Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Perencanaan Tembok Penahan Tanah ( Kantilever ) Desa Sidomukti Kecamatan Kenduruan Kabupaten Tuban Pada Awal Tahun 2020 Sudirham, Sudirham
Jurnal Teknik Sipil Vol. 6 No. 1 (2021): De' Teksi - Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1133.052 KB) | DOI: 10.56071/de'teksi.v6i1.266

Abstract

Pada penelitian ini peneliti mengambil lokasi study di Kecamatan Kenduruan tepatnya di dibelakang pasar Desa Sidomukti Kecamatan Kenduruan Kabupaten Tuban Provinsi Jawa Timur. Karena tanah di belakang pasar Desa Sidomukti Kecamatan Kenduruan yang tipe tanahnya bersifat tanah gerak/ hidup dan mudah susut namun bukan tanah likuifaksi.Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan perencanaan dimensi tembok penahan tanah. Melakukan perhitungan kestabilan tembok penahantanah.Menghitung gaya guling, geser dan daya dukung.Perhitungan struktur penulangan dinding penahantanah. Menggambar hasil penulangan. Pada penelitian ini peneliti fokus pada TPT dengan type kantilever yang memiliki kelebihan mengandalkan daya jepit untuk menjaga kestabilan dari struktur penahan dibandingkan dengan type tpt lainnya yang dianggap sesuai dengan jenis tanah di lokasi study. Analisa data tanah dari data tanah yang ada dapat kita ketahui kemampuan tanah dalam menahan beban dari suatu struktur yang direncanakan.Kohesi (c) dan sudut gesek didapatkan dengan melakukan pengujian uji geser langsung (direct shear test) di Laboratorium, Berat isi tanah juga diperoleh dengan pengujian di laboratorium. Perencanaan menggunakan berat isi beton 24kN/m. Adapun data tanah yang didapatkan dari pengujian laboratorium adalah volume tanah 1 (γ) 19,15 kN/m3; kohesi (c) 0,624 kN/m2; sudut gesek dalam (φ) 4,50o .volume tanah 2 (γ) 17,75 kN/m3; kohesi (c) 0,669 kN/m2; sudut gesek dalam (φ) 4,80o .volume tanah 3 (γ) 18,73 kN/m3; kohesi (c) 0,730 kN/m2; sudut gesek dalam (φ) 4,60o .Hasil perencanaan stabilitas tembok penahan tanah aman terhadap geser, guling dan daya dukung tanah menggunakan teori terzaghi,dengan hasil perhitungan sebagai berikut: Stabilitas terhadap gaya geser = 3,36 > 2 (aman). Stabilitas terhadap gaya guling = 2,16 > 2(aman). Stabilitas terhadap daya dukung tanah =5,08 > 3(aman). Dari hasil perhitungangeser, guling dan daya dukung tanah dapat dinyatakan aman karena nilai di atas sudah lebih besar dari nilai Safety Factor. Dari analisis perencanaan tpt di gunakan penulangan dengan di ameter tulangan utama D10-250mm untuk tulangan sengkang dengan diameter D10 dengan jarak 25 cm.
ANALISIS FAKTOR YANG BERPENGARUH EFEKTIVITAS PROGRAM GENRE MELALUI PIK- R PADA REMAJA Sudirham, Sudirham; Sari, Tika Bela
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 8, No 3 (2023):
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jimkesmas.v8i3.42434

