Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN BURNOUT PADA PERAWAT DI RUMAH SAKIT (LITERATURE REVIEW) Sabrina, Anisa; Tusrini, Weni; Dwi Tamara, Metha
Sehat MasadaJurnal Vol 16 No 2 (2022): Sehat Masada Journal
Publisher : stikes dharma husada bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38037/jsm.v16i2.364

Abstract

Tingginya jumlah perawat yang mengalami burnout karena kecenderungan memiliki resiko tinggi dialami oleh seseorang yang bekerja pada pekerjaan yang berorientasi melayani orang lain, seperti bidang pelayanan kesehatan. Burnout dapat diartikan sebagai kondisi tubuh yang benar-benar lelah baik fisik maupun mental. Hasil penelitian burnout menunjukkan bahwa profesi kesehatan menempati urutan pertama dengan burnout terbanyak yaitu sekitar 43%. Di antara profesi di bidang kesehatan, perawat memiliki tingkat stres yang lebih tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan burnout pada perawat di rumah sakit. Metode penelitian ini menggunakan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang berhubungan dengan kejadian burnout pada perawat di rumah sakit terbagi menjadi dua yaitu faktor internal meliputi jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan, status perkawinan, masa kerja dan kepribadian serta faktor eksternal meliputi beban kerja, kepemimpinan. gaya dan stres kerja. Saran untuk penelitian selanjutnya diharapkan dapat memperdalam faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian burnout dengan menggunakan pendekatan kualitatif.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Burnout pada Perawat di Rumah Sakit (Literature Review) Sabrina, Anisa; Tusrini, Weni; Dwi Tamara, Metha
Sehat MasadaJurnal Vol 17 No 1 (2023): Jurnal Sehat Masada
Publisher : stikes dharma husada bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38037/jsm.v17i1.409

Abstract

The high number of nurses who experience burnout because of the tendency to have a high risk is experienced by someone who works in a job oriented to serving others, such as the health service sector. Burnout can be interpreted as a body condition that is really tired both physically and mentally. The results of the study on burnout show that the health profession ranks first with the most burnout, which is around 43%. Among the professions in the health sector, nurses have a higher level of stress. This study aims to determine the factors associated with burnout in nurses in hospitals. This research method uses a literature review. The results of the research show that the factors related to the incidence of burnout in nurses in hospitals are divided into two, namely internal factors including gender, age, education level, marital status, tenure and personality as well as external factors including workload, leadership style and work stress. Suggestions for further research are expected to deepen the factors associated with the incidence of burnout by using a qualitative approach.
PERAN MEDIA SOSIAL DALAM MEMBENTUK SIKAP MAHASISWA TERHADAP TOLERANSI DALAM BERAGAMA Ma'arif, Anang; Khasanah, Anisa Fikriatun; Sabrina, Anisa; Maulana, Rizal
J-Alif : Jurnal Penelitian Hukum Ekonomi Syariah dan Budaya Islam Vol 9, No 2 (2024): J-Alif, Volume 9, Nomor 2, November 2024
Publisher : Fakultas Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jalif.v9i2.5625

Abstract

Isu intoleransi agama merupakan tantangan signifikan dalam kehidupan masyarakat Indonesia saat ini, yang muncul dari keberagaman dalam aspek agama, ras, budaya, dan bahasa. Perbedaan ini tidak hanya mencakup variasi faktor tersebut tetapi juga melibatkan perspektif yang beragam. Sebagai mahasiswa diharapkan menjadi agen penting dalam mengintegrasikan nilai-nilai moderasi beragama untuk membangun sikap toleransi. Islam, sebagai agama, mengajarkan manusia untuk selalu menghormati dan bersikap toleran terhadap sesama, serta menjaga kemurnian dan kebenaran ajaran Islam. Dalam setiap situasi dan kapan pun, Islam sebagai agama rahmatan li al-’alamin, selalu menekankan pentingnya menghargai perbedaan, termasuk perbedaan suku, bangsa, dan keyakinan. Jelas bahwa Islam menjamin kebebasan berpendapat serta sikap toleransi terhadap semua pemeluk agama, dan mengajarkan penghormatan terhadap sesama manusia tanpa adanya diskriminasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan sumber data yang diambil dari jurnal, buku, dan penelitian sebelumnya. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa moderasi beragama di media sosial penting untuk melawan ekstremisme, edukasi dan webinar dapat dilakukan untuk meningkatkan toleransi. Selain itu, pendidikan, kebijakan pemerintah, dan program sosial harus bekerja sama untuk menciptakan masyarakat yang lebih inklusif dan toleran.
Psikoedukasi Mengenai Regulasi Emosi Terhadap Murid Kelas 11 SMA X di Kota Banjarbaru (Gen-Z) Sabrina, Anisa; Ramadhani, Muhammad Wafi; Nabilapitri, Nabilapitri; Radhwa, Najehah Baidha; Amelia, Nor Mala; Aisya, Utiya Rihadatul; Fadhila, Mahdia; Komalasari, Shanty; Hairina, Yulia
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 3 No. 4 (2025): Bulan Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v3i4.180

Abstract

Psikoedukasi tentang regulasi emosi pada kalangan remaja sangat diperlukan karena tahap ini ditandai oleh perubahan emosi yang yang cukup signifikan. Kegiatan ini dimaksudkan untuk menambah wawasan dan kemampuan murid kelas 11 dalam memahami serta menangani emosi mereka dengan cara yang positif. Pengabdian ini menerapkan pendekatan kualitatif dengan pengamatan langsung pada salah satu SMA yang berlokasi di Banjarbaru serta menggunakan studi pustaka sebagai pelengkap. Selama pelaksanaannya, para murid dibimbing untuk mengidentifikasi berbagai emosi, mengetahui dampaknya, dan menerapkan pendekatan yang sehat  dalam menyalurkan emosi tersebut. Temuan dari kegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan psikoedukasi yang interaktif dan menarik mampu menumbuhkan kesadaran emosi serta keterampilan dalam mengelola emosi para murid. Secara ringkas, upaya sederhana namun sistematis seperti ini dapat membawa pengaruh baik bagi kesehatan mental remaja.