Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Konsep Pendidikan Menurut Syed Muhammad Naquib Al-Attas Dan Relevansinya Terhadap  Pendidikan Di Pesantren Darunnajah 2 Cipining Abdur Rahman; Anjaluddin Anjaluddin; Arizqi Ihsan Pratama
Journal of International Multidisciplinary Research Vol. 3 No. 9 (2025): September 2025
Publisher : PT. Banjarese Pacific Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62504/jimr1366

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh krisis pendidikan modern yang cenderung sekuler dan kehilangan dimensi spiritual, serta pentingnya mengkaji relevansi pemikiran tokoh pendidikan Islam kontemporer terhadap praktik pendidikan di pesantren. Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) menganalisis konsep pendidikan menurut Syed Muhammad Naquib Al-Attas, dan (2) mengkaji relevansi konsep pendidikan Al-Attas terhadap konsep pendidikan di Pesantren Darunnajah 2 Cipining. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode library research (penelitian kepustakaan) yang diperkuat dengan pendekatan filosofis dan historis. Data primer diperoleh dari karya-karya Al-Attas, terutama The Concept of Education in Islam, sedangkan data sekunder berasal dari berbagai literatur pendukung. Teknik analisis data menggunakan metode deskriptif, induktif, historis, dan interpretasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, konsep pendidikan Al-Attas berpusat pada konsep ta'dib yang komprehensif, mencakup penanaman adab, islamisasi ilmu pengetahuan, penghormatan terhadap fitrah, integrasi pengetahuan dalam kerangka tauhid, dan pendidikan holistik yang mengembangkan aspek intelektual, spiritual, dan moral secara seimbang. Kedua, konsep pendidikan Al-Attas memiliki relevansi signifikan dengan pendidikan di Pesantren Darunnajah 2 Cipining, tercermin dalam: penerapan konsep adab dalam sistem pengasuhan santri, integrasi ilmu agama dan umum dalam kurikulum, pengembangan fitrah santri melalui pendekatan individual, peran sentral kyai dan ustadz sebagai model spiritual, serta pendidikan holistik yang mencakup aspek ibadah, akhlak, intelektual, dan keterampilan. Penelitian ini berkontribusi dalam meneliti pemikiran Syed Muhammad Naquib Al-Attas dalam dunia pendidikan dan merelevansikan pemikiran tersebut dalam    pengembangan sistem pendidikan pesantren Darunnajah 2 Cipining.
Manajemen Kurikulum Pendidikan Islam Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan di MA Darunnajah Cipining Bogor Wijaya, Budi; Arizqi Ihsan Pratama; Anjaludin
Journal on Education Vol. 8 No. 1 (2025): Journal on Education: Volume 8 Nomor 1 September-November Tahun 2025
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v8i1.8566

Abstract

Manajemen Kurikulum Pendidikan Islam dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan diartikan sebagai proses merencanakan, mengorganisasikan, melaksanaan, evaluasi, faktor pendukung dan penghambat di dalam kurikulum pendidikan Islam di MA Darunnajah Cipining Bogor. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang dilakukan secara langsung ke lapangan (fieldresearch). dan hasil penelitian ini kemudian dideskripsikan berdasarkan data-data yang telah diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Sehingga hasil penelitian menunjukkan bahwa Manajemen Kurikulum Pendidikan Islam di MA Darunnajah Cipining Bogor sudah optimal dimulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan, di dukung oleh SDM berkualitas, sarana prasarana memadai, suasana kerja kondusif serta dukungan kepemimpinan dan yayasan. Meskipun demikian, terdapat faktor penghambat seperti keterbatasan waktu dan beban kerja, latar belakang siswa yang beragam, tantangan integrasi kurikulum dan keterbatasan sumber belajar up-to-date.
Konsep Manajemen Ketatausahaan di Sekolah Fawahid; Arizqi Ihsan Pratama; Nailil Muna Shalihah
Indonesian Journal of Multidisciplinary Scientific Studies Vol 2 No 2 (2024): Terbitan Edisi Maret 2024
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STAI Raudhatul Akmal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33151/ijomss.v2i3.206

