Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Hubungan Antara Trombositpoenia Dengan IgM, IgG Pada Pasien Demam Berdarah Dengue di Puskesmas Polowijen: The Relationship Between Thrombocytopenia And IgM, IgG In Dengue Fever Patients At Polowijen Community Health Center Rodolof, Claudya Putri; Mahtuti, Erni Yohani; Rahmawati, Previta Zeizar
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 6 No. 2 (2024): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v6i2.5649

Abstract

Dengue hemorrhagic fever (DHF) caused by the dengue virus with general symptoms of fever, joint pain, rash and thrombocytopenia. One of the tests of the immune system in DHF is IgM and IgG. The purpose o determine the relationship between thrombocytopenia and (IgM) and (IgG) in patients with dengue hemorrhagic fever at the Polowijen Health Center in Malang City. The method is in the form of laboratory descriptive observational, carried out from May to June 2023. sampling by Accidental Sampling with a total of 25 patients. The results of the study of 25 patients with dengue hemorrhagic fever, 13 female patients (52%) and 12 male patients (48%). Based on the age category, there were 4 patients with dengue hemorrhagic fever under five (16%), children 10 patients (40%), adolescents 4 patients (16%) and early adults 7 patients (28%). The results of the infection category included primary 8 patients (32%), secondary infection 17 (68%). The results of data analysis with Pearson correlation showed a relationship between thrombocytopenia and IgM p = 0.029 r = 0.436 meaning that there is a strong and unidirectional relationship between thrombocytopenia and IgM. Thrombocytopenia with IgG p = 0.056 r = 0.387 means that there is a strong and unidirectional relationship between thrombocytopenia and IgG. The relationship between IgM and IgG is p = 0.093 r = -0.343. Which means that between IgM and IgG there is a strong inverse relationship, that is, if IgM is positive then IgG is negative, and vice versa
Gambaran Kadar Karboksihemoglobin (CoHb) Perokok Ringan Sedang Berat di Organisasi IPPMASTI Kota Malang: Overview of Carboxyhemoglobin (COHb) Levels Light to medium light smokers in the organization IPPMASTI Malang City Ina, Sririn Dari Tamu; Rahmawati, Previta Zeizar; Husnah, Yeni Avidhatul
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 7 No. 1 (2024): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v7i1.7786

Abstract

Karboksihemoglobin (COHb) merupakan sebuah kompleks stabil yang terdiri dari CO dan Hb. Paparan terhadap CO, terutama dari asap rokok, dapat meningkatkan kadar COHb dalam tubuh. Meningkatnya kadar COHb dapat mengganggu fungsi transportasi oksigen oleh hemoglobin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar COHb perokok (Ringan, Sedang, Berat). Populasi seluruh anggota IPPMASTI (Ikatan Pemuda Pelajar Asal Sumba Timur) Kota Malang sebanyak 98 siswa setelah pembagian kuisoner yang masuk kriteria inklusi sampel 25 responden. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan Cross sectional, teknik pengambilan sampel menggunakan porposive sampling dengan alat pemeriksaan spektofotomer Uv-Vis. Hasil penelitian terdapat 1 responden kadar COHb normal rentang COHb 1,85% dan tertinggi 24 rentang COHb 3,99% - 9,36% semua berjenis kelamin laki-laki. Kemudian jumlah batang rokok 1-4 batang (Ringan) 1 responden COHb normal 1,85% dan COHb tinggi 14 responden (58%) rentang COHb 3,99%-7,95%. Pada ketegori (sedang) 5-14 batang 6 responden (25%) rentang kadar COHb 5,11% -7,73%. Sedangkan pada perokok (Berat) ≥ 15 batang terdapat 4 responden (17%) rentang kadar COHb 5,70%-6,47% Hasil uji korelasi antara lama merokok dengan kadar COHb terdapat nilai uji korelasi pearson nilai r = 0,188 dan nilai p- Nilai yaitu 0,368 atau > 0,01 menunjukkan bahwa durasi lama merokok tidak berhubungan dengan kadar COHb, karena nilai 0,188 masuk dalam korelasi antarfal rendah yang berarti lemah. Sedangkan hasil uji korelasi jumlah batang rokok dengan kadar COHb terdapat hasil uji korelasi nilai r = 0,512 dan nilai p - value yaitu 0,009 atau <0,01 yang berarti sedang menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara jumlah batang rokok dengan kadar COHb.
PERBANDINGAN HASIL PEMERIKSAAN KADAR ASAM URAT PADA LANSIA DESA UNDAAN MENGGUNAKAN METODE POCT DAN ENZIMATIK URIKASE Yunia, Fita Asri Fatul; Rahmawati, Previta Zeizar
Jurnal Analis Laboratorium Medik Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Analis Laboratorium Medik
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jalm.v10i2.6417

Abstract

Latar belakang: Asam urat merupakan produk akhir katabolisme purin yang disintesis di hati dan diekskresikan melalui saluran kemih lansia lebih rentan terkena asam urat karena adanya perubahan fisiologis dan metabolisme tubuh yang terjadi seiring bertambahnya usia. Tujuan:  untuk mengetahui perbedaan hasil kadar asam urat pada lansia anatara metode POCT dan Enzimatik Urikase. Metode: deskriptif kuantitatif dimana sampel diambil secara purposive sampling dengan kriteria inklusi serta eksklusi pada serum darah 30 lansia di Desa Undaan RW.01. Pemeriksaan yang dilakukan yaitu menggunakan POCT dan Enzimatik Urikase. Hasil: menunjukkan bahwa terdapat hasil normal sebanyak 16 orang (53,3%), dan terdapat hasil yang tinggi sebanyak 12 orang (40%). Kesimpulan: Untuk mengetahui perbedaan signifikan kedua metode menggunakan analisa statistik uji wilcoxon dengan hasil p-value 0,001 (p<0,05).”
Analisis Jumlah Leukosit Dan Eritrosit Dalam Urine Sopir Bus Dengan Dugaan Infeksi Saluran Kemih (Isk) putri, rani ekawati; Rahmawati, Previta Zeizar; Faisal, Faisal Zeizar
Jurnal Kesehatan Bhakti Husada Vol 11 No 2 (2025): JURNAL KESEHATAN BHAKTI HUSADA
Publisher : Jurnal Kesehatan Bhakti Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37848/jkb.v11i2.241

