Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Strategi Peningkatan Keterampilan Mengajar Guru Pendidikan Agama Islam; Studi kasus di MI Darul Ulum Madiun Sein, Lau Han; Hamida, Nurul Atik; Litehua, Andy
QUALITY Vol 12, No 1 (2024): QUALITY
Publisher : Pascasarjana IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Strategies to Improve the Teaching Skills of Islamic Education Teachers; Case study at MI Darul Ulum Madiun. This study aimed to identify the factors that affect PAI teacher competence and to find ways of improving it. It used a mix of methods, including observation, interviews and document review. The results show that a number of factors influence the professionalism of PAI teachers at MI Darul Ulum Madiun, including: First, the teacher recruitment system is not professional. Second, many PAI teachers do not teach according to their qualifications. Third, teachers are not motivated to develop their personal qualities. The lack of professionalism of PAI teachers at MI Darul Ulum Madiun can be solved by improving the management of the school. This should include recruiting new educators properly, starting with making staff appointments. The school should also use new applications, filing, and a professional selection stage to ensure that the teachers who are recruited are competent and ready to carry out their duties properly. The school prefers to choose PAI teachers because they have more responsibility.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kompetensi guru PAI dan menemukan cara untuk meningkatkannya. Penelitian ini menggunakan metode campuran, termasuk observasi, wawancara, dan telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejumlah faktor yang mempengaruhi profesionalisme guru PAI di MI Darul Ulum Madiun, antara lain: Pertama, sistem rekrutmen guru yang tidak profesional. Kedua, banyak guru PAI yang mengajar tidak sesuai dengan kualifikasinya. Ketiga, guru kurang termotivasi untuk mengembangkan kualitas diri. Kurangnya profesionalisme guru PAI di MI Darul Ulum Madiun dapat diatasi dengan memperbaiki manajemen sekolah. Hal ini harus mencakup perekrutan tenaga pendidik baru dengan benar, dimulai dengan membuat pengangkatan staf. Sekolah juga harus menggunakan lamaran baru, pemberkasan, dan tahap seleksi yang profesional untuk memastikan bahwa guru yang direkrut adalah guru yang kompeten dan siap menjalankan tugasnya dengan baik. Sekolah lebih memilih guru PAI karena memiliki tanggung jawab yang lebih besar.
NILAI NILAI KEBERSAMAAN DALAM ACARA BUKA BERSAMA RUTIN PADA JAMA’AH MASJID IBADURRAHMAN DUKUH KORI KIDUL KECAMATAN SAWOO KABUPATEN PONOROGO Lutfi, Lala Khoironi; Litehua, Andy
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 3 No. 03 (2025): MEI 2025
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bulan Ramadhan adalah bulan yang identik dengan kebersamaan. Di antara bentuk  kegiatan yang menguatkan kebersamaan yakni berbuka puasa bersama. Kegiatan  berbuka puasa bersama menjadi salah satu tradisi yang mendalam dalam budaya kita.  Dalam upaya menguatkan kepedulian sosial dan berbagi dengan sesama, penulis  melakukan inisiatif pengabdian masyarakat dengan ikut serta kegiatan berbuka bersama di di Masjid Ibadurahman. Pengabdian ini bertujuan untuk menganalisis kegiatan buka puasa bersama terhadap kesejahteraan masyarakat dan jamaah Masjid Ibadurrahman. Metode yang digunakan adalah observasi partisipatif dan wawancara. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa kegiatan berbuka bersama ini memberikan nilai – nilai  yang signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat dan dari segi sosial. Partisipasi dalam kegiatan ini meningkatkan rasa kebersamaan dan kebahagiaan serta memberikan pengalaman sosial yang berharga bagi Mahasiswa KKN Kori Kidul kelompok 1. 
Faktor-Faktor Cerai Gugat di Pengadilan Agama Kabupaten Madiun Litehua, Andy
Pro Justicia: Jurnal Hukum dan Sosial Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Institut Agama Islam Riyadlotul Mujahidin Ngabar (IAIRM) Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55380/projus.v1i2.154

