Ningrum, L Endah Cahya
Unknown Affiliation

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENGARUH PENGGUNAAN APLIKASI ELEKTRODOC TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS X MATA PELAJARAN DASAR-DASAR TEKNIK ELEKTRONIKA SMKN 1 SIDOARJO Nugroho, Anggara Tristya; Endryansyah, Endryansyah; Kholis, Nur; Ningrum, L Endah Cahya
Jurnal Pendidikan Teknik Elektro Vol. 14 No. 02 (2025): Jurnal Pendidikan Teknik Elektro (Agustus 2025)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran memiliki sebuah tujuan untuk menguasai kompetensi yang telah ditentukan. Dalam mencapai kompetensi tersebut, penyampaian materi pembelajaran haruslah efektif. Maka dari itu pemilihan media pembelajaran menjadi suatu faktor penting, salah satu media yang digunakan adalah aplikasi Electrodoc. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah aplikasi Electrodoc memiliki pengaruh terhadap hasil belajar peserta didik kelas X di SMKN 1 Sidoarjo pada mata pelajaran Dasar-Dasar Teknik Elektronika. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen berbentuk Non Equivalent Control Group Design. Terdapat dua kelas yaitu kelas kontrol dan kelas eksperimen. Data diperoleh dari angket yang digunakan untuk mencari respon peserta didik. Dan tes untuk memeroleh hasil belajar pretest dan posttest. Setelah melakukan penelitian, diketahui respon peserta didik memiliki hasil nilai rata-rata keseluruhan sebesar 3,11 atau 77,74% yang dapat dikatakan baik. Untuk pretest kelas kontrol diperoleh hasil rata-rata keseluruhan 38,51 dan kelas eksperimen sebesar 34,46. Hasil posttest kelas kontrol menghasilkan rata-rata keseluruhan sebesar 60,27 dan untuk kelas eksperimen sebesar 77,57. Data yang diperoleh dilakukan uji normalitas dengan memeroleh hasil nilai signifikansi sebesar 0,0013 untuk respon peserta didik dan 0,000007 untuk hasil posttest kelas eksperimen, dengan begitu keduanya dinyatakan tidak terdistribusi normal. Hasil uji non parametrik Rank Spearman diantara hasil respon peserta didik dan hasil posttest kelas eksperimen adalah nilai sig. 2 tailed 0,806 yang berarti aplikasi Electrodoc tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap hasil belajar peserta didik kelas X SMKN 1 Sidoarjo pada mata pelajaran Dasar-Dasar Teknik Elektronika.
EFEKTIVITAS MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) DENGAN PENDEKATAN GAMIFICATION BERBASIS APLIKASI VOLTSIM – CIRCUIT SIMULATOR TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS X TEI DI SMK NEGERI 1 DRIYOREJO Ramadhani, Mustofa; Ningrum, L Endah Cahya; Kholis, Nur; Zuhrie, Muhamad Syariffuddien
Jurnal Pendidikan Teknik Elektro Vol. 15 No. 02 (2026): Jurnal Pendidikan Teknik Elektro (Agustus 2026)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran ideal seharusnya mampu menciptakan suasana yang gembira dan menginspirasi agar peserta didik berpartisipasi dengan aktif saat belajar lalu memahami materi secara mendalam. Namun, hasil belajar di kelas X TEI SMKN 1 Driyorejo elemen komponen aktif dan pasif hasilnya masih perlu ditingkatkan. Penelitian dilakukan agar model Problem Based Learning pendekatan gamification dibantu aplikasi Voltsim – Circuit Simulator terhadap hasil belajar dapat dianalisis efektivitasnya. Dalam penelitian metode yang diterapkan yaitu kuasi eksperimen varian nonequivalent control group design. Lalu sampel berjumlah 52 responden, masing-masing 26 orang di kelompok eksperimen dan juga kontrol. Instrumen yang diterapkan merupakan sebuah tes pengetahuan dan dilakukan validasi oleh dua guru dan satu dosen ahli. Analisis data yang dihasilkan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank dengan hasil Z -4,474, kemudian nilai signifikansi 0,000, artinya terdapat pengaruh untuk perlakuan. Nilai rerata n-gain yang didapatkan 0,3182 merupakan kriteria Sedang. Selain itu, uji Mann-Whitney didapatkan Z dengan nilai -2,890 lalu signifikansi 0,004 dan juga rerata peringkat kelompok eksperimen yaitu 32,54, yang lebih tinggi daripada kelompok kontrol bernilai 20,46. Berdasarkan analisis, dapat ditarik kesimpulannya bahwa hasil belajar meningkat lebih besar jika diterapkan model Problem Based Learning dengan pendekatan gamification dengan aplikasi Voltsim – Circuit Simulator daripada model Discovery Learning dengan pendekatan konstruktivisme berbasis aplikasi Every Circuit.
