Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

FORMULATION AND ACTIVITY TESTS OF EUPHATORIUM LEAF (Euphatorium oradatum L.) ETHANOL EXTRACT GEL ON BURNS HEALING OF RABBITS Firmansyah, Firmansyah; Taufiq; Hafid, Muliana; Sari, Alfiani; Duppa, Muhammad Taufiq
Jurnal Jamu Kusuma Vol. 4 No. 1 (2024): JURNAL JAMU KUSUMA
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37341/jurnaljamukusuma.v4i1.96

Abstract

A gel is a semisolid system consisting of small inorganic particles or large organic molecules suspended in a liquid. This study aims to determine if Euphatorium leaf extract can be formulated into a gel preparation that meets the physical quality requirements and to determine the activity of Euphatorium leaf extract gel on rabbit burn wound healing. This type of research was a laboratory experiment with gel preparation formulations and activity tests on rabbit burn wound healing. Preparation of Euphatorium leaf extract by maceration with 96% ethanol solvent. In this study, FI gel preparations (negative control), FII (2.5% extract), FIII (5% extract), FIV (10% extract), FV (Bioplacenton positive control). Furthermore, a physical stability test was carried out on the Euphatorium leaf extract gel which included; organoleptic test, homogeneity test, pH test, spreadability test, adhesion test, viscosity test and accelerated stability test. Then tested the activity of Euphatorium leaf extract gel on the healing of rabbit burns. In this test, 5 rabbits were used. Each rabbit was made a wound with an area of ​​2 cm on the back area which was divided into 3 wound areas. Each wound area is given the same concentration. Observations were made every 3 days of treatment. The results showed that Euphatorium leaf extract could be formulated into a gel preparation and met the physical stability requirements of the gel, and the activity test on the healing of rabbit burns obtained an average percentage of burn wound healing, namely FI (11.83%), FII (24.50) , FIII (31.33%), FIV (54.17%) and FV (66.17%). Based on the results of statistical analysis tests with one way ANOVA, it was shown that there were significant differences in the healing activity of rabbit burns between all treatment groups where the value of p <0.05.
FORMULASI DAN UJI MUTU FISIK MASKER PEEL OFF PATI KENTANG (Amylum solani) SEBAGAI EKSFOLIASI KULIT WAJAH Rusmin, Rusmin; hafid, muliana; Nurinayah, Nurinayah
Journal Pharmacy and Application of Computer Sciences Vol. 1 No. 2: Agustus: 2023: JOPACS
Publisher : Arlisaka Madani Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59823/jopacs.v1i2.21

Abstract

The aim of the study was to formulate peel off masks and test the physical quality of potato starch peel off masks (Amylum solani) as facial skin exfoliants. This research was carried out in the Phytochemical and Pharmaceutical Laboratory of Pancasakti University-Makassar. The process of making starch begins with mashed potatoes and let stand for 24 hours with distilled water to get starch filtrate. The starch obtained is then dried and sieved. Potato starch is formulated into face mask preparations and physical quality tests are carried out in the form of organoleptic tests, homogeneity tests, pH tests, viscosity tests, spreadability tests, drying time tests and hedonic tests. The results of the physical quality test of the preparations showed that there was an effect of variations in the concentration of potato starch on the stability of facial skin cleansing mask preparations. However, the results of the physical quality of the preparation still meet the stability requirements for facial skin cleansing mask preparations. Thus the use of variations in the concentration of potato starch can be formulated for exfoliating facial skin masks.
PENENTUAN AKTIVITAS ANTIINFLAMASI SEDIAAN EMULGEL MINYAK NILAM (POGOSTEMON CABLIN) TERHADAP MENCIT JANTAN (MUS MUSCULUS) Hafid, Muliana; Abasa, Sustrin
Journal Pharmacy and Application of Computer Sciences Vol. 3 No. 1: Februari: 2025: JOPACS
Publisher : Arlisaka Madani Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59823/jopacs.v3i1.68

Abstract

Minyak Nilam (Pogostemon cablin) mengandung senyawa patchouli alkohol yang memiliki efek sebagai antiinflamasi. Pemberian minyak Nilam secara topical dapat memberikan efek antiinflamasi pada kulit punggung Mencit jantan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antiinflamasi minyak Nilam yang di formulasikan kedalam bentuk sediaan emulgel terhadap hewan uji Mencit Jantan dan apakah sediaan emulgel minyak Nilam memenuhi syarak mutu fisik sediaan. Penelitian ini dilakuan dengan tiga formula dengan konsentrasi Minyak Nilam masing-masing FI 10%, FII 12.5%, FIII 15%. Berdasarkan pengujian stabilistas fisik sediaan dari parameter organoleptik, viskositas, homogenitas, tipe emulsi, pH, daya lekat dan cycling test, minyak Nilam dapat diformulasikan kedalam bentu sediaan dengan konsentrasi 10% dan 12.5% karena stabill sebelum dan sesudah cycling test. Hasil pengujian statistik ANOVA dengan SPSS dilakukan uji normalitas dan homogenitas menuujkan bahwa emulgel minyak Nilam tidak menunjukan perbedaan signifikan meskipun rata-ratanya berbeda jauh dalam mengatasi radang pada kaki mencit (sig>0,05), namun jika dilihat dari persen daya inflamasi maka dapat ditarik kesimpulan bahwa emulgel minyak Nilam dengan konsentrai 12.5 % dengan daya inflamasi sebesar 96.87% di menit ke 300 memiliki daya inflamasi yang paling besar dan memenuhi syarat uji mutu fisik sediaan.
ANALISIS KANDUNGAN KLORIN PADA BERAS PUTIH (Oriza sativa L) YANG BEREDAR DIPASAR ANDI TA’DA KOTA PALOPO DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS Abasa, Sustrin; Hafid, Muliana; K.A, Syarifuddin
Journal Pharmacy and Application of Computer Sciences Vol. 3 No. 2: Agustus: 2025: JOPACS
Publisher : Arlisaka Madani Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59823/jopacs.v3i2.88