Abstract

Perubahan sosial yang terjadi di masyarakat, membawa pengaruh yang tidak menguntungkan bagi keluarga, baik di perkotaan maupun di perdesaan. Sebagian keluarga tidak mampu bertahan, dan mengalami perubahan bentuk, struktur, fungsi dan perannya atau keluarga dalam situasi disorganisasi sosial. Tulisan ini membahas permasalahan yang dihadapi keluarga seiring dengan terjadinya perubahan dan transformasi sosial di masyarakat. Perubahan sosial dewasa ini telah menimbulkan efek yang tidak diinginkan terhadap eksistensi dan ketahanan keluarga. Peran dan fungsi sebagian keluarga tidak dapat dilaksanakan dan bahkan sudah mengarah pada disorganisasi sosial keluarga. Komunikasi, interaksi dan relasi sosial antar anggota keluarga batih maupun dengan keluarga luas kurang kondusif, dan bahkan berpotensi melahirkan konflik. Pada beberapa kasus, orangtua mengalami depresi yang menyebabkan tindak kekerasan di dalam rumah tangga sehingga banyak berakibat terjadinya perceraian. Faktor perselisihan dan meninggalkan kewajiban yang mejadi faktor utama dalam perkara cerai gugat. Pemenuhan kebutuhan ekonomi juga sangat berperan penting dalam menjalin hubugan rumah tangga, karena untuk memenuhi kehidupan, Setidaknya jika setiap faktor tersebut apabila diimbangi dengan komunikasi yang baik, dirasa dapat meminimalisir terjadinya perceraian.
Studi Komparasi Madhhab Hanafi dan Maliki tentang Wali Waṣī Mufidzzin, Ahcmad; Litehua, Andy
Pro Justicia: Jurnal Hukum dan Sosial Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Institut Agama Islam Riyadlotul Mujahidin Ngabar (IAIRM) Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55380/projus.v1i2.181

Abstract

Perkawinan dikatakan sah apabila rukun dan syarat terpenuhi, di antara rukun dan syarat yang harus dipenuhi tersebut adalah adanya wali. Karena itu keterlibatan seorang wali sangatlah menentukan sah atau tidaknya suatu akad perkawinan dalam Islam. Wali dalam konteks pernikahan adalah orang yang berkuasa untuk menikahkan seorang wanita dengan seorang calon suaminya. Dalam hal ini ulama’ berbeda pendapat mengenai wasiat wali nikah. Ulama’ Malikiyah berpendapat bahwa penerima wasiatlah yang lebih berhak daripada wali. Sedangkan ulama’ Hanafiyyah berpendapat bahwa orang yang berhak menikahkan adalah al-‘aṣābah. Dengan adanya wali waṣī ini maka wali nasab setelah ayah akan terhalang. Dari uraian di atas penulis merumuskan masalah: Pertama, Bagaimana pendapat madhhab Maliki dan Hanafi tentang wali waṣī? Kedua, Bagaimana metode istinbāṭ yang digunakan madhhab Hanafi dan Maliki dalam hukum wali waṣī? Penelitian ini merupakan penelitian pustaka/library research yang menggunakan pendekatan hukum normatif, yaitu penelitian hukum yang mengkaji hukum tertulis dari aspek teori, sejarah, filosofi, tetapi tidak mengikat aspek terapan atau implementasinya. Penelitian ini mengkaji hukum tertulis yang terdapat dalam kitab-kitab fiqh klasik dengan teknik dokumentasi. Adapun metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analitik, komparatif, yakni dengan memaparkan data tersebut, kemudian membandingkan dua objek kajian yang diteliti sehingga dapat diambil kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian mengenai studi komparasi pendapat Madhhab Hanafi dan Maliki tentang wali waṣī, maka penulis menyimpulkan: menurut Madhhab Hanafi waṣī bukan termasuk wali nikah, karena tidak termasuk al-‘aṣābah. Sedangkan Madhhab Maliki berpendapat bahwa waṣī merupakan wali nikah karena menggantikan posisi pihak pertama sebagai wali seperti halnya wakil. Madhhab Hanafi menggunakan pendapat Ali RA karena merupakan sahabat besar yang menjadi rujukan oleh para tabi’in dalam menyelesaikan masalah hukum ketika beliau menjadi khalifah dan pusat pemerintahan berada di Kufah, seperti halnya madhhab Hanafi yang lahir di Kufah. Sedangkan madhhab Maliki yang menggunakan qiyas karena dalam masalah wali hanya sedikit ketentuan yang qaṭ’i, sehingga beliau menggunakan ra’y.
Marital Rape dalam Perspektif Fikih Klasik Litehua, Andy
Pro Justicia: Jurnal Hukum dan Sosial Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Institut Agama Islam Riyadlotul Mujahidin Ngabar (IAIRM) Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55380/projus.v2i2.365

