Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGGUNAAN GADGET TERHADAP KUALITAS TIDUR DAN KESEHATAN MENTAL REMAJA Indyana Ummi Aisyah; Qoni'ah Nur Wijayani
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 9 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v2i9.1421

Abstract

Penggunaan gadget telah menjadi hal yang lazim di kalangan masyarakat, tidak terkecuali dari generasi orang tua hingga anak-anak. Namun, penggunaan gadget yang berlebihan menghadirkan dampak yang signifikan terhadap kesehatan remaja. Gadget seringkali mengandung radiasi yang memiliki potensi mengganggu fungsi syaraf dan berbagai aspek kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mendalami pengaruh penggunaan gadget terhadap kesehatan remaja, khususnya di SMPN 2 Bangkalan yang berlokasi di Kelurahan Bangkalan. Gadget, dalam berbagai bentuknya seperti smartphone, tablet, dan laptop, telah meresap menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari remaja. Kehadiran teknologi ini memberikan banyak manfaat dalam hal komunikasi, pembelajaran, dan hiburan. Namun, tidak dapat diabaikan bahwa penggunaan gadget juga menimbulkan kekhawatiran serius terkait dengan kesehatan remaja. Oleh karena itu, artikel ini dilakukan dengan tujuan mendalam mengungkapkan pengaruh gadget pada kesehatan remaja, dengan fokus terutama pada aspek fisik, mental, dan sosial. Untuk menggali informasi yang lebih mendalam, penelitian ini mengumpulkan data melalui berbagai metode, termasuk survei, wawancara, serta tinjauan literatur. Hasil penelitian menyoroti bahwa penggunaan gadget yang berlebihan bisa membawa dampak negatif yang signifikan pada kesehatan remaja. Dampak-dampak ini mencakup peningkatan risiko obesitas, gangguan tidur, gangguan mental, dan gangguan interaksi sosial. Salah satu dampak yang paling terlihat adalah terkait dengan kesehatan fisik remaja. Penggunaan gadget yang berlebihan sering kali mengurangi waktu yang seharusnya dihabiskan untuk aktivitas fisik. Remaja cenderung lebih memilih berinteraksi dengan layar gadget daripada berpartisipasi dalam kegiatan fisik yang penting untuk pertumbuhan dan perkembangan mereka. Hal ini mengarah pada peningkatan risiko obesitas di kalangan remaja, yang pada gilirannya bisa membawa risiko serius seperti penyakit jantung, diabetes, dan masalah metabolisme lainnya. Selain itu, gangguan tidur juga menjadi perhatian serius. Penggunaan gadget di malam hari seringkali mengakibatkan paparan cahaya biru yang dapat mengganggu ritme alami tidur. Sebagai akibatnya, banyak remaja mengalami kesulitan tidur atau tidur yang tidak berkualitas, yang pada akhirnya mengganggu kesehatan fisik dan kinerja mereka.Selanjutnya, penggunaan gadget juga berdampak pada kesehatan mental remaja. Gangguan mental seperti kecemasan dan depresi dapat meningkat akibat tekanan yang diberikan oleh media sosial, eksposur terhadap konten yang tidak sehat, dan juga kurangnya interaksi sosial yang bersifat langsung. Gangguan mental ini, jika tidak ditangani dengan baik, dapat berdampak jangka panjang pada kesejahteraan remaja. Sebagai upaya preventif, penting untuk memberikan edukasi yang tepat kepada remaja tentang penggunaan gadget yang sehat dan bertanggung jawab. Orang tua, guru, dan pembimbing remaja harus berperan aktif dalam mengawasi dan membatasi waktu penggunaan gadget. Selain itu, perlu ditingkatkan pemahaman tentang pentingnya aktivitas fisik, tidur yang cukup, dan interaksi sosial dalam menjaga kesehatan remaja. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang risiko dan manfaat gadget, remaja dapat lebih bijak dalam menggunakan teknologi ini untuk mendukung perkembangan mereka tanpa mengorbankan kesehatan fisik, mental, dan sosial mereka.
Analisa Dampak Kompetensi Komunikasi Antar Budaya terhadap Empati Budaya : Studi Kasus Mahasiswa Perantau Etnis Madura Indyana Ummi Aisyah; Nikmah Suryandari
Kajian Administrasi Publik dan ilmu Komunikasi Vol. 2 No. 2 (2025): Juni: Kajian Administrasi Publik dan ilmu Komunikasi
Publisher : Asosiasi Peneliti Dan Pengajar Ilmu Sosial Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/kajian.v2i2.299

Abstract

This study analyzes the relationship between intercultural communication competence and cultural empathy in Madura ethnic nomadic students. As a group that often faces challenges in cross-cultural communication, migrant students need to have high adaptability in order to interact effectively in diverse academic and social environments. This study aims to understand how the process of cross-cultural communication can shape the cultural empathy of Madura ethnic nomadic students, as well as how factors such as cross-cultural awareness, ease of perspective, feelings of empathy, and expressions of empathy contribute to their adaptation. This study uses a qualitative approach with an in-depth interview method of Madurese ethnic nomadic students spread across several provinces in Indonesia. The results of the study show that effective cross-cultural communication can help students in adjusting to a new environment, increasing comfort in interacting, and strengthening cultural empathy. Key factors contributing to this process include the ability to understand cultural differences, language skills, as well as a willingness to participate in the local culture.
PERAN KOMUNIKASI EMPLOYE DEVELOPMENT DALAM MENGHADAPI DOMINASI GEN Z PADA PT UNILEVER M. Chairul Aminullah; Andres Farrel Ardan; Nur Fadia Rusly; Indyana Ummi Aisyah; Nadya Poernamasari
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 6 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Juni
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/v3i6.2283

Abstract

Transformasi digital telah mempercepat perubahan dalam dinamika dunia kerja, termasuk pergeseran struktur demografis tenaga kerja yang kini didominasi oleh Generasi Z. Generasi ini menunjukkan karakteristik komunikasi yang berbeda dibanding generasi sebelumnya, seperti preferensi terhadap media digital, komunikasi terbuka, serta kebutuhan akan makna dan partisipasi aktif dalam lingkungan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran komunikasi dalam program pengembangan karyawan (employee development) di PT Unilever dalam merespons dominasi Gen Z. Pendekatan kualitatif digunakan melalui studi literatur dan analisis konteks organisasi, dengan fokus pada persepsi Gen Z terhadap efektivitas komunikasi internal yang diterapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi memainkan peran strategis tidak hanya sebagai penyampai informasi pelatihan, tetapi juga sebagai instrumen motivasi, keterlibatan, dan pembentukan budaya organisasi. Gen Z cenderung menolak komunikasi yang bersifat satu arah, birokratis, dan berbasis teks. Sebaliknya, mereka mengapresiasi pendekatan yang kolaboratif, dialogis, dan memanfaatkan media digital interaktif seperti platform kolaboratif, video singkat, dan ruang diskusi daring. Ketidaksesuaian gaya komunikasi antargenerasi juga ditemukan sebagai kendala utama dalam keberhasilan program pengembangan karyawan. Oleh karena itu, organisasi perlu mereformulasi strategi komunikasi internalnya agar lebih adaptif terhadap ekspektasi generasi muda yang mengutamakan kecepatan, transparansi, serta keterlibatan emosional dalam proses pembelajaran dan pengembangan karier. Penelitian ini menegaskan urgensi transformasi komunikasi organisasi sebagai fondasi bagi pengembangan sumber daya manusia yang inklusif dan berkelanjutan di era kerja multigenerasi.