Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Hot Work Climate can Increase the Hypertension of Production Workers in PT X Batam City Noviyanti, Noviyanti; Utami, Leni; Mawarni, Dhea Kuntum
Health Information : Jurnal Penelitian Content Digitized
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Iklim kerja panas merupakan kombinasi suhu udara, kelembaban udara, kecepatan pergerakan, dan suhu radiasi. Panas timbul dari mesin atau peralatan produksi, iklim, dan kerja otot manusia. Panas juga dapat mempengaruhi fungsi tubuh yaitu detak jantung dan denyut nadi, peningkatan tekanan darah, dan konsentrasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan iklim kerja panas dan faktor daya tahan tubuh dengan kejadian hipertensi pada pekerja produksi di PT. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pekerja produksi di PT. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling dan analisis statistik chi-square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara iklim kerja panas (p value 0,044), faktor ketahanan aklimatisasi (p value 0,002), umur (p value 0,008), masa kerja (p value 0,015), dan status gizi (p value 0,017). dengan kejadian hipertensi. Dari hasil penelitian disimpulkan terdapat hubungan antara iklim kerja panas, aklimatisasi, umur, masa kerja, dan status gizi dengan hipertensi. Sehingga disarankan agar perusahaan memberikan edukasi kepada pekerja terkait hipertensi dan melatih mereka dalam menyesuaikan suhu tubuh terhadap tekanan panas, menambah ventilasi, dan memeriksa tekanan darah secara rutin.
IMPLEMENTASI BUDAYA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA UNTUK MENGURANGI RISIKO KESEHATAN Utami, Leni; Noviyanti, Noviyanti; Parisma, Wan Intan; Saputra, Riski Kurniawan
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.36179

Abstract

X merupakan salah satu perusahaan manufaktur yang bergerak dibidang Fabrication dan Rent Equipment yang dalam pengoperasiannya tidak lepas dari alat-alat berat sehingga risiko kecelakaan yang sangat tinggi dan berakibat sangat fatal. Pentingnya kesadaran tentang Budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) agar terjaminnya hidup para pekerja dan meningkatkan produktifitas yang mampu membuat para pekerja itu nyaman dalam melaksanakan tugasnya. Implementasi Budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) terhadap pekerja di PT. X masih sangat minim dikarenakan masih banyak para pekerja yang tidak memahami akan pentingnya keselamatan mereka sendiri apalagi keselamatan para pekerja yang lainnya. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode yang dipakai studi korelasi dengan desain cross sectional karena variabel bebas dan variabel terikat akan diteliti dalam waktu yang bersamaan. Jumlah populasi 100 orang dengan sampel penelitian sebanyak 51 orang dengan menggunakan menggunakan purposive sampling. Analisis variable independen adalah Komitmen Top Manajemen, Peraturan dan Prosedur K3, Komunikasi Pekerja, Kompetensi Pekerja, Lingkungan Kerja dan Keterlibatan Pekerja) serta variable dependen adalah Kecelakaan Kerja. Analisis bivariate yaitu hubungan variable independent dengan variable dependen. Hasil penelitian didapatkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara variable independent dengan variable dependen dimana nilai pada p value (< ? 0,05). Kesimpulannya adalah diharapkan perusahaan tersebut dapat lebih meningkatkan kualitas implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja bagi para pekerjan juga dapat meningkatkan produktivitas sehingga dapat mencapai hasil yang maksimal.
Factors Associated with Housekeeping Implementation Behavior in The Production Department at PT. X, Batam City, in 2024 Amaliah, Rizqi Ulla; Utami, Leni; Sundari, Agung; Albati, Muhammad
Jurnal KESANS : Kesehatan dan Sains Vol 4 No 11 (2025): KESANS: International Journal of Health and Science
Publisher : Rifa'Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/kesans.v4i11.429