Abstract

Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga (PKDRT) mengategorikan marital rape sebagai salah satu varian tindak kejahatan kekerasan dalam rumah tangga. Namun dalam tataran tertentu, marital rape masih dinilai sebagai tindakan wajar dan tak jarang dilegitimasi dengan dalil-dalil agama. Perbedaan persepsi ini telah menimbulkan kontradiksi antara hukum positif yang berlaku dengan hukum Islam yang dipahami masyarakat. Secara komparatif, tulisan ini berusaha menemukan perpektif hukum Islam dalam memandang persoalan marital rape dengan cara menghimpun sebanyak mungkin ayat Alqurān dan hadis serta argumen-argumen di sekitarnya, dan menganalisisnya dalam konteks Fikih klasik. Di akhir penelitian ditemukan bahwa marital rape merupakan sesuatu yang bertentangan dengan syariat Islam. Oleh karena itu dapat dijadikan sebagai alasan perceraian.
SOSIALISASI TENTANG DISPENSASI NIKAH TERHADAP PERSEPSI DAN PEMAHAMAN SANTRI DI LKSA AL-IKHLAS PONOROGO Litehua, Andy; Fatir, Dwi
Journal of Islamic Science Community Vol. 1 No. 2 (2022)
Publisher : Institut Agama Islam Riyadlotul Mujahidin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55380/isc.v1i2.428

Abstract

Pernikahan usia anak atau pernikahan dini masih menjadi masalah serius di Indonesia. Santri sebagai generasi pada kelompok umur tersebut perlu memiliki pengetahuan yang komprehensif terkait penyebab dan akibat pernikahan usia anak sebagai upaya preventif. Kegiatan pengabdian ini penting dilakukan dengan tujuan mengubah persepsi santri terhadap penyebab dan dampak dari pernikahan usia anak atau pernikahan dini tersebut. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan metode sosialisasi dan bertempat di LKSA Al-Ikhlas Ponorogo. Dengan menghadirkan pemateri founder of EM LAW Office. Kegiatan pengabdian masyarakat ini diikuti dosen dan mahasantri HKI Fakultas Syariah IAIRM Ngabar Ponorogo. Dalam kesempatannya pemateri menyampaikan pemahaman tentang dispensasi nikah serta dampak yang ditimbulkan dari pernikahan dini. Dari pemaparan dan penyampaian materi menunjukkan bahwa sebelum sosialisasi dilakukan, masih terdapat santri yang memiliki persepsi positif dan persepsi relatif terhadap dampak pernikahan dini. Selain itu, mereka juga tidak mampu menyebutkan beberapa faktor penyebab dan dampak dari pernikahan usia anak ini. Setelah dilakukan sosialisasi, persepsi dan pemahaman mereka terhadap pernikahan dini berubah. Mereka meyakini pernikahan dini akan membawa kerugian dalam hal psikologis, biologis dan aspek kehidupan sosial. Mereka juga mampu menyebutkan berbagai faktor penyebab dan dampak dari pernikahan usia anak ini seperti dampak psikologis, biologis, budaya, sosial, ekonomi dan pendidikan. Hal ini menjukkan bahwa setelah diadakan sosialisasi, persepsi dan pemahaman santri berubah.
PERSPEKTIF BIMBINGAN KONSELING KELUARGA DALAM PERMASALAHAN FASAKH PERNIKAHAN Rafli, Ade; Ihsanul Hidayah, Latif; Litehua, Andy
Journal of Islamic Science Community Vol. 1 No. 2 (2022)
Publisher : Institut Agama Islam Riyadlotul Mujahidin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55380/isc.v1i2.457

Abstract

Dalam kehidupan berumah tangga tidak jarang terjadi permasalahan antara pasangan suami dan istri. Permasalahan keluarga yang terjadi di Kecamatan Siman Kabupaten Ponorogo adalah mengenai istri yang ingin mengajukan fasakh pernikahan terhadap suaminya.Adapun penyebab terjadinya permasalahan tersebut karena faktor pertengkaran, KDRT, perselingkuhan dan ekonomi. Permasalahan yang tidak dapat terselesaikan akan berdampak pada perceraian. Dari tahun 2016-2019 cerai gugat (Fasakh) terus meningkat.Untuk menghindari terjadinya perceraian, diperlukan penyelesaian dari permasalahan tersebut. Konseling keluarga merupakan salah satu teknik yang dibutuhkan dalam penyelesaian permasalahan keluarga. Salah satu tugas penyuluh di KUA adalah menyelesaikan permasalahan keluarga yang terjadi. Maka dari itu penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang penyebab terjadinya fasakh pernikahan dan upaya pencegahan dalam perspektif bimbingan konseling keluarga (studi kasus di Kantor Urusan Agama Kecamatan Siman Kabupaten Ponorogo).