Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peningkatan Pengetahuan Bahaya Seks Bebas pada Kalangan Remaja di SMP Islam Cimande Rismayanti; Berry Sastrawan; Wahyu Agung; Dian Wijaya; Dwi Ayu Anggraini; Firanti Silvia; Annisa Zahra Sholehah; Muhammad Badri; Muhammad Ripjan; Aldi Afriansyah; Rialna Amirusna
Karimah Tauhid Vol. 2 No. 6 (2023): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v2i6.11027

Abstract

Pada era modern ini masyarakat telah menggap jalinan asmara yang terjadi pada kalangan remaja sebagai hal yang wajar. Namun kondisi tersebut menimbulkan dampak yang berujung pada pergaulan bebas salah satunya seks bebas bahkan sampai mengakibatkan banyaknya remaja yang hamil di luar nikah. Kemajuan teknologi yang mendukung keterbukaan informasi dan kebebasan akses internet juga tak jarang disalahgunakan sehingga dampak buruk sulit untuk dihindari. Berdasarkan hasil observasi di SMP Islam Cimande saat ini banyak siswa/siswinya yang sudah saling menyukasi dengan lawan jenis hingga menjalin asmara. Bahkan beberapa siswa memutuskan untuk putus sekolah disebabkan karena ingin menikah. Atas kondisi tersebut perlu adanya penanaman kesadaran serta pemahaman kepada siswa terkait kontrol diri dan bahaya yang ditimbulkan akibat seks bebas pada diri setiap siswa. Metode pengabdian masyarakat ini menggunakan persiapan, observasi, sosialisasi, pre test dan post test. Hasil dari pre test dan post test menunjukan adanya perubahan tingkat pengetahuan tentang bahaya seks bebas di kalangan remaja, dengan peningkatan dimana pengetahuan tentang seks bebas meningkat dari awalnya sebesar 50% menjadi 85%,  resiko dari seks bebas yang awalnya 45% menjadi 95%, pentingnya pengetahuan tentang seks bebas 50% menjadi 60%, pengetahuan terkait dampak seks bebas 45% menjadi 100%, pengetahuan terkait PMS ( penyakit seksual menular 35% menjadi 80%, pengetahuan tentang tindakan untuk melindungi diri dari resiko seks bebas 45% menjadi 85%, serta pengetahuan terkait konsekuesnsi dari seks bebas yang awalnya 20% menjadi 55%.
FOOD PHOTOGRAPHY DALAM PROMOSI DI GROOVY SPACE Muhammad Ripjan; Ali Alamsyah Kusumadinata; Ruhimat, Ruhimat
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 1 No. 6 (2024): Agustus 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Food Photography sudah ada di era 1800-an yang mana pada era tersebut food photography digunakan hanya untuk menampilkan makanan yang baru selesai diolah, tapi dengan seiring berkembangnya zaman food photography tentunya memiliki peran penting untuk berbagai keperluan sutau perusahaan. Di zaman sekarang ini salahsatu kegunaan food photography yaitu untuk menunjang dalam promosi suatu perusahaan yang bergerak di bidang food and beverage. Groovy Space merupakan salahsatu bisnis usaha yang bergerak dibidang food and beverage, Groovy Space juga yang menjadikan food photography sebagai penunjang dalam promosi produk makanan dan minuman nya. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui food photography dalam promosi di Groovy Space. Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian studi kasus dengan pendekatan kualitatif, penelitian ini dalam pengumpulan datanya melalui tiga proses tahapan yaitu melakukan wawancara dengan informan penelitian yang sesuai dan telah memenuhi klasifikasi/kriteria, melakukan observasi dilapangan terhadap food photography yang di unggah melalui media sosial Instagram nya dan yang terakhir mengumpulkan dokumentasi atau berkas-berkas dokumen yang peneliti butuhkan dan sesuai dengan fokus penelitian yaitu food photography dalam promosi. Pembahasan pada penelitian yaitu sesuai data yang telah didapatkan bahwa Groovy Space dalam promosinya menggunakan food photography dan dalam food photography yang digunakan tidak terlepas juga dari penggunaan teknik food photography sendiri. Seperti penggunaan lighting, komposisi fotografi dan angle photography. Teknik food photography tersebut juga yang dapat menentukan food photography Groovy Space itu dapat mempersuasi konsumen terhadap produk yang di promosikan.