Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SISTEM PENGHITUNGAN JUMLAH TELUR AYAM BERBASIS INTERNET OF THINGS Suryanto, Suyanto; Priatna, Edvin; Nursuwars, Firmansyah Maulana Sugiartana
Journal of Energy and Electrical Engineering Vol 3, No 2: 30 April 2022
Publisher : Teknik Elektro Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jeee.v3i2.3798

Abstract

Umumnya budidaya ayam yang ada di masyarakat tergolong masih konvensional, jenis kandang yang tidak tertata-pun dapat mempengaruhi nilai produksi dari ayam petelur, mulai dari telur yang hilang bahkan pecah, hal tersebut dinilai tidak efektif, dapat menurunkan nilai jual telur tersebut. Namun dengan kemajuan teknologi yang ada, memungkinkan adanya penerapan sistem otomatisasi pada proses penghitungan telur demi meningkatkan jumlah produksi dan kualitas telur yang baik, maka pada penelitian kali ini akan dibuat sebuah alat monitoring yang dapat menghitung jumlah telur secara otomatis berbasis internet of things (IoT), menggunakan NodeMCU ESP8266 sebagai mikrokontroler, sensor photodiode sebagai penghitung telur, buzzer sebagai indikator telur terhitung, alat ini besar data yang digunakan sebesar 66 byte namun maksimal besar data yang dapat dikirim sebesar 507 byte, Untuk monitoring data akan ditampilkan pada MQTT box, juga LCD 20x4 dan disimpan dalam micro SD. Ketika dalam keadaan Online data yang ditampilkan akan terus diperbarui di MQTT box, namun pada saat Offline LCD akan tetap menampilkan data terbaru sedangkan MQTT box masih menampilkan data terakhir sebelum diperbarui. Alat ini akan bekerja normal pada saat ON dan tidak dapat menghitung telur jika dalam kondisi OFF. Sensor photodiode dapat menghitung input 1 telur, namun ketika digelindingkan 2 telur atau lebih maka sensor tetap menghitung sebagai 1 telur. Pada kondisi pengujian pengiriman data berdasarkan kategori kuat sinyal diketahui, bahwa  besar  data dan kuat sinyal mempengaruhi waktu pengiriman, dimana semakin besar data yang dikirim dan semakin makin lemah sinyal maka pengirimananya akan lebih lama, dibandingkan dengan data kecil dimana semakin kecil data dikirim dan sinyal kuat maka  pengiriman lebih cepat.
Dinamika Keaktifan Siswa dalam Pembelajaran Geometri Melalui Lesson Study Wibowo, Azmi; Suparni, Suparni; Arfinanti, Nurul; Suryanto, Suyanto
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 6 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i6.3929

Abstract

Keaktifan siswa merupakan elemen penting dalam menciptakan pembelajaran yang berkualitas dan bermakna. Namun, dalam praktiknya, mengelola keaktifan siswa tidak selalu mudah, terutama pada kelas yang mayoritas siswanya aktif sehingga siswa yang kurang aktif sering tidak terdeteksi dan kurang terfasilitasi. Kondisi ini menyebabkan ketimpangan partisipasi dan berpotensi menghambat pemerataan kesempatan belajar. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika keaktifan siswa dalam pembelajaran geometri melalui penerapan lesson study serta melihat bagaimana lesson study memfasilitasi peningkatan keaktifan terutama pada siswa yang pasif. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) berbasis lesson study dengan dua siklus yang mengintegrasikan tahapan plan–do–see. Subjek penelitian adalah 36 siswa kelas XI F1 SMA Negeri 8 Yogyakarta tahun ajaran 2025/2026. Data dikumpulkan melalui lembar observasi pembelajaran dan observasi keaktifan siswa, serta dokumentasi kegiatan. Analisis data dilakukan menggunakan teknik deskriptif persentase untuk melihat perkembangan keaktifan siswa pada setiap siklus.Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam keaktifan siswa. Pada siklus I, penggunaan teknik kancing gemerincing berhasil mengurangi dominasi siswa aktif dan mendorong partisipasi siswa pasif, meskipun masih terdapat 4 siswa yang belum terlibat aktif. Pada siklus II, penerapan pembelajaran kooperatif tipe jigsaw mampu meningkatkan keterlibatan seluruh siswa, dengan 33 siswa berada pada kategori aktif dan hanya 3 siswa pada kategori tidak aktif. Temuan ini menunjukkan bahwa lesson study efektif sebagai sarana refleksi dan perbaikan pembelajaran yang dapat memfasilitasi keaktifan siswa secara lebih merata