Abstract

Beras merupakan bahan pangan pokok masyarakat di Indonesia yang berasal dari tanaman padi (Oryza sativa L) yang telah digiling. Beras kaya akan nutrisi yang dibutuhkan bagi tubuh manusia,seperti karbohidrat,lemak ,vitamin, serta zat gizi lain seperti protein dan eberapa jenis mineral. Klorin yang digunakan sebagai pemutih pakaian merupakan bahan kimia yang dilarang pengunaannya didalam bahan pangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menentukan kadar klorin pada beras yang beredar dipasar Andi ta’da Kota Palopo. Penelitian ini menggunakan sebanyak empat sampel beras putih yang dijual dipasar Andi Ta’da Kota Palopo. Penentuan klorin diuji secara kualitatif dan kuantitatif dengan metode Spektrofotometri UV-Vis. Hasil analisis kualitatif menunjukkan semua sampel positif klorin adanya perubahan warna biru keunguan. uji kuantitatif diketahui kadar sampel beras putih yang diberi kode A mengandung kadar klorin 0,1111 mg/g, sampel beras putih diberi kode B mengandung kadar klorin 0,1475 mg/g , sampel beras putih diberi kode C mengandung kadar klorin 0,1435 mg/g, dan sampel beras putih diberi kode D 0,0794 mg/g.
Penyuluhan Dagusibu dan Pemeriksaan Status Kesehatan Masyarakat di Kelurahan Bontolebang, Kabupaten Takalar Buang, Ariyani; Adriana, Andi Nur Ilmi; Prayitno, Suprapto; Firmansyah; Temarwut, Farid Fani; Hafid, Muliana; Aris, Muhammad
GLOBAL ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2023): Mei 2023, GLOBAL ABDIMAS,
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51577/globalabdimas.v3i1.415

Abstract

Berbagai masalah kesehatan masih ditemui di masyarakat baik berkaitan dengan obat akibat semakin tingginya tindakan swamedikasi atau pengobatan sendiri (self medication) maupun akibat semakin tingginya kematian akibat penyakit degeneratif atau penyakit tidak menular (PTM) Berbagai permasalahan terkait obat dapat dikarenakan masyarakat kurang paham tentang penggunaan dan penanganan obat dengan benar sedangkan penyakit degeneratif disebabkan kurangnya kesadaran masyarakat untuk skrining kesehatan. Berdasarkan informasi yang diperoleh Tim Pengabdian masyarakat Prodi Farmasi Universitas Pancasakti bahwa Kelurahan Bontolebang, Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar Provinsi Sulawesi selatan belum pernah mendapatkan informasi tentang penggunaan dan penanganan obat dengan benar dan rendahnya kesadaran masyarakat untuk memeriksakan kesehatan. Tujuan kegiatan Pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang obat melalui sosialisasi DAGUSIBU (DApatkan, GUnakan, SImpan, BUang) obat yang baik dan benar serta meningkatkan status kesehatan masyarakat melalui pemeriksaan kesehatan gratis yaitu Glukosa darah dan Pengukuran tekanan darah. Kegiatan ini dilaksanakan oleh dosen dan mahasiswa prodi Farmasi Universitas Pancasakti pada tanggal 10 Maret 2023 bertempat di Kantor Lurah Bontolebang dan dihadiri oleh masyarakat Bontolebang, ibu PKK, dan perangkat Desa. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan sosialisasi DAGUSIBU dengan cara penyuluhan, tahap evaluasi berupa pre test dan post test, diskusi interaktif dan pambagian leaflet DAGUSIBU serta pengukuran glukosa darah dan tekanan darah. Hasil dari kegiatan ini dapat disimpulkan bahwa :. sosialisasi DAGUSIBU dengan cara penyuluhan dapat meningkatkan pemahaman peserta tentang penggunaan dan penanganan obat yang benar dan dari hasil pemeriksaan glukosa darah dan tekanan darah dapat disimpulkan bahwa penyakit degeneratif berupa Diabetes mellitus dan hipertensi banyak terdapat di masyarakat Desa Bontolebang Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten takalar Provinsi Sulawesi Selatan hal ini disebabkan karena: pola hidup yang tidak sehat, kurang olah raga, stres dan kurangnya informasi yang didapat tentang hal yang menjadi pemicunya.