Abstract

Latar belakang Infeksi Saluran Kemih (ISK) merupakan penyakit karena adanya infeksi disebabkan oleh patogen yang masuk pada saluran perkemihan yang meliputi ginjal, ureter, kandung kemih, dan uretra. Sopir bus merupakan salah satu pekerjaan yang membutuhkan waktu kerja yang lamah, kurangnya istirahat, sering menahan buang air kecil dan kurangnya mengkonsumsi air dalam satu kali perjalanan yang mengakibatkan terjadinya ISK. Tujuan peneliian ini Untuk menganalisis jumlah leukosit dan eritrosit dalam urine pada sopir bus di terminal arjosari kota malang dengan dugaan infeksi saluran kemih (ISK). Metode penelitian deskriptif kuantitatif analitik mengunakan Teknik sampling random sebanyak 20 sopir dengan pemeriksaan mikroskopis. Hasil penelitian dari jumlah leukosit, eritrosit urine pada sopir bus diterminal Arjosari Kota Malang dengan jumlah sampel sabanyak 20 sampel. pada hasil negatif leukosit sebanyak 18 orang (90%) dan positif leukosit sebanyak 2 orang (10%) pada sampel A20 jumlah leukosit 22 sel. Pada sampel A19 jumlah leukosit 6 sel. Dan hasil negatif eritrosit sebanyak 19 orang (95%) dan positif eritrrosit 1 orang (5%) didapatkan pada sampel A20 jumlah eritrosit sebanyak 49 sel. Dimana hasil positif ditandai jika jumlah leukosit>4/LPB, dan jumlah eritrosit>3/LPB. Dan hasil negatif ditandai dengan tidak adanya leukosit dan eritrosit. Saran peneliti selajnjutnyaj untuk melajkukajn penelitiajn lebih lajnjut terkajit urinajlisaj yajitu meliputi: epitel, bajkteri, kristajl, dajn secajraj fisik di lihajt dajri kekeruhajn, wajrnaj, dajn pH. Kata kunci : infeksi saluran kemih, leukosit urine, eritrosit urine.
Gambaran Karboksihemoglobin (COHb) Pada Pengrajin Genteng di Desa Urek-Urek Kecamatan Gondang Legi Kabupaten Malang Hidhayah, Nurul; Rahmawati, Previta Zeizar; Mahtuti, Erni Yohani
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 8 No. 2 (2026): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v8i2.11084

Abstract

Karboksihemoglobin (COHb) merupakan gas beracun yang terbentuk dari proses pembakaran yang tidak sempurna. Pengrajin Genteng merupakan seseorang yang berada di lingkungan industri yang melakukan proses pembuatan sampai proses pembakaran hingga menjadi genteng sehingga berpotensi terpaparnya CO yang berikatan dengan hemoglobin yang akhirnya menjadi COHb. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar karboksihemoglobin pada pengrajin genteng. Jenis penelitian ini deskriptif analitik, teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling dengan menggunakan alat spektrofotometer UV - Vis dan analisis korelasi pearson. Hasil penelitian pada 20 orang pengrajin genteng didapatkan nilai rentang COHb sebesar 4,92% - 7,53% melebihi nilai normal kadar COHb <3,5%. Hasil uji korelasi pearson kadar COHb dengan lama merokok memperoleh nilai r = 0,322 dan nilai p sebesar 0,166 atau >0,05 yang menunjukkan bahwa lama merokok dengan kadar COHb tidak berhubungan, sedangkan hasil uji korelasi pearson kadar COHb dengan lama bekerja memperoleh nilai r = 0,578 dan nilai p sebesar 0,008 atau <0,05 yang berarti interval korelasi sedang menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara kadar COHb dengan lama bekerja.
PERBANDINGAN HASIL PEMERIKSAAN KADAR ASAM URAT PADA LANSIA DESA UNDAAN MENGGUNAKAN METODE POCT DAN ENZIMATIK URIKASE Yunia, Fita Asri Fatul; Rahmawati, Previta Zeizar
Jurnal Analis Laboratorium Medik Vol 10 No 2 (2025): JURNAL ANALIS LABORATORIUM MEDIK
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Asam urat merupakan produk akhir katabolisme purin yang disintesis di hati dan diekskresikan melalui saluran kemih lansia lebih rentan terkena asam urat karena adanya perubahan fisiologis dan metabolisme tubuh yang terjadi seiring bertambahnya usia. Tujuan: untuk mengetahui perbedaan hasil kadar asam urat pada lansia anatara metode POCT dan Enzimatik Urikase. Metode: deskriptif kuantitatif dimana sampel diambil secara purposive sampling dengan kriteria inklusi serta eksklusi pada serum darah 30 lansia di Desa Undaan RW.01. Pemeriksaan yang dilakukan yaitu menggunakan POCT dan Enzimatik Urikase. Hasil: menunjukkan bahwa terdapat hasil normal sebanyak 16 orang (53,3%), dan terdapat hasil yang tinggi sebanyak 12 orang (40%). Kesimpulan: Untuk mengetahui perbedaan signifikan kedua metode menggunakan analisa statistik uji wilcoxon dengan hasil p-value 0,001 (p<0,05).”