Abstract

Introduction: Housekeeping is a fundamental aspect of Occupational Safety and Health, contributing to improved workplace organization, reduced hazards, and enhanced productivity. Effective housekeeping implementation is influenced by multiple factors, including supervisory oversight and the availability of adequate facilities. Objective: This study aimed to determine the relationship between supervision and facility availability with housekeeping implementation behavior among production workers at PT X, Batam City. Method: A quantitative research design with a cross-sectional approach was employed, and data collection was conducted from May to June 2024. The study population comprised 150 production workers, with a sample size of 109 respondents determined using Slovin’s formula. A simple random sampling technique was applied. Research instruments included questionnaires, interviews, mobile devices, observation sheets, and documentation tools. The Chi-square test was used for statistical analysis. Result and Discussion: The results showed a significant relationship between supervision and housekeeping behavior (p = 0.001) as well as between facility availability and housekeeping behavior (p < 0.001). These findings indicate that both adequate supervision and sufficient facility provision play a crucial role in promoting effective housekeeping practices in the production area. Conclusion: The study concludes that strengthening supervisory roles and improving facility availability are essential strategies for enhancing occupational safety and housekeeping behavior among industrial workers.
Compliance of Scaffolder Workers in using Full Body Harness through Rewards and Punishment as Intervening Variable Noviyanti, Noviyanti; Utami, Leni; Pani, Dionisius; Rizky, Muhammad
Journal La Medihealtico Vol. 6 No. 4 (2025): Journal La Medihealtico
Publisher : Newinera Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37899/journallamedihealtico.v6i4.2408

Abstract

In the context of occupational safety, compliance refers to the adherence to safety protocols designed to protect workers from various risks and hazards. A high level of compliance is crucial, particularly in high-risk sectors such as construction, where violations of safety procedures can lead to fatal accidents. This study aims to examine the extent to which scaffolding workers comply with the use of personal protective equipment (PPE), specifically the full body harness, through the application of rewards and punishments. A mixed methods approach was employed, combining quantitative analysis using SEM-PLS with qualitative insights obtained from interviews. The findings reveal that two variables had no statistically significant effect: compliance on the use of full body harness (p-value = 0.992 > α = 0.05) and rewards on punishment (p-value = 0.887 > α = 0.05). However, four variables showed statistically significant relationships: compliance on punishment, motivation on punishment, punishment on the use of full body harness, and rewards on the use of full body harness (p-value < α = 0.05). Furthermore, all indirect relationships involving the use of PPE through punishment were found to be insignificant. These results suggest that companies should develop more comprehensive strategies, policies, and standard operating procedures (SOPs), and ensure consistent communication and socialization of safety practices across all operational activities.
The Effect of Work Shifts on Fatigue and Work Stress in Medical Personnel at Hospital X Batam City in 2025 Sarbiah, Andi; Kartika Wijaya, Juhanda; Utami, Leni
Jurnal KESANS : Kesehatan dan Sains Vol 4 No 10 (2025): KESANS: International Journal of Health and Science
Publisher : Rifa'Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/kesans.v4i10.386

Abstract

Introduction: Work shifts are a work system that is commonly applied in hospitals to ensure that health services last for 24 hours. However, the implementation of work shifts, especially night shifts and irregular rotations, can have a negative impact on the physiological and psychological conditions of medical personnel, such as fatigue and work stress. Objective: This study aims to analyze the effect of work shifts on the level of fatigue and work stress in medical personnel at the Batam City Regional Hospital. Method: The research uses a quantitative method with a cross-sectional approach. Samples were taken purposively as many as 100 medical personnel working with a shift system. The instruments used included the Standard Shiftwork Index (SSI) and Job Stress Scale (JSS) questionnaires. Result and Discussion: The results of the analysis showed a significant relationship between the type of work shift and the level of fatigue (p < 0.05) and work stress (p < 0.05). Medical personnel who work night shifts and rotational shifts tend to have higher fatigue and stress scores compared to morning shifts. Conclusion: The study concludes that a poorly managed work shift system can increase the risk of fatigue and work stress, which can ultimately impact patient safety and work productivity. Therefore, hospital management needs to consider more ergonomic shift scheduling as well as provide a stress management and workforce recovery program.
HUBUNGAN ANTARA UMUR, MASA KERJA DAN POSISI KERJA BERDIRI DENGAN KELUHAN NYERI KAKI PADA KARYAWAN DI DEPARTMENT XIAOMI PT SAT NUSAPERSADA TBK TAHUN 2021 maulina, diina; Utami, Leni; Siregar, Pratiwi Juwita
Jurnal Kesehatan Ibnu Sina (j-kis) Vol. 2 No. 02 (2021): Jurnal Kesehatan Ibnu Sina (J-KIS) Volume 2 Nomor 2 September 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibnu Sina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36352/j-kis.v2i02.278