Abstract

Manajemen Ketatausahaan adalah suatu aturan atau peraturan yang terdapat dalam suatu proses kerja, yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan yang meliputi penyimpanan dan pengarsipan, dan pengawasan untuk mencapai suatu tujuan yang diharapkan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yakni studi riset kepustakaan (library research). Penelitian kepustakaan yaitu jenis penelitian yang dilakukan dengan membaca buku-buku atau majalah dan sumber data lainnya untuk menghimpun data dari berbagai literatur, baik perpustakaan maupun di tempat-tempat lain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep manajemen ketatausahaan di sekolah adalah kegiatan administrasi pendidikan yang mengelola pencatatan, pengumpulan, penyimpanan data, dan dokumen yang dapat dipergunakan untuk membantu pimpinan dalam pengambilan keputusan, urusan surat menyurat serta laporan mengenai kegiatan sekolah. kegiatan ketatausahaan meliputi: perencanaan, koordinasi, pengendalian, monitoring, dan evaluasi kegiatan ketatatusahaan dan administrasi tugas-tugas sekolah. Ada delapan tugas tenaga administrasi yaitu: menulis surat, membaca, menyalin (mengandakan), menghitung, memeriksa, memilah (menggolongkan dan menyatukan), menyimpan dan menyusun indeks, melakukan komunikasi (lisan dan tertulis) Kegiatan tata usaha sekolah ditujukan untuk memperlancar proses penyelenggaraan seluruh kegiatan sekolah, diwujudkan berupa pemberian pelayanan kepada siswa, guru/pegawai non guru, kepala sekolah dan staf serta semua pihak yang berhubungan dengan sekolah dalam membuat dan apabila memerlukan data dan informasi tertulis.
MANAJEMEN PENINGKATAN KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU DI MADRASAH ALIYAH DARUNNAJAH 2 CIPINING BOGOR Edi Santoso; Arizqi Ihsan Pratama; Musthafa Zahir
Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. 3 No. 5: Januari 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This thesis discusses the management process for improving teacher pedagogical competence at Madrasah Aliyah Darunnajah 2 Cipining Bogor and what are the supporting and inhibiting factors. This type of this research is descriptive-qualitative research, with data collection methods through interviews, observation, and documentation. The data that has been obtained is then analyzed descriptively by data reduction, presentation, and data verification. The results of this study indicate that efforts to improve teacher pedagogical competence at Madrasah Aliyah Darunnajah 2 Cipining have gone well and are quite effective, planning is made based on an analysis of school needs, the principal works with the team he has made, the activities which been carried out are IHT, MGMP, ta'hil mudarrisin, and educational supervision, the evaluation is carried out at the end by holding teacher exams and distributing questionnaires. Supporting factors include: the number of education experts, the availability of facilities and infrastructure, the support and leadership of the school principal, relevants of communication media, and the awareness of each teacher. While the inhibiting factors include: the quick change of curriculum, many newbie teachers, a busy educational calendar, resistance to change, and low motivation.
MANAJEMEN KEPALA SEKOLAH DALAM PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER SISWA BERBASIS KURIKULUM 2013 DI MTs DARUNNAJAH 2 CIPINING BOGOR Rizki Ramadani; Arizqi Ihsan Pratama; Musthafa Zahir
Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. 3 No. 6: Februari 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This thesis discusses the principal's management in strengthening student character education based on the 2013 curriculum at MTs Darunnajah 2 Cipining Bogor. In the research that has been carried out, the author formulated a problem formulation, namely 1) How is the principal's management in strengthening student character education based on the 2013 curriculum. Based on the problem formulation, it covers a wide range of various aspects in strengthening student character education based on the principal's management. The research I conducted aimed to understand the management of school principals in strengthening students' character education based on the 2013 curriculum. The results of the research obtained developed hypotheses using theories put forward by experts, especially those closely related to the role and management of school principals. The research was conducted using qualitative descriptive methods in obtaining research results through interviews, observation and documentation methods. This research is aimed specifically at school principals and educational staff.
Manajemen Pendidikan Kepramukaan Dalam Membentuk Karakter Siswa di SMP Darunnajah 2 Cipining Bogor Saiful Rosidin; Arizqi Ihsan Pratama; Ahmad Farid
Holistik Analisis Nexus Vol. 1 No. 5 (2024): Mei 2024
Publisher : PT. Banjarese Pacific Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62504/jimr455

Abstract

Penelitian ini membahas tentang Manajemen Pendidikan Kepramukaan Dalam Membentuk Karakter Siswa di SMP Darunnajah 2 Cipining Bogor penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen pendidikan kepramukaan dalam membentuk karakter siswa di SMP Darunnajah 2 Cipining Bogor ada perencanaan di dalam perencanaan terdapat sigus (sidang gugus depan) meliputi prodik (program didik) yang di dalamnya. dengan pengorganisasian kepala sekolah bekerjasama dengan pihak yayasan dengan menunjuk pembina pramuka (mabikori) yang sudah terlatih dan berpengalaman di bidang pramuka. Pelaksanaan program ekstrakulikuler pramuka dilaksanakan sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan dan disepakati sigus. Pengevaluasian dengan mengadakan rapat mingguan, bulanan tahunan. Adapun pembentukan karakter melalui kegiatan pramuka bertujuan untuk mendidik karakter siswa atau peserta didik agar menjadi insan yang bertaqwa, cerdas, aktif, terampil, memiliki sifat yang sopan santun, tegas, disiplin, kepekaan terhadap sosial, gotong royong, saling tolong menolong dalam hal kebaikan (membantu sesama), religius, berjiwa patriotis, bertanggung jawab, jujur, amanah, rajin dapat mengembangkan potensi diri, dan berakhlak mulia melalui penggalian dan pengamalan nilai-nilai kepramukaan.