rifai, Afaf Fadhil; Pradana, Adrian
Journal of Railway Transportation and Technology Vol. 3 No. 2 (2024): November
Publisher : Politeknik Perkeretaapian Indonesia Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37367/jrtt.v3i2.50

Abstract

Light Rail Transit (LRT Jabodebek) is a light rail train that serves 2 operational crossings, namely cibubur Line and Bekasi Line. The problem that occurs in Jabodebek LRT is abnormal wheel flange wear. This problem will have an impact on the wheel life to be shorter. Therefore, this study aims to analyze the cross that has the most influence on the wear rate of the Jabodebek LRT wheel flange and find out when turning will be carried out. The flange measurement data obtained from daily and monthly maintenance data will be analyzed using the simple linear regression method. The value of flange wear caused by Lintas Harjamukti-Dukuh Atas of 0.00285 mm in one trip is greater than Lintas Jatimulya-Dukuh Atas of 0.001295 mm. While trainset 1 will be turned after traveling 117,962 km or 3944 trips, trainset 2 will be turned after traveling 74,061 or 2424 trips, trainset 13 will be turned after traveling 237,295 km or 7908 trips, trainset 18 will be turned after traveling 85,911 km or 2707 trips. Therefore, the Harjamukti-Dukuh Atas section has a greater influence on the wear that occurs compared to the Jatimulya-Dukuh Atas section.
Barriers to Electric Car Acceptance: Analysis of Consumer Perceptions Regarding Safety and Security Dwipayana, Arif Devi; Pradana, Adrian; Sulistyo, Aris Budi
ASTONJADRO Vol. 12 No. 2 (2023): ASTONJADRO
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/astonjadro.v12i2.8953

Abstract

The Indonesian government has issued Presidential Regulation Number 55 of 2019 concerning the acceleration of the battery-based electric motorized vehicle program. In 2019 the sales data for PHEV were 25 units and HEV was 787 units, sales of new BEV battery-based cars were recorded in 2020 totaling 125 units, PHEV and HEV were sold 8 and 1,191 units. For 2021 sales of BEV were 687 units, PHEV 46 units and HEV 2,472 units and until March 2022, BEV sales were 64 units, PHEV 10 units and HEV 646 units. It can be seen from the above data that sales growth has occurred, but it is still quite low compared to fossil fuel cars (a percentage of no more than 0.5% each year). Seeing the number that is still minimal, it is necessary to look at the obstacles that occur in the community, why this can happen, even though the Indonesian government wants to build an integrated electric vehicle ecosystem to encourage energy security and domestic energy independence so as to reduce dependence on the use of fuel oil and reduce greenhouse gas emissions. One of these obstacles is the aspect of safety and security. The survey was conducted throughout the provinces of Indonesia with the results that the most perceived obstacles from the aspect of safety and security were batteries, very minimal sound noise, geographical and weather conditions in Indonesia and the risk of hacking, ransomware and other forms of cyber attacks due to sophisticated technology. attached to an electric car. Another result that is in the spotlight is that there are still many respondents who answered they did not know about electric cars,
Threshold Berat Muatan Mobil Barang Dalam Hubungannya Dengan Jumlah Gaya Rem Pada Pengujian Kemampuan Rem Ermanto, Surya Aji; Sasue, Riz Rifai Oktavianus; Pradana, Adrian
Jurnal Keselamatan Transportasi Jalan (Indonesian Journal of Road Safety) Vol. 10 No. 1 (2023): JURNAL KESELAMATAN TRANSPORTASI JALAN (INDONESIAN JOURNAL OF ROAD SAFETY)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46447/ktj.v10i1.556

Abstract

Uji kemampuan rem utama pada kendaraan bermotor dilakukan melalui proses yang dinamakan pengujian rem (brake tester) yang dilakukan pada setiap sumbu roda di kendaraan bermotor yang diuji. Uji kemampuan rem utama tersebut dilakukan dengan menggunakan beban muatan kosong atau tanpa adanya muatan sama sekali saat proses uji rem tersebut. Hal ini jelas sangat bertolak belakang dengan kenyataan di lapangan karena mayoritas setiap kendaraan bermotor terutama dengan jenis mobil barang sesuai dengan peruntukannya selalu mengangkut barang/muatan saat beroperasi di jalan. Proses uji berkala pada pengujian rem (brake tester) yang dilakukan saat kendaraan bermotor dalam keadaan kosong tersebut, tentu tidak mencerminkan kondisi saat dioperasikan di jalan sehingga hasil uji kemampuan rem tersebut masih diragukan kemampuannya terutama saat kendaraan bermotor mengangkut barang/muatan sesuai dengan daya angkut yang telah ditetapkan. Atas dasar pemikiran di atas, maka penulis tertarik untuk membuat penelitian dengan judul “Threshold Berat Muatan Mobil Barang Dalam Hubungannya Dengan Jumlah Gaya Rem Pada Pengujian Kemampuan Rem”. Metode penelitian yang digunakan termasuk dalam penelitian eksperimen kuantitatif. Penelitian ini menghasilkan beberapa hal antara lain Hubungan antara massa dummy dengan kemampuan rem kendaraan adalah berbanding terbalik. Semakin besar massa dummy maka kemampuan rem semakin menurun; Pada pertambahan massa dummy sebesar 231 Kg kemampuan rem sudah tidak lolos uji dengan nilai 49,9 %; Persentase massa yang diangkut adalah sebesar 26,3 % dari massa kosong kendaraan agar kemampuan rem masih lolos uji; Kemampuan rem pada saat massa kosong sangat berbeda jika dibandingkan dengan saat dilakukan penambahan massa muatan. Ketika berat kosong kemampuan rem mencapai 88 % sedangkan pada pertambahan massa 250 Kg kemampuan rem turun sampai 46,3%.