Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Journal Pharmacy and Application of Computer Sciences

UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK LIDAH MERTUA (Sansevieria trifasciata) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA BAKAR PADA KELINCI (Oryctolagus cuniculus) Temarwut, Farid Fani; Azis, Arief; Arif, Mutmainah; Abasa, Sustrin; Ishak, Pertiwi
Journal Pharmacy and Application of Computer Sciences Vol. 1 No. 1: Februari: 2023: JOPACS
Publisher : Arlisaka Madani Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59823/jopacs.v1i1.15

Abstract

Luka bakar merupakan kerusakan jaringan yang disebabkan karena paparan sumber panas seperti listrik, api dan bahan kimia yang berbahaya. Luka bakar dapat merusak kulit dan jaringan seperti pembuluh darah, tendon, saraf dan tulang sehingga meningkatkan resiko terjadinya infeksi. Daun lidah mertua mengandung senyawa aktif saponin, kardenolin, polifenol, falavanoid dan tanin. Penelitian ini adalah eksperimental laboratorium yang dilaksanakan di laboratorium Farnakologi Universitas Pancasakti. Penelitian menggunakan 5 ekor Kelinci, setiap kelinci dibuat luka dengan luas 2 cm pada area punggung yang dibagi menjadi 3 area luka. Kelinci dibagi 5 kelompok, dimana kelompok I diberikan NaCMC, kelompom II Ekstrak lidah mertua 15%, kelompok III 20%, kelompok IV 25% dan kelompok V Bioplacenton. Perlakuan dilakukan selama 12 hari dimana tiap 3 hari dilakukan pengukuran penyembuhan luka bakar. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh persentase rata-rata penyembuhan luka bakar sebesar 8,67%, 24,5, 36,83%, 56% dan 63%. Berdasarkan analisis statistik dengan menggunakan analisis variances (ANOVA) dan uji lanjut LSD menunjukkan perbedaan bermakna p<0,05 pada seluruh perlakuan, dimana kesimpulan yang didapatkan bahwa konsentrasi yang baik digunakan dari ketiga konsentrasi tersebut ekstrak terhadap penyembuhan luka bakar pada kelinci yang lebih efektif ditunjukkan pada ekstrak dengan konsentrasi 25%.
UJI TOKSISITAS AKUT LD50 EKSTRAK CANGKANG LANDAK LAUT (Diadema setosum) TERHADAP TIKUS (Rattus norvegicus) Syachriyani, Syachriyani; Temarwut, Farid Fani; Abasa, Sustrin
Journal Pharmacy and Application of Computer Sciences Vol. 1 No. 1: Februari: 2023: JOPACS
Publisher : Arlisaka Madani Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59823/jopacs.v1i1.18

Abstract

Penelitian ini bertujuan menentukan nilai LD50 Ekstrak Cangkang Landak Laut dan mengamati gejala toksik yang terjadi serta untuk mengetahui kategori toksisitas Ekstrak Cangkang Landak Laut (Diadema setosum) terhadap tikus (Rattus norvegicus). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen. Penelitian ini menggunakan 24 ekor tikus putih yang dibagi menjadi 6 kelompok terdiri atas kelompok kontrol yang dberi Na.CMC 1% b/v dan kelompok perlakuan yang diberikan ekstrak cangkang landak laut (Diadema setosum) dengan konsentrasi masing-masing 10 mg/mL, 100 mg/mL, 200 mg/mL, 300 mg/mL dan 700 mg/mL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pemberian ekstrak cangkang landak laut tidak menunjukkan gejala efek toksik dan tidak menimbulkan kematian tikus dengan durasi pengamatan 24 jam dan selama 7 hari dan digolongkan pada kriteria “Relatif Tidak Membahayakan.”
UJI EFEK ANALGETIK EKSTRAK ETANOL BUAH BLIGO (Benincasa hispida Thumb) TERHADAP MENCIT (Mus musculus) Arif, Mutmainah; Temarwut, Farid Fani; Ishak, Pertiwi
Journal Pharmacy and Application of Computer Sciences Vol. 2 No. 1: Februari: 2024: JOPACS
Publisher : Arlisaka Madani Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59823/jopacs.v2i1.48

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek analgetik dari ekstrak etanol buah B. hispida. Penelitian ini menggunakan metode geliat pada 15 ekor mencit yang dibagi dalam 5 kelompok perlakuan. Kelompok I sebagai kontrol negatif yang diberikan Na-CMC, kelompok II sebagai kelompok kontrol positif yang diberikan suspensi antalgin, kelompok III, IV, dan V sebagai kelompok perlakuan yang diberikan ekstrak etanol buah B. hispida dengan konsentrasi masing-masing 1%, 2%, dan 3%. Masing-masing kelompok diberikan asam asetat 1% secara intraperitonial untuk menginduksi nyeri. setelah tiga puluh menit pemberian asam asetat, kelompok kontrol positif dan kelompok perlakuan diberikan bahan uji secara oral. Kemudian setelah tiga puluh menit pemberian bahan uji, diamati dan dihitung jumlah geliat dengan interval waktu pada menit ke-15, 30, 45 dan 60. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol buah B. hispida dengan konsentrasi 1%, 2% dan 3% memberikan persentase proteksi berturut-turut yaitu 43,83%, 47,67% dan 56,33%. Kelompok kontol positif yang diberikan antalgin memberikan persentase proteksi sebesar 93,33% dan kontrol negatif yang diberi Na-CMC memberikan persentase proteksi sebesar 0%.
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK REBUNG BAMBU TALANG (Schizostachyum brachycladum Kurz) TERHADAP PENURUNAN KADAR ASAM URAT DENGAN MENGGUNAKAN SERUM DARAH PADA TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus Norvegicus) Temarwut, Farid Fani; Ishak, Pertiwi
Journal Pharmacy and Application of Computer Sciences Vol. 2 No. 2: Agustus: 2024: JOPACS
Publisher : Arlisaka Madani Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59823/jopacs.v2i2.58

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh serta potensi ekstrak rebung bambu talang (Schizostachyum brachycladum Kurz) terhadap penurunan asam urat diuji menggunakan serum dengan metode enzimatik fotometrik . Desain penelitian ini adalah eksperimental, menggunakan tikus putih jantan (Rattus Norvegicus) yang dinaikkan asam uratnya menggunakan kalium oksonat 250mg/kg BB secara intraperitoneal. dengan Sampel terdiri dari 15 ekor tikusyang dibagi 5 kelompok. Kelompok I sebagai kontrol negatif (Na. CMC 1%), kelompok II sebagai kontrol positif Allopurinol (5,4 mg/KgBB). , kelompok III (ekstrak rebung bambu talang 100 mg/kgBB), kelompok IV (ekstrak rebungbambu talang 200mg/KgBB) dan kelompok V (ekstrak rebung bambu talang 300mg/KgBB). Data di analisis dengan Uji paired test untuk membandingkanhasil kadar asam urat, beda nyata antar perlakuan diuji dengan one way ANOVA dan dilanjutkan dengan Uji post hoc LSD untuk melihat perbedaan signifikanantar setiap kelompok perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak rebung bambu talang (Schizostachyum Brachycladum Kurz) memiliki efek menurunkan kadar asam urat dan konsentrasi yang paling efektif ialah 300 mg/KgBB dengan rata-rata1,82 mg/dl