Abstract

Tujuan Penelitian untuk mengetahui apakah ada hubungan antara umur, masa kerja dan posisi kerja berdiri dengan keluhan nyeri kaki pada karyawan di department xiaomi PT Sat Nusapersada Tbk tahun 2021. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan Uji Chi-Square. Jumlah responden 58 karyawan. nstrument penelitian yang digunakan peneliti adalah lembar kuesioner Nordic Body Map dan kuesioner form REBA. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian dilakukan dengan menggunakan total sampling. Hasil penelitian dari 58 responden (100%) pada karyawan di department xiaomi PT Sat Nusapersada Tbk. Posisi kerja berdiri karyawan yang tingkat risiko rendah ada 33 orang (57%) dengan tingkat keluhan nyeri kaki sementara dan 18 orang (31%) dengan tingkat keluhan nyeri kaki menetap, sedangkan posisi kerja berdiri karyawan yang tingkat risiko sedang ada 3 orang (5%) sedangkan tingkat keluhan nyeri kaki sementara ada 4 orang (7%) dengan keluhan nyeri kaki menetap. Kesimpulan dari penelitian setelah melakukan Uji SPSS adalah Tidak adanya hubungan antara umur dengan keluhan nyeri kaki pada karyawan di departmet xiaomi PT Sat Nusapersada Tbk dengan nilai p value .978 > 0,005, Tidak adanya hubungan antara masa kerja dengan keluhan nyeri kaki pada karyawan di department xiaomi PT Sat Nusapersada Tbk dengan nilai p value .292 > 0,005 dan Tidak adanya hubungan antara posisi kerja berdiri dengan keluhan nyeri kaki pada karyawan di department xiaomi PT Sat Nusapersada Tbk dengan nilai p value .264 > 0.005.
Hubungan Antara Budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Dengan Kecelakaan Kerja Utami, Leni; Novyanti
Jurnal Kesehatan Ibnu Sina (j-kis) Vol. 2 No. 02 (2021): Jurnal Kesehatan Ibnu Sina (J-KIS) Volume 2 Nomor 2 September 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibnu Sina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36352/j-kis.v2i02.498

Abstract

Pentingnya akan kesadaran tentang Budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) agar terjaminnya hidup para pekerja dan meningkatkan produktifitas yang mampu membuat para pekerja itu nyaman dalam melaksanakan tugasnya. Dalam hal Budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) terhadap pekerja di PT. X masih sangat minim dikarenakan masih banyak para pekerja yang tidak mementingkan keselamatan mereka sendiri apalagi keselamatan para pekerja yang lainnya. Jenis penelitian yang digunakan adalah Kuantitatif dengan metode yang yang dipakai adalah studi korelasi (Correlations Study) dengan desain cross sectional karena variabel bebas dan variabel terikat akan diteliti dalam waktu yang bersamaan, dan jumlah populasi 100 orang dan sampel 51 orang dengan menggunakan analisis univariat variable independen (Komitmen Top Manajemen, Peraturan dan Prosedur K3, Komunikasi Pekerja, Kompetensi Pekerja, Lingkungan Kerja, Keterlibatan Pekerja) dan variable dependen (Kecelakaan Kerja) dan analisis bivariate yaitu hubungan variable independent dengan variable dependen. Hasil penelitian yaitu adanya hubungan yang signifikan antara variable independent dengan variable dependen dimana nilai pada p value (< α 0,05), Pada kesimpulannya bahwa Ho ditolak semua, maka dari itu diharapkan untuk perusahaan dapat lebih meningkatkan kualitas perusahaan itu sendiri dan juga dari para pekerjanya agar dapat meningkatkan produktivitas dan juga hasil yang diinginkan.