Abstract

Abstrak Remaja generasi sekarang sangat membutuhkan perhatian serius karena rentan terjadi berbagai permasalahan. Menurut BKKBN remaja sangat berisiko mengalami masalah – masalah kesehatan reproduksi, seperti perilaku seksual pranikah, NAPZA, dan HIV/AIDS (TRIAD KRR). Dalam rangka mengemban amanat undang-undang dan merespon permasalahan remaja, BKKBN mengembangkan Program Generasi Berencana (GenRe) bagi remaja serta keluarga yang memiliki remaja yang sesuai dengan Tugas Pokok dan fungsinya dari remaja untuk remaja.Efektivitas pelaksanaan program Generasi Berencana (GenRe) melalui Pusat Infomasi Konseling Remaja (PIK-R) belum dikatakan efektif disebabkan masih tingginya jumlah pernikahan dini, hubungan seksual pranikah, dan infeksi Human Immunodeficiency Virus/ Acquired Immune Deficiency Sydrome (HIV/AIDS) pada usia remaja. Tujuan penelitian untuk mengetahui Pengaruh dari 6 faktor yaitu fasilitas kesehatan, peran petugas kesehatan, peran guru, teman sebaya, komunikasi dan persepsi remaja terhadap efektivitas program GenRe melalui PIK-R di SMAN 10 Kota Bengkulu tahun 2019. Sampel penelitian yaitu sebanyak 100 orang dan desain penelitian menggunakan cross sectional. Metode analisis menggunakan SmartPLS 2.0 dan SPSS 23. Hasil penelitian menunjukkan efektivitas program GenRe melalui PIK R dipengaruhi oleh fasilitas kesehatan 12,11%, peran petugas kesehatan 18,54 %, peran guru 20,36%, teman sebaya 5,15 %, komunikasi 23,19 dan persepsi remaja 0,0004%, sehingga didapat nilai pengaruh lansung sebanyak 84,02% dan nilai pengaruh tidak lansung sebanyak 1,01%, jadi total pengaruh lansung dan tidak lansung sebesar 85,03%. Dengan demikian disimpulkan bahwa faktor yang paling berpengaruh adalah Komunikasi. Peneliti menyarankan dilakukan komunikasi yang efektif dengan melakukan MOU dengan BKKBN untuk melakukan kegiatan GenRe di jam sekolah setiap minggu sehingga program tersebut dapat terlihat efektif tidaknya pada siswa. Kata kunci : PIK R, Program GenRe
Peningkatan literasi bullying dan kekerasan seksual pada anak sejak dini di SD Inpres Roong, Minahasa Pramesti Ningsih, Andi; Sari, Tika Bela; Sudirham, Sudirham; Indirwan, Dicky
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 2 (2025): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i2.28961

Abstract

Abstrak Bullying dan kekerasan seksual memiliki prevalensi yang tinggi di Indonesia, termasuk di sekolah dasar. Kejadian ini dapat memberikan dampak negatif baik bagi pelaku maupun korban. Anak yang berada di sekolah dasar sangat rentan menerima dampak negatif yang besar, seperti trauma yang akan berpengaruh hingga tahap perkembangan selanjutnya. Hal ini yang mendasari diperlukan edukasi mengenai bullying dan kekerasan seksual. Pemberian edukasi adalah salah satu cara pencegahan yang akan mengoptimalkan pengawasan dari guru maupun orangtua. Pemberian edukasi ini dilaksanakan di SD Inpres Roong dengan sasaran kelas 4,5, dan 6 dengan menggunakan metode ceramah dan menonton video edukasi Bersama. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan. Pengetahuan terkait bullying dalam kategori baik mencapai 76,9% dan pengetahuan terkait kekerasan seksual mencapai 84,6%. Meskipun terjadi peningkatan, masih perlu diberikan edukasi lebih mendalam lagi sehingga persentase murid yang belum memahami kedua topik ini dapat berkurang. Olehnya itu, diharapkan tindak lanjut dari sekolah, dukungan guru, kepala sekolah serta dinas Pendidikan untuk terus memberikan edukasi kepada peserta didik. Kata kunci: bullying; kekerasan seksual; literasi Abstract Bullying and sexual violence have a high prevalence in Indonesia, including in elementary schools. This incident can have a negative impact on both the perpetrator and the victim. Children in elementary school are very vulnerable to receiving major negative impacts, such as trauma that will affect the next stage of development. This is the basis for the need for education about bullying and sexual violence. Providing education is one way of prevention that will optimize supervision from teachers and parents. This education was carried out at SD Inpres Roong targeting grades 4, 5, and 6 using the lecture method and watching educational videos together. The results of this activity showed an increase in knowledge. Knowledge related to bullying in the good category reached 76.9% and knowledge related to sexual violence reached 84.6%. Although there was an increase, more in-depth education still needs to be provided so that the percentage of students who do not understand these two topics can be reduced. Therefore, it is hoped that there will be follow-up from schools, support from teachers, principals and the Education Office to continue to provide education to students. Keywords: bullying; sexual violence; literacy
Edukasi Pentingnya Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada Anak Sekolah Dasar GP Tombasian Atas Sari, Tika Bela; Ningsih, Andi Pramesti; Sudirham, Sudirham
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Universitas Al Azhar Indonesia Vol 7, No 2 (2025): April 2025
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/jpm.v7i2.4054

