Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Islam dalam Pembentukan Kerajaan-Kerajaan di Sumatera dan Pantai Utara Jawa Purnamasari, Ika; Simaremare, Elsa Manora; Dhalimunte, Sadina Yanti; Marpaung, Adrian; Sihotang, Marnita; Nazwa, M. Dirham
Islam & Contemporary Issues Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Medan Resource Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57251/ici.v4i1.1357

Abstract

This article reviews the development of Islamic kingdoms in Sumatera and the North Coast of Java from the pre-colonial to early colonial period. In Sumatera, kingdoms such as Samudera Pasai, Aceh Darussalam, and Palembang Darussalam played an important role in the spread of Islam through trade, education, and diplomacy. Samudera Pasai became the first center of trade and the spread of Islam in Indonesia, while Aceh Darussalam reached its peak of glory in the 16th and 17th centuries with its military strength and influence in Southeast Asia. Palembang Darussalam became an important trade center in southern Sumatera. On the North Coast of Java, kingdoms such as Demak, Cirebon, and Banten played a significant role in the spread of Islam. Demak, founded by Raden Patah, is known as the first Islamic kingdom in Java and played a role in overthrowing Majapahit. Cirebon developed as a religious and cultural center under Sunan Gunung Jati, while Banten became the dominant maritime and trade power in the Sunda Strait. This study uses a historical approach by analyzing chronicles, hikayat, and travel notes. The results show that the development of these Islamic kingdoms was influenced by political, economic, social, and cultural factors, including the influence of ulama, international trade, and interactions with foreign powers such as the Portuguese and the Dutch. In conclusion, the Islamic kingdoms in Sumatera and the North Coast of Java played a key role in the spread of Islam in the archipelago and in the political, economic, and cultural development of the region, providing a significant historical legacy for the development of Islam in Indonesia.
Perubahan Lanskap Amerika dari Era Kolonial hingga Perang Saudara Sustika, Ulfa; Arta Manalu, Agrifa Ido; Simaremare, Elsa Manora; Fitriana, Shelfya; Sihotang, Marnita; Zebua, Irvan; Nasih, Munajatun
Buana Jurnal Geografi, Ekologi dan Kebencanaan Vol. 1 No. 2 (2024): Edisi Februari
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/buana.v1i2.516

Abstract

Artikel ini mengeksplorasi evolusi lanskap Amerika dari era kolonial hingga Perang Saudara, menyoroti perubahan dalam aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi. Pada masa kolonial, pengaruh Eropa membentuk struktur agraris dan pemanfaatan lahan, dengan pertanian dan pembangunan permukiman yang mengubah lanskap alami. Pertumbuhan populasi dan teknologi mendorong deforestasi dan perubahan ekosistem. Pertanian berkembang dari subsisten ke komersial, didorong oleh permintaan domestik dan internasional. Pembangunan infrastruktur seperti jalan, kanal, dan rel kereta api memperluas akses ke wilayah pedalaman dan memfasilitasi pertumbuhan ekonomi. Urbanisasi dan pertumbuhan kota mengubah wilayah agraris menjadi pusat-pusat ekonomi baru. Menjelang Perang Saudara, ketegangan terkait perbudakan mempengaruhi penggunaan lahan, mencerminkan perbedaan ekonomi antara Selatan yang berbasis perkebunan dan Utara yang industri. Dengan pendekatan multidisipliner melibatkan sejarah, geografi, dan ekonomi, artikel ini memberikan gambaran tentang interaksi antara manusia dan lingkungan yang membentuk lanskap Amerika. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman dampak jangka panjang perubahan tersebut terhadap perkembangan Amerika modern