PENGEMBANGAN TRAINER GAYA DORONG MOTOR BRUSHLESS UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK MATA PELAJARAN INSTALASI MOTOR LISTRIK SMK PENERBANGAN Satriya, Ayoeb Asih; Joko, Joko; Achmad, Fendi; Ningrum, L Endah Cahya
Jurnal Pendidikan Teknik Elektro Vol. 15 No. 02 (2026): Jurnal Pendidikan Teknik Elektro (Agustus 2026)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil belajar untuk meningkatkan pembelajaran praktik instalasi motor listrik, diperlukan media pembelajaran inovatif yang mampu memfasilitasi pemahaman dan keterampilan peserta didik secara optimal. Salah satu solusi yang dikembangkan adalah trainer gaya dorong motor brushless. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sekaligus mengevaluasi pengaruh media trainer terhadap capaian belajar siswa pada mata pelajaran instalasi motor listrik di SMK Penerbangan. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan pendekatan model ADDIE. Subjek penelitian terdiri atas 35 siswa kelas XI-H. Instrumen yang digunakan mencakup lembar validasi dari ahli media, angket minat belajar peserta didik, serta soal pre-test dan post-test, serta lembar observasi psikomotorik. Hasil validasi menunjukkan bahwa media trainer memperoleh nilai 92,2%, angket minat 96,79%, soal pre-post test 85,83%, dan lembar observasi 84,71% yang semuanya berada pada kategori layak digunakan. Aspek kepraktisan menunjukkan nilai 100% untuk trainer dan 81,96% dari respon peserta didik, keduanya tergolong sangat praktis. Aspek keefektifan ranah kognitif yang diukur dengan uji N-Gain memperoleh nilai 0,60 (kategori sedang), sedangkan ranah psikomotorik melalui uji one sample t-test menunjukkan signifikansi 0,000, yang berarti hasil belajar psikomotorik telah melampaui KKTP sebesar 75. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa trainer gaya dorong motor brushless valid, praktis, dan efektif serta terbukti mampu memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan minat serta capaian hasil belajar peserta didik.
HUBUNGAN TECHNICAL SKILL DAN PENGALAMAN PRAKTIK INDUSTRI TERHADAP KESIAPAN TECHNOPRENEURSHIP DI ERA SOCIETY 5.0 PADA SISWA KOMPETENSI KEAHLIAN TEKNIK AUDIO VIDEO SE-KOTA SURABAYA Sari, Ratih Eka Widya; Kholis, Nur; Rusimamto, Puput Wanarti; Ningrum, L Endah Cahya
Jurnal Pendidikan Teknik Elektro Vol. 15 No. 02 (2026): Jurnal Pendidikan Teknik Elektro (Agustus 2026)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Era Society 5.0 menekankan integrasi antara teknologi dengan berbagai aspek kehidupan manusia, sehingga kesiapan technopreneurship menjadi aspek krusial bagi siswa SMK dalam menghadapi tantangan dan menciptakan peluang di dunia kerja berbasis teknologi. Studi ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana keterampilan teknis dan pengalaman dari praktik industri mempengaruhi kesiapan untuk technopreneurship di era Society 5.0 di antara siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang mengkhususkan diri dalam Teknik Audio Video di Surabaya. Society 5.0 merupakan masa di mana teknologi dan kehidupan manusia terintegrasi, sehingga kesiapan technopreneurship menjadi penting agar siswa mampu beradaptasi dan menciptakan peluang bisnis berbasis teknologi. Pendekatan kuantitatif digunakan pada penelitian ini dengan mengaplikasikan teknik analisis korelasi. Seluruh siswa SMK jurusan Teknik Audio Video di Kota Surabaya menjadi populasi dalam penelitian ini, dengan sampel sebanyak 68 orang yang ditentukan menggunakan rumus Slovin. Instrumen divalidasi oleh tiga ahli, yakni dosen S1 Pendidikan Teknik Elektro, guru SMKN 3 Surabaya, dan guru SMKN 7 Surabaya, menghasilkan skor rata-rata sebesar 95,1 %, yang tergolong sangat valid. Analisis data kuesioner mahasiswa mengungkapkan bahwa Keterampilan Teknis memberikan kontribusi yang efektif sebesar 30,47% terhadap Kesiapan Technopreneurship, sementara Pengalaman Praktik Industri memberikan kontribusi sebesar 42,51%. Ketika digabungkan bersama-sama, kedua faktor ini menyumbang 38,5% terhadap tingkat Kesiapan Technopreneurship. Temuan ini menunjukkan adanya pengaruh positif antara variabel bebas dan Kesiapan Technopreneurship. Studi ini dimaksudkan sebagai referensi untuk peningkatan kurikulum dan penyempurnaan strategi pengajaran, serta memperkuat kolaborasi antara sekolah dan dunia industri untuk menciptakan dan membentuk technopreneur muda yang kompeten, kreatif dan inovatif.