Abstract

Abstrak Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) bertujuan untuk meningkatkan kualitas kesehatan melalui tindakan sadar individu dalam kehidupan sehari-hari. Anak usia sekolah merupakan kelompok rentan terhadap penyakit dan masih banyak siswa yang belum memahami secara menyeluruh manfaat dari (PHBS) di sekolah dasar GP Tombasian Atas, sehingga pendidikan kesehatan sangat penting untuk menanamkan perilaku hidup sehat sejak dini. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa dan guru tentang PHBS, khususnya praktik mencuci tangan yang benar, dan diikuti oleh 34 peserta (32 siswa dan 2 guru) di SD GP Tombasian Atas, Kecamatan Kawangkoan, Sulawesi Utara. Kegiatan dilakukan melalui penyuluhan yang disertai pemberian materi dan poster edukatif. Tahapan kegiatan meliputi persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test serta observasi praktik mencuci tangan. Hasil pre-test menunjukkan bahwa hanya 35,3% siswa menjawab benar pada pertanyaan mengenai tanda mencuci tangan yang benar, sedangkan setelah penyuluhan meningkat menjadi 88,2%. Selain siswa, guru juga dilibatkan secara aktif dalam kegiatan ini untuk memastikan keberlanjutan praktik PHBS di sekolah. Rendahnya pengetahuan PHBS yang ditemukan pada siswa merupakan bagian dari kebutuhan mitra sekolah yang teridentifikasi sebelumnya. Oleh karena itu, kolaborasi dengan guru dan pendekatan berkelanjutan diharapkan mampu membentuk kebiasaan hidup sehat dalam jangka panjang.Kata kunci: Penyuluhan, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, Siswa.
KONFIRMASI ENAM FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP PENCEGAHAN STUNTING PADA BALITA Sari, Tika Bela; Sudirham, Sudirham
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.23607

Abstract

Salah satu masalah kekurangan gizi yang masih cukup tinggi di Indonesia terutama Stunting merupakan masalah serius terutama pada masa balita dikarenakan memiliki 2 dampak yaitu dampak pendek keterlambatan perkembangan kognitif dan motorik dari anak serta kegagalan pertumbuhan anak yang rendah menyebabkan tinggi badan yang rendah dan dampak Panjang yaitu menurunnya kapasitas intelektual atau kecerdasan pada usia dewasa yang dapat menyebabkan produktivitas anak pada usia dewasa rendah. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pencegahan stunting pada balita. Sampel untuk penelitian  sebanyak 100 orang dengan desain penelitian menggunakan cross sectional. Metode analisis yang digunakan yaitu Smart PLS 2.0 dan SPSS 26. Hasil penelitian tersebut menunjukkan Pencegahan Stunting dapat dipengaruhi oleh Pengetahuan  23,33%, Self Efficacy 11,86 %, Sosial Ekonomi 24,20%, Komsumsi Asi Ekslusif 6,90 %, Pola Asuh 23,19 dan Utilisasi Pelayanan Kesehatan 8,75%, didapatkan nilai pengaruh lansung sebanyak 88,53% serta didapatkan nilai pengaruh tidak lansung sebanyak 0,755%, sehingga didapatkan total pengaruh lansung dan tidak lansung sebesar 89,28%. Dapat disimpulkan bahwa faktor yang paling mempengaruhi pencegahan stunting adalah Pengetahuan. Peneliti menyarankan pada ibu dan calon ibu lebih aktif mencari informasi mengenai stunting dengan memanfaatkan pelayanan Kesehatan yang ada di lingkungan tersebut dengan begitu diharapkan pengetahuan ibu dan calon ibu dapat meningkat demi mengurangi kejadian stunting.
Hubungan Antara Tingkat Pendidikan dengan Kejadian Diabetes Melitus Tipe II Jigibalom, Ance; Podung, Beatrix J; Sudirham, Sudirham
JURNAL ILMIAH KESEHATAN MANADO Vol. 4 No. 3 (2025): JURNAL ILMIAH KESEHATAN MANADO (JIKMA)
Publisher : Yayasan Syalom Cipta Sumikolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes mellitus (DM) is a disease that poses a public health problem. Diabetes mellitus is listed as the fourth national research priority for degenerative diseases. Type II diabetes mellitus was among the ten most prevalent diseases in the Koya Tondano Community Health Center work area, with a total number of sufferers in 2016. The increase in the number of diabetes sufferers is also caused by risk factors, one of which is risky health behavior. Education level also plays a role in the increase in this disease. Education level usually influences health behavior. This study aims to examine the relationship between education level and the incidence of type II diabetes in the Koya Tondano Community Health Center work area. This study used an observational analytical study with a cross-sectional study design. The population used in this study was the average number of patients visiting the Koya Tondano Community Health Center in 2022, namely 161 people. The sampling technique in this study was purposive sampling with a sample size of 115 based on the Yamen formula. The results showed that the majority of respondents (81 people) had a high level of education, while 34 (29.6%) had a low level of education. Of the respondents who had diabetes at the time of the study, 40 (34.8%) had diabetes, while 75 (65.2%) did not have diabetes. Bivariate analysis showed a relationship between education level and the incidence of diabetes mellitus in the Koya Community Health Center, South Tondano District, with a P value of 0.026.
Gambaran Kualitas Hidup Penderita Diabetes Melitus di Desa Adow Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan Kolintama, Tahsya V. S.; Pongoh, Lucyana L.; Tengker, Anita C. C.; Sudirham, Sudirham; Manoppo, Jonesius E.; Makadada, Fredrik A.
JURNAL ILMIAH KESEHATAN MANADO Vol. 4 No. 3 (2025): JURNAL ILMIAH KESEHATAN MANADO (JIKMA)
Publisher : Yayasan Syalom Cipta Sumikolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes Mellitus is a chronic disease that affects various aspects of patients' lives, including physical, psychological, social, and environmental aspects. Health center data show an increase in Diabetes Mellitus cases from 21 patients in 2023 to 60 patients in 2024. This increase indicates the importance of understanding the quality of life of patients in order to support prevention and disease management efforts.This study aimed to describe the quality of life of patients with Diabetes Mellitus based on physical, psychological, social relationship, and environmental aspects, as well as satisfaction and concerns related to the disease. This study used a quantitative descriptive method with a total sampling technique involving 60 patients with Diabetes Mellitus. Data were collected using the WHOQOL-BREF questionnaire and the Diabetes Quality of Life (DQOL) questionnaire. Data analysis was carried out using univariate analysis in the form of frequency distribution and percentages. The results showed that the quality of life of patients with Diabetes Mellitus in various aspects was mostly in the poor category. In the physical health aspect, the majority of respondents were in the poor category with 43 people (71.7%). In the psychological aspect, most respondents were in the moderate category with 41 people (68.3%). In the social relationship aspect, the majority of respondents were in the poor category with 37 people (61.7%), while in the environmental aspect most respondents were in the moderate category with 36 people (60%). However, based on the DQOL questionnaire, the diabetes-specific quality of life was in the high category (100%), indicating that respondents had good self-efficacy and high satisfaction in managing their disease.
Hubungan Kualitas Lingkungan Fisik Rumah dengan Risiko Penyakit ISPA pada Masyarakat di Desa Adow Selatan Mokodompit, Marsya Nabila Putri; Moleong, Maxi M.; Weken, Merdekawati E.; Sudirham, Sudirham; Manoppo, Jonesius E.; Langitan, Fentje
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7105

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, terutama di wilayah pedesaan. Faktor lingkungan fisik rumah seperti ventilasi, jenis lantai, kepadatan hunian, dan jenis dinding berperan penting dalam meningkatkan atau menurunkan risiko terjadinya ISPA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kualitas fisik rumah dengan risiko ISPA pada masyarakat di Desa Adow Selatan. Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross-sectional pada 73 rumah  tangga yang ditentukan dengan Teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui observasi langsung dan wawancara menggunakan kuesioner dan lembar checklist, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar rumah responden memiliki kualitas fisik rumah yang belum memenuhi standar kesehatan lingkungan, yaitu ventilasi tidak memenuhi syarat (59,1%), jenis lantai tidak memenuhi syarat (24,7%), kepadatan hunian tidak memenuhi syarat (63%), dan jenis dinding tidak memenuhi syarat (57,8%). Selain itu,  ISPA juga tercatat cukup tinggi, yaitu 129 orang (83,8%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara seluruh variabel fisik rumah dengan risiko ISPA, yaitu ventilasi rumah (p = 0,045), jenis lantai (p = 0,003), kepadatan hunian (p = 0,009), dan jenis dinding (p = 0,004). Temuan ini menunjukkan bahwa semakin buruk kualitas fisik rumah, semakin tinggi risiko terjadinya ISPA pada penghuni rumah. Rumah dengan ventilasi tidak memenuhi syarat, lantai yang lembap dan sulit dibersihkan, hunian padat, serta dinding tidak permanen terbukti memiliki proporsi ISPA yang jauh lebih tinggi dibandingkan rumah yang memenuhi syarat kesehatan.